Anus – Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian-bagian, Anatomi, Penyakit dan cara menjaga kesehatan Anus.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat datang di Lazuare.com. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas Artikel tentang Anus yang dilengkapi dengan beberapa poin penting yakni Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian-bagian, Anatomi, Penyakit dan cara menjaga kesehatan Anus.

 

ANUS

Anus, dubur, atau lubang bokong (bahasa Latin: ānus) adalah sebuah bukaan dari rektum ke lingkungan luar tubuh.
Anus manusia terletak di bagian tengah bokong, bagian posterior dari peritoneum. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Terdapat dua otot sphinkter anal (di sebelah dalam dan luar). Otot ini membantu menahan feses saat defekasi. Salah satu dari otot sphinkter merupakan otot polos yang bekerja tanpa perintah, sedangkan lainnya merupakan otot rangka. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar) yang merupakan fungsi utama anus. Penjelasannya ini akan diuraikan selengkapnya dibawah ini :

Pengertian Anus

Anus merupakan suatu bagian terakhir dari sistem pencernaan pada manusia serta hewan. Anus ini juga disebut dengan dubur, dubur merupakan perpanjangan dari rektum yang berada di luar tubuh. Terbuka atau tertutupnya anus diatur oleh otot sfingter.

Anus adalah bagian terakhir dari saluran pencernaan. Panjang anus adalah kira-kita 4-5 cm. Anus memainkan peranan penting untuk defekasi. Sekiranya terjadi kelainan,defekasi tidak dapat berlangsung normal.Terdapat beberapa otot yang membantu anus agar defekasi lancar seperti m.puborektal merupakan bagian dari otot levator ani,sfingter ani eksternus (otot lurik) dan sfingter ani internus (otot polos).

Perdarahan arteri didapatkan dari a.hemoidalis superior,a.hemoidalis media dan a.hemoidalis inferior.Venanya pula terdiri dari v.hemoidalis superior dan v.hemoidalis inferior. Inervasi kanalis ani diatur oleh saraf somatik sehingga sangat sensitif terhadap rasa sakit.
Kelainan congenital yang didapatkan pada anus adalah atresia ani,yaitu kegagalan pembentukan lubang anus,yang disebabkan kelainan genetic.Pada orang dewasa,kelainan yang sering didapatkan adalah hemoroid.Hemoroid terjadi karena pelebaran vena di dalam pleksus hemoroidalis. Hemoroid terdiri atas dua tipe,yaitu hemoroid interna dan eksternal.
Anus juga dapat terkena infeksi,yang sering menular melalui hubungan seksual seperti kondiloma akuminata.Infeksi antara lain boleh menyebabkan timbulnya abses pada anus.Selain kelainan jinak,keganasan dapat timbul pada anus,seperti karsinoma basoselular dan karsinoma planoselular.

Fungsi Anus

Anus adalah ujung saluran gastrointestinal (GI). Saat rektum penuh, tubuh Anda merasakan keinginan untuk buang air besar. Sfingter ani bagian dalam mengendur dan mendorong tinja dari rektum ke dalam saluran anus. Setelah sfingter anal eksternal mengendur, tinja didorong keluar dari tubuh melalui anus.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah fungsi anus:

1. Proses Defekasi
Fungsi anus yang pertama adalah untuk melakukan proses defekasi. Defekasi adalah proses di mana tubuh membuang kotoran sisa pencernaan dalam bentuk feses. Defekasi terjadi akibat adanya reaksi otot pada dinding rektum yang dipengaruhi oleh sistem saraf, otot yang bereaksi tersebut adalah otot sfingter.

Baca Juga :  File Adalah – Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Membuat Dan Contoh

2. Mengatur Keluarnya Feses
Fungsi anus yang kedua yaitu untuk membantu mengatur keluarnya feses. Pada saat proses buang air besar, kita juga bisa mengatur pengeluaran feses sesuai dengan apa yang kita inginkan.

3. Menahan BAB di Saat Tertentu
Fungsi anus yang ketiga yakni untuk menahan BAB di saat tertentu. Saat kita belum berada di toilet, atau saat belum pergi menuju toilet, kita sering menahan BAB terlebih dahulu. Hal ini dapat terjadi karena adanya kontraksi otot sfingter serta levator setelah menerima impuls dari otak. Otak mengeluarkan impuls tersebut pada saat kita ingin menahannya.

Struktur Anus

Adapun dibawah merupakan penjelasan mengenai Struktur Anus sebagai berikut:
Kulit di sekitar anus tersebut merupakan kulit berkeratin, yang dilapisi oleh epitel skuamos stratified dan juga memiliki komponen kulit rambut halus, kelenjar sebasea, kelenjar keringat, serta juga nervus somatik (ini sensitif terhadap nyeri), tanpa adanya komponen kulit itu maka kulitnya nampak itu seperti dilapisa sel epitel kuboid.

Saluran anal tersebut juga mempunyai panjang sekitar 2 – 4,5 cm, dikelilingi oleh otot berbentuk seperti cincin yang disebut dengan sebutan sfingter anal internal serta juga sfingter anal eksternal. Saluran tersebut juga dilapisi oleh adanya membran mukosa, bagian atas saluran ini mempuynyai sel yang menghasilkan sekret di dalam memudahkan feses keluar dari tubuh.

Bagian-bagian Anus

Anus terbagi 6 bagian yakni Anal Canal, Rektum, Sfingter Anal Internal, Sfingter Anal Eksternal, Pectinate Line dan Kolom Anal. Adapun penjelasannya dibawah ini sebagai berikut:

1). Anal Canal
Anal Canal (Kanalis Anal) ini merupakan suatu saluran dengan panjang sekitar 4 cm yang dikelilingi oleh sfingter anus. Bagian atasnya itu dilapisi oleh mukosa glandular rektal. Fungsi Kanal ini merupakan penghubung antara rektum dengan bagian luar tubuh.

2). Rektum
Rektum sebenarnya ini merupakan sebuah organ yang berbeda dengan anus. Rektum ini merupakan ruangan dengan panjang sekitar 12 – 15 cm yang berada setelah kolon (usus besar). Fungsi rektum adalah untuk menampung feses sementara, pada saat rektum tersebut sudah penuh, maka dinding rektum itu akan memberikan impuls (rangsangan) ke otak sehingga timbul keinginan untuk buang air besar (defekasi)

3). Sfingter Anal Internal
Sfingter anal internal ini merupakan jaringan otot polos yang mengelilingi 2,5 cm bagian kalis anal. Sfingter anal internal ini mempunyai ketebalan sekitar 5 mm, sebab disusun oleh serat otot polos, maka kerja dari sfingter ini berlangsung secara tidak sadar dan juga tidak bisa dikontrol. Fungsi dari sfingter anal internal ini ialah untuk mengatur pengeluaran feses disaat buang air besar supaya feses tersebut tidak kembali masuk ke usus.

4). Sfingter Anal Eksternal
Sfingter Anal Eksternal ini merupakan jaringan otot rangka (lurik) berbentuk elips yang melekat pada dinding anus. Panjangnya itu sekitar 8 – 10 cm. Fungsi dari sfingter anal eksternal ini adalah untuk membuka dan juga menutup kanalis anal. sebab disusun oleh otot rangka (lurik) maka kerja dari sfingter ini adalah secara sadar. Otot inilah yang membuat kita bisa/dapat menahan proses defekasi (Buang Air Besar) untuk beberapa saat.

Baca Juga :  Landasan Pendidikan – Pengertian Menurut Para Ahli, Penting, Fungsi, Jenis & Ruang Lingkup

5). Pectinate Line
Pectinate Line ini merupakan garis yang berguna ialah sebagai garis pembagi antara dua pertiga (atas) dengan bagian sepertiga (bawah) anus. Fungsi dari Pectinate line itu termasuk penting sebab bagian ini yang dipisahkan olehnya membuanya struktur dan juga fungsi yang berbeda.

6). Kolom Anal
Kolom Anal atau yang juga sering disebut juga dengan Kolom Morgagni yang merupakan beberapa lipatan membran mukosa dan juga serat otot. Nama Morgagni’s ini didapat dari sebuah penemunya yakni Giovanni Battista Morgagni. kegunaan dari kolom anal ialah untuk pembatas dinding anus.

Anatomi Anus

Daerah batas rektum dan kanalis analis ditandai dengan perubahan jenis epitel. Kanalis analis dan kulit luar disekitarnya kaya akan persyarafan sensoris somatik dan peka terhadap rangsang nyeri, sedangkan mukosa rektum mempunyai persarafan autonom dan tidak peka terhadap nyeri. Nyeri bukanlah gejala awal pengidap karsinoma rektum, sementara fisura anus nyeri sekali. Darah vena diatas garis anorektum mengalir melalui sistem porta, sedangkan yang berasal dari anus dialirkan ke sistem kava melalui cabang v.iliaka.

Kanalis analis berukuran panjang kurang lebih 3cm. Batas antara kanalis anus disebut garis anorektum, garis mukokutan, linea pektinata atau linea dentata. linea pectinea / linea dentata yang terdiri dari sel-sel transisional. Dari linea ini kearah rectum ada kolumna rectalis (Morgagni), dengan diantaranya terdapat sinus rectalis yang berakhir di kaudal sebagai valvula rectalis.

Didaerah ini terdapat kripta anus dan muara kelenjar anus antara kolumna rektum. Infeksi yang terjadi disini dapat menimbulkan abses anorektum yang dapat menimbulkan fistel. Lekukan antar sfingter sirkuler dapat diraba didalam kanalis analis sewaktu melakukan colok dubur dan menunjukkan batas antara sfingter interna dan sfingter eksterna (garis Hilton).

Cincin sfingter anus melingkari kanalis analis dan terdiri dari sfingter intern dan sfingter ekstern. sisi posterior dan lateral cincin ini terbentuk dari fusi sfingter intern, oto longitudinal, bagian tengah dari otot levator (puborektalis), dan komponen m.sfingter eksternus.

Penyakit Yang dapat Menyerang Anus

Fungsi anus dan rektum tentu akan bermasalah bila mengalami beberapa penyakit.
Pada kasus yang cukup parah, keduanya bisa mengalami kanker anus dan kanker kolorektal.
Inilah penyakit yang kerap muncul pada dubur dan rektum:

1. Ambeien
Ambeien atau wasir adalah salah satu penyebab gangguan fungsi anus dan rektum yang kerap muncul.
Wasir muncul akibat peradangan dan pembengkakan pembuluh darah pada anus dan rektum bagian bawah.
Ambeien bisa muncul dari dalam rektum atau di bagian bawah kulit luar anus.

Baca Juga :  Glukosa – Pengertian, Rumus, Fungsi, Struktur dan Metabolisme

2. Prolaps rektum
Prolaps rektum adalah dinding rektum yang keluar dari tempat seharusnya. Dalam kondisi yang lebih parah, rektum bahkan keluar dari saluran dubur.
Melansir buku yang terbit di National Center for Biotechnology Information, kondisi ini bisa muncul akibat meningkatnya gerakan usus, tekanan berlebih pada perut, hingga kondisi bawaan lahir.

3. Fisura ani
Fisura ani adalah robekan pada jaringan mukosa yang melapisi anus.
Robekan ini biasanya muncul saat buang air besar terlalu keras atau besar. Hal ini menyebabkan buang air berdarah.

4. Abses perirektal dan perianal
Abses perirektal dan abses perianal adalah gangguan yang menyebabkan timbulnya kumpulan nanah di daerah rektum dan anus.
Kondisi ini muncul akibat penyumbatan kelenjar pada anus. Jadi, bakteri pun berkumpul dan menyebabkan peradangan di area rektum dan anus.

5. Fistula ani
Fistula ani adalah munculnya saluran kecil di antara ujung usus dan kulit di dekat anus.
Kondisi ini muncul akibat infeksi di dekat anus yang menimbulkan nanah. Ketika nanah sudah menghilang, biasanya muncul saluran kecil.

6. Inkontinensia alvi
Penderita inkontinensia alvi tidak bisa mengontrol kapan feses keluar atau menahannya, termasuk saat tidur.
Beberapa kondisi yang memicu inkontinensia alvi adalah trauma punggung, gangguan sfingter, operasi dubur atau rektum, multiple sklerosis, dan diabetes.

Cara Mejaga kesehatan Anus

Anda sebaiknya terus menjaga fungsi anus harus agar proses buang air besar tetap lancar.
Berikut ini cara menjaga kesehatan anus dan rektum yang bisa Anda ikuti.

1. Minum air putih dan konsumsi serat yang cukup agar terhindar dari sembelit.
2. Bersihkan area dubur dengan air dan gosok perlahan agar tidak terluka.
3. Hindari makanan dan minuman penyebab susah buang air besar.
4. Cuci tangan dan jaga kebersihan asupan agar terhindar dari diare.
5. Hindari duduk di kloset terlalu lama.
6. Dapatkan vaksinasi hepatitis A, hepatitis B, dan HPV.
7. Gunakan pakaian dalam dengan bahan katun.

Anus berperan penting untuk mengeluarkan kotoran.
Untuk itu, selalu jaga kesehatan pencernaan Anda agar mengurangi risiko penyakit yang mengganggu anus.

Demikianlah artikel kami tentang Anus dimana pembahasannya dimulai dari Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian-bagian, Anatomi, Penyakit dan cara menjaga kesehatan Anus. Semoga dapat bermanfaat untuk teman-teman semua. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.