Asam Urat – Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Tahapan, Cara Mencegah, Komplikasi dan Pengobatan Penyakit Asam Urat.

Selamat datang di Lazuare.com .
Penyakit Asam urat mungkin teman-teman tidak asing lagi dengan penyakit ini. Selama ini penyakit asam urat lebih dikenal sebagai penyakit yang sering menyerang kebanyakan orang. Khususnya yang sudah lanjut usia atau 40 tahun ke atas yang sering terlihat menderota penyakit ini. Namun dengan gaya hidup serba instant dan modern seperti sekarang gejala asam urat seringkali juga ditemukan pada orang yang lebih muda. Nah untuk lebih jelasnya melalui arikel ini kami akan menjabarkan pembahasan tentang Asam Urat yang meliputi Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Tahapan, Cara Mencegah, Komplikasi dan Pengobatan Penyakit Asam Urat. Berikut penjelasannya dibawah ini:

Pengertian Asam Urat

Penyakit asam urat adalah kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. Semua sendi di tubuh berisiko terkena asam urat, tetapi sendi yang paling sering terserang adalah jari tangan, lutut, pergelangan kaki, dan jari kaki. Umumnya, penyakit asam urat dapat lebih mudah menyerang pria, khususnya mereka yang berusia di atas 30 tahun. Sedangkan pada wanita, penyakit asam urat ini dapat muncul setelah terkena menopause.

Rasa sakit yang dialami pengidap asam urat dapat berlangsung selama rentang waktu 3-10 hari, dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama. Sering kali orang salah kaprah dan menyamakan penyakit asam urat dengan rematik. Padahal, rematik adalah istilah yang menggambarkan rasa sakit pada persendian atau otot yang mengalami peradangan.

Penyakit asam urat (gout/pirai) hanya salah satu penyebab nyeri pada persendian. Mengenali gejala dan tanda pada gout dapat membantu seseorang membedakan dengan nyeri sendi yang disebabkan oleh kondisi lain.Pembengkakan tidak hanya terjadi di sendi, namun juga di daerah sekitar sendi disertai warna kulit yang memerah. Pada tahap ini, penderita dapat tidak mampu bergerak secara leluasa.Banyak orang mengira apabila kadar asam urat di dalam darah tinggi (hiperurisemia), maka akan terkena gout. Hal ini tidak benar, karena hanya sekitar 1/3 penderita hiperurisemia yang mengalami gout.

Pada kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui urine. Akan tetapi pada kondisi tertentu, asam urat dapat menumpuk akibat tubuh menghasilkan asam urat dalam jumlah yang berlebihan atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat. Kadar asam urat dalam darah yang berlebihan akan menyebabkan pembentukan kristal di sendi. Kristal ini akan memicu peradangan, sehingga penderita akan mengalami gejala nyeri dan bengkak pada sendi, biasanya di kaki.Selain di sendi, kristal asam urat juga bisa terbentuk di ginjal dan saluran kemih. Kondisi tersebut dapat mengganggu fungsi ginjal atau menyebabkan batu ginjal atau batu saluran kemih.

Perlu diketahui, meski disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia), tidak semua orang dengan hiperurisemia mengalami penyakit asam urat.

Penyebab Asam Urat

Secara umum, penyebab asam urat adalah terjadinya pemecahan sel terus menerus sehingga menghasilkan asam urat yang berlebihan. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Penyebab asam urat yang lain adalah metabolism tubuh yang kurang sempurna. Penyebab asam urat bisa juga dari kegagalan ginjal mengeluarkan asam urat tersebut melalui air seni.

Meskipun penyebab asam urat dapat disimpulkan adalah karena terjadinya pemecahan sel secara terus menerus, penyakit asam urat termasuk penyakit yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti secara klinis. Penyebab asam urat diduga berkaitan dengan faktor genetik dan faktor hormonal. Hal inilah yang menyebabkan ketidaknormalan metabolisme tubuh yang merupakan penyebab asam urat meningkat secara drastis.

Baca Juga :  Mahkamah Agung – Pengertian, Kedudukan, Fungsi, Tugas, Wewenang, Susunan, Pengangkatan & Pemberhentian

Namun demikian, efek kebalikan dari asam urat yang berlebihan juga bisa menjadi penyebab asam urat. Pengeluaran asam urat secara berlebihan menyebabkan kadar sangat rendah dan memicu tubuh mengeluarkan kembali yang kadarnya bisa berlebihan dan menyebabkan asam urat tinggi. Penyebab asam urat yang paling utama adalah makanan. Asam urat dapat meningkat dengan cepat antara lain disebabkan karena nutrisi. Konsumsi makanan dengan kadar purin tinggi adalah satunya. Purin adalah salah satu senyawa basa organik yang menyusun asam inti sel yang jika bereaksi dapat meningkatkan asam urat dengan cepat.

Penyebab asam urat sering diasumsikan berasal dari kondisi alami tubuh, padahal kondisi tubuh yang buruk utamanya terjadi karena pola makan yang salah. Oleh karena itu, untuk menghindari asam urat, anda harus mulai memperhatikan berbagai makanan penyebab asam urat untuk anda hindari.

Secara rinci berikut adalah beberapa faktor yang menjadi penyebab penyakit asam urat, antara lain:

1. obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes
2. memiliki riwayat penderita gout dalam keluarga
3. gangguan ginjal
4. mengonsumsi makanan yang tinggi akan asam urat seperti daging merah dan seafood;
5. mengonsumsi terlalu banyak minuman gula tinggi dan minuman beralkohol
6. Menggunakan obat-obatan dengan jenis tertentu, seperti obat pengencer darah, obat penghambat enzim, dan obat-obatan kemoterapi.

Gejala Asam Urat

Pada awalnya, artritis gout bisa tidak menimbulkan gejala yang berarti. Biasanya gejala mulai terasa ketika penyakit ini sudah berlangsung lama dan ditandai dengan serangan asam urat yang tiba-tiba dan terus berulang. Serangan ini pun cenderung sering terjadi pada tengah malam.

Adapun tanda dan gejala asam urat yang paling umum adalah:

1. Sendi mendadak terasa sangat sakit yang umumnya pertama kali terjadi pada pagi hari.
2. Sendi bengkak.
3. Kesulitan untuk berjalan akibat sakit yang mengganggu, khususnya di malam hari.
4. Nyeri akan berkembang dengan cepat dalam beberapa jam dan disertai nyeri hebat, pembengkakan, rasa panas, serta muncul warna kemerahan pada kulit sendi.
5. Sendi terasa hangat dan lunak ketika ditekan.
6. Saat gejala mereda dan bengkak pun mengempis, kulit di sekitar sendi yang terkena akan tampak bersisik, terkelupas dan terasa gatal.
7. Meski gejala penyakit ini bisa mereda dengan sendirinya, harus tetap dilakukan pengobatan untuk mencegah risiko kambuh dengan tingkat gejala yang meningkat.

Gejala atau serangan gout dapat berlangsung selama beberapa hari atau minggu. Namun, pada kasus yang parah, serangan bisa bertahan lebih lama.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas.

Diagnosis Asam Urat

Penyakit asam urat mudah mengecoh diagnosis dokter karena sebagian besar gejalanya hampir sama dengan penyakit lain, seperti rematik (rheumatoid arthritis). Padahal, rematik dan asam urat berbeda, termasuk penyebab yang ditimbulkannya.
Maka dari itu, jika seseorang dicurigai mengalami gout, ada beberapa pemeriksaan yang dianjurkan oleh dokter. Berikut beberapa tahap yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis asam urat.

1. Wawancara medis/Anamnesis
Sama halnya dengan penegakan penyakit lain, hal pertama yang harus dilakukan dalam wawancara medis atau anamnesis.
Sangat penting untuk menggali lebih dalam mengenai keluhan yang dialami pasien, seperti sejak kapan, lokasi keluhan, karakteristik nyeri, faktor pemicu dan peringan gejala, durasi nyeri, dan tingkat keparahan nyeri.
Kriteria untuk mencurigai adanya asam urat adalah munculnya nyeri yang berlangsung cepat dan peradangan sendi.
Peradangan ini dapat berpindah dari satu sendi ke sendi yang lain, terutama di sendi jempol kaki. Keluhan nyeri biasanya akan hilang setelah serangan.

Baca Juga :  Kecerdasan Naturalis – Pengertian, Ciri, Indikator, Strategi dan Cara Mengembangkannya

2. Pemeriksaan Fisik
Setelah melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk menilai langsung lokasi nyeri sendi yang dialami dan menilai tingkat keparahannya.

3. Tes/Pemeriksaan cairan sendi
Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil cairan sendi yang terkena menggunakan jarum suntik, untuk kemudian diperiksa di laboratorium atau pemeriksaan cairan yang ada di sekitar sendi (synovial fluid).. Kristal uric acid mungkin akan terlihat dengan pemeriksaan di bawah mikroskop.
Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menemukan adanya kristal-kristal asam urat.

4. Tes darah/Pemeriksaan Darah
Tes ini bertujuan untuk mengetahui kadar uric acid di dalam darah. Pemeriksaan darah akan dilakukan untuk menilai apakah benar terjadi peningkatkan kadar asam urat di dalam darah.
Jika ada kecurigaan terhadap komplikasi, akan dilakukan juga pemeriksaan fungsi ginjal dan penunjang lainnya.

5. Tes/Pemeriksaan urine
Selain melakukan tes darah, kadar uric acid juga akan dilihat di dalam urine Anda. Bila tidak normal, maka Anda sangat mungkin mengalami penyakit ini.

6. Rontgen sinar-X
Apabila dicurigai menderita kondisi ini, penderita perlu melakukan rontgen untuk melihat lebih jauh penyebab peradangan yang terjadi pada sendi.

7. CT-scan atau ultrasound (USG) /Pemeriksaan Radiologi
Kedua pemeriksaan ini dapat mendeteksi tumpukan kristal di sendi, meskipun penderitanya tidak menimbulkan gejala.
Meskipun jarang dilakukan untuk menegakkan diagnosis, pemeriksaan radiologi seperti rontgen dapat dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya.
Melalui pemeriksaan ini dapat dipastikan bila terjadi peningkatan asam urat dan kristal-kristal asam urat.

Tahapan Penyakit Asam Urat

Berikut adalah tahapan penyakit tersebut:

Tahap pertama Asymptomatic “Tanpa Gejala”:
Pada tahap ini, kadar uric acid sudah naik dan kristal urat sudah terbentuk di sekitar sendi, tetapi belum ada gejala yang muncul. Kristal ini bisa menyebabkan peradangan sendi pada kemudian hari. Namun, sebagian besar orang dengan kadar uric acid tinggi bisa saja tidak akan pernah mengalami gout.

Tahap kedua (akut):
Pada tahap ini, kristal urat dilepaskan ke dalam cairan sendi dan menyebabkan peradangan hingga menimbulkan gejala. Serangan gejala asam urat yang tiba-tiba dan tidak terduga pada malam hari pun dapat terjadi.

Tahap ketiga (Intercritical):
Seseorang yang mengalami serangan pertama umumnya akan mengalami serangan lain pada suatu waktu. Masa di antara dua serangan tersebut termasuk ke dalam tahap ketiga. Kondisi ini tampak seperti sudah membaik, tetapi sebenarnya membutuhkan pengobatan jangka panjang untuk mencegah serangan pada masa mendatang.

Tahap keempat (kronis):
Tahap ini kristal urat sudah membentuk benjolan (tophi) dan seseorang bisa merasakan nyeri sendi setiap saat. Pada tahap ini, kerusakan sendi progresif berkembang dan pasien perlu segera mendapat pengobatan.

Cara Mencegah Penyakit Asam Urat

Berikut beberapa cara mencegah penyakit asam urat yaitu:

1. Jumlah kalori yang berasal dari makanan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh berdasarkan anindeks masa dengan aktivitas fisik.
2. Mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana “zat gula”.
3. Menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung zat purin tinggi, seperti: jeroan “hati, limpa, babat, usus, paru otak, jantung, sari laut “udang, kerang, remis, kepiting” makanan kaleng “ikan sarden, comet beef”, ekstrak daging “kaldu”, unggas ” bebek, angsa, burung dara, ayam”, buah-buahan “durian, alpokat, nanas, air kelapa, melinjo dan emping melinjo”.
4. Menghindari alkohol “bir, wiski, anggur, tape, brem, tuak dan minuman hasil fermentasi”.
5. Membatasi konsumsi protein hingga 15% dari total kalori.
6. Membatasi konsumsi lemak jenuh dan tidak jenuh “santan, daging berlemak, mentega dan makanan menggunakan minyak” hanya 15% dari total kalori.
7. Perbanyak minum air putih
8. Minum kopi secukupnya.
9. Mengkomsumsi buah yang memiliki antioksidan tinggi.
10.Menghindari obesitas.
11.Mengubah gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga.

Baca Juga :  Manajemen Logistik – Pengertian, Makalah, Fungsi Dan Contohnya

Komplikasi Penyakit Asam Urat

Meski penyakit asam urat jarang menimbulkan komplikasi, namun tetap patut kita waspadai. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, di antaranya:

1. Tophi
Kondisi ini ditandai dengan penumpukan kristal-kristal di bawah permukaan kulit yang membentuk benjolan bernama tophi. Umumnya terbentuk di jari, tangan, kaki, siku atau pergelangan kaki.
2. Peradangan Meluas/Kerusakan sendi
Jika kondisi serangan akut tidak dapat tertangani dengan baik, peradangan pada sendi dapat menjadi berat dan meluas. Bila penderita mengacuhkan anjuran untuk minum obat, maka bukan tidak mungkin persendiannya akan rusak permanen. Kondisi ini meningkatkan risiko cedera dan gangguan kesehatan tulang serta sendi lainnya.
3. Gangguan Fungsi Ginjal
Kadar asam urat dalam darah yang tidak tertangani dengan baik dapat memperberat fungsi ginjal.
4. Batu Ginjal
Kadar uric acid yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu asam urat pada ginjal.

Pengobatan Penyakit Asam Urat

Pengobatan asam urat yang dilakukan memiliki dua sasaran utama yakni untuk meringankan gejala asam urat dan mencegah serangan kembali terjadi. Biasanya, terdapat dua jenis pengobatan untuk penyakit asam urat.
Pertama, pengobatan asam urat yang bisa diterapkan untuk meringankan gejala asam urat adalah dengan menempelkan kantung atau kain berisi es pada bagian sendi yang sakit. Kemudian pengobatan kedua adalah dengan cara mengonsumsi obat pereda sakit dan obat-obatan golongan steroid.

Jika Anda mengalami serangan asam urat atau terjadi kekambuhan, selain minum obat dari dokter, Anda dapat melakukan cara rumahan berikut untuk membantu mengatasinya:
1. Istirahat.
2. Angkat anggota tubuh yang terasa nyeri untuk mengurangi pembengkakan.
3. Berikan kompres es pada sendi yang meradang selama sekitar 20 menit.
4. Ulangi kompres sesering yang diperlukan.

Perlu diketahui, gout tidak dapat disembuhkan. Meski demikian, kondisi ini dapat dikontrol dengan pengobatan.
Keluhan yang dirasakan penderita asam urat biasanya akan hilang dalam waktu 24 jam setelah pengobatan dimulai.

Berikut beberapa cara mengobati asam urat.

1. Antinyeri
Pengobatan gout secara umum dilakukan dengan obat antiinflamasi golongan NSAIDs, seperti ibuprofen atau naproxen.
Obat asam urat ini secara umum diberikan untuk mengobati serangan berat dan mendadak untuk menurunkan peradangan dan nyeri.

2. Antiradang
Untuk penderita gout yang tidak dapat menggunakan NSAIDs akan diberikan kortikosteroid, steroid yang bekerja menurunkan peradangan.
Steroid dapat disuntik (injeksi) langsung pada sendi yang terkena atau diminum dalam bentuk pil.

3. Penurun Asam Urat
Setelah kondisi serangan akut atau nyeri ditangani dengan baik, akan dilakukan upaya kontrol kadar uric acid dalam darah.
Biasanya dokter akan memberikan resep allopurinol yang harus dikonsumsi rutin.

Demikianlah pembahasan artikel ini tentang Asam Urat yang meliputi Pengertian, Penyebab, Gejala, Diagnosis, Tahapan, Cara Mencegah, Komplikasi dan Pengobatan Penyakit Asam Urat. Semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan teman-teman. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.