Bunga – Pengertian, Bagian-bagian bunga, Perkembangbiakan , Jenis-jenis Bunga

Jika mendengar kata bunga, pasti kita akan membayangkan warna-warnanya yang cerah, wangi harum, serta keindahan bentuknya. Bunga merupakan bagian organ tanaman yang sangat sering dimanfaatkan bagi manusia. Untuk lebih banyak tahu tentang bunga, simak penjelasan lengkap berikut ini. mulai dari pengertian, Bagian-bagian bunga, Perkembangbiakan , Jenis-jenis Bunga.

Pengertian Bunga

Bunga ialah sebagai alat perkembangbiakan generatif tumbuhan biji tertutup. Didalam bagian-bagian bunga mempunyai macam-macam atau juga jenis-jenis bagian dalam bunga yang setiap fungsinya pada masing-masing bagian bunga tersebut berbeda-beda juga, sehingga diperlukan suatu pembahasan yang panjang dan juga luas mengenai bagian-bagian bunga
Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, “tumbuhan berbiji tertutup”). Fungsinya ialah untuk adalah untuk memediasi fusi sperma (gamet jantan) dan ovula (gamert betina) untuk produksi benih. Susunan bunga dalam tangkai disebut pembungaan. Pada bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik).
Bunga secara sehari-hari juga dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut floret.
Bunga sebenarnya adalah modifikasi daun dan batang untuk mendukung sistem pembuahan tertutup. Sistem pembuahan tertutup, yaitu karena bakal biji terlindung di dalam bakal buah atau ovarium dan ini juga menjadi ciri khasnya yang lain. Ciri yang terakhir ini membedakannya dari kelompok tumbuhan berbiji yang lain: tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae. Dari kedua ciri tersebut muncullah nama Anthophyta (“tumbuhan bunga”) dan Angiospermae (“berbiji terbungkus”). Nama lain yang juga dikenakan kepadanya adalah Magnoliophyta (“tumbuhan sekerabat dengan magnolia”).
Bunga adalah alat reproduksi seksual. Bunga dikatakan lengkap apabila mempunyai daun kelopak ,daun mahkota, benang sari,putik,dan daun buah. Bunga terdiri atas bagian fertile, yaitu benang sari dan daun buah,serta bagian yang steril yaitu daun kelopak dan daun mahkota.
Alat perkembangbiakan generatif bentuk dan susunannya berbeda-beda menurut jenis tumbuhan, tetapi bagi tumbuhan yang berbiji umumnya alat tersebut merupakan bagian tumbuhan yang kita kenal sebagai bunga dimana pada bagian inilah terjadi penyerbukan dan Pembuahan.
Bagian pokok tumbuhan sebenarnya ada tiga macam yakni akar, batang dan daun dan setiap bagian lainnya merupakan penjelmaan dari ketiga bagian pokok tersebut. Sehingga apabila kita memperhatikan susunan suatu bunga maka itu merupakan suatu penjelmaan dari ketiga bagian pokok tumbuhan tersebut.

Bagian-bagian Bunga dan Fungsinya

Pada umumnya bagian bunga sempurna dibagi menjadi 2, yaitu bagian Fertil dan bagian Steril.

  1. Bagian Fetil
    Bagian fertil merupakan bagian bunga yang secara langsung berpengaruh terhadap terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan pada bunga itu sendiri. terdapat dua Bagian bunga fertil yaitu kepala putik (pistillum) serta benang sari (Stamen).
  2. Bagian Steril
    Bagian steril merupakan bagian bunga yang hanya berfungsi sebagai perhiasan dan kelengkapan bunga itu sendiri. Ia tidak secara langsung mempengaruhi terjadinya proses penyerbukan dan pembuahan. Bagian bagian bunga steril misalnya ibu tangkai bunga (pedunculus), daun tangkai (brachteola), dasar bunga (receptacle), daun pelindung (brachtea), daun mahkota (petal), tangkai bunga (pedicellus) dan daun kelopak (sepal),.
  3. Ibu tangkai bunga atau tangkai induk (pedunculus)
    Tangkai bunga (bahasa latin: Rachis Pedunculus) adalah bagian awal dari sebuah bunga. Pedunculus (tangkai induk) bunga merupakan cabang kelanjutan dari sebuah ranting atau batang pohon / tanaman untuk menuju bunga.
  4. Tangkai bunga (pedicellus)
    Pedicellus adalah bagian yang sering kita jumpai, seperti yang kita ketahui tangkai bunga merupakan bagian bunga yang berada pada bagian bawah. Pedisellus (Tangkai bunga) inilah yang kerap kita jadikan sebagai bagian bunga yang kita petik dari pohonnya. Sehingga tangkai bunga berfungsi sebagai penopang dan penghubung antara tangkai dan juga ranting.
  5. Dasar Bunga (receptacle)
    receptacle addalah bagian bunga yang menjadi bagian dari ujung tangkai bunga, receptacle ini berguna sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.
  6. Daun tangkai bunga (brachteola)
    Brachteola adalah bagian bunga berupa daun yang yang berfungsi sebagai daun pelindung. Daun tangkai bunga (Brachteola) ini tampak di luar bungan dan bisa terlihat. Daun ini berada pada bagian pangkal dari tangkai bunga.
  7. Daun pelindung (brachtea)
    Bagian pelingdung bunga (Brachtea), bagian ini berbeda dengan kelopak bunga, karena Brachtea ialah daun terakhir yang menjadi tempat tumbuhnya bunga. Jadi, pada bagian ketiak daun ini, sang bunga berkembang serta tumbuh.
  8. Mahkota bunga (Corolla)
    Corolla merupakan salah satu bagian bunga yang seringkali direpresentasikan sebagai bunga itu sendiri. karena mahkota bunga merupakan bagian paling luar dari sebua struktur keseluruhan bunga, yang biasanya memiliki warna yang cerah dan juga menarik. Mahkota bunga juga memilki susunan dan juga bentuk yang berbeda pada setiap bunga, sehingga sering djadikan indikator utama dari keindahan dankecantikan dari sebuah bunga
  9. Daun buah (carpell)
    Carpell merupakan bagian fertil berupa ovalum (bakal biji) berkelompok membentuk putik (pistill).
  10. Daun mahkota (petal)
    Petal merupakan perhiasan bunga warnanya mencolok, berkelompok, serta membentuk corolla (mahkota bunga).
  11. Kelopak bunga (sepal)
    Sepal (kelopak Bunga) adalah bagian bunga yang berupa kuncup saat bunga belum mekar. kelopak bunga berfungsi membantu menjaga bunga yang belum mekar. Saat bunga sudah sedikit mekar, maka kelopak bunga akan ikut membuka, serta membiarkan bunga tersebut mekar. saat bunga sudah mekar degan sempurna, kelopak bunga akan membentuk seperti bagian dasar sebuah bunga.
  12. Benang sari (stamen)
    Benang Sari adalah bagian yang sering disebut sebagai alat kelamin jantan sebuah bunga. Stamen berfungsi untuk membantu proses reproduksi dan juga perkembang biakan di sebuah bunga, yang nantinya dapat menumbuhkan tanaman baru. Stamen (Benang sari) terdiri dari 3 bagian utama. yaitu Tangkai sari (filament), Serbuk sari (polen), Kepala sari (antheral).
Baca Juga :  Kata Sandang – Pengertian, Ciri, Fungsi dan Jenis

Perkembangbiakan pada Bunga

Dari hasil pembahasan sebelumnya, dapat dikatakan bahwa alat reproduksi yang ada pada tumbuhan berbunga adalah benang sari atau sel jantan dan putik atau sel betina. Lalu bagaimana proses perkembangbiakan yang terjadi pada tumbuhan bunga? Berikut ini proses perkembangbiakan bunga yaitu:

1. Tumbuhan  bunga melakukan reproduksi atau perkembangbiakan dengan cara membentuk sebuah biji.

2. Biji ini berasal dari pembentukan yang terjadi dari sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sel kelamin jantan ini berupa serbuk sari dan sel kelamin betina berupa bakal buah.

3. Hal yang harus digarisbawahi dalam perkembangbiakan tumbuhan bunga adalah proses pembuahan yang dimana bagian dalam putik (betina) harus dimasuki oleh serbuk sari (jantan).

Setiap perkembangbiakan pada tumbuhan bunga selalu diiringi dengan penyerbukan. Proses penyerbukan adalah proses yang dimana serbuk sari sampai di putik melalui benang. Penyerbukan ini terbagi menjadi dua jenis penyerbukan, yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang.

1. Penyerbukan sendiri
Penyerbukan sendiri hanya bisa terjadi pada tumbuhan bunga yang sama atau tumbuhan bunga yang beda, tetapi masih dalam satu jenis yang sama. Penyerbukan sendiri dapat dilihat pada tanaman barli, kacang panjang, wijen, padi, buncis, dan lain-lain. Namun, penyerbukan sendiri memiliki kekurangan, yaitu biji yang dihasilkan dari penyerbukan ini tidak dapat berkecambah.

Penyerbukan sendiri ini masih dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu penyerbukan sendiri secara alami dan penyerbukan sendiri secara buatan.

Baca Juga :  Nasionalisme Indonesia

Penyerbukan sendiri secara alami adalah penyerbukan yang terjadi apabila tumbuhan bunga mempunyai alat reproduksi yang lengkap. Alat reproduksi yang lengkap terdiri dari benang sari dan putik yang berada di dalam satu bunga. Dengan kata lain, tumbuhan bunga yang tidak memiliki alat reproduksi yang lengkap tidak bisa melakukan penyerbukan sendiri secara alami.

Penyerbukan sendiri secara buatan adalah penyerbukan yang terjadi karena adanya campur tangan manusia. Penyerbukan sendiri yang dibantu dengan campur tangan manusia disebut dengan persilangan sendiri atau selfing. Cara kerja dari penyerbukan ini, seperti manusia akan mengumpulkan benang sari yang ada pada benang sari, lalu serbuk sari diletakkan di kepala putik pada tumbuhan bunga yang sama.

2. Penyerbukan silang
Setelah membahas penyerbukan silang, kini yang akan dibahas adalah penyerbukan silang. Penyerbukan silang adalah penyerbukan benang sari dan kepala putik yang terjadi pada dua tanaman yang berbeda.

Dalam proses penyerbukan silang sangat dibutuhkan perantara. Perantara ini bertujuan untuk membawakan serbuk sari dari bunga satu ke bunga lainnya. Perantara pada penyerbukan silang ini bisa kamu lihat pada serangga, seperti kupu-kupu, tawon, burung kolibri, hingga angin.

Hewan-hewan pemakan nektar ini sangat membutuhkan bunga sebagai sumber makanannya karena di dalam bunga terdapat nektar. Ketika hewan-hewan tersebut mencari makanan di bunga satu dan bunga lainnya, maka beberapa serbuk sari akan melekat pada putik dan pada saat itulah penyerbukan silang terjadi.

Baca Juga :  CSR - Pengertian, Sejarah, Konsep, Ciri-ciri, Fungsi, Manfaat dan Contohnya.

Hal yang perlu digarisbawahi dalam penyerbukan silang adalah tidak semua bunga disukai oleh serangga. Umumnya, serangga-serangga tersebut hanya suka pada warna bunga yang mencolok dan baunya sangat menyengat. Namin, lain halnya dengan serangga kupu-kupu. Selama bunga tersebut masih mengandung madu, maka kupu-kupu sangat menyukai bunga-bunga itu.

Sedangkan penyerbukan yang dibantu atau menggunakan perantara angin biasanya terjadi pada tumbuhan bunga yang tidak mempunyai mahkota dan kelopak bunga, seperti rumput-rumput liar.

Jenis-jenis Bunga

  1. Bunga Lengkap (flos completus), yakni jika memiliki semua daun bunga yaitu kelopak,mahkota,benang sari dan putik.
  2. Bunga tak lengkap (flos incompletus), yakni jika salah satu daun bunga tidak ada atau tidak ditemukan.
  3. Bunga berumah satu (planta monoeca) atau bunga banci, yakni bunga jantan(benang sari) dan bunga betina(putik) terdapat pada tanaman yang sama.
  4. Bunga Berumah dua (planta dioeca), yakni benang sari dan putik terdapat pada tanaman yang berlainan , namun masih dalam jenis yang sama
  5. Tumbuhan poligam (planta polygam) yakni tumbuhan yang memiliki dua tipe bentuk kelamin. Dibedakan menjadi : andromonoecus (pl. andromonoeca), yaitu pada tanaman yang sama terdapat bunga jantan dan bunga banci, gynomonoecus (pl. gynomonoeca), yaitu pada tanaman yang sama ada bunga betina dan bunga banci
    androdioecus(pl. androdioeca), yaitu pada satu jenis tanaman hanya terdapat bunga jantan dan bunga banci saja, gynodioecus (pl. gynodioeca), yaitu dalam satu jenis tumbuhan terdapat tanaman dengan hanya bunga betina dan tanaman dengan hanya bunga banci.

Demikian info kali ini terkait Bunga yang terdiri dari Pengertian, Bagian-bagian bunga, Perkembangbiakan , Jenis-jenis Bunga.  Semoga bermanfaat. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.