Bioteknologi – Pengertian, Sejarah, Ciri, Macam, Jenis-jenis, Dampak, dan Contoh Bioteknologi

Ngomong-ngomong soal keju mozarella, kamu tahu nggak kalau makanan tersebut dibuat melalui proses yang bernama bioteknologi? Anak IPA pasti pernah belajar materi ini. Ternyata, bioteknologi sudah ditemukan sejak ribuan tahun lalu dan menghasilkan berbagai produk berupa makanan, minuman, obat-obatan, hingga makhluk hidup. Wah, jadi penasaran gimana sih cara kerja bioteknologi? Baca artikelnya sampai habis ya.
Pada artikel kali ini Lazuare.com akan membahas tentang Bioteknologi – Pengertian, Sejarah, Ciri, Macam, Jenis-jenis, Dampak, dan Contoh Bioteknologi.


Pengertian Bioteknologi

Bioteknologi itu berasal dari kata bio yang artinya makhluk hidup, dan teknologi, ya. Jadi, bioteknologi adalah pemanfaatan makhluk hidup secara utuh maupun bagian-bagiannya untuk menghasilkan atau memodifikasi produk yang bermanfaat melalui cara prinsip atau teknologi tertentu.

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari penggunaan organisme hidup (bakteri, jamur, virus, dll) atau produk dari organisme hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Saat ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasarkan pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.

Bioteknologi sederhana telah dikenal manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, dan keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas baru di bidang pertanian, dan peternakan hewan dan reproduksi.

Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu terbukti, antara lain, dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin, meskipun dalam jumlah terbatas karena proses fermentasi tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik dan vaksin dapat dilakukan secara massal.

Pada saat ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, khususnya di negara-negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai teknologi seperti rekayasa genetika, kultur jaringan, DNA rekombinan, sel-sel induk berkembang biak, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk mendapatkan menyembuhkan penyakit genetik atau kronis, dapat disembuhkan, seperti kanker atau AIDS.

Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan pasien dengan stroke atau penyakit lain yang mengakibatkan kerugian atau kerusakan jaringan tubuh dapat pulih normal. Di sektor pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan DNA rekombinan, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung lebih banyak nutrisi daripada tanaman yang normal, dan juga lebih tahan terhadap hama dan tekanan lingkungan.

Penerapan bioteknologi di masa mendatang juga dapat ditemukan pada pelestarian lingkungan dari polusi. Sebagai contoh, dekomposisi minyak yang tumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat racun (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.

Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi seputar perkembangan teknologi. Misalnya, kloning dan teknologi rekayasa genetika pada tanaman pangan mendapat kecaman dari berbagai kelompok.

Bioteknologi secara umum berarti meningkatkan kualitas suatu organisme melalui aplikasi teknologi. Penerapan teknologi tersebut dapat memodifikasi fungsi biologis suatu organisme dengan menambahkan gen dari organisme lain atau memanipulasi gen dalam organisme ini.

Sejarah Bioteknologi

Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Periode bioteknologi tradisional ( sebelum abad ke-15 M ) Dalam periode ini telah ada teknologi pembuatan minuman bir dan anggur menggunakan ragi (6000 SM), mengembangkan roti dengan ragi (4000 SM), dan pemanfaatan ganggang sebagai sumber makanan yang dilakukan oleh bangsa aztek (1500 SM ).

Sedangkan bioteknologi modern dikenal pada abad ke XXI yang sering disebut abad bioteknologi dan biomolekuler, yang diharapkan dapat memecahkan berbagai masalah berkaitan dengan kesejahteraan manusia. Perkembangan ilmu selanjutnya membawa manusia mengenal kromosom. Pada awal tahun 1880-an Wilhelm Roux memperkirakan bahwa kromosom adalah pembawa bahan hereditas. Ahli lain, Mendel mempelajari perilaku kromosom sebagai pembawa bahan hereditas ini.

Menurut Mendel, orgaisme membawa dua unit hereditas bagi setiap sifat keturunan. Selanjutnya teori Mendel sesuai juga dengan kenyataan, bahwa induk menurunkan hanya separoh kromosom melalui sel kelamin. Pada tahun 1860-an Fredrich Miescher berhasil mengisolasi bahan dari inti sel ini, setelah diidentifikasi diketahui mengandung protein dan asam nukleat.

Pada pertengahan tahun 1970, ahli Bioteknologi menemukan teknologi baru yang dikenal dengan antibodi klon tunggal. Prinsip antibodi klon tunggal berbeda dengan antibody klon ganda. Kisah antibody klon tunggal dimulai pada tahun 1974, ketika George Kohler dan Cecar Milstein dari Medical Research Council’s Laboratory of Molecular Biology di Cambridge, Inggris, mengamati sesuatu yang kemudian menjadi masalah menonjol yang belum terpecahkan dalam imunologi. Antibody adalah bagian dari pertahanan tubuh terhadap benda asing yang ingin masuk ke dalam tubuh, termasuk organisme penyebab penyakit.

Baca Juga :  Arbitrase - Pengertian, Jenis, Syarat dan prosedur, Persamaan dan Perbedaan Arbitrase

Produksi antibody dikendalikan oleh gen, Kohler dan Milstein mempunyai ide untuk menyatukan sel penghasil antibodi normal dengan sel dari tumor yang mengkanker, yang disebut mieloma. Teknologi ini menghasilkan sel hybrid yang selanjutnya dapat dikulturkan dan menghasilkan klon. Semua hybrid klon yang sama menghasilkan molekul antibodi yang sama pula, oleh karena itu disebut antibodi klon tunggal (monoclonal antibody).

Peran teknologi rekayasa genetik pada era ini semakin terasa dengan diizinkannya penggunaan insulin hasil percobaan rekayasa genetik untuk pengobatan penyakit diabetes di Amerika Serikat pada tahun 1982. insulin buatan tersebut diproduksi oleh perusahaan Eli Lilly dan Company. Hingga saat ini, penelitian dan penemuan yang berhubungan dengan rekayasa genetik terus dilakukan. Misalnya dihasilkan organisme transgenik penelitian genom makhluk hidup.

Ciri-Ciri Bioteknologi

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri Bioteknologi, terdiri atas:

  1. Adanya aBen biologi berupa mikroorganisme, tumbuhan atau hewan
  2. Adanya pendayagunsan secara teknologi dan industry
  3. Produk yang dihasilkan adalah hasil ekstraksi dan pemurnian
  4. Adanya penggunaan makhluk hidup secara langsung dan belum tahu adanya penggunaan enzim.
  5. Memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian

Macam-Macam Bioteknologi

Berikut ini terdapat beberapa macam-macam Bioteknologi, terdiri atas:

  • Bioteknologi Konvensional
    Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang mengandalkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan manusia melalui proses fermentasi. Dalm proses ini, manusia hanya menciptakan kondisi dengan menyediakan substrat yang cocok bagi perkembangan optimal mikroba. Contoh hasil bioteknologi, antara lain :

Bidang makanan : yoghurt, keju, mentega dari lemak susu, tempe, oncom, kecap, tauco, cokelat fermentasi, tape, dan PST (Protein Sel Tunggal).
Bidang industri : MSG (Monosodium Glutamat), vitamin, dan asam sitrat.
Bidang pertanian : pemberantasan hama (serangga)
Bidang jasa : gas bio, kompos, penambangan, dan penanggulangan pencemaran minyak.
Bioteknologi Modern
Bioteknologi modern merupakan penerapan bioteknologi berdasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah.

  • Teknologi Hibridoma
    Hibridoma adalah penggabungan dua sel somatis dengan tujuan memproduksi antibodi monoklonal atau hormon. Penggabungan dua sel ini meliputi sel penghasil antibodi atau hormon dengan mieloma (sel kanker) yang telah dihilangkan kemampuannya dalam memengaruhi metabolisme lain. Penggunaan sel kanker adalah untuk memperbanyak sel secara cepat. Antibodi monoklonal merupakan antibodi yang bereaksi terhadap satu tipe antigen saja.
  • Teknologi Plasmid atau DNA Rekombinan
    Merupakan pemanfaatan plasmid sebagai vektor DNA yang akan diduplikasi dalam sel bakteri dan memproduksi zat yang diinginkan. Contoh : pembentukan hormon insulin dengan menggunakan plasmid bakteri Escherichia coli. Hormon insulin yang dihasilkan untuk menanggulangi kebutuhan insulin pada penderita diabetes melitus.
  • Teknologi Kloning (Transplantasi Inti)
    Teknologi kloning (transplantasi inti) adalah teknik mencangkokkan inti sel dari suatu individu pada sel telur tanpa inti yang bertujuan untuk membuat organisme duplikat. Teknologi kloning pada manusia telah sukses dilakukan oleh Ian Walmut dan Keith Campbell dari Roslin Institute. Dari 277 kali percobaan, dihasilkan 13 kebuntingan dan hanya 1 yang berhasil lahir, yaitu pada bulan Juli 1996 yang dikenal dengan “domba Dolly”.
  • Protein Sel Tunggal (PST)
    Yaitu pemanfaatan organisme bersel tunggal atau banyak, tetapi sederhana sebegai sumber protein. Organisme yang sering digunakan adalah bakteri, ganggang, atau fungi. Kelebihan menggunakan organisme bersel tunggal untuk PST, antara lain :

Mengandung protein tinggi
Laju pertumbuhan cepat
Tidak bergantung pada iklim dan musim
Tidak membutuhkan areal yang luas
Bibit mudah didapat

  • Kultur Jaringan (Tissue Culture)
    Merupakan metode pemeliharaan bagian tumbuhan yang sudah diisolasi dari tanaman induknya pada medium buatan dalam kondisi steril secara in vitro. Kultur jaringan memiliki banyak manfaat, antara lain mendapatkan bibit banyak dalam waktu singkat, mendapatkan tanaman dengan sifat yang kita kehendaki, mendapatkan hasil metabolisme (metabolit sekunder) yang mempunyai nilai ekonomi, serta penghematan waktu, ruang, dan tenaga yang digunakan. Macam kultur :

Kultur meristem, yaitu menggunakan jaringan meristematis sebagai eksplan.
Kultur polen (serbuk sari).
Kultur protoplas, menggunakan sel-sel yang dihilangkan dinding selnya.
Kultur kloroplas.

  • Teknologi Transgenik
    Merupakan teknik untuk menciptakan makhluk hidup transgenik dengan menyisipkan gen asing yang bertujuan agar ekspresi gen asing yang disisipkan terdapat pada makhluk hidup tersebut. Contohnya, tanaman jagung disisipi den cry dari bakteri Bacillus thuringiensis sehingga jagung tersebut menghasilkan protein yang dapat membunuh serangga (kupu-kupu).

Jenis-jenis Bioteknologi

Bioteknologi juga memiliki beberapa jenis atau cabang ilmu yang beberapa diantaranya diasosikan dengan warna, yaitu :

  1. Bioteknologi merah (red biotechnology) adalah cabang ilmu bioteknologi yang mempelajari aplikasi bioeknologi di bidang medis. Cakupannya meliputi seluruh spektrum pengobatan manusia, mulai dari tahap preventif, diagnosis, dan pengobatan. Contoh penerapannya adalah pemanfaatan organisme untuk menghasilkan obat dan vaksin, penggunaan sel induk untuk pengobatan regeneratif, serta terapi gen untuk mengobati penyakit genetik dengan cara menyisipkan atau menggantikan gen abnomal dengan gen yang normal.
  2. Bioteknologi putih/abu-abu (white/gray biotechnology) adalah bioteknologi yang diaplikasikan dalam industri seperti pengembangan dan produksi senyawa baru serta pembuatan sumber energi Dengan memanipulasi mikroorganisme seperti bakteri dan khamir/ragi, enzim-enzim juga organisme-organisme yang lebih baik telah tercipta untuk memudahkan proses produksi dan pengolahan limbah industri. Pelindian (bleaching) minyak dan mineral dari tanah untuk meningkakan efisiensi pertambangan, dan pembuatan bir dengan khamir.
  3. Bioteknologi hijau (green biotechnology) mempelajari aplikasi bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan. Di bidang pertanian, bioteknoogi telah berperan dalam menghasilkan tanaman tahan hama, bahan pangan dengan kandungan gizi lebih tinggi dan tanaman yang menghasilkan obat atau senyawa yang bermanfaat. Sementara itu, di bidang peternakan, binatang-binatang telah digunakan sebagai “bioreaktor” untuk menghasilkan produk penting contohnya kambing, sapi, domba, dan ayam telah digunakan sebagai penghasil antibodi-protein protektif yang membantu sel tubuh mengenali dan melawan senyawa asing (antigen).
  4. Bioteknologi biru (blue biotechnology) disebut juga bioteknologi akuatik/perairan yang mengendalikan proses-proses yang terjadi di lingkungan akuatik. Salah satu contoh yang paling tua adalah akuakultura, menumbuhkan ikan bersirip atau kerang-kerangan dalam kondisi terkontrol sebagai sumber makanan, (diperkirakan 30% ikan yang dikonsumsi di seluruh dunia dihasilkan oleh akuakultura). Perkembangan bioteknologi akuatik termasuk rekayasa genetika untuk menghasilkan tiram tahan penyakit dan vaksin untuk melawan virus yang menyerang salmon dan ikan yang lain. Contoh lainnya adalah salmon transgenik yang memiliki hormon pertumbuhan secara berlebihan sehingga menghasilkan tingkat pertumbuhan sangat tinggi dalam waktu singkat.
  5. Aplikasi Bioteknologi
    Bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua, yakni bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Berikut ini akan dijelaskan beberapa perbedaan antara bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.
  6. Bioteknologi Konvensional
    Dalam bioteknologi konvensional, biasanya hanya memanfaatkan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur dalam memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan lainnya seperti kecap, tahu, dan tempe.
Baca Juga :  Lingkungan Kerja – Pengertian, Jenis Dan Faktor

Adapun ciri-ciri bioteknologi konvensional adalah sebagai berikut :

  • dilakukan tanpa dilandasi prinsip-prinsip ilmiah
  • dilakukan hanya berdasarkan pada pengalaman yang diwariskan masyarakat secara turun-temurun
    pada umumnya, belum dapat diproduksi secara massal karena produknya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saja
  • Penerapan bioteknologi tradisional mencakup beberapa aspek kehidupan, salah satunya yaitu pada bidang
  • pengolahan pangan. Bahan pangan yang mengalami proses bioteknologi akan menjadi bahan pangan yang lebih berkualitas, lebih tahan lama, lebih segar, dan meningkatkan nilai tambah bahan pangan, yang tentu saja berpeluang besar untuk meningkatkan nilai jual bahan pangan tersebut.

Contoh Makanan hasil produksi Bioteknologi

Di bawah ini akan disebutkan beberapa contoh makanan yang merupakan hasil produksi dari bioteknologi tradisional / konvensional.

(1). Tempe
Tempe merupakan salah satu jenis makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai, yang dalam proses pembuatannya mendapatkan bantuan dari jamur Rhizopus. Seperti makanan produk kedelai lainnya, tempe mempunyai kandungan gizi yang tinggi.

(2). Kecap
Kecap merupakan bumbu makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Kecap yang mempunyai warna cokelat kehitaman, berbau khas, dengan rasa asin atau pun manis, serta dapat menyedapkan makanan. Dalam pembuatan kecap, mendapatkan bantuan dari jamur Aspergillus dan Rhizopus.

(3). Tahu
Tahu merupakan salah satu makanan olahan yang juga berbahan baku kacang kedelai. Tahu dapat dikatakan sebagai produk teknologi karena dalam proses pembuatannya juga melibatkan aktivitas organisme, seperti halnya dalam proses pembuatan tempe dan kecap seperti di atas. Dalam proses pembuatannya, tahu mendapatkan bantuan dari bakteri penghasil asam.

Bioteknologi Modern
Kita sudah mengetahui bahwa bioteknologi terbagi menjadi bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Dan pada saat ini, bioteknolog modern semakin berkembang dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah. Prinsip-prinsip itu meliputi pemahaman tentang proses, peralatan yang digunakan, pemrosesan hasil dengan mesin, pengepakan, dan pemasaran. Dalam meningkatkan nilai tambah suatu bahan, bioteknologi modern memanfaatkan mikroorganisme. Mikroorganisme itu misalnya sebagai penghasil obat (penicillium), sebagai pupuk pada tanaman (rhizobium), sebagai bahan makanan yaitu ganggang biru (spirulina) dan lainnya.

Bioteknologi modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

(a) Menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan suatu produk. Penggunaan makhluk hidup ini karena :

Makhluk hidup dapat dikembangkan secara aseksual sehingga jika dipelihara secara terus- menerus memiliki sifat yang tetap.
Mahkluk hidup dapat diperoleh dengan mudah.
Sifat makhluk hidup dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan misalnya melalui persilangan.
makhluk hidup senantiasa berkembang biak, sehingga merupakan sumber daya alam yang dapat dipulihkan.

(b) Menggunakan prinsip-prinsip ilmiah dalam menghasilkan suatu produk. Prinsip-prinsip itu sebagai berikut :

Pemahaman tentang proses.
Peralatan yang digunakan.
Pemrosesan hasil dengan mesin.

(c) Merupakan hasil pengkajian dari berbagai ilmu.

(d) Dapat diproduksi dalam jumlah banyak.

Pemanfaatan bioteknologi modern dilakukan dalam berbagai bidang misalnya dalam bidang perkebunan dan pertanian, bidang kesehatan, bidang peternakan, dan lainnya.

Contoh pemanfaatan dalam masing-masing bidang, misalnya :

a). Pemanfaatan bioteknologi modern dalam bidang perkebunan dan pertanian.

Pemanfaatan bioteknologi modern dalam bidang perkebunan dan pertanian bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam masyarakat seperti meningkatkan produksi, memperbaiki kualitas dan lainnya. Salah satu pemanfaatan bioteknologi modern dalam bidang ini yaitu kultur jaringan.
Kultur jaringan yaitu membudidayakan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang memiliki sifat seperti induknya. Jaringan tanaman yang diambil yaitu pada jaringan yang masih muda agar mudah tumbuh, seperti pada jaringan meristem, misalnya pada daun muda, ujung akar, ujung batang, dan lainnya.

Baca Juga :  Kampanye - Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, Jenis Dan Medianya

Langkah-langkah dalam kultur jaringan yaitu :

  • Memilih jaringan tanaman yang baik.
  • Memilih medium yang cocok.
  • Mempersiapkan jaringan, medium, dan alat.
  • Mensterilisasi alat dan medium.
  • Menanam jaringan pada medium.
  • Pemeliharan sampai menjadi tanaman baru yang lengkap.
  • Pemindahan tanaman ke lapangan (pot).
  • Penggunaan kultur jaringan mempunyai keuntungan yaitu bibit tanaman yang didapatkan memiliki sifat yang sama dengan induknya, bibit tanaman dapat diproduksi dalam jumlah banyak dalam waktu singkat, lahan yang digunakan tidak terlalu luas, dan lainnya.

b). Pemanfaatan bioteknologi modern dalam bidang kesehatan

Pemanfaatan bioteknologi dalam bidang ini yaitu adanya vitamain dan asam amino melalui bantuan mikroorganisme. Pada umumnya manusia mendapat vitamin sari makanan yang dikonsumsi, kini mereka dapat memperolehnya dengan bantuan mikroorganisme. Melalui teknik kultur dan pemeliharaan mikroorganisme tertentu, kemudian mengekstraknya, maka diperoleh beberapa jenis vitamin dan asam amino.

c). Pemanfaatan bioteknologi dalam bidang peternakan

Pemanfaatan dalam bidang ini misalnya pemberian vaksin dan hormon pertumbuhan pada ternak. Penggunaan hormon pertumbuhan pada hewan ternak dapat meningkatkan produksi daging, susu, ataupun telur. Hormon pertumbuhan itu dapat dibuat dengan cara mengklon pengatur pertumbuhan, kemudian menyisipkannya ke dalam mikroorganisme, sehingga mikroorganisme tersebut menghasilkan hormon tersebut.

Manfaat Bioteknologi

Berikut ini terdapat beberapa manfaat bioteknologi, terdiri atas:

  1. Kedokteran
    Di dunia kedokteran banyak obat-obatan yang tercipta dari produk hasil bioteknologi. Kini obat-obatan tersebut tersedia untuk mengobati penyakit. Misalnya insulin, sekarang sudah tersedia untuk mengobati diabetes dan hormon pertumbuhan yang dipakai untuk mengobati gangguan pertumbuhan serta mempercepat penyembuhan luka.
    Seperti yang dijelaskan dalam sebuah artikel di internet : Amongst the earliest uses of biotechnology in pharmaceutical manufacturing is the use of recombinant DNA technology to modify escherichia coli bacteria to produce human insulin, which was performed at Genentech in 1978. (Anonymous, 2007). Diantara kegunaan bioteknologi bidang farmasi adalah penggunaan teknologi DNA rekombinan untuk memodifikasi bakteri Eschericia coli untuk menghasilkan insulin manusia yang dilakukan di Gennetech tahun 1978.
    Bioteknologi memberikan metode baru untuk membuat vaksin bagi pencegahan penyakit seperti Hepatitis B dan untuk membantu mendeteksi dan mendiagnosis penyakit karena virus serta kelainan bawaan.
  2. Pengelolaan Lingkungan
    Pada saat ini, bioteknologi membuka peluang baru dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Misalnya, bakteri yang direkayasa secara genetik bisa digunakan untuk mengubah sampah organik menjadi produk yang berguna atau untuk membersihkan tumpahan minyak.
  3. Produksi Makanan
    Bioteknologi juga berperan dalam produksi makanan. Di mana bioteknologi memainkan perang penting dengan menyediakan bahan makanan, vitamin, dan enzim untuk mengolah makanan yang lebih banyak dan lebih berkualitas.
  4. Pertanian
    Sekarang di era globalisasi ini, para ilmuwan mampu meningkatkan kualitas buah dan sayuran, memperpanjang waktu simpan makanan agar dapat disimpan lebih lama. Di masa mendatang, para ahli bioteknologi diharapkan mampu menghasilkan tanaman yang tahan terhadap kondisi iklim yang buruk. Seperti kondisi iklim yang kering, panas ataupun dingin, sehingga petani dapat memanfaatkan tanah tersebut.

Dampak Bioteknologi

Berikut ini terdapat beberapa Dampak bioteknologi, terdiri atas:

1. Dampak Positif

Terdiri atas:

Bioteknologi memainkan peranan penting dalam bidang pangan yaitu dengan memproduksi makanan dengan bantuan mikroba ( tempe, roti, keju, yoghurt, kecap, dll ), vitamin, dan enzim.
Sangat berperan dalam bidang kesehatan. Contohnya Orang yang menderita diabetes melitus membutuhkan suplai insulin dari luar tubuh. Dengan menggunakan teknik DNA rekombinan, insulin dapat dipanen dari bakteri.
Digunakan untuk perbaikan lingkungan misalnya dalam hal mengurangi pencemaran dengan adanya teknik pengolahan limbah dan dengan memanipulasi mikroorganisme.
Bioteknologi merupakan pemanfaatan berbagai prinsip ilmiah dan rekayasa terhadap organisme, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan atau meningkatkan potensi organisme maupun menghasilkan produk dan jasa bagi kepentingan hidup manusia.

2. Dampak Negatif

Terdiri atas:

Dampak yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman sekarabat atau kerabat dekat.
Di bidang kesehatan manusia terdapat kemungkinan produk gen asaing yang dapat menimbulkan reaksi alergi.
Persaingan internasional dalam perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi.

Itulah tadi ulasan tentang Bioteknologi – Pengertian, Sejarah, Ciri, Macam, Jenis-jenis, Dampak, dan Contoh Bioteknologi. semoga apa yang dipaparkan diatas dapat dimanfaatkan.. Terima kasih atas kunjungannya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.