Biaya – Pengertian, Klasifikasi, unsur-unsur dan Contoh Biaya

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, pasti kita membutuhkan banyak kebutuhan yang harus mengeluarkan sejumlah uang tertentu. Seperti biaya untuk membeli makanan sehari-hari.
Serta setiap bulan pun kita perlu membayar sejumlah uang untuk memenuhi kebutuhan setiap bulan, seperti membayar biaya tagihan listrik, biaya telepon, dan biaya internet. Namun, apakah kamu sudah memahami apa yang dimaksud dengan biaya?
Pada ulasan kali ini, kami akan membahas lebih rinci mengenai Biaya – Pengertian, Klasifikasi, unsur-unsur dan Contoh Biaya.

Pengertian Biaya

Biaya adalah pengorbanan atau pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau perorangan yang bertujuan untuk memperoleh manfaat lebih dari aktivitas yang dilakukan tersebut “Raharjaputra, 2009”. Dalam istilah biaya, kadang kala cukup merepotkan dalam membedakan antara costs dan expenses, untuk membedakannya dijelaskan dibawah ini.

Costs adalah biaya dalam arti pengorbanan/pengeluaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan atau individu yang berhubungan langsung dengan output/produk yang dihasilkan oleh perusahaan/perorangan tersebut. Misalnya: bahan baku dan pembantu, biaya tenaga kerja langsung dan biaya umum pabrik “Mandor/Supervisor pabrik, GM pabrik, BBM, Suplai pabrik, listrik pabrik dan lain-lain”, dalam struktur laporan Rugi/Laba perusahaan biasanya disebut Harga Pokok Produksi.
Expenses adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan atau perorangan yang bersifat sebagai aktivitas pendukung saja, misalnya: biaya umum dan administrasi dan biaya pemasaran/penjualan, seperti gaji karyawan kantor pusat, biaya telepon/air/gas/AC kantor pusat, biaya penjualan dan pemasaran dan lain-lain.

Biaya adalah pengeluaran modal yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk berupa barang atau jasa. Sifat dari biaya adalah pengorbanan ekonomi. Biaya dapat dibedakan menjadi bermacam-macam sesuai dengan tujuan pengelompokannya. Keberagaman jenis biaya diakibatkan oleh beragamnya tujuan penentuan biaya (Wikipedia).

Terdapat beberapa ahli yang memaparkan definisi dari biaya. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), biaya adalah pengeluaran yang tidak dapat dihindari untuk mendapatkan suatu jasa dan barang agar memenuhi tujuan maslahat.
Misalnya, seperti pengeluaran untuk kegiatan, waktu, atau tujuan tertentu, seperti melakukan pengepakan, pembayaran ongkos kirim, dan penjualan yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan dalam laporan laba rugi di suatu perusahaan.
Sementara menurut Kamus Bahasa Indonesia, biaya adalah uang yang dikeluarkan oleh seseorang untuk mengadakan beberapa barang, seperti ongkos, belanja, dan pengeluaran.

Berikut ini beberapa pengertian biaya menurut para ahli, terdiri atas:

  1. Gaspersz, 2003
    Biaya adalah biaya dalam ekonomi manajerial mencerminkan efisiensi sistem produksi, sehingga konsep biaya juga mengacu pada konsep produksi, tetapi apabila pada konsep produksi kita membicara kan penggunaan input secara fisik dalam menghasilkan output produksi, maka dalam konsep biaya kita menghitung penggunaan input itu dalam nilai ekonomi.

    Sunarto, 2003
    Biaya adalah harga pokok atau bagiannya yang telah dimanfaatkan atau dikonsumsi untuk memperoleh pendapatan.

  2. Gani, 1990
    Biaya adalah pengorbanan sacrifice yang bertujuan untuk memproduksi atau memperoleh suatu komoditi. Pengorbanan yang tidak bertujuan disebut pemborosan dan bukan termasuk biaya.
  3. Maidin, 2003
    Biaya juga sering diartikan sebagai nilai suatu pengorbanan untuk memperoleh suatu output tertentu. Pengorbanan itu dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan. Dalam analisis ekonomi nilai kesempatan (untuk memperoleh sesuatu) yang hilang karena melakukan sesuatu kegiatan lain juga dihitung sebagai biaya, yang disebut biaya kesempatan/opportunity cost.
  4. Rahardja & Manurung, 2002
    Bagi seorang Akuntan, biaya adalah total uang yang dikeluarkan untuk memperoleh atau menghasilkan sesuatu.

Klasifikasi Biaya

Adapun jenis-jenis biaya yang diantaranya yaitu:

1. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Tujuan Pengambilan Keputusan
Berdasarkan tujuan pengambilan keputusan manajemen, biaya dapat dikelompokkan ke dalam “Supriyono, 2011”.

  • Biaya Relevan “Relevant Cost”
    Biaya relevan merupakan biaya yang terjadi pada suatu alternatif tindakan tertentu, tetapi tidak terjadi pada alternatif tindakan lain. Biaya relevan akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya relevan harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan.
  • Biaya Tidak Relevan “Irrelevant Cost”
    Biaya tidak relevan merupakan biaya yang tidak berbeda diantara alternatif tindakan yang ada. Irrelevant cost tidak mempengaruhi pengambilan keputusan adan akan tetap sama jumlahnya tanpa memperhatikan alternative yang dipilih. Oleh karena itu biaya tidak relevan tidak harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan.

2. Klasifikasi Biaya Berdasarkan Perilaku
Untuk tujuan perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan, biaya dapat digolongkan sesuai dengan tingkah lakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan yang dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu:

  • Biaya Tetap “Fixed Cost”
    Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap konstan, tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu. Biaya tetap per unit berbanding terbalik secara proporsional dengan perubahan volume kegiatan atau kapasitas. Semakin tinggi tingkat kegiatan, maka semakin rendah biaya tetap per unit. Semakin rendah tingkat kegiatan maka semakin tinggi biaya tetap per unit.
  • Biaya Variabel “Variable Cost”
    Biaya variabel “Variable Cost” adalah biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding “proporsional” dengan perubahan volume kegiatan. Semakin tinggi volume kegiatan atau aktivitas, maka secara proporsional semakin tinggi pula total biaya variabel. Semakin rendah volume kegiatan, maka secara proporsional semakin rendah pula total biaya variabel.
  • Biaya Semivariabel “Semivariabel cost/Mixed Cost”
    Biaya semivariabel ialah biaya yang mempunyai elemen biaya tetap dan biaya variabel di dalamnya. Elemen biaya tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk menyediakan jasa sedangkan elemen biaya variabel merupakan bagian dari biaya semivariabel yang dipengaruhi oleh volume kegiatan.
  • Biaya semivariabel jumlah totalnya berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan akan tetapi tingkat perubahannya tidak proporsional atau sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan, semakin tinggi pula jumlah biaya semivariabel. Semakin rendah volume kegiatan semakin rendah pula jumlah biaya semi variabel tetapi perubahannya tidak proporsional dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya semivariabel adalah biaya listrik, biaya telepon dan biaya air.

Unsur-Unsur Biaya

Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur biaya, terdiri atas:

  1. Biaya merupakan harga pokok atau bagiannya untuk memperoleh pendapatan
  2. Biaya mencerminkan efisiensi sistem produksi
  3. Biaya merupakan pengorbanan untuk suatu tujuan tertentu
  4. Pengorbanan dapat berupa uang, barang, tenaga, waktu maupun kesempatan

Contoh Biaya

Berikut ini terdapat beberapa contoh biaya, terdiri atas:

1. Untuk menghasilkan 1 ton gabah, seorang produsen memutuskan mengerjakan 10 orang tenaga kerja, dan menyewa 1 hektar tanah sawah. Upah setiap tenaga kerja Rp.20.000,- dan sewa tanah Rp. 5.000.000,-per hektar sekali musim tanam. Berpa nilai uang (biaya) yang harus dikeluarkan produsen untuk menghasilakan 1 ton gabah?

Pembahasaan:

Dengan menganggap input yang digunakan untuk menghasilkan 1 ton gabah adalah 10 orang tenaga kerja dan 1 hektar sawah, maka produsen harus membayar Rp.7.000.000, dengan untuk 10 orang tenaga kerja Rp.2.000.000 ditambah sawah Rp.5.000.000. Tinggi rendanya biaya yang dikeluarkan oleh seorang produsen adalah tergantung dari output yang akan dihasilkan . Antara biaya dan output yang dihasilkan memiliki hubungan tertentu. Naik-turunnya kurva-kurva produksi (TPP, APP, atau MPP) akan tercemin pula pada turun-naiknya kurva-kurva biaya produksi (TVC. AVC dan MC).

Keterangan:

TK = Tenaga Kerja ( input bersifat Variabel) → FC = Biaya Tetap
TPP = Q = Jumlah Produksi → TVC = Biaya Variabel Total
APPL = Produk rata-rata → TC = Biaya Total
MPP = Produk Marjinal → AC = Biaya Rata-rata
AVC = Biaya Variabel rata-rata → MC = Biaya Marginal

2. Diketahui besarnya harga tenaga kerja yang digunakan (upah) setiap orang serta biaya tetap yang harus dikeluarkan oleh pak Toni. Bila upah per orang untuk setiap harinya adalah Rp.15.000 dan biaya tetap adalah Rp.30.000 per hari, tentukan besarnya biaya variable rata-rata (AVC), biaya tetap rata-rata(AFC), biaya rata-rata (AC), dan biaya marjinal (MC).

Pembahasaan:

Secara matematis, biaya variable total (TVC) merupakan hasil perkalian antara tingkat upah per tenaga kerja dengan banyaknya jumlah tenaga kerja yang digunakan. Sedangkan biaya variable rata-rata adalah hasil bagi antara biaya variable total (TVC) dengan banyaknya output yang dihasilkan atau AVC = TVC : Q. Dengan demikian, perusahaan menghadapi TVC sebesar Rp.60.000 per hari untuk penggunaan 4 tenaga kerja dan biaya variable rata-rata untuk setiap unit tas yang dihasilkan adalah Rp. 60.000 : 12 = Rp.5.000.

Apabila Pak Toni menambah tenaga kerjanya menjadi 5 orang muka TVC yang dihadapi adalah sebesar Rp.75.000 dan AVC nya adalah sebesar Rp.75.000 : 15 = Rp.5.000. Biaya tetap rata-rata merupakan hasil bagi biaya tetap total dengan banyaknya output yang dihasilkan atau AFC = TFC : Q. Dengan demikian biaya tetap rata-rata untuk setiap unit tas pada penggunaan tenaga kerja sebanyak 4 orang adalah Rp.30.000 :12 =Rp.2.500. Sedangkan biaya tetap rata-rata untuk setiap unit tas pada penggunaan tenaga kerja senbanyak 5 orang adalah Rp.30.000 : 15 =Rp.2.000. biaya rata-rata total merupakan penjumlahan biaya variable rata-rata dengan biaya tetap rata-rata atau AC = AVC + AFC.

Besarnya biaya rata-rata total unit tas pada penggunaan 4 orang tenaga kerja adalah sebesar Rp.5.000 + Rp. 2.500 = Rp.7.500. Di sisi lain biaya rata-rata total untuk penggunaan 5 orang tenaga kerja adalah sebesar Rp.5.000 + 2.000 =Rp.7.000. Biaya marginal merupakan hasil bagi antara perubahan biaya total dengan perubahan tingkat output atau MC = dTC:dQ. Biaya total yang dihadapi saat tingkat output sebanyak 12 unit tas adalah Rp 90.000 dan saat tingkat output sebanyak 15 unit tas adalah Rp105.000. dengan demikian besarnya biaya marjinal adalah (Rp.105.000 – Rp.90.000) : 15 – 12 =Rp.5.000 untuk satu unit perubahan produksi tas.

Demikian ulasan kami tentang Biaya – Pengertian, Klasifikasi, unsur-unsur dan Contoh Biaya.. semoga apa yang kami bahas tentang Biaya dapat di mengerti . Semoga Bermanfaat dan Terima kasih

Baca Juga :  Jamur Deuteromycota – Pengertian, Ciri dan Reproduksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.