Berkarya Seni Rupa – Pengertian, Konsep, Proses, Tahapan dan Alat Berkarya Seni Rupa

Selamat datang di Lazuare.com . Kali ini kami akan membahas sebuah artikel yang mungkin tidak asing lagi di ingatan teman-teman yaitu tentang Berkarya Seni Rupa. Dengan seiring berkembangnya jaman, seni juga mengalami berbagai perubahan, ketika berbicara mengenai seni memang tak akan ada batasan tersendiri karena seni itu merupakan wujud ekspresi seseorang dalam menumpahkan imajinasinya yang berisikan cerita, keindahan, serta curahan hati yang membuat sebuah karya seni.Karya seni hanya bisa dinikmati ketika seseorang dapat mendalami makna yang terkandung dalam hasil karya tersebut dengan mengagumi sentuhan artistic yang sangat indah. Untuk lebih jelasnya kami akan menjabarkan secara rinci melalui Pengertian, Konsep, Proses, Tahapan dan Alat Berkarya Seni Rupa. Silahkan teman-teman simak secara seksama pembahasannya dibawah ini!

Pengertian Berkarya Seni Rupa

Berkarya seni rupa adalah merealisasikan konsep seni dengan cara mengekspresikannya dalam suatu karya seni. Karena pada dasarnya kita sebagai manusia tentunya suka akan suatu hal yang indah dan unik. Hingga sampai kita mengagumi sesuatu yang ada di alam sekitar, secara tidak langsung atau pun langsung. Keindahan serta keunikan itu bisa menimbulkan rasa senang, sedih bahagia dan haru. Dimulai dengan tahap ide/gagasan hingga wujud dari karya seni itu. Semuanya tak lepas dari hasil pengamatan serta interaksi dengan lingkungan sekitar atau pengalaman individu masing-masing individu.

Konsep Berkarya Seni Rupa

Berikut dibawah ini terdapat beberapa konsep dalam berkarya seni rupa, yaitu:

1. Melakukan Pengamatan/Buat observasi
Melakukan pengamatan mempunyai maksud untuk melaksanakan pengamatan terhadap realitas internal spiritual di dalam diri. Karena akan berkaitan dengan cita-cita, keinginan dan lainnya, untuk itu pengamatan sangatlah penting.

Baca Juga :  Pengertian Sastra Menurut Para Ahli

2. Menentukan Tema/Topiknya
Kemudian ketika proses pertama sudah dilakukan, kemudian tanyalah diri kalian pribagi bahwa kegiatan apakah yang paling kuat dan bisa untuk dituangkan dalam sebuah karya seni lukis, sehingga ini akan menjadi tema dalam karya seni yang akan dibuat.

3. Membuat Sketsa
Setelah topik apa yang harus dilukis gambarnya salah, buat sketsa dengan menelusuri ide-ide yang ditemukan. Kepuasan melukis adalah saat sebuah gagasan dapat diwujudkan dalam sebuah lukisan.

4. Menganalisis Sketsa
Sketsa selesai dibuat setelah itu diperlukan analisis dari aspek visual, konseptual, bahan baku seni dan teknik yang akan digunakan. Setelah tahap ini dilakukan, maka ekspresi diri seharunya sudah cukup penuh dan mulai tuangkan ekspresi tersebut di sebuah lukisan.

5. Menyajikan Karya
Setelah semua tahap selesai, sebuah karya seni Lukisa sekarang harus disajikan untuk menunjukkan pekerjaan yang dilakukan dengan sebuah pameran. Sebelum sebuah lukisan dipamerkan, sebuah lukisan harus terlebih dahulu diberikan ringkasan konsep, di mana label “hakim, tahun, media, nama pencipta, ukuran, foto karya seni” dan deskripsi visual diberikan.

Proses Berkarya Seni Rupa

Berikut dibawah ini beberapa proses berkarya seni rupa yang diantaranya yaitu:

1. Carilah ide atau gagasan berkarya
2. Temukan ide atau gagasan berkarya
3. Tuangkan ide atau gagasan berkarya dalam sketsa
4. Pindahkan sketsa
5. Persentasikan karya seni

Tahapan Berkarya Seni Rupa

Berikut dibawah ini adalah beberapa tahapan dalam barkarya seni rupa yaitu:

Baca Juga :  Pendekatan Sistem – Pengertian, Ciri, Siklus, Prototyping, Pengembangan dan Desain

1. Membentuk
Pembentukan dimulai dengan wangsit dan gagasan untuk menciptakan seni berwujud tiga dimensi yang memiliki nilai indah dengan media atau bahan tertentu. Teknik pembuatan bentuk seni, yaitu: belok, konstruksi analitik. Bangunan adalah cara untuk menciptakan karya seni dengan keterampilan.

2. Media atau bahan cetakan
Media dan bahan cetakan umumnya terdiri dari bahan yang fleksibel atau lunak. Bahan-bahan media untuk desain karya seni meliputi: tanah liat, plester, bubur kertas, plastisin. Sementara alat yang digunakan adalah tangan, bantalan papan, alat berputar, atau kayu datar, alat cetakan tersebut biasanya digunakan dalam pembuatan keramik.

3. Bentuk bentuk seni
Bentuk seni yang kaya seperti peralatan rumah tangga, keramik atau tembikar, batu bata kerikil, alat kerikil dan sebagainya.

4. Teknik membentuk
Bentuk, termasuk metode menciptakan seni visual, yang digunakan untuk melestarikan karya bernilai estetika melalui keterampilan seniman menggunakan media material dan alat cetakan. Misalnya, cetakan diharapkan membentuk cetakan, termasuk pencakar, spatula, dan sebagainya

Alat Berkarya Dalam Seni Rupa

Alat untuk berkarya seni rupa sangat banyak jenis dan ragamnya. Beberapa karya seni rupa bahkan memiliki peralatan khusus yang tidak dipergunakan pada jenis karya lainnya. Tetapi ada juga alat atau bahan yang dipergunakan hampir disemua proses berkarya seni rupa.
Alat-alat tulis (gambar) misalnya, adalah peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan hampir seluruh jenis karya seni rupa, terutama saat membuat rancangan karya seni tersebut. Dalam berkarya seni rupa dua dimensi setidaknya dikenal beberapa kategori alat utama untuk berkarya yaitu alat untuk membentuk, menggambar dan mewarnai serta alat mencetak (mendupilkasi).

Baca Juga :  Catatan Kaki - Pengertian, Fungsi, Tujuan, Prinsip, Jenis-jenis dan Cara penulisan

Seperti juga bahan, selain kategori alat utama tersebut, kita juga mengenal alat-alat bantu lainnya yaitu alat-alat yang peruntukannya tidak secara khusus untuk kegiatan berkarya seni rupa tetapi sangat diperlukan dalam kegiatan berkarya seni rupa seperti: alat pemotong (pisau dan gunting), alat pengering, alat pengukur dan sebagainya.

Alat-alat ini bersifat penunjang untuk memudahkan atau melancarkan proses pembuatan karya. Karena kemajuan teknologi, saat ini semua fungsi alat yang dipergunakan dalam berkarya seni rupa relatif dapat dilakukan oleh komputer. Walaupun demikian perlu disadari betul bahwa komputer hanyalah alat bantu.
Karya seni bagaimanapun juga membutuhkan kepekaan rasa yang sulit dihasilkan oleh program komputer. Kepekaan rasa adalah kompetensi unik dan khas yang hanya dimiliki manusia, berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Demikianlah tadi pembahasan tentang Berkarya Seni Rupa yang dimana dirincikan melalui Pengertian, Konsep, Proses, Tahapan dan Alat Berkarya Seni Rupa. Semoga dengan pembahasan tadi dapat bermanfaat buat teman-teman. Terimah kasih dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.