Akuntansi Biaya – Pengertian, Fungsi, Tugas, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Keterbatasan Akuntansi Biaya

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pada artikel kali ini pembahasannya mengenai tentang Pengertian, Fungsi, Tugas, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Keterbatasan Akuntansi Biaya. nah agar lebih dapat memahami dan mengerti simak ulasan selengakapnya dibawah ini.

Pengertian Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya adalah salah satu disiplin ilmu akuntansi yang dipakai untuk menganalisa, menggolongkan dan mencatat tentang biaya produski ataupun biaya pemasaran terhadap produk maupun jasa yang diperoleh perusahaan.

Akuntansi biaya bisa dipakai untuk mencukupi kebutuhan pihak eksternal dalam hal ini ialah investor, kreditor dan lain-lain atau pihak internal “manajemen” pada sebuah perusahaan. Penyajian informasi biaya pada bagian internal umumnya dengan menyesuaikan keperluan manajemen sedangkan penyajian laporan keuangan untuk pihak eksternal menggunakan laporan seperti neraca, laba-rugi dan arus kas informasi biaya sangat dibutuhkan oleh manajemen perusahaan sebab bisa membantu dalam hal pengambilan keputusan, yang mana keputusan tersebut akan dapat mempengaruhi perusahaan.

Berikut ini terdapat beberapa pengertian akuntansi biaya menurut para ahli, terdiri atas:

American Institut Of Certified Public Accountan (AICPA)
Mengemukakan bahwa akuntansi adalah seni pencatatan, pengelompokan dan pengiktisaran menurut cara yang berarti dan di nyatakan dalam nilai uang. Segala transaksi dan kejadian yang sedikitnya bersifat keuangan, kemudian ditafsirkan hasilnya. Seni di tafsirkan dari segi fisik dan kebijaksanaan.

American Accouting Association (AAA)
Merumuskan bahwa akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi dalam sebuah perusahaan sehingga di mungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi.

Bastian dan Nurlela (2006)
Pengertian akuntansi biaya merupakan bidang ilmu akuntansi yang berfokus untuk mempelajari mengenai cara atau metode untuk mencatat, mengukur, hingga melaporkan informasi mengenai biaya-biaya yang digunakan selama proses produksi.

Kholmi dan Yuninsih (2009)
Pengertian akuntansi biaya merupakan proses pelacakan, pencatatan, pengalokasian, serta pelaporan yang disertai analisis terhadap berbagai macam biaya-biaya yang berkaitan dengan aktivitas produksi sebuah perusahaan dalam menghasilkan barang atau jasa.

Datar, Foster, dan Horngren (2005)
Akuntansi biaya merupakan bidang ilmu yang mempelajari tentang penyediaan informasi yang dibutuhkan suatu akuntansi keuangan dan menajemen sebuah perusahaan.
Kehadiran akuntansi biaya dapat mengukur serta melaporkan infromasi baik yang berkaitan dengan keuangan maupun non keuangan, yang berkaitan dengan biaya yang diperoleh serta pemanfaatan dari sumber daya dalam sebuah organisasi.

Rayburn (1999)
Akuntansi biaya adalah hal yang memiliki tujuan untuk mengidentifikasikan, mengukur, melaporkan, serta menganalisis segala unsur biaya baik merupakan biaya langsung ataupun tidak langsung yang berkaitan pada proses produksi dan pemasaran barang dan jasa yang diproduksi dalam sebuah perusahaan.
Fungsi Akuntansi Biaya

Fungsi akuntansi Biaya

Berikut ini terdapat beberapa fungsi akuntansi biaya, terdiri atas:

Untuk mengukur pengorbanan nilai masukan tersebut guna menghasilkan informasi bagi pihak manajemen, apakah mendapat profit atau tidak
Menghasilkan informasi bagi manajemen sebagai dasar untuk merencanakan alokasi sumber daya ekonomi yang dikorbankan untuk menghasilkan keluaran.

Baca Juga :  19 Pengertian Pengajaran

1. Penentuan Harga Pokok
Fungsi akuntansi biaya yang pertama adalah untuk menentukan penentuan harga pokok atas suatu produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
Jangan sampai harga yang ditawarkan terlalu tinggi ataupun terlalu rendah oleh konsumen.
Penentuan harga pokok diperoleh dengan cara mencatat, menggolongkan, memonitor, dan meringkas seluruh komponen biaya yang berhubungan dengan proses produksi dari data histori yang dijadikan acuan pihak manajemen dalam penentuan harga pokok produksi.

2. Perencanaan & Pengendalian Biaya
Dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data histori dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi biaya.
Dalam perencanaan dan pengendalian biaya, pihak manajemen akan memonitor apakah terjadi penyimpangan (ada selisih antara biaya sesungguhnya dengan perencanaan biaya).
Jika ada, pihak manajemen akan menganalisis penyebab terjadinya selisih serta mempertimbangkan tindakan koreksi yang memang perlu dilakukan sebagai bentuk pengendalian.

Tugas akuntansi Biaya

Akuntansi biaya memiliki tugasnya tersendri yang diantaranya adalah:

  1. Dapat menetapkan suatu metode, perbaikan operasi, prosedur pengendalian dan juga program pengurangan biaya atau anggaran yang tersedia.
  2. Dapat menyediakan berbagai data tentang biaya yang dapat di gunakan untuk mengendalikan suatu kegiatan atau perencanaan perusahaan.
  3. Dapat untuk laporan-laporan biaya.
  4. Dapat menyediakan data tentang baiaya yang akan di perlukan nantinya untuk mengambil suatu keputusan.
  5. Dapat pula berpartisipasi dalam menyusun anggaran.

Tujuan Akuntansi Biaya

Adapun tujuan akuntansi Biaya ialah sebagai berikut:

  1. Untuk pengendalian biaya,, misalnya dalam hal mengendalikan biaya, harus diawali dengan menentukan biaya yang harus dikeluarkan dan melakukan produksi terhadap satuan produk maupun jasa.
  2. Untuk menentukan harga pokok suatu produk atau jasa. Umumnya akuntansi biaya dalam hal penentuan harga pokok dari produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan pihak luar perusahaan. Oleh karena itu proses perancangan akuntansi biaya ini bermanfaat untuk menentukan harga pokoknya berlandaskan pada Standar Akuntansi Kekuangan “SAK” yang masih berlaku. Berbagai macam biaya pembuatan produk maupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan akan dicatat, digolongkan dan diringkas oleh akuntansi biaya. Sehingga nantinya laporan biaya yang disuguhkan nantinya berupa biaya historis perusahaan tersebut.
  3. Untuk pengambilan keputusan, keputusan yang diambil oleh manajemen akan berhubungan dengan masa depan perusahaan yang dipimpinnya. Oleh karena itu informasi akuntansi yang benar atau relevan akan mempengaruhi dalam hal pengambilan keputusan manajemen yang mana keputusan tersebut akan berpengaruh pada perusahaan dimasa yang akan datang. Karena bisa membantu dalam hal pengambilan keputusan, maka laporan akuntansi biaya termasuk dalam bagian akuntansi manajemen.

Manfaat Akuntansi Biaya

Manfaat akuntansi untuk bisnis modern saat ini adalah bisa menjadi media informasi yang diperlukan untuk mengelola bisnis agar semakin berkembang.
Karena dalam akuntansi biaya ada 4 tahapan yaitu perencanaan, pengawasan, pengukuran penghasilan, dan pengambilan keputusan.
Jika keempat tahap tersebut dilakukan secara benar, bisa dipastikan Anda tidak akan bersusah payah bersaing dengan bisnis sejenis yang sedang berkembang pada masa ekonomi modern saat ini.
Penerapan akuntansi pada ekonomi modern saat ini sangat berguna sekali. Karena dengan penghitungan biaya, Anda dapat menghitung biaya-biaya dalam proses produksi barang atau jasa secara terperinci sehingga tidak terjadi kerugian dalam bisnis.

Baca Juga :  Bentuk Tulang – Pengertian, Fungsi, Struktur, Bentuk dan Jenis Tulang

Akuntansi biaya dapat memenuhi kebutuhan internal manajemen perusahaan maupun pihak eksternal seperti investor, kreditur, dan lain sebagainya.
Penyajian catatan biaya untuk internal perusahaan bermanfaat untuk membantu manajemen perusahaan dalam menyusun rencana atau mengambil keputusan terkait keuangan. Mengingat rencana dan keputusan tersebut merupakan hal yang cukup krusial dan harus berdasarkan perhitungan yang jelas, sehingga dapat disesuaikan dengan keperluan manajemen.

Informasi dalam pencatatan dan analisa dalam akuntansi biaya juga bermanfaat bagi internal perusahaan untuk:

  1. Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai sebagai umpan balik untuk perbaikan di masa yang akan datang.
  2. Pengambilan Keputusan oleh Manajemen.
  3. Menghasilkan manfaat di masa depan.
  4. Menyediakan informasi biaya bagi kepentingan manajemen guna membantu mereka dalam mengelola perusahaan atau bagiannya

Klasifikasi Akuntansi Biaya

Berikut ini terdapat beberapa klasifikasi akuntansi biaya, terdiri atas:

Biaya Peluang (Opportunity Cost)
Biaya peluang merupakan biaya yang mampu menambah keuntungan dengan berinvestasi, namun tetap memiliki berpotensi merugi. Contohnya, Anda akan membeli tempat produksi baru. Dalam pembelian properti, pastinya terdapat nilai investasi di masa mendatang bila aset tersebut dijual.

Biaya Hangus (Sunk Cost)
Biaya hangus yakni biaya pengeluaran yang tidak bisa dikembalikan sebagai akibat dari risiko pengalokasian tersebut. Misalnya, Anda menginvestasikan modal dalam suatu usaha dan hasilnya rugi sebab bisnis tersebut bangkrut, maka uang Anda akan hilang.

Klasifikasi Biaya Berdasarkan Kegiatan Operasional
Setiap kegiatan perusahaan, pastinya membutuhkan dana untuk menunjang kelancaran aktivitas, yang dikenal dengan istilah biaya operasional. Klasifikasi biaya berdasarkan kegiatan operasional akan dijelaskan berikut ini:

Biaya Produksi
Berdasarkan kegiatan operasional, poin pertama klasifikasi biaya adalah biaya produksi. Singkatnya, pengertian biaya produksi adalah pengeluaran perusahaan untuk memproduksi barang/jasa agar bisa dijual dengan harga tertentu.Dalam operasional perusahaan, biaya produksi merupakan salah satu jenis biaya dengan nominal terbesar. Terdapat berbagai jenis biaya produksi, misalnya biaya bahan baku, tenaga kerja, pengemasan, dan sebagainya.

Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah salah satu jenis biaya produksi yang dibayarkan pada SDM berkaitan langsung dengan pembuatan barang/jasa. Cara pembayarannya bisa tetap setiap bulan atau berdasarkan jumlah satuan produksinya. Yang termasuk dalam tenaga kerja langsung misalnya petugas produksi.

Baca Juga :  Hutan Suaka Alam – Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, Manfaat & Contoh

Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung
Poin ketiga klasifikasi biaya berdasarkan kegiatan operasional adalah biaya tenaga kerja tidak langsung, seperti bagian pemasaran, personalia, satpam, dan sebagainya. Dalam konteks ini, pembayaran biaya adalah sesuatu yang umumnya dilakukan perusahaan tiap bulan, bukan berdasarkan satuan produksi.

Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan merupakan biaya yang nilainya semakin berkurang dari waktu ke waktu karena manfaat atau kualitas aktiva tersebut menurun. Contohnya biaya mesin-mesin pabrik yang terus digunakan akan menurun kualitasnya, sehingga periode mendatang harus membeli baru lagi. Kalaupun dijual, harganya di bawah harga beli.

Biaya Perawatan
Biaya perawatan juga penting dalam mendukung aktivitas perusahaan. Jenis biaya ini dikeluarkan dalam rangka menjaga dan mempertahankan aktiva atau hal pendukung produktivitas. Misalnya, biaya perawatan mesin-mesin, biaya service, dan sebagainya.

Biaya Investasi
Suatu bisnis juga memerlukan biaya investasi. Biaya ini dilakukan untuk menambah pemasukan kas dalam jangka waktu tertentu. Misalnya, Anda menginvestasikan sebagian modal dalam instrumen investasi atau aset.

Biaya Overhead Pabrik
Poin terakhir klasifikasi biaya adalah biaya overhead pabrik. Dari segi operasional, pengertian biaya overhead yakni pengeluaran di luar jenis biaya produktif dan berperan penting dalam kelangsungan perusahaan. Contoh biaya ini seperti biaya tambahan atau biaya yang tidak direncanakan tetapi timbul, seperti denda, ganti rugi, dan sebagainya.

Keterbatasan Sistem Akuntansi Biaya

Tarif pabrik menyeluruh dan tarif departemental telah digunakan beberapa dekade dan terus digunakan secara sukses. Namun pada beberapa situasi tarif tersebut menimbulkan distorsi yang dapat membuat stress perusahaan yang berproduksi dalam lingkungan produksi canggih (advanced manufacturing environment). Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan jaman diantaranya sebagai berikut :

  1. Hasil dari penawaran sulit dijelaskan
  2. Harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal.
  3. Produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi.
  4. Manajer operasional ingin menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan.
  5. Marjin laba sulit dijelaskan
  6. Pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga
  7. Departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu untuk memberi data biaya bagi proyek khusus.
  8. Biaya produk berubah karena perubahan peraturan pelaporan

Demikianlah pembahasan mengenai Akuntansi Biaya – Pengertian, Fungsi, Tugas, Tujuan, Manfaat, Klasifikasi dan Keterbatasan Akuntansi Biaya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.