Alat Pernapasan Pada Hewan – Pengertian, Jenis-jenis/macam-macam dan sistem pernapasan pada hewan.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada artikel kali ini kami akan membahas tentang Alat Pernapasan Pada Hewan yang dimana meliputi Pengertian, Jenis-jenis/macam-macam dan sistem pernapasan pada hewan. Berikut pembahasannya teman-teman..

Pengertian Pernapasan pada hewan

Ada beberapa macam sistem pernapasan pada hewan. Sistem pernapasannya berbeda-beda tergantung dengan spesies. Setiap makhluk hidup pasti bernapas dengan bantuan organ pernapasan. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan oksigen yang penting dibutuhkan tubuh.

Oksigen dibutuhkan untuk mengolah berbagai zat di dalam tubuh dan mengubahnya menjadi energi. Berbeda dengan tumbuhan yang menggunakan stomata, organ pernapasan milik hewan lebih kompleks. Meskipun demikian, setiap spesies hewan memiliki organ yang berbeda tergantung dengan habitatnya.

Pernapasan pada hewan invertebrate dan hewan vertabrata berbeda. Hewan invertebrate belum memiliki sistem ernapasan khusus. Namun pada umumnya hewan tersebut melakukan pernapasan langsung yakni secara difusi, misalnya porifera, coelentera, dan vermas. Lalu sementara itu hewan vertabrata sudah memiliki peernapasan khusus, misalnya pisces dengan insang, amphibian dengan menggunakan kulit dan paru-paru, reptile dengan menggunakan paru-paru. Mamalia dengan menggunakan paru-paru serta aves menggunakan dengan paru-paru dan pundi-pundi hawa.

Jenis-jenis/macam-macam pernapasan pada hewan

Beikur jenis-jenis/macam-macam alat pernapasan pada hewan:
1. Serangga (Insekta)
Organ pernapasan serangga disebut trakea. Trakea adalah sistem tabung yang memiliki banyak cabang yang disebut trakeola. Trakea mengedarkan oksigen langsung ke seluruh tubuh serta menyerap karbon dioksida. Udara memasuk dan keluar melalui pori-pori di permukaan tubuh serangga yang disebut spirkel.

2. Cacing (Vermes)
Cacing tidak memiliki alat pernapasan khusus. Berbeda dengan hewan lainnya, cacing bernapas memalui permukaan kulit. Oleh karena itu kulit cacing selalu basah dan berlendir yang bertujuan untuk memudahkan menyerap oksigen dari udara. Di bawah kulit tipis cacing terdapat pembuluh darah yang bertugas untuk mengikat dan mengangkut oksigen keseluruh tubuh. Sementara zat sisa hasil respirasi berupa karbon dioksida dan uap air akan yang dikeluarkan dari tubuh juga melalui permukaan kulit.

3. Ikan (Pisces)
Ikan seluruh hidupnya tinggal di air. Berbeda dengan hewan yang ada di daratan, ikan bernapas di dalam air menggunakan insang. Insang pada ikan terletak di samping kiri dan kanan belakang kepala ikan yang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwana merah muda. Ikan bernapas melalui mulutnya yang kemudian disalurkan menuju insang dengan bantuan air. Pada insang terdapat pembuluh darah halus. Pembuluh darah tersebut menyerap oksigen. Sementara itu karbon dioksida keluar dari tubuh melalui pembuluh darah pada lamela insang.

4. Hewan Hidup di Darat dan Air (Amfibi)
Hewan amfibi merupakan hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu di air dan di daratan. Sebagai contoh katak. Saat berupa kecebong yang hidup di air organ pernapasannya berupa insang. Setelah menjadi dewasa, katak mengubah organ pernapasannya menjadi paru-paru yang dibantu dengan permukaan kulinya. Dalam paru-paru terdapat banyak gelembung udara yang sangat kecil yang di dalam terdapat gelembung udara mengakibatkan terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Selain dengan paru-paru, katak juga bernapas menggunakan kulit, oleh karena itu permukaan katak selalu basah agar mempermudah dalam proses penyerapan oksigen.

Baca Juga :  Motivasi - Teori, Tujuan, Faktor, Proses, Jenis & Komponen

5. Reptil
Hewan yang termasuk reptil adalah ular, kura-kura, kadal, cicak, buaya dan biawak. Reptil bernapas dengan paru-paru. Udara masuk dari lubang hidung ke trakea. Selanjutnya menuju paru-paru. Darah mengikat oksigen dan melepaskan karbon dioksida bersama uap air.
Pada reptil yang sering berkubang dalam air seperti buaya dan kura-kura lubang hidungnya dapat tertutup selama menyelam agar air tidak masuk dalam hidung.

6. Burung (Aves)
Burung bernapas menggunakan paru-paru. Burung memiliki alat bantuan pernapasan berupa pundi-pundi udara. Pernapasan burung berbeda saat dia terbang dan tidak terbang. Saat tidak terbang burung benapas sebagaimana hewan yang bernapas dengan paru-paru. Namun saat terbang, burung bernapas tidak melalui hidungnya, namun melalui pundi-pundi udara yang menyimpan udara kemudian disalurkan menuju paru-paru. Namun jika pundi-pundi udara kehabisan udara, burung dapat mengambil udara saat terbang dengan cara tidak mengepakkan sayapnya.

7. Mamalia
Mamalia adalah hewan yang menyusui anaknya. Terdapat dua macam mamalia menurut tempat hidupnya, yaitu mamalia darat dan mamalia air.
Mamalia darat bernapas melalui hidung yang disalurkan menuju pangkal tenggorokan dan batang tenggorokan yang berakhir di paru-paru.
Sementara mamalia air pada hidungnya memiliki katup agar air tidak masuk dalam hidung. Saat mamalia berada dipermukaan air mereka menghirup udara dan mengeluarkan karbon dioksida disertai uap air.

Sitem Pernapasan Pada Hewan

Berikut dibawah ini beberapa sistem pernapasan pada hewan:

1. Sistem Pernapasan Pada Ikan

Ikan memiliki alat pernapasan berupa insang. Insang terletak di sebelah kanan dan kiri kepala. Insang ini berjumlah empat pasang. Bagian-bagian insang berbentuk lembaran yang disebut lembaran insang. Pada lembaran insang terjadi pertukaran udara. Ikan juga mempunyai gelembung renang untuk menyimpan oksigen dan mengatur gerak. Ikan memperoleh oksigen dari dalam air. Mekanisme pernapasan ikan melalui beberapa tahap.

Mula-mula ikan membuka mulutnya untuk mengambil air. Air kemudian mengalir masuk ke rongga mulut menuju lembaran insang. Setelah itu, air keluar melewati tutup insang. Ketika air melewati lembaran insang, oksigen diikat oleh Hb (hemoglobin) darah. Pada saat yang sama, Hb juga melepaskan karbon dioksida ke air.

2. Sistem Pernapasan Pada Aves (Burung)

Yang biasa kita lihat burung merupakan jenis hewan yang memiliki kemapuan dapat terbang. Pada saat terbang, otot-otot dada menggerakan sayap, sehingga pengambilan napas oleh paru-paru. Oleh sebab itu, burung juga memiliki alat bantu pernapasan berupa kantong udara ( sakus pneumatikus ). Untuk letak kantong udara itu sendiri pada burung yaitu :

  1. Pada pangkal leher
  2. Pada runga dada bagian depan
  3. Antar tulang selangka
  4. Pada ruang dada nagian belakang
  5. Dan pada rongga perut dan ketiak
Baca Juga :  7 Amalan Sunnah Puasa Ramadhan

Fungsi Kantung Udara Pada Burung Yaitu :

  1. Membantu pernapasan ketika terbang
  2. Menyimpan cadangan oksigen
  3. Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat berenag
  4. Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak.

Mekanisme Pernapasan Pada Burung
Burung memiliki alat pernapasan berupa paru-paru. Selain itu, burung memiliki kantong-kantong udara berdinding tipis. Kantong-kantong udara tersebut terhubung dengan paru-parunya. Ketika kantong-kantong udara digembungkan, tubuh burung sangat ringan. Kantong udara itu juga digunakan oleh burung untuk menyimpan udara yang digunakan pada waktu terbang. Pada saat terbang, burung tidak memasukkan udara melalui hidung.

Tetapi dari pernapasannya berasal dari udara yang tersimpan dari pundi-pundi udara tersebut. Pada saat burung tidak mengepakkan sayapnya (terbang) burung mengisi kembali pundi-pundi udaranya dengan udara melalui hidung. Demikian pula saat burung hinggap di suatu tempat. Kemudian sisa pernapasan akan keluar melalui hidung. Jalannya pernapasan burung adalah: Udara masuk melalui hidung => tenggorokan => pundi – pundi udara => paru – paru.

3. Sistem Pernapasan Pada Amfibi

Termasuk hewan amfibi ialah katak. Katak pada saat masih menjadi larva, untuk bernapasa dengan menggunakan insang luar dan pada saat menjadi berudu berbentuk insang dalam yang digunakan sebagai alat pernapasan. Namun ketika katak tumbuh menjadi katak dewasa katak bernapas dengan menggunakan paru-paru dan kulit. Mekanisme pernapasan paru-paru terdiri dari inspirasi dan ekspirasi yang berlangsung dengan mulut tertutup.

Pada hewan ini tidak mempunyai tulang rusuk dan sekat rongga badan sehingga mekanisme pernapasannya diatur otot-otot rahang bawah dan perut.

Fase Inspirasi
Merupakan fase yang dimana fase masuknya udara bebas melalui celah hidung ( koane ) menuju rongga mulut kemudian ke paru-paru. Mula-mula celah tekak dan mulut dalam keadaab tertutup dan otot rahang bawah mengendur. Otot sterno hioideus berkontraksi sehingga rongga mulut membesar. Dengan membesarnya rongga mulut, kemudian udara masuk ke dalam rongga mulut dan melalui koane. Setelah udara masuk koane tertutup oleh suatu klep, diikuti kontraksi otot rahang bawah dan otot genio hioideus, sehingga rongga mulut mengecil dan udara masuk ke celah-celah yang terbuka menuju ke paru-paru. Kemudian terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh eritrosit dalam kapiler dinding paru-paru.

Fase Ekspirasi
Mula-mula otot rahang bawah mengendur, otot stemo hioideus dan otot-otot perut berkontraksi, akibatnya udara didalam paru-paru tertekan keluar, masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan koane membuka otot rahang bawah berkontraksi diikuti otot hioideus sehingga rongga mulut mengecil dan udara yang mengandung karbon dioksida dari paru-paru keluar melalui koane.

4. Sistem Pernapasan Pada Reptil

Reptil bernapas dengan paru-paru. Udara masuk melalui hidung => batang tenggorokan => paru-paru. Dalam paru-paru, oksigen diserap, sedangkan karbon dioksida dikeluarkan. Contoh reptile adalah ular, kadal, buaya, cicak, dan biawak. Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas.
Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya, paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Reptil yang sering berkubang di air misalnya buaya, lubang hidungnya dapat ditutup selama menyelam. Tujuannya agar air tidak masuk ke dalam paru-paru.

Baca Juga :  Experiential Marketing – Pengertian Menurut Para Ahli, Karakteristik, Strategi, Fungsi, Tahapan, Kegunaan dan Contoh

5. Sistem Pernapasan Pada Mamalia

Hewan yang menyusui anaknya disebut mamalia. Mamalia ada yang hidup di darat dan ada yang hidup di air. Mamalia yang hidup di darat mempunyai alat pernafasan mirip dengan manusia, yaitu hidung, pangkal tenggorok, batang tenggorok, dan paru-paru. Seperti kambing, sapi, kuda, kerbau. Mamalia yang hidup di air juga bernapas dengan paru-paru, tetapi pada hidungnya dilengkapi katup.
Katup itu akan menutup pada saat menyelam dan akan terbuka pada saat muncul dipermukaan air. Pada saat muncul di permukaan, air mamalia yang hidup di air mengambil oksigen serta mengeluarkan karbondioksida dan uap air. Contoh mamalia yang hidup di air adalah paus, lumba-lumba dan duyung.

6. Sistem Pernapasan Pada Cacing Tanah


Cacing tanah bernapas melalui permukaan tubuhnya. Cacing tanah memiliki kulit yang tipis. Pada permukaan kulit cacing tanah terdapat banyak pembuluh darah. Kulit cacing tanah juga menghasilkan lendir. Oleh karena itu, kulit terlihat basah dan lembap.
Kondisi ini menyebabkan cacing dapat menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida secara langsung melalui permukaan kulit. Itulah sebabnya cacing membutuhkan tempat lembap atau basah. Tempat lembap membantu proses pernapasan agar dapat berlangsung dengan baik.

7. Sistem Pernapasan Pada Serangga

Serangga memiliki alat pernapasan berupa trakea. Hewan yang termasuk jenis serangga. Contoh serangga adalah nyamuk, belalang, lalat, rayap, dan kupu-kupu. Trakea adalah pembuluh-pembuluh halus yang bercabang dan memenuhi seluruh bagian tubuh serangga kemudian bermuara pada stigma.
Stigma ialah lubang (corong) yang terletak di sisi tubuh bagian kanan kiri. Stigma berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara. Oksigen tidak diedarkan melalui darah tetapi diedarkan melalui sistem trakea. Keluar masuknya udara disebabkan gerakan otot tubuh secara teratur.

Demikianlah pembahasan diatas tentang Alat Pernapasan Pada Hewan yan meliputi Pengertian, Jenis-jenis/macam-macam dan sistem pernapasan pada hewan. Semoga bermanfaat buat teman-teman.

Leave a Reply

Your email address will not be published.