Bentuk dan Kadar Zakat Fitri

Mengeluarkan zakat memang sudah menjadi kewajiban bagi seorang umat muslim. Apalagi jika mempunyai sebagian harta lebih atau dapat dikatakan sebagai orang yang berkecukupan hidupnya.

Tentu bagi setiap umat muslim, sudah tidak asing lagi dengan zakat fitrah karena zakat jenis ini merupakan yang sering dikeluarkan atau dibayarkan di setiap Ramadan sebelum menjelang hari Raya Idul Fitri.

Namun sering sekali, banyak yang bingung bagaimana cara menghitung zakat fitrah itu sendiri, bahkan tak segan-segan banyak umat muslim yang bertanya-tanya kepada Kyai untuk mendapatkan jawaban paling tepat mengenai hal ini, karena apabila tidak tepat maka bisa jadi zakat yang sudah dikeluarkan tidak sah akibat hitungan tidak tepat.

Untuk lebih jelasnya silahkan simak dibawah ini penjelasan tentang Bentuk dan Kadar Zakat Fitri.

Bentuk zakat fitri

Zakat fitri dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan pokok yang dikonsumsi di daerah mana zakat fitri itu dikeluarkan,dari jenis yang biasa dikonsumsi oleh si wajib zakat. Hal ini berdasarkan hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewajibkan zakat fitri dari bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari tepung sya’ir atas setiap orang merdeka dan budak, laki-laki dan perempuan, kecil dan besar, dari kaum muslimin.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Seorang yang biasa mengonsumsi beras dari jenis yang mahal misalnya, harus mengeluarkan beras dari jenis tersebut sebagai zakat fitrinya. Sebaliknya seorang yang biasa mengonsumsi beras dari jenis yang murah juga mengeluarkan beras dari jenis tersebut sebagai zakat fitrinya.

Baca Juga :  Majas Metonimia

Apakah boleh mengeluarkan zakat fitri dalam bentuk uang?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian ulama membolehkan, namun mayoritas ulama tidak membolehkan. Pendapat yang kuat adalah pendapat mayoritas ulama yang mengkhususkan zakat fitri dalam bentuk bahan makanan dan tidak membolehkan dikeluarkannya zakat fitri dalam bentuk uang. Hal ini berdasarkan beberapa alasan:

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengeluarkan zakat fitri dan memerintahkan kaum muslimin untuk mengeluarkannya dalam bentuk bahan makanan.
  • Di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hidup,uang (dinar dan dirham) sudah dipergunakan untuk transaksi dan masyarakat pada saat itu juga sangat membutuhkan uang, namun beliau tidak pernah memerintahkan atau memberi pilihan untuk mengeluarkan zakat fitri dalam bentuk uang.
  • Syariat Islam sangat lengkap dan sempurna karena Islam tidak hanya mewajibkan zakat fitri namun juga mewajibkan zakat harta yang dikeluarkan dalam berbagai bentuk; emas, perak, uang, hewan ternak, dan hasil bumi. Dengan demikian kebutuhan masyarakat miskin terhadap uang sudah tertutupi dengan zakat harta yang dikeluarkan oleh kaum muslimin yang mampu.

Kadar zakat fitri

Zakat fitri adalah zakat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan makanan seperti beras, gandum, kurma dan bahan-bahan makanan pokok lainnya yang dikonsumsi secara umum oleh penduduk di suatu wilayah. Kadar bahan makanan yang dikeluarkan adalah 1sha’ per kepala berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu di atas.

Baca Juga :  Jasa - Pengertian, Klasifikasi dan Karakteristik

Akan tetapi para ulama kontemporer berbeda pendapat tentang takaran atau timbangan yang setara dengan 1 sha’. Hal itu disebabkan karena tidak adanya alat takar sha’ yang dipergunakan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dahulu yang masih ada hingga saat ini, sehingga sebagian ulama menetapkannya berdasarkan perkiraan yang didasarkan pada keterangan bahwa 1 sha’ setara dengan 4 mud berukuran sedang dari seorang laki-laki dewasa (ukuran satu mud adalah isi dari kedua telapak tangan yang dirapatkan dan terbuka ke atas) dan sebagian lagi mengonversi dari takaran dan timbangan masa lalu ke takaran dan timbangan modern dengan perhitungan tertentu.

Karena itu lebih mudah bagi masyarakat untuk mengikuti ketetapan pemerintah atau majelis ulama di negerinya masing-masing. Zakat fitrah yang harus dibayarkan adalah satu sha’ makanan atau 2,5 kg atau setara dengan 3,5 liter beras.

Hal ini telah dijelaskan oleh Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia bahwa zakat fitrah dapat dibayarkan dengan 3,5 liter atau 2,5 kg beras/makanan pokok dan selain beras juga dapat dibayar dengan uang sebanyak Rp.40.000 per orang, sehingga jika dalam satu rumah terdapat 5 (lima) orang maka zakat fitrah dibayarkan sebanyak Rp.200.000. Namun, nominal rupiah ini berbeda tiap daerah tergantung harga makanan pokok didaerah masing-masing.

Demikian info kali ini tentang Bentuk dan Kadar Zakat Fitri. Semoga bermanfaat dan Terima Kasih banyak atas kunjungannya.

Baca Juga :  Auditor - Pengertiani, Tanggungjawab, Kode etik, Prosedur dan jenis-jenis auditor

Leave a Reply

Your email address will not be published.