Desain Grafis – Pengertian, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Peralatannya

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.
Desain grafis juga merupakan salah satu cara atau wahana untuk menyampaikan sebuah informasi kepada orang lain untuk mengerti bagaimana dan apa yang di di sampaikan oleh desainer. Proses penyampaian pesan berupa visual dapat berupa gambar bitmap dan juga video.
Desain Grafis ini juga penting bagi kehidupan sehari untuk mengetahui perkembangan dunia digital dan juga dunia gambar. Design Grafis juga di manfaatkan untuk pembuatan sebuah sketsa bangunan, otomotif dan juga denah gografis. Berikut ini penjelasan lebih lengkap tentang Desain Grafis – Pengertian, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Peralatannya.

Pengertian Desain Grafis

Secara umum pengertian dari desain grafis adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan. Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya.Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.

Pengertian Desain Grafis Menurut Para Tokoh

Desain grafis dalam pandangan Ilmu Komunikasi adalah metode menyampaikan pesan visual berwujud teks dan gambar dari komunikator kepada komunikan. Dalam mendesain surat kabar misalnya, desainer grafis memerlukan pengetahuan tentang kebisaaan sang pembaca media agar dengan mudah mendesain tata letak dan visual yang cocok. Ini dengan motif agar pesan yang hendak disampaikan oleh media tersebut diterima dan sampai pada pembaca. Desain grafis juga lazim disebut desain komunikasi visual.

  • Pakar komunikasi, Everett M. Rogers mendefinisikan komunikasi sebagai proses di mana suatu ide dialihkan dari sumber kepada penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.
  • Sedangkan Shannon dan Weaver (1949) memahami komunikasi sebagai bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, seni dan teknologi.
  • Hafied Cangara (2000) dalam Pengantar Ilmu Komunikasi mencatat bahwa komunikasi bisa berlaku sebagai seni. Jelas Cangara, komunikasi memiliki nilai estetika yang diterapkan dalam praktik-praktik komunikasi seperti penulisan berita, roman, novel, penyiaran untuk radio, televisi, seni grafika (grafis-pen), retorika, akting, penulisan skenario, penulisan buku dan sebagainya. Maka. jelaslah terdapat benang merah yang menghubungkan komunikasi dengan praktik desain grafis.
  • Secara sederhana dan jelas formula komunikasi dibentuk oleh David K. Berlo pada tahun 1960-an. Ia menyebut formula itu sebagai SMCR, yakni: Source(sumber/pengirim/komunikator/sender/encoder),Message pesan/content/informasi), Channel (saluran-saluran, media) dan Receiver (penerima/decoder).
Baca Juga :  Inflasi – Pengertian, Deflasi, Penyebab, Dampak & Cara Mengatasi

Beberapa definisi desain grafis dari para tokoh antara lain :

Menurut Suyanto desain grafis didefinisikan sebagai ” aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri“. Aplikasi-aplikasi ini dapat meliputi periklanan dan penjualan produk, menciptakan identitas visual untuk institusi, produk dan perusahaan, dan lingkungan grafis, desain informasi, dan secara visual menyempurnakan pesan dalam publikasi.

Sedangkan Jessica Helfand mendefinisikan desain grafis sebagai kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat.

Menurut Danton Sihombing desain grafis mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi. Elemen-elemen tersebut diterapkan dalam dua fungsi, sebagai perangkat visual dan perangkat komunikasi.

Menurut Michael Kroeger, Visual Communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui tema-tema visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran (juxtaposition).
Warren dalam Suyanto memaknai desain grafis sebagai suatu terjemahan dari ide dan tempat ke dalam beberapa jenis urutan yang struktural dan visual.

Sedangkan Blanchard mendefinisikan desain grafis sebagai suatu seni komunikatif yang berhubungan dengan industri, seni dan proses dalam menghasilkan gambaran visual pada segala permukaan.

Baca Juga :  Subnetting – Pengertian, Fungsi, dan Tujuan

Prinsip Dan Unsur Desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Tujuan Desain Grafis

Tujuan desain grafis adalah menerangkan bagaimana cara untuk berkomunikasi dan berinteraksi melalui media visual yang menggunakan gambar sebagai fasilitas untuk menyampaikan sebuah informasi atau pesan sejelas-jelasnya. Umumnya, orang akan lebih mudah menerima pesan dalam bentuk visual gambar dibandingkan dalam bentuk teks. Bentuk visual juga lebih universal ditangkap oleh mata manusia untuk berbagi latar belakang yang berbeda.

Tujuan Umum Desain Grafis Sebagai Berikut :

  • Berfungsi untuk menyampaikan pesan kepada khalayak (pendengar), dalam hal ini adalah masyarakat luas.
  • Berfungsi untuk membuat desain yang dipaksa akan menjadi pengirim pesan atau menyenangkan akan memperbaiki pesan.

Manfaat Desain Grafis

Dalam Bidang Pendidikan

Dengan penggunaan perangkat lunak ini diharapkan untuk membentuk objek siswa menerima semua materi yang telah diajarkan, tidak hanya dalam teori tapi sudah melihat bentuk dan simulasi .Bentuk mungkin termasuk penggambaran bidang, ruang, grafik, gambar kerangka manusia, komposisi tubuh manusia, dan sebagainya.

Dalam Bidang Hiburan

Pada saat ini semua acara hiburan di televisi sudah banyak yang menggunakan grafik komputer. Grafik di sini dalam bentuk efek animasi komputer untuk membuat film lebih menarik.
Dalam Bidang Perancangan

Desain grafis komputer pada bidang ini digunakan untuk membuat berbagai desain dan model objek bangunan. Misalnya digunakan untuk merancang arsitektur bangunan, desain kendaraan dan perangkat lunak desain grafis lainnya. Dan Memperkecil tinggkat kesalahan yang akan membawa keluar model yang sama seperti aslinya.

Baca Juga :  Plakat - Pengertian, Fungsi, Jenis dan Bentuk, Contohnya

Manfaat Desain Grafis Untuk Kehipudan Sehari-hari

  • Mempercepat proses kerja dengan menghadirkan sebuah karya dalam bentuk grafik.
  • Memperkenalkan dunia desain grafis untuk masyarakat umum (pada umumnya) sehingga dapat diimlementasikan di lingkunganya.
  • Memperkenalkan kepada masyarakat umum tentang program-program aplikasi desain grafis.
  • Siapkan orang untuk dapat memahami dengan mudah pesan yang disampaikan dalam bentuk grafik.

Peralatan desain grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Demikian info kali ini terkait mengenai Desain Grafis – Pengertian, Prinsip, Tujuan, Manfaat dan Peralatannya. Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.