Alur – Pengertian, Fungsi , Jenis-jenis/Macam-macam, Unsur-unsur dan contoh Alur.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Untuk kesempatan kali ini kita akan mulai sebuah pembahasan mengenai Alur. Tentu sudah tidak asing lagi bagi kita ketika mendengar kata alur. Karena alur merupakan salah satu hal yang kita pelajari dalam mata pelajaran bahasa indonesia.Oleh karena itulah kami akan membahasnya secara lengkap yang meliputi Pengertian, Fungsi , Jenis-jenis/Macam-macam, Unsur-unsur dan contoh Alur agar para pembaca bisa mendapatkan ilmu dan juga informasi setelah membaca artikel ini.

Alur merupakan struktur rangkaian kejadian-kejadian yang terjadi dalam sebuah cerita yang disusun secara kronologis. Adapun pengertian lain alur adalah rangkaian cerita sejak awal hingga akhir. Alur mengatur bagaimana tindakan-tindakan yang terdapat dalam cerita harus berkaitan satu sama lain, seperti bagaimana suatu peristiwa berkaitan dengan peristiwa lainnya, lalu bagaimana tokoh yang digambarkan dan berperan di dalam cerita yang seluruhnya terkait dengan suatu kesatuan waktu.

Pengertian Alur

Pengertian Alur Cerita. Di dalam karya sastra, terdapat unsur intrinsik yang membangun karya tersebut. Salah satu unsur intrinsik yang penting dan tidak boleh dilewatkan adalah alur cerita. Apa sebenarnya pengertian alur cerita? Pengertian alur cerita adalah salah satu unsur intrinsik yang terdapat di dalam karya sastra.

Pengertian alur cerita dibutuhkan untuk membuat cerita bisa dinikmati dan menjadi lebih menarik. Lebih sederhananya, alur cerita adalah urutan atau rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita menjadi satu kesatuan yang utuh. Pengertian alur cerita juga biasa disebut sebagai plot cerita yang membuat cerita menjadi utuh.

Pengertian alur cerita harus mampu membuat pembaca karya sastra tersebut menjadi penasaran dan lebih tertarik lagi membaca karya sastra tersebut. Hal ini lantas membuat pembaca terdorong membaca cerita tersebut sampai selesai. Tak hanya sekadar membaca karya sastra, pembaca juga diharapkan mampu mendalami isi dan pesan di dalam cerita.

Pengertian Alur Menurut Para Ahli
Berikut adalah pengertian alur menurut para ahli antara lain sebagai berikut:

1. Menurut Stanton “Dalam Nurgiyantoro”
Menurut Stanton alur merupakan cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebab akibat peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan terjadinya peristiwa yang lain.

2. Menurut Aminudin
Menurut Aminudin alur merupakan suatu rangkaian cerita yang dibentuk dari tahapan-tahapan kejadian atau peristiwa sehingga menjalani sebuah cerita dapat berbentuk dari berbagai macam rangkian kejadian ataru peristiwa. Plot atau alur merupakan struktur rangkaian kejadian dalam cerita yang disusun sebagai suatu interaksi fungsional skaligus sebagai tanda urutan dari bagian-bagian keseluruhan fiksi.

3. Menurut Rusyana
Menurut Rusyana “alur bukan sekedar urutan cerita dari A sampai Z, melainkan merupakan hubungan sebab-akibat peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain di dalam cerita”.

4. Menurut Foster (dalam Tuloli 2000)
Menurut Foster, alur atau plot merupakan rentetan peristiwa dalam sebuah fiksi (cerpen dan novel) yang tersusun dalam uraian waktu berdasarkan dari hukum sebab akibat. Jadi alur sama dengan kerangka cerita yang merupakan susunan struktur dari sebuah cerita.

Fungsi Alur

Dibentuknya pengertian alur cerita tentu bukan semata-mata tanpa fungsi. Alur di dalam sebuah cerita pasti diciptakan karena memiliki fungsi. Fungsi dari pengertian alur cerita adalah untuk memberikan pemahaman kepada pembaca tentang bagaimana suatu peristiwa dapat berhubungan dengan peristiwa lainnya. Alur cerita juga dapat mengungkapkan mengapa dan bagaimana sebuah peristiwa atau konflik di dalam cerita terjadi.
Pengertian alur cerita dan fungsinya juga dapat mengungkapkan akibat dari suatu peristiwa yang terjadi. Sehingga di dalam sebuah cerita yang baik, harus memiliki alur atau plot yang jelas dan tegas, agar apa yang ingin disampaikan oleh penulis bisa dipahami dengan mudah dan jelas oleh pembaca

Baca Juga :  Budaya Politik - Definisi, Pengertian, Komponen, Tipe, Model Dan Bagian-Bagian Politik

Jenis-jenis/Macam-Macam Alur

Berikut adalah jenis-jenis alur antara lain sebagai berikut:

1. Alur Maju
Alur maju merupakan suatu peristiwa yang ditampilkan secara kronologis, maju dan secara berurut dari tahap awal, tahap tengah, hingga sampai tahap akhir cerita. Pada nbiasanya alur ini sering digunakan oleh seorang penulis pemula, dengan membuat sebuah cerita menggunakan alur ini kemudian bisa terbangun sebuah kebiasaan menulis untuk mereka karena jika menggunakan alur ini tidak begitu sulit didalam mengarang ataupun membuuat sebuah cerita. Dan alur ini pada umumnya digunakan pada sebuah cerita yang mudah untuk dipahami ataupun dicerna, contohnya seperti cerita bagi anak-anak. Namun bukan berarti alur ini tidak bisa digunakan kepada cerita yang serius, yakni seperti drama dan yang lainnya.

2. Alur Mundur
Alur mundur merupakan jenis alur yang mana ceritanya dimulai dengan sebuah penyelesaian. Alur ini juga sering ditemukan pada cerita yang menggunakan setting waktu pada masa lampau. Dan penulis yang sering menggunakan alur ini haris pintar didalam menyusun cerita agar tidak membuat para pembaca menjadi kebingungan.

3. Alur Sorot Balik
Merupakan alur yang terjadi karena pengarang mendahulukan akhir cerita dan setelah itu kembali ke awal cerita. Pengarang bisa memulai cerita dari klimaks kemudian kembali ke awal cerita menuju akhir. Tahapannya: klimaks, antiklimaks, akhir, peruwitan, awal.

4. Alur Campuran
Alur campuran merupakan jenis alur yang diawali dengan sebuah klimaks dari sebuah cerita, dan kemudian malihat kembali masa lalu ataupun masa lampau dan kemudian diakhiri dengan sebuah penyelesaian dari cerita tersebut. Sedangkan alur ini akan mudah untuk digunakan di dalam pembuatan cerita jika sipengarang cerita memahami cara mengatur plot ceritanya.

5. Alur Klimaks
Merupakan alur yang susunan peristiwa menanjak dari peristiwa biasa meningkat menjadi penting yakni lebih menegangkan.

6. Alur Antiklimaks
Merupakan alur yang susunan peritiwanya makin menurun dari peristiwa menegangkan kemudian menjadi kendor dan berakhir dengan peritiwa biasa.

7. Alur Kronologis
Merupakan alur yang susunan peristiwanya berjalan sesuai dengan urutan waktu, dalam alur ini terdapat hitungan jam, menit, detik, hari dan sebagainya.

Tahapan/Unsur-unsur Alur

Untuk membangun pengertian alur cerita yang utuh, diperlukan unsur-unsur di dalam alur cerita dan bagaimana alur cerita seharusnya terjadi di dalam sebuah peristiwa pada karya sastra. Berikut ini merupakan unsur-unsur alur cerita atau tahapan alur cerita dari awal sampai akhir.

1. Orientasi atau Pengenalan Tokoh
Tahapan awal pada pengertian alur cerita dimulai dari orientasi atau pengenalan tokoh. Pada tahap orientasi ini, penulis memperkenalkan siapa saja tokoh yang ada di dalam cerita yang ditulis. Selain itu, juga ditunjukkan unsur dasar cerita, misalnya waktu kejadian cerita tersebut terjadi, di mana latar tempat cerita tersebut, dan bagaimana suasananya.
Tujuan disusunnya orientasi ini agar pembaca mengetahui siapa yang memerankan tokoh di dalam alur cerita tersebut serta di mana tempat cerita tersebut berlangsung, serta bagaimana suasana yang berusaha dibangun penulis di dalam tulisannya.

2. Permulaan Konflik
Setelah mengenal tokoh, lokasi, dan lain sebagainya lalu masuk ke tahap permulaan konflik. Tahap permulaan konflik atau tahap kedua ini baru akan dimunculkan bagaimana konflik terjadi dan apa penyebab terjadinya konflik. Umumnya, konflik timbul karena adanya pertentangan antartokoh atau bisa juga disebabkan karena tokoh utama mengalami masalah.
Permulaan konflik di dalam cerita inilah yang akan membuat pembaca penasaran sehingga ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana ceritanya. Pembaca biasanya juga akan semakin bertanya-tanya konflik apa yang sekiranya dialami tokoh sebagai lanjutan ceritanya. Tahap permulaan konflik ini mendorong pembaca melanjutkan cerita dengan konflik yang lebih rumit.

Baca Juga :  Majalah – Pengertian Menurut Para Ahli, Sejarah, Tokoh, Ciri, Fungsi, Peranan & Jenis

3. Klimaks atau Puncak Konflik
Tahap pengertian alur cerita konflik ini menceritakan bagaimana titik puncak konflik di dalam cerita terjadi. Bagian ini biasanya paling ditunggu-tunggu oleh pembaca dan membuat pembaca akan bertahan lama membaca ketika konfliknya menarik atau menegangkan.
Biasanya, klimaks dari konflik ini dialami oleh pemeran utama yang menimbulkan ketegangan dan pemecahan masalah apa yang kemudian ia lakukan. Dampaknya, tentu saja membuat pembaca lebih penasaran dan menyimak cerita.

4. Konflik Mereda atau Anti-Klimaks
Setelah diceritakan mengenai puncak konflik atau klimaks, bagian selanjutnya adalah tahapan konflik mereda atau menurun. Di dalam tahap ini, tokoh utama mulai mengetahui bagaimana cara mengatasi konflik yang sedang berlangsung. Ketegangan yang disaksikan oleh pembaca di sini sedikit mereda dan biasanya akan berubah menjadi kagum pada tokoh utama.
Pasalnya, biasanya di tahap ini tokoh utama diceritakan mampu menghadapi masalah, baik dengan cara yang terduga maupun tidak terduga. Suasana pada tahapan anti-klimaks ini seringkali tidak bisa ditebak oleh pembaca.

5. Penyelesaian
Tahap pengertian alur cerita penyelesaian adalah tahap terakhir yang berisi berbagai masalah dan rintangan yang dialami tokoh utama sudah berhasil diselesaikan dengan baik. Jika tidak ada konflik lain, biasanya penulis membuat cerita tahap penyelesaian dan pembaca bisa langsung menyimpulkan kesan di tahap ini.
Di tahap penyelesaian, penulis juga seringkali menyisipkan pesan atau amanat yang dapat dipetik oleh pembaca.

Contoh Alur Cerita

Berikut dibawah ini beberapa contoh alur cerita:

Contoh Cerita Alur Maju
Perjalanan Kami

Suatu hari, aku bersama keluargaku bersiap untuk pergi ke rumah saudara yang sedang mengadakan acara pernikahan di Kota Surabaya. Perjalanan yang kami tempuh akan cukup lama, kurang lebih 10 jam dilalui jalur darat. Dengan hati yang senang sekaligus deg-degan, kami tak lupa berdua di sepanjang perjalanan agar diberi keselamatan.
Tak hanya keluarga di rumahku, satu mobil besar yang berkapasitas 12 orang ini penuh karena ada keluarga paman yang turut serta. Namun kami merasa nyaman karena mobil yang kami tumpangi memiliki fasilitas yang nyaman dan performanya baik. Sayangnya, saat tiba di jalan tol Kabupaten Semarang, mobil kami tiba-tiba oleng.
Padahal sebelum keberangkatan, ayah sudah memeriksa semuanya termasuk ban mobil. Kami semua panik, ayah akhirnya minggir untuk mengambil jalur darurat di jalan tol. Kami semua diminta turun setelah mobil berhenti dan ayah memeriksa kondisi mobil dan ban yang kemungkinan kempes.
Syukurlah, tak sampai 10 menit ada mobil bantuan darurat dari tol datang, kami mendapat pertolongan dan ban mobil kami juga sudah dibantu untuk diiskan gas. Kami merasa lega dan akhirnya bisa melanjutkan perjalanan kembali.
Kami akhirnya sampai di Surabaya tepat 1 jam sebelum acara dimulai dan kami masih diberi kesempatan untuk sampai dan menghadiri pernikahan saudara.

Contoh Alur Mundur
Penyesalan Nadia

Pulang sekolah, aku melewati jalan yang biasa kulewati bersama Nadia dan Tami. Sayangnya, kali ini aku harus pulang sendiri karena Nadia dan Tami memiliki janji dengan teman masa kecilnya untuk makan siang di salah satu mall di dekat sekolah kami. Sembari bernyanyi, aku mengayuh sepedaku dengan santai.
Saat sedang mengayuh sepeda, tiba-tiba di depanku terlihat kumpulan orang yang memperlihatkan raut wajah panik. “Ada kecelakaan, Neng,” ujar salah seorang abang-abang yang berlari ke arah kerumunan orang tadi. Aku lantas ingin tahu kecelakaan apa yang terjadi dan memarkirkan sepedaku di dekat pohon besar di dekat tempat kejadian tersebut.
Kaget bukan kepalang saat aku melihat dua sahabatku Nadia dan Tami tergolek lemas karena terjatuh. Nadia dan Tami langsung dibopong oleh abang-abang ke angkutan umum dan akan dibawa ke rumah sakit. Tidak terlihat luka parah dari Nadia dan Tami, tapi aku ikut cemas dan berusaha menghubungi keluarga mereka.
Sebelum insiden kecelakaan tersebut terjadi, aku sempat menanyakan alasan Nadia yang hari ini membawa sepeda motor milik kakaknya. “Aku nggak mau telat sampai lokasi. Jadi aku meminjam motor kakakku,” ujar Nadia kepadaku saat kutanya alasan membawa motor. Padahal, Nadia sendiri belum memiliki surat izin mengemudi (SIM).
Aku juga sempat meminta Nadia untuk naik angkutan umum yang lebih aman dan juga tak terjebak macet karena jalanan hari ini cukup lenggang, namun Nadia menolak dengan alasan takut terlambat. Sementara Tami juga sama sepertiku yang khawatir dan cukup cemas dengan keputusan Nadia membawa sepeda motor.
“Ya sudah terserah Nadia saja, yang penting hati-hati ya, Nad. Soalnya aku juga nggak bawa helm,” tutur Tami saat akhirnya terbujuk oleh permintaan Nadia untuk membonceng dirinya naik motor.

Baca Juga :  Pengertian Perencanaan – Fungsi, Manfaat, Tujuan & Tahapan

Contoh Alur Campuran
Udara Segar Setelah Bosan

Aku akhirnya memutuskan untuk pergi ke luar kota setelah dua bulan lamanya bertahan di rumah demi mengantisipasi penularan Covid-19. Aku pergi ke salah satu pedesaan di dekat kotaku untuk menikmati udara segar bersama keluarga kecilku. Kali ini, ayah mengajak kami naik motor karena ingin menikmati udara segar.
Aku merasa sangat senang, apalagi dua bulan sebelum ini aku hanya di rumah dan disibukkan dengan kegiatan sekolah online dan juga menghabiskan waktuku di rumah saja. Selama ayah dan ibu bekerja, aku merasa sendiri di rumah dan bosan. Tapi apa boleh buat, aturan PPKM memang harus kita taati untuk memutus rantai penularan Covid-19.
Aku dan keluargaku mematuhi aturan PPKM dan baru hari ini keluar rumah bersama-sama untuk mencari udara segar. Meski sudah keluar rumah karena PPKM sudah dilonggarkan, ayah tetap meminta kami semua untuk menjaga protokol kesehatan yang ketat.
Kami sekeluarga tetap memakai masker, membawa hand sanitizer, dan sebisa mungkin menjaga jarak. Ayah juga memilih tempat yang tidak terlalu ramai sehingga tidak berkerumun dan tetap bisa menjaga jarak dengan orang lain.
Aku sangat senang ketika kini sudah diajak bepergian ke desa untuk menikmati suasana. Aku menghabiskan waktu bersama keluarga dengan makan, bercengkrama, dan berfoto bersama dengan sangat bahagia.

Demikianlah pembahasan artikel kami diatas tentang Alur yang meliputi Pengertian, Fungsi , Jenis-jenis/Macam-macam, Unsur-unsur dan contoh Alur. Semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.