Amalan dan Hukum Wanita Haid atau Nifas di Bulan Ramadhan

Amalan dan Hukum Wanita Haid atau Nifas di Bulan Ramadhan – Pada hakikatnya haid dan nifas bukanlah halangan bagi seorang wanita muslimah untuk memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, utamanya di sepuluh hari terakhirnya, bahkan amalanamalan yang terbiasa dilakukannya tetap diberikan pahala ketika ia haid, sebagaimana dalam hadits:

“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar, maka (amalan-amalan yang ia tinggalkan) tetap diberikan pahala atasnya seperti tatkala ia mukim dan sehat.” [HR Bukhari]

Nah, Pada kesempatan kali ini kami aksn membahas tentang Amalan dan Hukum Wanita Haid atau Nifas di Bulan Ramadhan. untuk info lebih jelas dan lengkpnya, silahkan simak penjelasan dibawah ini.

Amalan Wanita Haid dan Nifas

Wanita Haid dan Nifas Sudah tentu, ia tidak boleh melaksanakan shalat, berpuasa, dan menyentuh mushaf al-Quran, namun amal-amal selain tiga amalan tersebut tetap dianjurkan untuk melaksanakannya, di antaranya:

  1. Memperbanyak doa dan zikir Utamanya di malam-malam hari bulan Ramadhan, terkhusus lagi pada sepertiga malam yang terakhir, dan malam Lailatul Qadr.

Rasulullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Wahai sekalian wanita beriman, perbanyaklah tahlil (Laa ilaaha illallaah) dan Tasbih (Subhaanallaah)…” [HR Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad, dengan sanad hasan]

  1. Membaca al-Quran.

Wanita haid atau nifas tetap diperbolehkan membaca alQuran asal ia tidak menyentuh mushaf secara langsung. Ini merupakan pendapat yang shahih. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

Baca Juga :  Komunikasi Interpersonal – Pengertian, Teori, tahapan, Komponen dan Tujuan

“Tidak ada sunnah yang menjelaskan larangan membaca al-Quran bagi wanita haid. Dahulu pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam para wanita juga haid, namun jika membaca al-Quran diharamkan atas mereka seperti halnya shalat, maka ini tentu akan dijelaskan oleh Rasulullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada umatnya, dan pasti diketahui oleh Ummahatul mukminin dan disebarkan kepada umat Islam. Namun ketika tidak ada satu pun yang menukil dari Nabi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang larangan wanita haid membaca al-Quran ini, maka tidak boleh diklaim sebagai perkara yang haram selama tidak diketahui bahwa beliau melarang hal ini.” [Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah 26/191]

Namun apabila ia ingin membaca al-Quran dari mushaf secara langsung, maka hendaknya memakai sarung tangan atau semisalnya agar tidak menyentuhnya secara langsung tatkala membuka lembaran-lembarannya.

  1. Banyak bersedekah Ini merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihiwasallam dalam bulan Ramadhan.

Dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu disebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi ketika tiba bulan Ramadhan saat Jibril datang menjumpainya…” [HR Bukhari dan Muslim] Juga hendaknya memasak atau membuat makanan sahur dan berbuka puasa untuk para tetangga, jamaah masjid, atau keluarganya, karena ini sangat besar pahalanya di sisi Allah Ta’ala. Dalam hadits disebutkan:

“Barang siapa yang memberi makan orang berbuka, maka Allah menetapkan atasnya pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” [HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai dalam Al-Kubra, dan Ibnu Majah, shahih]

  1. Memperbanyak amalan-amalan kebaikan lainnya Seperti tetap mengajari anak-anak, bersilaturahmi kepada keluarga dan saudarinya seiman, menziarahi orang sakit dan amalan lainnya yang sangat dianjurkan dalam bulan Ramadhan.
Baca Juga :  Ekonomi Kerakyatan - Pengertian, Ciri-ciri dan Tujuannya

Hukum Haid atau Nifas

Hukum Haid atau Nifas pada Bulan Ramadhan

  1. Wanita haid atau nifas haram baginya berpuasa, shalat, dan menyentuh mushaf al-Quran secara langsung.
  2. Seorang wanita yang haid/nifas ketika sedang berpuasa, memiliki beberapa kondisi:

• Haid/nifasnya datang pada pagi atau siang hari atau beberapa saat sebelum waktu berbuka puasa, maka puasanya pada hari itu batal, dan wajib baginya untuk mengqadha’ di luar Ramadhan.
• Jika ia suci pada malam harinya, atau beberapa saat sebelum adzan Shubuh, maka ia wajib berpuasa pada pagi harinya, walaupun ia belum mandi wajib, sebab mandi wajibnya bisa dilakukan selepas adzan Shubuh.

Hukum Wanita Hamil/Menyusui dalam Bulan Ramadhan

Wanita hamil atau menyusui tetap diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan selama ia sanggup melakukannya, namun jika ia tidak sanggup, maka pembahasannya telah dipaparkan pada judul “Rukhsah Puasa”, silakan dirujuk kembali.

Demikian info kali ini terkait Amalan dan Hukum Wanita Haid atau Nifas di Bulan Ramadhan. semga apa yang dijabarkan di atas dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat bernilai pahala. terima kasi banyak ayas kunjungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.