Biota Laut – Pengertian, Jenis-jenis, Manfaat dan Cara Melindungi Biota Laut

Dalam pembahasan mengenai pengetahuan alam, biota laut merupakan salah satu hal yang harus dipahami dengan baik.
Ya, hal ini dikarenakan biota laut adalah salah satu kekayaan ekosistem laut yang tentu saja berguna untuk menjaga kelangsungan kehidupan makhluk hidup yang tinggal di laut. Oleh karena itu, demi memahami apa sesungguhnya biota laut tersebut, pada kesempatan ini akan dibahas mengenai Biota Laut – Pengertian, Jenis-jenis, Manfaat dan Cara Melindungi Biota Laut

Pengertian Biota Laut

Berbincang tentang biota laut, hal paling pertama yang harus dipahami adalah mengenai pengertiannya. Ya, jika dipisah, akan ada dua kata yang membentuk term ini, yakni biota dan laut.
Menurut KBBI, biota adalah segala jenis makhluk hidup, baik tanaman dan hewan. Sedangkan laut adalah tempat di mana makhluk hidup tersebut tinggal dan hidup.
Jika disederhanakan, pengertian dari biota laut adalah segala jenis makhluk hidup yang tinggal, hidup dan berkembang biak di laut.
Tentu, dengan pengertian tersebut, maka akan ditemukan banyak sekali makhluk hidup di dalam laut. Tidak hanya ikan, tumbuhan, dan plankton, terumbu karang juga masuk dalam salah satu jenis biota laut yang ada dan tentu saja patut untuk dilestarikan.

Dalam ekologi, biota adalah keseluruhan kehidupan yang ada pada satu wilayah geografi tertentu dalam suatu waktu tertentu. Biota Laut adalah semua makhluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan atau karang . Secara umum kita dapat mengelompokkan biota laut menjadi tiga kelompok besar, yakni Plankton, Nekton, dan Bentos.Bahwa pembagian ini tidak ada kaitannya dengan kalsifikasi ilmiah, ukuran,atau jenis spesies saja, tetapi berdasarkan pada kebiasaan hidupnya secara umum masing-masing , juga berdasarkan gerak berjalan, pola hidup dan sebaran menurut ekologi.

Biota Laut adalah semua makhluk hidup yang ada di laut baik hewan maupun tumbuhan atau karang. Secara umum biota laut dibagi menjadi tiga kelompok besar yaitu plankton, nekton dan Bentos pembagain ini tidak ada kaitannya dengan klasifikasi ilmiah, ukuran, hewan atau tumbuhan tetapi berdasarkan pada kebiasaan hidup secara umum, seperti gerak berjalan, pola hidup dan persebaran menurut ekologi.

Jenis-jenis Biota Laut

ada Beberapa jenis dari biota laut dibawah ini yaitu:

  1. Plankton
  2. Plankton biota yg hidup di zona pelagik, gerakannya sangat lemah dan tidak dapat melawan gerakan air. Plankton terdiri atas phytoplankton dan zooplankton. Phytoplankton adalah tumbuhan plankton sedangkan zooplankton adalah binatang plankton.Plankton mencakup sejumlah besar biota di laut, baik dari jenisnya maupun kepadatannya.Seluruh plankton membentuk volume biota yg luar biasa besarnya. Hidup terbatas di permukaan laut hingga kedalaman beberapa ratus meter.Plankton dikategorikan dalam beberapa kategoyi, yaitu: Secara fungsional,plankton digolongkan menjadi empat golongan utama,yaitu fitoplankton, zooplankton, bakterioplankton, dan virioplankton.
  3. Fitoplankton
    Fitoplankton disebut juga plankton nabati, adalah tumbuhan yang hidupnya mengapung atau melayang dilaut. Ukurannya sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat oleh mata telanjang. Umumnya fitoplankton berukuran 2 – 200µm (1 µm = 0,001mm). fitoplankton umumnya berupa individu bersel tunggal, tetapi juga ada yang berbentuk rantai.
    Meskipun ukurannya sangat kecil, namun fitoplankton dapat tumbuh dengan sangat lebat dan padat sehingga dapat menyebabkan perubahan warna pada air laut.
    Fitoplankton mempunyai fungsi penting di laut, karena bersifat autotrofik, yakni dapat menghasilkan sendiri bahan organic makanannya. Selain itu, fitoplankton juga mampu melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan bahan organic karena mengandung klorofil. Karena kemampuannya ini fitoplankton disebut sebagai primer producer.
    Bahan organic yang diproduksi fitoplankton menjadi sumber energi untuk menjalan segala fungsi faalnya. Tetapi, disamping itu energi yang terkandund didalam fitoplankton dialirkan melalui rantai makanan. Seluruh hewan laut seperti udang, ikan, cumi – cumi sampai ikan paus yang berukuran raksasa bergantung pada fitoplankton baik secara langsung atau tidak langsung melalui rantai makanan.
  4. Zooplankton
    Zooplankton, disebut juga plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut. Kemampuan renangnya sangat terbatas hingga keberadaannya sangat ditentukan ke mana arus membawanya.
    Zooplankton bersifat heterotrofik, yang maksudnya tak dapat memproduksi sendiri bahan organik dari bahan inorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan hidupnya sangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen (consumer)bahan organik.
    Ukurannya yang paling umum berkisar 0,2 – 2 mm, tetapi ada juga yang berukuran besar misalnya ubur-ubur yang bisa berukuran sampai lebih satu meter. Kelompok yang paling umum ditemui antara lain kopepod (copepod), eufausid(euphausid), misid (mysid), amfipod (amphipod, kaetognat(chaetognath). Zooplankton dapat dijumpai mulai dari perairan pantai, perairan estuaria di depan muara sampai ke perairan di tengah samudra, dari perairan tropis hingga ke perairan kutub.
    Zooplankton ada yang hidup di permukaan dan ada pula yang hidup di perairan dalam. Ada pula yang dapat melakukan migrasi vertikal harian dari lapisan dalam ke permukaan. Hampir semua hewan yang mampu berenang bebas (nekton) atau yang hidup di dasar Taut (bentos) menjalani awal kehidupannya sebagai zooplankton yakni ketika masih berupa terlur dan larva. Baru dikemudian hari, menjelang dewasa, sifat hidupnya yang semula sebagai plankton berubah menjadi nekton atau bentos.
  5. Bakterioplankton
    Bakterioplankton, adalah bakteri yang hidup sebagai plankton. Kini orang makin memahami bahwa bakteri pun banyak yang hidup sebagai plankton dan berperan penting dalam lour hara (nutrient cycle) dalam ekosistem Laut.
    la mempunyai ciri yang khas, ukurannya sangat halus (umumnya < 1 µm), tidak mempunyai inti sel, dan umumnya tidak mempunyai klorofil yang dapat berfotosintesis. Fungsi utamanya dalam ekosistem laut adalah sebagai pengurai (decomposes). Semua biota laut yang mati, akan diuraikan oleh bakteri sehingga akan menghasilkan hara seperti fosfat, nitrat, silikat, dan sebagainya. Hara ini kemudian akan didaur-ulangkan dan dimanfaatkan lagi oleh fitoplankton dalamprows fotosintesis.
  6. Virioplankton
    Virioplankton adalah virus yang hidup sebagai plankton. Virus iniukurannya sangat kecil ( kurang dari 0,2 um ) dan menjadikan biota lainnya, terutama bakterioplankton dan fitoplankton, sebagai inang (host). Tanpa inangnya virus ini tak menunjukkan kegiatan hayati. Tetapi virus ini dapat pula memecahkan dan mematikan sel-sel inangnya. Baru sekitar dua dekade lalu para ilmuwan banyak mengkaji virioplankton ini dan menunjukkan bahwa virioplankton pun mempunyai fungsi yang sangat penting dalam daur karbon (carbon cycle) di dalam ekosistem laut.
  7. Nekton
    Kelompok organisme yang termasuk nekton adalah:
  8. Vertebrata
    Vertebrata adalah salah satu divisi besar dari kerajaan hewan, yang terdiri dari semua hewan yang memiliki tulang punggung yang terdiri dari tulang vertebra atau tulang rawan.
    Yang tergolom dalam hewan vertebrata antara lain:
    jenis ikan bertulang rawan, seperti hiu dan pari
    ikan bertulang keras, seperti kakap, tuna, dll
    penyu
    ular
    mamalia laut, seperti paus)
  9. Mollusca
    Moluska (filum Mollusca, dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.
    Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.Moluska dipelajari dalam cabang zoologi yang disebut malakologi (malacology).
  10. Bentos
    Bentos merupakan sebuah organisme yang tinggal di dalam, atau di dasar laut, dikenal sebagai zona bentik. Mereka tinggal di dekat laut atau endapan lingkungan, dari pasang surut di sepanjang tepi kolam, dan kemudian ke bawah abisal pada kedalaman.
    Kelompok organisme yg termasuk Bentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan mulai garis pasut sampai dasar abisal.
  11. Biota menempel (spon, teritip,tiram)
    Biota merayap (kepiting, udang karang)
    Biota meliang (beberapa jenis kerang & cacing).
  12. Terumbu Karang
    Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Terumbu karang terdiri dari dua kata,yaitu terumbu dan karang.Terumbu karang dapat diartikan sebagai sebuah endapan batu kapur, yaitu kalsium karbonat yang dihasilkan oleh hewan karang dan biota –biota lain,Sementara karang dapat diartikan sebagai sejenis hewan yang berasal dari ordoo Sceractinia yang mampu menyekresi kalsium karbonat.Selanjutnya, hewan itu dikenal dengan sebutan karang tunggal atau polip.Ingat kita tidak bisa mengartukannya dengan terpisah ,jika diartikan terpisah maka artinya akan berbeda.
Baca Juga :  Disintegrasi Sosial - Pengertian, Gejala, Bentuk-bentuk, Faktor dan Contohnya

Tipe-Tipe Terumbu Karang Berdasarkan Bentuknya
Terumbu karang dibangun dengan proses yang sama tetapi secara geomorfologi dibentuk berdasarkan dimana mereka tumbuh dan sejarah permukaan laut. Umumnya, kebanyakan terumbu karang telah terbentuk kurang dari 10.000 tahun yang lalu setelah kenaikan permukaan air laut yang disertai dengan pencairan es yang menyebabkan banjir pada paparan benua. Ketika terumbu karang terbentuk, mereka mulai membangun bentang terumbu keatas bersamaan dengan menaiknya permukaan air laut. Geomorfologi dari terumbu disebabkan oleh dua faktor utama: kenaikan permukaan air laut relatif dan bentuk substrat dasar.

  • Terumbu karang tepi (fringing reefs)
    Terumbu karang tepi atau karang penerus berkembang di mayoritas pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh: Bunaken (Sulawesi), Pulau Panaitan (Banten), Nusa Dua (Bali).
  • Terumbu karang penghalang (barrier reefs)
    Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0.52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolom air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh: Batuan Tengah (Bintan, Kepulauan Riau), Spermonde (Sulawesi Selatan), Kepulauan Banggai (Sulawesi Tengah).
  • Terumbu karang cincin (atolls)
    Terumbu karang yang berbentuk cincin yang mengelilingi batas dari pulaupulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat perbatasan dengan daratan.
  • Terumbu karang datar/Gosong terumbu (patch reefs)
    Gosong terumbu (patch reefs), terkadang disebut juga sebagai pulau datar (flat island). Terumbu ini tumbuh dari bawah ke atas sampai ke permukaan dan, dalam kurun waktu geologis, membantu pembentukan pulau datar. Umumnya pulau ini akan berkembang secara horizontal atau vertikal dengan kedalaman relatif dangkal. Contoh: Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kepulauan Ujung Batu.
Baca Juga :  LAN Card – Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Troubleshooting

Manfaat Biota Laut

Keberadaan biota laut tentu bukanlah hal yang percuma dan sia-sia. Pasti ada manfaat yang terkandung di balik keberadaan beragam jenis biota tersebut.
Nah, adapun beberapa manfaat dari keberadaan beragam jenis biota tersebut, terutama untuk manusia, adalah sebagai berikut:

  1. Biota bisa menjadi sumber obat-obatan
  2. Biota bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat
  3. Biota bisa menjadi daya tarik wisatawan lokal ataupun asing karena memberikan keindahan, terutama untuk diving dan juga snorkeling
  4. Ikan dan rumput laut yang terdapat di dalam laut bisa menjadi makanan untuk meningkatkan gizi setiap hari
  5. Biota memiliki khasiat untuk menjadi ekologi.

Tentu, dari beberapa ulasan di atas, kita bisa melihat bahwa ada cukup banyak manfaat dari biota laut, terutama untuk kehidupan manusia pada umumnya. Oleh karena itu, selain pemanfaatan, penting bagi kita untuk senantiasa berusaha melindungi dan menjaga kelangsungan hidupnya.

Cara Melindungi Biota Laut

Melindungi biota laut adalah salah satu hal yang paling penting untuk dilakukan. Hal ini tentu merupakan langkah yang jitu untuk menjaga kehidupan lanjutan bagi biota laut.
Selain itu, menjaga biota laut juga bisa dijadikan cara paling baik untuk menjaga kondisi dan ekosistem laut secara umum. Sebagaimana diketahui, perusakan ekosistem laut dewasa ini semakin marak terjadi. Penggunaan bom sebagai sarana menangkap ikan akan membuat terumbu karang ikut terkena dampaknya.

Baca Juga :  Iman Kepada Qada dan Qadar -Pengertian, Dalil, Perbedaan & Contoh

Sementara itu, membuang sampah di laut juga bisa merusak ekosistem laut dan membuat ikan-ikan memakan sampah untuk menjaga kelangsungan hidup mereka.
Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan. Jika kesadaran masyarakat tidak lekas terbangun terkait pentingnya menjaga biota laut, maka bisa saja beberapa tahun yang akan datang, biota laut tersebut akan punah. Nah, terkait cara untuk menjaga kehidupan biota laut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Adapun beberapa hal tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Menanam hutan bakau yang berada di bibir pantai untuk mencegah abrasi dan sebagai tempat hidup bagi hewan-hewan bakau
  2. Memberikan pembatasan pada pemungutan terumbu karang sebagai habitat makhluk hidup yang tinggal di laut
  3. Melakukan pelarangan terhadap penggunaan bahan peledak sebagai media untuk menangkap ikan
  4. Tidak membuang sampah ataupun limbah industri ke laut secara asal-asalan karena bisa mengancam kehidupan biota laut
  5. Berusaha menangkap ikan yang cenderung sudah besar untuk menjaga regenerasi ikan, terutama untuk ikan konsumsi
  6. Tidak mengambil terumbu karang asal-asalan, terutama jika alasannya hanya untuk hiasan semata
  7. Menghindari perburuan biota laut untuk makanan, terutama sirip hiu yang akan merusak kehidupan hiu tersebut.

Nah, beberapa hal di atas merupakan cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kelangsungan hidup dari biota laut. Tentu, masih ada banyak cara lain yang bisa dilakukan terutama untuk menjaga kondisi biota laut agar tetap baik dan sehat.Tentu, perlu aksi nyata untuk menjaga kondisi biota laut tersebut. Jika tidak, maka rencana dan teori yang sudah dipahami akan menguap sia-sia.
Sebagai tambahan, penting untuk diketahui bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang paling kaya akan biota laut.
Ya, biota laut di Indonesia sangat cantik, beragam dan langka. Bahkan, ada cukup banyak biota Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Fakta ini sebenarnya merupakan salah satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan. Dengan fakta tersebut, seharusnya ada semangat untuk mempertahankan kehidupan biota agar tetap lestari. Demikian beberapa ulasan terkait hal-hal tentang Biota Laut – Pengertian, Jenis-jenis, Manfaat dan Cara Melindungi Biota Laut. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.