Analisis Sistem – Pengertian,Fungsi , Tujuan, Tugas, Langkah-langkah, Alat Bantu dan Membuat laporan Analisis Sistem.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Untuk kesempatan kali ini kita akan mulai sebuah pembahasan mengenai Analisis sistem. Oleh karena itulah kami akan membahasnya secara lengkap yang meliputi Pengertian,Fungsi , Tujuan, Tugas, Langkah-langkah, Alat Bantu dan Membuat laporan Analisis Sistem agar para pembaca bisa mendapatkan ilmu dan juga informasi setelah membaca artikel ini.

Melakukan semua upaya untuk bisa mencapai kesuksesan tentu menjadi target setiap perusahaan. Hal ini tentu saja tidak selalu mudah, mengingat ada banyak lini yang perlu diperhatikan sepanjang waktu.
Menjaga kinerja perusahaan menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan secara berkesinambungan. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk memastikannya, salah satunya dengan melakukan analisis sistem secara menyeluruh di dalam semua lini perusahaan.Untuk mengetahui apa itu analisis sistem secara lengkap, simak penjelasannya di bawah ini.

Pengertian Analisis Sistem

Analisis Sistem atau System Analysis adalah suatu teknik atau metode pemecahan masalah dengan cara menguraikan system ke dalam komponen-komponen pembentuknya untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tersebut bekerja dan saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan system.

System Analysis biasanya dilakukan dalam membuat System Design. System Design adalah salah satu langkah dalam teknik pemecahan masalah dimana komponen-komponen pembentuk system digabungkan sehingga membentuk satu kesatuan system yang utuh. Hasil dari System Design merupakan gambaran system yang sudah diperbaiki. Teknik dari System Design ini meliputi proses penambahan, penghilangan, dan pengubahan komponen-komponen dari system semula.

Jika perujuk pada penjelasan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), analisis sistem merupakan sebuah proses penelitian yang dilakukan untuk mencari tahu apakah sistem (prosedur) yang diterapkan oleh perusahaan sudah memenuhi standar dalam peningkatan efisiensi atau tidak.”
Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), analisis sistem bisa diartikan sebagia sebuah proses sistematis yang dapat mendukung terjadinya kombinasi pertimbangan di antara ahli bidang tertentu, sehingga didapatkan hasil sempurna dari setiap fungsi disiplin yang diterapkan.
Atau, pengamatan terhadap sebuah aktifitas, metode, prosedur maupun cara tertentu dalam menentukan manfaat dari aktifitas yang dilakukan tersebut, termasuk teknik terbaik dalam melakukannya.
Analisis sistem juga bisa diartikan sebagai sebuah teknik pemecahan sebuah masalah yang dilakukan dengan cara menguraikan sistem kepada berbagai komponen yang membentuknya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat kinerja berbagai komponen tersebut, termasuk interaksi antara semua komponen dalam mencapai tujuan dari sistem itu sendiri.

Pada umumnya, analisis sistem akan dilakukan dalam proses perencanaan sistem itu sendiri (system design). Sistem desain merupakan satu dari beberapa langkah yang dilakukan pada proses teknik penyelesaian masalah, di mana hal ini akan menggabungkan berbagai komponen pembentuk, sehingga dihasilkan sebuah sistem dalam kondisi yang utuh.
Selanjutnya, system design inilah yang menjadi gambaran dari sistem yang sudah diperbaiki tersebut. Ada beberapa teknik dalam system design antara lain, proses penambahan, proses penghilangan, dan juga proses mengubah berbagai komponen sistem awal itu sendiri.

Adapun pengertian Analisis Sistem menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

Menurut Mc Leod “2007, p74”
Analisis sistem adalah penelitian terhadap system yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem baru atau memperbaharui sistem yang telah ada tersebut.

Menurut Al Fatta, “2007:4”
Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian-bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka.

Menurut Jimmy L. Goal “2008:73”
Analisis sistem adalah sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Baca Juga :  Kedaulatan Rakyat – Pengertian Menurut Para Ahli, Makna, Jenis, Ciri, Sifat, Penyebab dan Peran

Menurut Satzinger, J.W., Jackson, R.B., & Burd, S.D. “2010, p4”
Analisis sistem adalah proses pemahaman dan penentuan secara rinci apa yang seharusnya dicapai oleh sistem informasi.

Menurut Kenneth & Jane “2006:G12”
Analisis sistem adalah kegiatan menganalisa permasalahan dari suatu perusahaan dan pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan sistem informasi.

Menurut O’Brien dan Marakas “2009:639”
Menurut mereka analisa sistem adalah kegiatan menganalisa komponen dan requirement dari sebuah sistem secara rinci.

Menurut Bentley dan Whitten “2009:160”
Analisis sistem adalah sebuah metode untuk mencari solusi dari permasalahan sistem yang ada dengan cara mengelompokkan komponen yang ada menjadi komponen-komponen yang lebih kecil agar solusi yang ditemukan sesuai dengan kebutuhan sistem.

Menurut Stair dan Reynolds “2010”
Analsis sistem adalah sistem yang menentukan sistem informasi apa yang harus dilakukan untuk memecahkan masalah yang sudah ada dengan mempelajari sistem dan proses kerja untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan peluang untuk perbaikan.

Menurut Laudon dan Laudon “2010”
Analisis sistem terdiri dari mengidentifikasi masalah, mengidentifikasi penyebabnya, menentukan solusi dan mengidentifikasi kebutuhan informasi yang diperlukan oleh system.

Menurut Mulyanto dkk “2008”
Analsis sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang menguraikan sebuah sistem menjadi komponen-komponennya dengan tujuan mempelajari seberapa bagus komponen-komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk meraih tujuan yang telah ditentukan.

Fungsi Analisis Sistem

Ada beberapa macam fungsi analisis sistem, yaitu:

1. Dapat menemukan masalah/Dapat menidentifikasikan berbagai masalah dari pemakai “user”.

Dengan analisis sistem, kita dapat secara cepat menemukan masalah dan hambatan di dalam sistem tersebut.
Selain itu, setelah ditemukan masalahnya, dengan melakukan analisis sistem juga dapat mengidentifikasi tentang masalah dan hambatan tersebut secara jelas.

2. Dapat menemukan cara untuk memecahkan masalah/Menentukan secara jelas mengenai sasaran yang harus dicapai untuk dapat memenuhi kebutuhan pemakai.

Dengan analisis sistem, kita juga dapat menemukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain itu kita juga dapat menemukan cara untuk mengantisipasi agar masalah tersebut tidak terjadi lagi.
Dengan analisis sistem, kita juga dapat menemukan beberapa pilihan cara untuk memecahkan masalah tersebut.

3. Dapat menemukan tujuan/Dapat memilih metode alternatif dalam memecahkan masalah pada sistem.

Dengan analisis sistem, kita dapat menemukan tujuan dalam sistem tersebut secara cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan kita sebagai pengguna.

4. Dapat membentuk rancangan sistem/Dapat merencanakan maupun menerapkan rancangan sistem sesuai dengan apa yang diinginkan pemakai.

Dengan analisis sistem, dapat menciptakan rancangan sistem yang sesuai dengan kita sebagai penggunanya, Dengan begitu kita dapat memanfaatkan analisis sistem agar menghasilkan output yang maksimal
Analisis sistem dapat kita manfaatkan untuk membantu kita dalam menghasilkan output yang maksimal. Analisis sistem dapat menyesuaikan rancangan sistem yang sesuai dengan kebutuhan kita sebagai pengguna.

Tujuan Analisis Sistem

Analisis sistem bertujuan untuk memperbaiki sebuah sistem yang telah dipakai sebelumnya atau membuat sebuah sistem yang benar-benar baru dari awal. Selain itu, ada beberapa tujuan penerapan analisis sistem lainnya di dalam perusahaan, seperti:

1. Memperbaiki sistem
Salah satu tujuan dari analisis sistem adalah memperbaiki sistem itu sendiri. Di dalam kondisi sistem yang bermasalah dan menemui hambatan, dengan analisis sistem akan memudahkan untuk perbaikan sistem tersebut dan menemukan solusi untuk perbaikan sistem tersebut.

Baca Juga :  Daftar Pustaka - Pengertian, Fungsi, Unsur-unsur, Syarat, Cara Penulisan, Teknik Penyusunan dan Contohnya

2. Evaluasi Sistem
Tujuan analisis sistem selanjutnya adalah untuk mengevaluasi hasil kerja sistem tersebut apakah sudah sesuai dengan jalur yang ditentukan dan apakah sudah mencapai tujuan atau belum.
Selain itu, dengan evaluasi sistem kita dapat melihat antisipasi kemungkinan hambatan yang akan terjadi.

3. Menghasilkan Keputusan
Dengan analisis sistem, kita dapat menghasilkan suatu keputusan untuk progress sistem tersebut dengan dasar analisis sistem yang sudah dilakukan.Untuk membantu membuat keputusan yang tepat, jika sewaktu-waktu sistem yang digunakan bermasalah atau bahkan tidak lagi berjalan sama sekali. Dalam hal ini, hasil analisa tersebut akan dipakai untuk memperbaiki sistem yang sudah ada.

4. Menentukan Tujuan
Dengan analisis sistem, kita dapat menentukan tujuan yang ingin kita capai dalam sistem tersebut. Tujuan baru dapat dibentuk melalui pengolahan informasi atau data dalam sistem.

Pada dasarnya, analisis sistem membantu kita sebagai penggunanya untuk menemukan informasi.
Selain itu analisis sistem juga membantu kita untuk mengantisipasi segala hambatan dan masalah yang akan terjadi pada suatu sistem.
Kemudian analisis sistem juga membantu kita untuk evaluasi sistem yang sedang berjalan.

Tugas Analisis Sistem

Berikut ini terdapat beberapa tugas analisis sistem, terdiri atas:
1. Mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen, file, formulir yang digunakan pada sistem yang telah
2. Menyusun laporan dari sistem yang telah berjalan dan mengevaluasi kekurangan-kekurangan pada sistem tersebut dan melaporankan semua kekurangan tersebut kepada pemakai
3. Merancang perbaikan pada sistem tersebut dan menyusun sistem baru.

Langkah-langkah Analisis Sistem

Langkah-langkah dalam tahap analisa sistem akan hampir sama dengan yang akan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dibesarkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-ruang lingkup tugasnya. Di analisa sistem ini, penelitian yang akan dilakukan oleh analisis sistem adalah penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem sifatnya hanya penelitian pendahuluan

Di dalam tahap analisa sistem terdapat beberapa langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut yakni:
1. Identify, merupakan mengidentifikasikan masalah. Hal yang dilakukan diantaranya :
a. Mengidentifikasikan penyebab masalah
b. Mengidentifikasikan titik keputusan
c. Mengidentifikasikan personil-personil kunci

2. Understand, merupakan memahami kerja dari sistem yang ada. Hal yang dilakukan diantaranya :
a. Menentukan jenis penelitian
b. Merencanakan jadwal penelitian
c. Mengatur jadwal wawancara
d. Mengatur jadwal observasi
e. Membuat agenda wawancara
f. Mengumpulkan hasil penelitian

3. Analyze, merupakan menganalisis sistem. Hal yang dilakukan diantaranya :
a. Menganalisis kelemahan sistem
b. Menganalisis kebutuhan informasi bagi manajemen (pemakai)

4. Report, merupakan membuat laporan hasil analisis. Tujuan dari adanya laporan tersebut diantaranya :
a. Sebagai laporan bahwa proses analisis telah selesai dilakukan
b. Meluruskan kesalahan-kesalahan mengenai apa yang telahditemukandalam proses analisis yang tidak sesuai menurut manajemen.
c. Meminta persetujuan kepada manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Alat Bantu Analisis Sistem

Alat Bantu Analisis Dan Perancangan Di dalam pendekata nsistem, penulis menggunakan alat bantu dalam metode analisis dan perancangan terstruktur, yang menghendaki adanya gambaran terhadap keseluruhan sistem menggunakan alat bantu seperti, Flow map maupun Data Flow Diagram (DFD), penggunaan ERD (Entity Relationship Diagram), proses normalisasi serta alat bantu pendekatan sistem yang lain.

Berikut dijelaskan beberapa alat bantu tersebut :
1. Flow Map
Bagan alir Flow map menunjukkan arus dari pekerjaan secara keseluruhan dari sistem termasuk arus laporan dan formulir beserta tembusan-tembusannya.
Bagan alir ini digunakan terutama untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi. Flow map ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

Baca Juga :  Prasasti – Pengertian, Sejarah, Fungsi, Yupa Dan Contohnya

2. Diagram Kontek
Diagram konteks adalah sebuah alat struktur analisis. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem secara garis besar atau secara sederhana. Diagram Kontek adalah kasus khusus dari data alir diagram yang berfungsi memetakan model lingkungan yang refresentasikan dengan lingkungan tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.

3. Data Flow Diagram
Data Flow Diagram (DFD) adalah sebuah teknik grafis yang menggambarkan aliran informasi dan transformasi yang diaplikasikan pada saat data bergerak dari input menjadi output. DFD merupakan diagram yang menyatakan notasi-notasi untuk menggambarkan aliran data. Sebuah DFD menggambarkan aliran informasi tanpa representasi logika prosedural yang eksplisit yang dimana data tersebut mengalir atau akan disimpan.

Data Flow Diagram (DFD) sering digambarkan untuk menjelaskan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa memperhatikan lingkungan fisik dimana data tersebut akan disimpan. DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and design). DFD merupakan alat yang cukup popular sekarang ini karena dapat menggambarkan arus data di dalam sistem secara terstruktur dan jelas. Lebih lanjut DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.
DFD level 0 disebutjuga diagram konteks yang mempresentasikan seluruh elemen sistem sebagai lingkaran tunggal dengan data input / output ditunjukan oleh anak panah yang masuk dan keluar secara berurutan.
DFD level 1 merupakan partisidari level 0 untuk mengungkapkan secara detail fungsi-fungsi yang ada dalam DFD level 0 atau diagram konteks. DFD juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik. Beberapa simbol yang digunakan dalam DFD yaitu antara lain:

4. Kamus Data
Kamus Data (KD) atau data dictionary atau disebut juga dengan istilah sistem data dictionary adalah kata log fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap, kamus data dibuat pada tahapan analisis sistem dan digunakan pada tahap analisis maupun tahap perancangan sistem.
Kamus data merupakan kumpulan data yang memberikan informasi mengenai deskipsi formal dari elemen-elemen yang ada pada Data Flow Diagram. Informasi tersebut mencakup definisi, struktur sertap emakai data.

Membuat laporan Analisis Sistem

Berikut ini membuat laporan hasil analisis sistem, terdiri atas:
1. Pelaporan bahwa analisis telah selesai dilakukan
2. Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
3. Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
4. Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi)

Demikianlah pembahasan artikel kami diatas tentang Analisis Sistem yang meliputi Pengertian,Fungsi , Tujuan, Tugas, Langkah-langkah, Alat Bantu dan Membuat laporan Analisis Sistem. Semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.