Majas Repetisi – Pengertian, Contoh dalam Puisi dan Contoh dalam Kalimat

Majas digunakan untuk membuat konotasi atau menambah efek ketika menggambarkan atau membandingkan hal-hal tertentu. Majas ada bermacam-macam, salah satunya majas repetisi. Banyaknya jenis majas tentu kadang membuat kita bingung apa saja yang membedakannya. Berikut ini akan dibahas mengenai Majas Repetisi – Pengertian, Contoh dalam Puisi dan Contoh dalam Kalimat. Yuk simak penjelasan dibawah ini !

Pengertian Majas Repetisi

Repetisi berasal dari bahasa latin, repetitio yang berarti, re: kembali, lagi dan petere: mengarahkan, sehingga arti dari kata repetisi ialah pengulangan kembali. Majas repetisi merupakan kelompok majas perulangan, bila ditinjau dari bentuknya.
Dan jika dilihat dari maknanya, majas repetisi digolongkan menjadi majas penegasan. Majas repetisi merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan pengulangan kata, frasa atau klausa yang sama untuk mempertegas makna dari kalimat atau wacana.

Dalam repetisi, pengulangan seluruh kata atau bentuk lain yang diulang memiliki arti kata yang sama. Dengan demikian, makana dan acuan yang terkandung pada kata pengulangan tersebut pun sama, yang juga menandakan bahwa keseluruhan makna yang terbentuk pada kalimat pertama, kedua, ketiga, dst, sama.

Tetapi, bentuk pengulangan kata yang disajikan dapat digunakan untuk menunjukkan kuantitas dan penegasan gagasan atau mungkin pula sekedar menambah nilai estetika. Sehingga meski keseluruhan maknda dari kata-kaya yang diulang sama, namun akan memiliki kesan pada akhir pengulangan.

Majas adalah gaya bahasa berupa kiasan, ibarat dan perumpamaan yang bertujuan untuk memperindah makna serta pesan dalam sebuah kalimat, salah satu jenis majas adalah repetisi. Berikut penjelasan secara lengkap mengenai majas repetisi. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi Kemendikbud mendefiniskan repetisi sebagai gaya bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek tertentu dalam penyampaian makna ulangan (sandiwara dan sebagainya).

Sementara itu, Rika Lestari dalam buku Ringkasan dan Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP menuliskan, repetisi adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata atau beberapa kata berkali-kali. Di sisi lain, Ainia Prihantini dalam Majas, Idiom, dan Peribahasa Indonesia Superlengkap menuliskan, repetisi adalah majas yang berupa pengulangan kata atau kelompok kata yang sama dengan maksud menarik perhatian atau bersifat sebagai penegasan. Majas repetisi juga bisa diartikan sebagai suatu cara memperkuat makna atau maksud dengan mengulang kata atau bagian kalimat yang hendak diperkuat maksudnya tersebut.

Contoh Majas Repetisi dalam Puisi

Ada wajah-wajah di dalam poster
Ditempel pada batang pohon
Ditempel pada tiang listrik
Ditempel di dinding stasiun

Menjelang pemilihan
Poster-poster dengan wajah berbisik
Meningkatkan kebisingan
Di antara hiruk pikuknya lalu lintas
Menyebabkan bau tak sedap
Di antara tumpukan sampah yang sudah busuk

Baca Juga :  Esai - Pengertian, ciri-ciri, jenis, struktur, Bahasa, langkah dan contoh

Contoh Majas Repetisi dalam Kalimat

Adapun contoh kalimat dengan majas repetisi diantaranya yaitu:

  1. Ia akan terus bekerja, bekerja dan bekerja untuk melunasi hutang keluarhanya pada rentenir.
  2. Aku akan selalu bersamamu, selalu bersamamu, selalu bersamamu dan akan terus selalu bersamamu disetiap kehidupan yang Tuhan ciptakan.
  3. Ditengah malam adik berteriak,”ibu, ibu, ibu” lantas akupun memanggil ibu untuk menolongnya.
  4. Salah lagi, salah lagi dan salah lagi, kenapa sulit sekali menemukan penyelesaikan dari soal kalkulus ini sungguh membuatku gelisah.
  5. Aku sudah mengingatkanmu untuk mejauh dari alkohol tapi kau tak pernah mau mendengarkanku, kau meminumnya, meminumnya, meminumnya dan meminumnya lagi sepanjang waktu, itu akan membuat kesehatanmu menurun.
  6. Padahal gandi telah dilarang ibunya untuk menemui wanita itu, namun gandi memang keras kekapa, ia tetap menemuinya, menemuinya dan menemuinya seolah-olah gandi telah terhipnotis oleh wanita itu sampai mengabaikan nasihat ibunya.
  7. Meski sudah tau konsekuensinya, ibunya terus berdoa dan berusaha, berdoa dan berusaha dan berdoa dan berusaha, apa saja yang dapat dilakukan untuk kesembuhan andi dari penyakit keturunan yang menimpanya.
  8. Meski telah diberi peringatan berulang kali, siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah, siska tetap menggunakan rok mini ke sekolah sampai akhirnya guru memotong roknya itu.
  9. Dikala senang ataupun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa bersyukur dan senantiasa bersyukur pada Tuhan, karena semua ini hanya bersifat sementara.
  10. Selamat menikmati sajian makan malam di rumah kami, selamat menikmati menu makanan tradisional khas budaya kami, selamat menikmati semoga kalian menikmati.
  11. Sampai jumpa teman saya, sampai jumpa teman terbaik saya.
  12. Aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku rindu kamu.
  13. Yang saya muliakan adalah politisi, yang saya muliakan adalah orang tua, yang saya muliakan dari tamu undangan yang hadir.
  14. Hilang itu kerinduan, hilang itu berat, hilang itu kesabaran.
  15. Kesedihan adalah cobaan, kesedihan adalah ketabahan, kesedihan adalah kebijaksanaan.
  16. Rajin, rajin dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
  17. Pemanasan global harus dicegah, dicegah, dan dicegah.
  18. Jadilah optimis, optimis, dan tetap optimis dalam memulai perubahan perilaku yang baik.
  19. Hidup kita hanya salah, hidup kita hanya opini dan dipercayakan, hidup kita adalah hambatan yang datang untuk menghadapi kita.
  20. Untuk orang gemuk sebaiknya direkomendasikan untuk mengurangi ukuran makanan, tetapi Anda malah makan, makan, dan makan sendiri.
  21. Wajahmu cantik dan sangat, sangat, sangat manis.
  22. Anda tidak dapat mengolok-olok orang tua saya karena mereka membesarkan saya, mereka mengirim saya ke sekolah, mereka menemukan saya pekerjaan, dan mereka merawat saya, mereka merawat saya.
  23. Di dalam diri yang bersih ada jiwa yang beriman, di dalam diri orang yang beriman ada jiwa yang tulus.
  24. Semua orang tidak akan menyukai sifat arogan, sifat arogan dan sifat yang selalu berbohong.
  25. Dalam keluhannya ia selalu memanggil nama ibunya, ibu dan ibu.
  26. Pemerintah membuat peraturan ini semata-mata untuk menanggapi saran warga.
  27. Baik Muslim dan wanita Muslim harus mengatakan nama Allah, Allah, Allah.
  28. Sekilas matamu membuat hatiku meleleh, melelehkan matamu.
  29. Hilangnya budaya, hilangnya kebiasaan, hilangnya kebiasaan di masyarakat adalah efek dari globalisasi.
  30. Rajin, rajin dan rajin belajar, itulah yang seharusnya menjadi aktivitas Anda menjelang ujian nanti.
  31. Makanan Anda lezat, manta, dan lezat.
  32. Kompetisi bola basket harus menang pertama, pertama dan pertama.
  33. Saya katakan kepada Anda untuk melakukannya dengan hati-hati, tetapi Anda sangat, sangat, sangat sembrono.
  34. Untuk mendapatkan kesuksesan harus ada bisnis, bisnis, dan bisnis yang sangat besar.
  35. Saya akan terus bangkit, bangkit dan bangkit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian saya.
  36. Menurut temannya dia selalu sedekah, sedekah, dan sedekah karena kekayaannya.
  37. Setelah istrinya meninggal, dia merasa tidak memiliki tujuan hidup lagi dan setiap malam dia selalu meneriaki istri saya, istri saya, istri saya.
  38. Saya mengatakan kepadanya bah
  39. Demokrasi harus ditegakkan, harus ditegakkan, harus dijaga.
  40. Aku tidak makan makanan manis tapi dia selalu menolak, menolak, dan menolak.
  41. Saya harus berlatih dengan rajin, berlatih dan terus berlatih untuk memenangkan kompetisi menyanyi.
  42. Rafi dan Diah adalah sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi karena perbedaan agama, sulit bagi mereka untuk bersatu, bersatu, dan bersatu.
  43. Upacara hari pahlawan berlangsung dengan khidmat, khidmat, dan khidmat oleh semua peserta upacara.
  44. Doa yang diberikan oleh seorang ibu adalah berkat, berkat dan berkat yang diberikan kepada anaknya. Karena itu kita sebagai anak-anak harus lebih mencintai ibu kita.
  45. Apapun yang Allah berikan kepada kita adalah rezeki, rezeki dan rezeki untuk disyukuri karena semua itu adalah hadiah.
  46. Desa saya tersayang, di situlah saya dilahirkan, di situlah saya tumbuh dan tumbuh, di situlah saya bercanda dengan orang tua, teman, dan semua orang di sekitar saya.
  47. Ketika kami mengunjungi rumah nenek di daerah Jogja, kami disambut dengan sopan, sopan, dan sangat sopan.
  48. Aroma makanan membuat saya ingin memakannya, memakannya sedikit saja, memakannya dengan enak.
  49. Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu, sangat mencintaimu sampai akhir hayatmu.
  50. Hak Asasi Manusia harus ditegakkan, dan ditegakkan, dan harus ditegakkan.
  51. Semua pengusaha sukses selalu berjuang keras, terus berjuang keras dan selalu berjuang keras sebelum mencapai kesuksesan.
  52. Udara pantai sangat panas, panas, dan sangat panas sampai kaki terbakar.
  53. Menurut tetangganya ia selalu pamer, pamer, dan pamer karena kekayaannya yang melimpah.
  54. Setelah suaminya meninggal, dia merasa dia tidak lagi berguna dan setiap malam dia selalu berteriak pada suamiku, suamiku, suamiku.
  55. Saya mencoba menasihatinya untuk tidak makan makanan pedas, tetapi dia selalu berdebat, menyangkal dan menyangkal.
  56. Ia harus terus berlatih, berlatih dan terus berlatih untuk memenangkan kompetisi dansa.
  57. Radit dan Nina adalah sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi karena perbedaan kepercayaan membuat mereka sulit untuk bertemu, bertemu, dan bertemu.
  58. Pidato hari kemerdekaan dilanjutkan dengan kebijaksanaan, kebijaksanaan dan kebijaksanaan oleh semua peserta upacara.
  59. Doa seorang ibu adalah ketulusan, ketulusan dan ketulusan yang diberikan kepada anaknya. Karena itu Anda sebagai anak harus lebih bersyukur lagi.
  60. Apapun yang Tuhan berikan adalah bantuan, bantuan dan berkat untuk disyukuri karena itu adalah hadiah.
  61. Desa saya tercinta, di mana saya dilahirkan, di situlah saya tumbuh dan berkembang, di situlah saya bergaul dengan orang tua, teman, dan orang-orang di sekitar saya.
  62. Ketika kami mengunjungi kerabat di Jogja, kami disambut dengan ramah, ramah, dan sangat ramah.
  63. Aroma makanan membuat saya ingin mencicipinya, mencicipinya sedikit, mencicipinya dengan nikmat.
  64. Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu, sangat mencintaimu hingga kau mati.
  65. Pengusaha yang sukses selalu bekerja keras, terus bekerja keras dan selalu bekerja keras sebelum keinginannya tercapai.
  66. Angin sepoi-sepoi gunung ini begitu dingin, sangat dingin, dan begitu dingin sehingga pergelangan kakiku tidak terasa.
Baca Juga :  Infertilitas Adalah - Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab, Pencegahan ,Pengobatan dan Penanganan Infertilitas.

Demikianlah pembahasan mengenai Majas Repetisi – Pengertian, Contoh dalam Puisi dan Contoh dalam Kalimat. semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.