Bronkus – Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Fungsi dan Penyakit

Jumpa lagi di Lazuare.com, pada pertemuan kali ini kita akan membahas tentang Bronkus – Pengertian, Ciri-ciri, Klasifikasi, Fungsi dan Penyakit.. apa sih itu Bronkus?? untuk lebih jelasnya yuk kita Simak dibawah ini.

Pengertian Bronkus

Bronkus adalah saluran pernapasan yang terdapat di rongga dada. Saluran ini merupakan hasil dari percabangan primer saluran utama pernapasan yaitu trakea ( tenggorokan ).
Bronkus adalah kaliber jalan udara pada sistem pernapasan yang membawa udara ke paru-paru. Tidak terdapat pertukaran udara yang terjadi pada bagian paru-paru ini. Bronkitis merupakan peradangan pada bronkus. Terdapat dua tipe utama, yakni akut dan kronik. Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Bronkus merupakan salah satu sistem pernafasan pada manusia yang berfungsi untuk membawa oksigen atau udara dari trakea ke alveoli paru-paru kelainan pada bronkus juga menjadi faktor seseorang terkena asma. Bronkus terletak setelah trakea dan sebelum organ paru-paru, percabangan bronkiolus terletak setelah organ paru-paru,bronkus bagian kanan mempunyai 3 cabang bronkus lobaris,sedangkan bronkus sebelah kiri memiliki 2 cabang. Di dalam susunaNnya bronkus membentuk bronkus segmental, yaitu delapan cabang pada paru-paru kiri dan sepuluh pada paru-paru sebelah kanan ,bronkus segmental akan bercabang menjadi bronkus subsegmental.

Ciri-Ciri Bronkus

Berikut ini adalah ciri-ciri bronkus, antara lain:

  1. Dindingnya lebih tipis daripada dinding trakea
  2. Bronkus unsur kiri lebih panjang
  3. Sempit dan mendatar sedangkan yang kanan lebih pendek
  4. Curam dan lebar.

Klasifikasi Bronkus

Brokus ini dibedakan menjadi 2 yaitu :

  1. Bronkus Primer
    Saluran yang berasal dari percabangan trakea (saluran utama pernapasan). Percabangan ini dimulai dari titik hilum (ujung tulang dada). Bronkus primer berjumlah 2 ke kiri dan ke kanan. Secara umum struktur bronkus primer serupa dengan struktur trakea. Bronkus primer berada di dalam rongga dada.
  2. Bronkus Sekunder
    Saluran yang berasal dari percabangan bronkus primer. Bronkus sekunder menjadi cabang utama pada tiap-tiap lobus paru-paru. Bronkus ini mempunyai ukuran yang lebih kecil dibanding dengan bronkus primer dan lebih tipis lapisan selnya. Bronkus primer kanan membentuk percabangan sebanyak 3 bronkus sekunder sementara bronkus primer sebelah kiri hanya membentuk 2 bronkus sekunder.
Baca Juga :  Kebutuhan Manusia – Faktor Yang Mempengaruhi, Pengeritan, Macam, Jenis, Primer, Skunder, Tersier

Perbedaan jumlah bronkus ini sesuai dengan jumlah lobus paru-paru, jumlah paru-paru sebelah kanan adalah sebanyak 3 lobus sementara paru-paru kiri hanya 2 lobus (ruang) hal ini dikarenakan paru-paru sebelah kiri berbagai ruang dengan jantung.

  • Struktur Bronkus
  • Jaringan epitel
  • Lamina propia
  • Jaringan otot
  • Tulang rawan
  • Struktur-Bronkus

Untuk lebih memahaminya atau lebih jelasnya sebagai berikut :

  1. Jaringan epitel
    Jenis epitel yang menyusun bronkus ialah epitel silindris bersilia, sel-sel epitel ini menghasilkan lendir atau mucus yang berfungsi menangkap kotoran.
  2. Lamina Propia
    Lamina propia atau membrane dasar yang berfungsi sebagai fondasi bagi sel-sel epitel (tempat menempel sel epitel). Lamina propia merupakan lapisan jaringan ikat di dalam lapisan ini terdapat sel-sel limfosit yang terkait dengan sistem pertahanan tubuh.
  3. Jaringan Otot
    Janeis otot yang menyusun bronkus merupakan otot polos. Lapisan jaringan ini terdapat dibawah lapisan lamina propia. Keberadaan otot polos di dalam bronkus terkait dengan kontraksi – relaksasi saluran pernapasan diantara sel-sel otot polos terdapat senyawa elastin.
  4. Tulang Rawan
    Tulang rawan ini merupakan tulang utama dalam penyusun saluran pernapasan. Berbeda dengan trakea yang tersusun teratur tulang rawan penyusun memiliki bentuk seperti jala. Tulang rawan tersusun paling luar pada bronkus sementara lumennya terisi oleh lamina propia dan lapisan epitel. Jenis tulang rawan ialah yang paling ideal dalam saluran pernapasan, hal ini karena tulang rawan yang lunak memudahkan dalam gerakan pernapasan.

Fungsi Bronkus

Adapun fungsi bronkus tak berbeda dengan saluran pernapasan lainnya yaitu :

  1. Menyaring Udara Pernapasan
    Silia pada sel-sel epitel berperan dalam penyaringa udara pernapasan. Fungsi penyaringa ini sama dengan penyaringan yang terjadi di dalam hidung. Hanya saja penyaringan udara yang terjadi di dalam bronkus hanya sekedar penyaringan sekunder.
  2. Melembabkan Udara Pernapasan
    Mucus atau lendir yang dihasilkan oleh sel-sel epitel bronkus berfungsi untuk melembabkan atau menghangatkan udara pernapsan. Suhu lingkungan akan mempengaruhi udara pernapasan. Ketika cuaca panas maka udara panas yang masuk akan dilembabkan oleh mucus dan sebaliknya ketika udara dingin masuk mukus ini akan menghangatkan udara tersebut sehingga tidak terjadi perbedaan suhu.
  3. Menangkap Kotoran Yang Masuk Bersama Udara Pernapasan
    Mukus yang dihasilkan oleh epitel untuk melembabkan udara seperti pada poin 2 juga berperan menangkap kotoran atau debu atau partikel yang terbawa masuk bersama udara pernapasan. Debu atau kotoran ini akan di keluarkan melalui mulut.
  4. Menyalurkan Oksigen Dari Lingkungan Ke Dalam Tubuh
    Bronkus menghubungkan lingkungan dan organ tubuh bagian dalam. Hal ini berhubungan dalam penyaluran oksigen dari lingkungan ke dalam tubuh.
  5. Menyalurkan Karbondioksida Dari Dalam Tubuh Ke Lingkungan
    Sebaliknya dari poin 4 bronkus menghubungkan bagian dalam tubuh yang mengeluarkan karbondioksida ke lingkungan.
  6. Menghubungkan Trakea Dengan Paru-Paru
    Bronkus terdapat di dalam rongga dada merupakan saluran yang langsung berhubungan dengan paru-paru melalui bronkus inilah hubungan antara paru-paru dan organ pernapasan lainnya terjalin ( hidung trakea ).
  7. Menopang Paru-Paru
    Bronkus tersusun atas tulang rawan, bronkus masuk ke dalam paru-paru yang lunak. Dengan tulang rawan ini bronkus dapat menopang paru-paru.
Baca Juga :  Manajemen Konstruksi – Tujuan, Manfaat, Ruang Lingkup, Tugas & Contohnya

Penyakit Pada Bronkus

Berikut ini adalah penyakit pada bronkus, antara lain:

1. Bronkitis
Salah satu penyakit yang bisa mengganggu faedah bronkus merupakan bronkitis. Kondisi ini terjadi saat bronkus bengkak dan meradang sampai-sampai Anda merasakan batuk berdahak yang mengganggu. Bronkitis akut merupakan masalah pernapasan yang tidak jarang terjadi pada insan dan seringkali sembuh sendiri dalam sejumlah minggu.


Meski demikian, bronkitis juga dapat masuk kelompok kronis andai tidak kunjung sembuh dalam hitungan bulan atau sembuh-kambuh dalam masa-masa cepat. Bronkitis kronis seringkali ditandai dengan demam, batuk berdahak, sesak napas, bapas berbunyi ngik-ngik, radang tenggorokan, sampai pilek yang tak kunjung sembuh.

2. Bronkiektasis
Penyakit yang dapat mengganggu faedah bronkus berikutnya merupakan bronkiektasis. Bronkiektasis merupakan gangguan faedah bronkus diakibatkan oleh dinding bronkus membesar dan terluka. Gejala bronkiektasis yang sangat khas merupakan Anda sering merasakan sesak napas yang tiba-tiba atau dinamakan eksaserbasi, yang tidak jarang dibuntuti oleh sesak napas, rasa lelah, serta demam atau keringat dingin.


Gejala sangat awam dari penyakit paru-paru ini merupakan batuk dengan dahak berwarna kuning atau hijau masing-masing hari, serta napas yang berbunyi laksana siulan. Ketika kerusakan faedah bronkus sudah paling parah, kita juga dapat mengalami muntah lendir yang disertai darah atau dinamakan hemoptisis.

3. Bronkospasme
Bronkospasme merupakan gangguan pernapasan yang terjadi ketika faedah bronkus mengecil ketika Anda beraktivitas, tergolong berolahraga yang merangsang reaksi asma.
Gejala bronkospasme merupakan kesulitan bernapas, batuk, sakit dan rasa sesak di dada, serta bunyi siulan ketika Anda bernapas. Gejala ini seringkali muncul 5-20 menit sesudah Anda mengerjakan olahraga berat.

Baca Juga :  Cahaya - Pengertian, Sifat-sifat, Pemanfaatan, Sumber dan Hukum Pemantulan Cahaya

4. Bronkiolitis
Bronkiolitis merupakan gangguan faedah bronkus yang terjadi saat ada pembengkakan drainase udara kecil yang menjadi cabang dari bronkus alias bronkiolus. Gangguan faedah bronkus ini sangat sering terjadi pada anak-anak dengan fenomena yang serupa flu biasa.
Meski demikian, penderita bronkiolitis akan merasakan batuk, menggigil, dan kadang kala sesak napas selama sejumlah hari sampai bulan. Kebanyakan anak bakal membaik dengan sendirinya dan situasi ini jarang menciptakan mereka mesti menginap di lokasi tinggal sakit.

5. Bronkopulmoner Displasia
Gangguan faedah bronkus kronis ini pun sering menyerang anak-anak, khususnya bayi yang bermunculan prematur.Mayoritas bayi baru bermunculan yang terpapar bronkopulmonari displasia (BPD) ini bermunculan 10 minggu lebih awal, mempunyai berat lahir tidak cukup dari 1 kg, dan situasi paru-paru belum matang sampai-sampai harus mendapat asupan oksigen lewat selang atau masker oksigen.
Meski demikian, bayi dengan BPD dapat bertahan hidup dengan perawatan intensif. Setelah ditetapkan sembuh, orangtua dapat menangkal BPD kambuh atau berkembang menjadi komplikasi dengan meyakinkan anak menjalani pola santap sehat dan bernutrisi, serta tidak merokok di dekat anak.

Demikianlah pembahasan mengenai Penjelasan Bronkus Beserta Struktur Dan Fungsinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.