Akuntansi – Pengertian, Bidang-bidang akuntansi, Tujuan, Manfaat dan Profesi Akuntansi

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada artikel ini kami akan membahas tentang akuntansi
Pengertian Akuntansi mulai dari Pengertian, Bidang-bidang akuntansi, Tujuan, Manfaat dan Profesi Akuntansi.

Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan.
Pengertian di atas menekankan kepada fungsi dan kegiatan akuntansi, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:

Dipandang dari sudut fungsi atau kegunaannya, akuntansi merupakan aktivitas jasa yang menyediakan informasi penting untuk penilaian jalanya perusahaan, sehinga memungkinkan pimpinan perusahaan atau pihak-pihak di luar perusahaan membuat pertimbangan-pertimbangan dan mengambil keputusan yang tepat.
Dipandang dari sudut kegiatannya, akuntansi merupakan suatu proses yang meliputi identifikasi (penentuan), pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomis.
Bidang-bidang akuntansi

Berikut adalah pengertian akuntasi Menurut Para, antara lain:

  1. Wilkinson dan Cerullo (1995, p.5-6)
    Akuntansi merupakan struktur yang menyatu dalam suatu entitas, yang menggunakan sumber daya fisik dan komponen lain, untuk merubah data transaksi keuangan/akuntansi menjadi informasi akuntansi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dari para pengguna atau pemakainya (users).
  2. Menurut Mulyadi (2001, h.3)
    Akuntansi adalah organisasi formulir, catatan dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.”
  3. Warren dkk (2005:10) Secara umum, akuntansi atau accounting adalah sebuah sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak-pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan.
  4. S. Munawir : Akuntansi adalah sebuah seni daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan dari pada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian dan setidak-tidaknya sebagian sifatnya keuangan dengan cara yang secepat-cepatnya dan petunjuk atau dinyatakan dengan uang, dan penafsiran terhadap hal-hal yang timbul dari padanya.
  5. Winarno (2006)
    Akuntansi ialah suatu proses mencatat transaksi keuangan dan mengolah data transaksi dan menyajikan sebuah informasi kepada pihak-pihak yang berhak dan berkepentingan.
  6. KBBI
    Akuntansi adalah teori dan praktik perakunan, termasuk tanggung jawab, prinsip, standar, kelaziman (kebiasaan), dan semua aktivitasnya; hal yang berhubungan dengan akuntan; seni pencatatan dan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat sebuah transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.
  7. Paul Grady
    Akuntansi adalah bagian tubuh dari ilmu pengetahuan serta fungsi organisasi secara sistematis, autentik & original dalam mencatat, mengklasifikasi, memproses, menulis ikhtisar, menganalisa, dan juga menginterpretasi semua transaksi dan kejadian serta karakters keuangan yang terjadi dalam operasional entitas accounting dengan tujuan menyediakan informasi yang berarti dibutuhkan manajemen sebagai laporan dan pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diterimanya.
  8. Bastian dan Suharjono (2006)
    Dalam bukunya, Committee on Terminology of The American Institute of Certified Public Accountants Bastian dan Suharjono (2006), pengertian akuntansi adalah seni mencatat, menggolongkan, dan mengikhtisarkan transaksi serta peristiwa yang bersifat keuangan dengan cara yang bermakna juga dalam satuan uang serta menginvestasikan hasilnya.

Bidang-bidang Akuntansi

Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menuntut pengembangan di bidang kegiatan akuntansi. Masalah-masalah yang dihadapi oleh pimpinan perusahaan semakin kompleks, sehingga pada bidang-bidang tertentu perlu penanganan secara khusus. Sejalan dengan tuntutan tersebut timbul pengkhususan bidang kegiatan akuntansi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
    Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (general accounting), yaitu akuntansi yang sasaran (obyek) kegiatannya adalah transaksi keuangan yang menyangkut perubahan harta, hutang, dan modal suatu perusahaan. Akuntnasi keuangan bertujuan menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak intern perusahaan (manajemen) dan pihak-pihak ekstern, misalnya bank, investor, pemerintah, dan masyarakat umum. Kegiatan akuntansi keuangan berorientasi kepada transaksi-transaksi yang sudah terjadi (data historis), yang diproses dengan menerapkan prinsip-prinsip akuntansi yang telah diterima oleh umum.
  2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
    Akuntansi biaya, yaitu akuntansi yang sasaran kegiatannya adalah transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya-biaya. Misalnya, biaya-biaya yang berhubungan dengan proses pembuatan produk. Akuntansi biaya bertujuan menyediakan informasi biaya yang diperlukan untuk kepentingan intern (pimpinan perusahaan), yaitu untuk menilai pelaksanaan operasi perusahaan dan menentukan rencana kegiatan di masa datang. Kadang-kadang akuntansi biaya diartikan sama dengan akuntansi manajemen, karena sasarannya hamper sama. Hanya akuntansi amanajemen lebih menekankan kegiatannya kepada pengolahan data biaya sebagai hasil proses akuntansi biaya, untuk membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan (alternatif) tindakan di masa datang.
  3. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
    Akuntansi perpajakan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan penentuan obyek pajak yang menjadi beban perusahaan serta penghitungannya untuk kepentingan penyusunan laporan pajak. Kegiatan akuntansi perpajakan fungsinya membantu manajemen dalam menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan terjadi, sehubungan dengan pertimbangan-pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu, akuntan yang bekerja dalam bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.
  4. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
    Akuntansi anggaran adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keuangan yang sudah terjadi, serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan perusahaan (anggaran) dalam satu periode tertentu.
  5. Catatan-catatan mengenai perbandingan antara rencana operasi keuangan yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya merupakan alat bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawsan.
  6. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
    Akuntansi pemeriksaan adalah akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pemerikasaan terhadap catatan-catatan hasil kegiatan akuntansi keuangan, yakni untuk menguji kelayakan laporan keuangan yang dihasilkannya. Akuntnasi pemerikasaan bersifat independen (bebas), sehingga hasil pemeriksaan akuntan dapat dijamin kebenarannya (obyektif). Laporan keuangan dinyatakan layak, jika proses penyusunannya sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, atau telah diterima secara umum.
  7. Akuntansi Pemerintahan (Govermental Accounting)
    Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara, atau sering disebut juga dengan istilah administrasi keuangan negara.
Baca Juga :  Virus Zika – Pengertian, Penyebab, Struktur, Gambar Dan Perawatan

Tujuan Akuntansi

Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu entitas kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Yang dimaksud dengan Entitas adalah badan usaha/perusahaan/organisasi yang mempunyai kekayaan sendiri.
Apabila dijabarkan lebih lengkap, terdapat beberapa tujuan dari akuntansi dalam sistem bisnis :

1. Tujuan akuntansi secara umum
Memberikan informasi perihal keuangan, khususnya itu aktiva maupun pasiva perusahaan.
Menyiapkan sekumpulan informasi mengenai perubahan pada berbagai sumber ekonomi (netto) perusahaan.
Memaparkan sebuah informasi perihal perubahan pada berbagai sumber ekonomi perusahaan, aset, hutang, serta modal.
Menyajikan beberapa informasi lainnya terkait laporan keuangan untuk membantu pengguna laporan tersebut.
Menjelaskan informasi keuangan perusahaan, diharapkan dapat membantu pada pembuatan potensi keuntungan perusahaan.
2. Tujuan akuntansi secara khusus
Khususnya tujuan akuntansi yaitu untuk menyediakan informasi dalam bentuk laporan yang berisi posisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya sesuai Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).

3. Tujuan akuntansi secara kualitatif
Memberikan informasi yang relevan.
Informasi yang disampaikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) dan dapat diperbandingkan.Menyampaikan informasi yang telah teruji kebenaran dan validitasnya.
Menyajikan informasi yang disampaikan dapat dimengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Memberikan laporan keuangan untuk kepentingan pihak yang terkait dengan aktivitas perusahaan.
Menyajikan informasi transaksi yang real time dan secepat mungkin.

Baca Juga :  Gelombang - Pengertian, Fitur-fitur dan Macam-macam

Informasi ekonomi yang dihasilkan oleh akuntansi berguna bagi pihak-pihak di dalam organisasi itu sendiri (internal) maupun pihak-pihak di luar organisasi (eksternal). Pihak manajemen merupakan contoh pemakai informasi dari kalangan internal. Informasi akuntanis ini oleh manajemen dimanfaatkan untuk perencanaan, pengendalian dan evaluasi aktivitas usaha yang dilaksanakan.

Dari sisi pengguna informasi dari kalangan eksternal, terbagi menjadi dua yaitu :

Pemakai eksternal yang berkepentingan langsung terhadap informasi akuntansi, contoh : investor dan kreditor.
Pemakai eksternal yang tidak berkepentingan langsung, misalnya : Analis Ekonomi, Pegawai dan Lembaga-lembaga Pemerintah.

Manfaat Akuntansi

Beberapa manfaat yang dari adanya akuntansi yaitu sebagai berikut :

1. Sebagai Informasi Keuangan kepada Pihak yang Membutuhkan
Informasi keuangan yang telah kita susun pasti sangat memudahkan kita. Jika kamu punya berbagai transaksi keuangan dan tidak melakukan pencatatan. Bisa jadi kamu akan lupa kemana lalu lintas uang yang kamu miliki.

2. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan
Dengan mencatat, kita bisa tahu apa yang harus kita lakukan di masa depan. Sebagai contoh dengan akuntansi, ketika kamu sadar jika keuangan kamu “sekarat” karena sering dipakai untuk membeli sebuah kuota internet.

3. Sebagai Bukti Keuangan yang Dapat Dipertanggungjawabkan
Pasti ada saatnya ketika kita punya masalah dengan orang lain perihal keuangan. Seperti hutang yang tidak kunjung dibayar, atau lainnya. Dengan adanya akuntansi serta pencatatan keuangan, kamu akan bisa mempertanggungjawabkan keuangannya.

4. Membantu Pencatatan Ekonomi Keluarga
Ketika kamu sudah dewasa dan menikah, masalah keuangan adalah masalah yang cukup diperhitungkan dalam rumah tangga. Sehingga, akuntansi akan sangat dibutuhkan dan bermanfaat.
Karena setelah membangun rumah tangga, banyak sekali keperluan yang perlu diperhitungkan. Pengeluaran tersebut tentunya perlu diperhitungkan dengan pemasukan kita dan pasangan.

Akuntansi memiliki beberapa manfaat dalam tugasnya mencatat serta mengelompokkan data-data keuangan, yaitu sebagai berikut:

  1. Sebagai informasi keuangan
  2. Sebagai bahan evaluasi keuangan perusahaan
  3. Sebagai alat kontrol dan pengawasan
  4. Sebagai informasi mengenai bukti-bukti terkait keuangan
  5. Sebagai alat pengelola keuangan
  6. Sebagai dasar perusahaan dalam menentukan pajak serta peraturan-peraturan lainnya
Baca Juga :  Demokrasi Pancasila - Pengertian, Sejarah, Isi Pokok, Ciri-ciri, Prinsip, Fungsi, Sistem, Implementasi, Asas dan Nilai-nilainya

Profesi Akuntansi

Perkembangan profesi akuntansi sejalan dengan jenis jasa akuntansi yang diperlukan oleh masyarakat yang makin lama semakin bertambah kompleksnya. Gelar akuntan adalah gelar profesi seseorang dengan bobot yang dapat disamakan dengan bidang pekerjaan yang lain. Misalnya bidang hukum atau bidang teknik. Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan sebagai berikut:

a. Akuntan Publik (Public Accountant)
Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka ini bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.

b. Akuntan Intern (Internal Accountant)
Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

c. Akuntan Pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

d. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mangajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

Apa saja persyaratannya bila seseorang ingin memperoleh gelar Akuntan itu? Seseorang itu berhak menyandang gelar Akuntan bila telah memenuhi syarat antara lain: Pendidikan Sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi yang telah diakui menghasilkan gelar Akuntan, seperti UI, UGM, UNHAS, USU dan sebagainya, atau perguruan tinggi swasta yang berafiliasi ke salah satu perguruan tinggi yang telah berhak memberikan gelar Akuntan.

Selain itu juga bisa mengikuti Ujian Nasional Akuntansi (UNA) yang diselenggarakan oleh konsorsium Pendidikan Tinggi Ilmu Ekonomi yang didirikan dengan SK Mendikbud RI tahun 1976.
Dari uraian di atas, dapat diambil pengertian bahwa gelar Akuntan itu pengakuannya adalah sama dengan gelar profesi lainnya seperti: Pengacara, Dokter, Notaris, dan lainlain.

Dan siapa saja bisa memperoleh gelar akuntan tersebut, termasuk Anda sendiri tentunya mulai sekarang harus giat belajar khususnya pelajaran dasar-dasar akuntansi ini.

Demikianlah pembahasan mengenai Pengertian, Bidang-bidang akuntansi, Tujuan, Manfaat dan Profesi Akuntansi. Semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.