Alat Pernapasan Burung – Pengertian, jenis – jenis, Proses, Saluran sistem, Mekanisme pernapasan pada burung.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kembali lagi di artikel kami lazuare.com. kali ini kami akan membahas tentang Alat Pernapasan Burung yang dimana dalam hal ini meliputi Pengertian, jenis – jenis, Proses, Saluran sistem, Mekanisme dan pernapasan pada burung. untuk lebih memahami dan mengerti simak ulasan dibawah ini.

Pengertian Alat Pernapasan Burung

Metabolisme normal terhadap sebuah sel hidup yakni dapat membutuhkan oksigen dan karbon dioksida karena sisa metabolisme harus dihilangkan dari tubuh. Pertukaran gas O2 dan CO2 dalam tubuh disebut napas atau nafas. O2 dapat masuk dan keluar dari jaringan dengan melalui ketentuan.
Vertebrata ideal yakni sebagai interaksi langsung antara setiap sel tubuh dan lingkungan eksternal. Untuk alasan ini, organ-organ tertentu memiliki sistem pernapasan khusus yang menggantikan gas pernapasan untuk kebutuhan tubuh hewan.
Organ pernapasan mirip dengan mamalia lain, hanya di tubuh burung terdapat sembilan kantung udara atau, dengan kata lain, lapisan pneumatik. Penggunaan tas ini berfungsi untuk meningkatkan sistem kerja paru-paru saat bernafas. Saat bertukar gas, penting untuk mempertimbangkan siapa yang bekerja di paru-paru.

Untuk mempelajari sistem pernapasan pada burung, dapat kita ambil contoh burung merpati. Alat pernapasannya terdiri dari lubang hidung, trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang batang tenggorok) dan paru-paru. Pada pangkal percabangan bronkus juga terdapat alat suara yang disebut dengan siring.

Jenis – jenis alat pernapasan burung

Terdaoat berbagai jenis dalam alat pernapasan terhadaop hewan burung, diantaranya ialah akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Lubang Hidung
Terdapat dua lubang hidung yaitu lubang hidung luar dan dalam. Lubang hidung luar terdapat pada pangkal paruh sebelah atas dan berjumlah sepasang. Sedangkan lubang hidung dalam terdapat pada langit-langit rongga mulut.

2. Trakea
Trakea tersusun atas tulang rawan yang berbentuk lingkaran. Trakea ini bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Bronkus ini kemudian akan menghubungkan siring dengan paru-paru. Siring memiliki selaput yang akan bergetar dan menghasilkan bunyi jika ada udara yang lewat.

3. Paru-Paru
Paru-paru terdapat sepasang dan menempel di dinding dada bagian dalam. Paru-paru pada burung dibungkus oleh selaput paru-paru (pleura) dan berhubungan dengan kantong udara. Paru-paru burung tidak memiliki alveoli dan sebagi gantinya adalah pembuluh udara yang disebut parabronki. Saluran udara pada parabronki bercabang-cabang yaitu berupa pembuluh kapiler udara yang letaknya berdampingan dengan kapiler darah.

4. Kantung Udara
Pada burung terdapat kantong udara. kantong udara pada burung berjumlah 9, antara lain:
1) 2 buah kantong udara di leher
2) 1 buah kantong udara di antara tulang selangka
3) 2 buah kantong udara di dada depan
4) 2 buah kantong udara di dada belakang
5) 2 buah kantong udara di perut

Baca Juga :  7 Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Kantong udara berfungsi antara lain:
1) Untuk bernapas saat terbang;
2) Membantu memperkeras suara karena dapat memperbesar ruang siring;
3) Mencegah kedinginan dengan menyelubungi alat-alat dalam dengan rongga udara;
4) Mengurangi panas badan agar tidak banyak yang hilang;
5) Pada saat berenang, dapat memperbesar dan memperkecil berat jenis tubuhnya.

Proses Pernapasan Pada burung

Terdapat berbagai jenis proses dalam pernapasan pada burung, diantaranya adalah:
1. Pernapasan Saat Terbang
Ini tidak terjadi jika Anda beristirahat sementara mekanisme penerbangan pengembangan rongga payudara tidak bisa dihindari. Ini adalah fungsi airbag dalam napas burung, diantaranya ialah:

a. Proses Ekspirasi
Burung itu menjatuhkan sayapnya -> kantung udara di bawah kaus menjadi kencang sementara kantung udara di antara tulang choroid akan membesar -> udara dapat memasuki kantung udara di antara tulang choroidal -> O2 dan CO2 terjadi.

b. Proses Inspirasi
Burung sayap (terangkat) -> kantung udara di antara tulang corachoid dikeluarkan, tetapi kantung udara di bawah jembatan -> udara memasuki kantung udara di bawah ketiak -> O2 dan difusi CO2 di paru-paru.

Proses menghirup burung dibagi menjadi dua negara, yaitu ketika burung mati dan burung terbang, diantaranya ialah sebagai berikut:
a. Proses Ekspirasi
Tulang rusuk naik ke dalam sehingga rongga dada menjadi lebih kecil -> tekanan udara di paru-paru meningkat -> udara dari paru-paru dan kantung udara. Ketika udara mengalir melalui paru-paru, ada perbedaan antara O2 dan CO2.
Dada meningkat sehingga rongga dada meningkat -> tekanan udara di paru-paru berkurang -> udara luar memasuki paru-paru dan sebagian ke kantung udara belakang hidung, tenggorokan, trakea, sirkulasi dan paru-paru -> udara masuk lulus Parabronchus -> O2 dan pertukaran CO2.

b. Proses Inspirasi
Burung bersayap (terangkat) -> kantung udara di antara tulang corachoid tertutup, tetapi kantung udara di bawah jembatan -> udara yakni dapat memasuki kantung udara di bawah ketiak -> O2 dan difusi CO2 di bagian paru-paru.

Saluran Sistem Alat Pernapasan Burung

Burung punya dua alat pernapasan, yaitu paru-paru dan kantung udara. Kantung udara burung juga sering disebut sebagai pundi-pundi udara.
Saat terbang, burung tidak bernapas menggunakan paru-paru dalam proses mengambil udara, melainkan menggunakan cadangan oksigen di kantung udara.
Karena itulah, saat ia tidak terbang, burung menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk disimpan di kantung udara.
Udara yang disimpan dalam kantung udara akan mengalir ke paru-paru burung saat terbang, sehingga ia bisa bernapas.
Selain berfungsi menyimpan oksigen, kantung udara itu berfungsi mengatur aliran udara di paru-paru.

Baca Juga :  Transaksi adalah – Pengertian, Fungsi, Jenis, Bukti & Contoh

Saat terbang, pernapasan burung dibantu dengan pundi-pundi udara. Pundi-pundi udara merupakan kantong dengan dinding selaput yang sangat tipis dan elastis. Pundi-pundi udara tersebut terletak diantara otot, tulang, dan otot-otot tubuh.
Pada waktu terbang, sayap burung digerakkan oleh otot-otot dada. Aktivitas otot-otot dada ini akan mengganggu proses pemasukan udara oleh paru-paru (inspirasi). Udara pernapasan masuk melalui hidung lalu ke trakea dan bronkus menuju paru-paru dan dialirkan ke pundi-pundi udar
Oleh karena itu, oksigen diambil dari udara yang terdapat dalam pundi-pundi udara. Udara dari pundi-pundi dialirkan ke paru-paru dengan cara menekan pundi-pundi (ekspirasi). Dalam paru-paru terjadi lagi penyerapan oksigen. Jadi, penyerapan oksigen dapat berlangsung dua kali yakni pada saat inspirasi dan ekspirasi.
Pada waktu inspirasi: Udara masuk ke dalam paru-paru dan pundi-pundi udara. Pada waktu ekspirasi: Udara mengalir dari pundi-pundi udara ka dalam paru-paru.

Berikut ini terdapat beberapa saluran sistem pernapasan pada burung, terdiri atas:

  • Jalur Pernapasan Burung
    Pada burung, tempat berdifusinya udara pernapasan terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.
  •  Alat Pernapasan Burung
    Selain paru-paru, burung biasanya memiliki beberapa pasang perluasan paru-paru yang disebut pundi-pundi hawa atau kantung udara (saccus pneumaticus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Umumnya pada burung mempunyai lima pasang kantong udara, yaitu :
  1. Kantung servikal, terdapat pada pada pangkal leher
  2. Kantung interklavikula, terdapat di antara tulang selangka atau korakoid.
  3. Kantung toraksika anterior dan kantung torasika posterior, terdapat pada rongga dada
  4. Kantung udara abdominal, terdapat di antara lipatan usus atau rongga perut

Kantung udara berhubungan dengan paru-paru, berselaput tipis, tetapi tidak terjadi difusi udara pernapasan. Adanya kantung udara mengakibatkan, pernapasan pada burung menjadi efisien. Kantung udara memiliki beberapa fungsi berikut.

  1. Membantu pernapasan, terutama pada waktu terbang, karena menyimpan oksigen cadangan.
  2. Membantu mempertahankan suhu badan dengan mencegah hilangnya panas badan secara berlebihan.
  3. Membantu memperkeras suara dengan memperbesar ruang siring.
  4. Mengatur berat jenis (meringankan) tubuh pada saat burung terbang.

Mekanisme Pernapasan Burung

Mekanisme pernapasan pada burung dibagi menjadi dua bagian, yaitu pada saat terbang dan pada saat beristirahat.

1. Pernapasan Istirahat
Pada saat beristirahat, Fase Inspirasi ( penarikan napas) terjadinya ketika tulang rusuk bergerak ke bawah. Yang akibatnya, rongga dada dapat membesar dan paru-paru juga dapat mengembang. Paru-paru yang mengembang dapat menyebabkan udara dapat untuk masuk. Dan kemudian, udara yang kaya udara itu akan sebagian diserap oleh paru-paru dan terjadilah pertukaran gas. Pada sementara itu, sebagian akan dialirkan menuju kantong udara pada bagian belakang. Jadi, udara yang sudah ada pada kantong udara dibagian belakang akan mengalir lagi pada paru-paru dan menuju kekantong udara pada bagian depan. Dan disanalah, udara uadara sudah tidak dapat banyak mengadung oksigen.

Baca Juga :  Revolusi Bumi - Pengertian, Percobaan, Dampak/Akibat dan Proses terjadinya Revolusi Bumi.

Fase ekspirasi ( pengeluaran napas) ketika tulang rusuk kembali pada posis semula, rongga dada akan mengecil, dan paru-paru mengempis. Yang akibatnya, udara dari kantong udara akan masuk ke paru-paru. Dan disanalah, berlangsung prose antara pertukaran gas O2 dengan CO2 secara difusi. Udara yang mengadung CO2 akan dikeluarkan melalui paru-paru, menuju trakea, dan melewati hidung.

2. Pernapasan terbang
Pada saat terbang , burung tidak akan dapat menggerakan tulang rusuknya, karena pada saat burung terbang yang dapat berperan penting vdalam pernapasan burung yaitu kantong hawa. Pada fase inspirasi dan ekapirasi dilakukan dengan secara bergantian oleh pundi-pundi hawa yaitu antaranya tulang korakoid (bahu) dan pundi hawa bawah pada ketiak.

Fase Inspirasi, terjadi pada saat sayap diangkat, pundi hawa yang antara tulang korakoid terjepit, seadangkan pada pundi hawa ketiak akan mengembang, yang akibatnya udara masuk ke pundi hawa ketiak melewati paru-paru, dan pada saat itu terjadilah inspirasi. Pada saat melewati paru-paru akan terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2.

Fase Ekspirasi, pada fase ini sebaliknya pada sayap saat diturunkan, pundi hawa ketiak terjepit, sedangkan pada pundi hawa antar tulang korakoid mengembang, sehingga udara akan mengalir keluar dari kantong hawa melewati paru-paru sehingga pada saat itu terjadi ekspirasi. Pada saat melewati paru-paru akan terjadi pertukaran gas O2 dan CO2. Dan dengan inilah proses insipirasi dan ekspirasi udara dalam paru-paru burung pada saat terbang dan pada saat terjadinya pertukaran gas pada burung saat terbang juga berlangsung saat inspirasi dan ekspirasi

Demikianlah penjelasan diatas tentang Alat Pernapasan Burung yang meliputi Pengertian, jenis – jenis, Proses, Saluran sistem, Mekanisme pernapasan pada burung. Semoga dapat bermanfaat buata teman-teman setelah membaca artikel kami. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.