Ekonometrika – Pengertian secara Umum dan Pengertian menurut Para Ahli

Pada pembahasan kali ini kami akan membahas tentang Ekonometrika – Pengertian secara Umum dan Pengertian menurut Para Ahli. apa sih itu ekonometrika? nah untuk menjawabnya yuk simak penjelasan dibawah ini

Pengertian Ekonometrika

Ekonometrika adalah ilmu yang membahasa masalah pengukuran hubungan ekonomi. Yang dengan demikian, ekonometrika ialah ilmu yang mencakup teori ekonomi, matematika, dan statistika dalam satu kesatuan sistem yang bulat, menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri dan berlainan dengan ilmu ekonomi, matematika maupun statistika. Ekonometrika digunakan sebagai alat analisis ekonomi yang bertujuan untuk menguji kebenaran teorama-terorama teori ekonomi yang berupa hubungan antar variable ekonomi dengan data empirik.

Teorama-teorama yang bersifat apriori pada ilmu ekonomi dinyatakan terlebih dahulu dalam bentuk matematika sehingga dapat dilakukan pengujian terhadap teorama-terorama itu. Bentuk matematik terorama ekonomi ini disebut model. Yang pembuatan model ekonometri merupakan salah satu sumbangan ekonometrika di samping pembuatan prediksi “peramalan atau forecasting” dan pembuatan berbagai keputusan alternatif yang bersifat kuantitatif sehingga dapat mempermudah para pengambil keputusan untuk menentukan pilihan.

Yang salah satu bagian paling penting dari ekonometri ialah analisis regresi, analisis ini digunakan untuk mengetahui kaitan antar satu variable dengan variable yang lain. Berdasarkan data yang digunakan, ekonometri dibagi menjadi tiga analisis yaitu analisis runtun waktu “time series”, antar wilayah “cross section” dan analisis data panel. Analisis runtun waktu menjelaskan mengenai perilaku suatu variable sepanjang beberapa waktu berturut-turut berbeda dengan analisis antar-wilayah yang menjelaskan antara beberapa daerah dalam satu waktu tertentu “snapshot”. Sementara itu analisis data panel menggabungkan antara data runtun waktu dengan data antar-wilayah.

Adapun pengertian ekonometrika menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

  1. Menurut J Scumpeter
    Ekonometrika merupakan aplikasi dari metode spesifik dalam ilmu ekonomi “disegala bidang” yang berusaha untuk memperoleh hasil dalam rangka “numerical result” dan membuktikan “verification” teori-teori ekonomi.
  2. Menurut Jan Tinbergen
    Ekonometrika merupakan sebagai pengamatan statistik terhadap konsep-konsep yang dihasilkan secara teoritas atau dapat dikatakan sebagai ilmu ekonomi matematik yang bekerja dengan data kuantitatif.
  3. Menurut P.A Samuelson Dan T.C. Koopmans
    Ekomometrika merupakan analisis kuantitatif dari fenomena-fenomena ekonomi yang sebenarnya “aktual” yang didasarkan pada pengembangan yang bersamaan antara teori dengan pengamatan yang dihubungkan dengan metode inferensi yang sesuai.
  4. Menurut Arthur S. Goldberger
    Ekonometrika merupakan sebagai ilmu sosial dimana alat-alat teori ekonomi, statistik dan matematika inferensi diterapkan untuk menganalisis fenomena-fenomena ekonomi.
  5. Menurut Gerhard Tintner
    Ekonometrika merupakan hasil dari suatu pandangan khusus atas peranan ilmu ekonomi yang terdiri atas penerapan statistik matematik atas data ekonomi untuk memberikan dukungan empiris terhadap model-model yang disusun dengan ilmu ekonomi matematis dan untuk memperoleh hasil dalam angka.
  6. Menurut C.E.V Leser
    Ekonometrika merupakan disiplin ilmu yang berusaha membuat hubungan kuantitatif diantara variable-variable ekonomi dengan bantuan metode statistik.
  7. Menurut Michael D. Intriligator
    Ekonometrika merupakan cabang ilmu ekonomi yang berkaitan dengan penaksiran “estimation” empiris dari hubungan-hubungan ekonomi.
Baca Juga :  Analisis Jabatan - Pengertian, Tujuan, Manfaat, Metode , Jenis-jenis, dan pentingnya melakukan Analisis Jabatan

Ekonometrika adalah suatu ilmu terapan yang merupakan hasil “persilangan” antara teori ekonomi, matematika, statistika dan komputasi (Heij et al, 2004). Sekilas dari namanya (dan membaca beberapa buku teksnya), mungkin banyak yang mengira bahwa ini adalah suatu cabang dari ilmu ekonomi yang “rumit” dan “berat”. Sebenarnya metodologi ekonometrika ini banyak diterapkan diberbagai disiplin ilmu bahkan musik dan seni; dan dapat dibawa “relatif ringan”. Buku karya seorang pakar ekonometri, Philip Hans Franses yang berjudul Enjoyable Econometrics (2018) memberikan ilustrasi-ilustrasi yang sangat menarik.

Salah satu Teknik utama dalam ekonometrika adalah regresi. Regresi merupakan estimasi statistik diantara variabel dependen (biasa disebut dengan Y) dengan sejumlah variabel penjelas (regressor, disebut juga X). Regresi sangat popular karena ia terkait dengan pertanyaan “sejuta umat”: bagaimana secara “spesifik” hubungan antara variabel Y dan X. Kata “spesifik” tersebut dapat diterjemahkan sebagai “apa yang menjadi sebab dan apa yang menjadi akibat” serta besaran dampak. Meskipun tampak sederhana, hasil estimasi regresi memiliki banyak sekali isu yang harus diperhatikan secara serius sebelum dimanfaatkan.

Secara garis besar isu-isu yang timbul bersumber dari 3 hal yakni (1) karakteristik data yang digunakan nominal, ordinal dan/atau numerik, (2) struktur data: cross section, data panel dan urut waktu dan (3) spesifikasi. Data dengan karakter nominal dan ordinal sifatnya adalah diskrit. Teknik estimasi yang biasa digunakan untuk data numeris dapat memberikan hasil yang bias (Frees dan Long,, 2014). Data dengan struktur panel sering dianggap yang paling kaya akan informasi (Cameron dan Triverdi, 2006); namun estimasinya harus mempertimbangkan dampak dari efek cross section dan urut waktu (dan mungkin persilangannya) apakah bersifat konstan (fixed) atau random.

Baca Juga :  Manajemen Kinerja - Pengertian, Proses, Contoh, Konsep & Pentingnya

Isu spesifikasi adalah salah satu tema sentral dan berkembang sangat pesat di ekonometrika. Isu spesifikasi mengkaji apakah teknik estimasi yang digunakan memenuhi kriteria: akurasi, konsistensi dan efisiensi yang memadai. JIka kriteria kurasi dan konsistensi tidak terpenuhi, maka hasil estimasi tidak layak untuk digunakan. Sedangkan jika estimasi tidak efisien, maka sulit bagi kita untuk meyakini signifikansi (dalam artian statistik) dari hasil.

Akuntansi merupakan suatu disiplin ilmu yang melakukan pengukuran, pemrosesan dan komunikasi atas informasi keuangan dan non keuangan dari entitas ekonomi (Belverd dan Powers, 2013). Secara garis besar disiplin ilmu ini kemudian dapat dibagi dua yakni akuntansi manajerial jika informasi ditujukan kepada internal stakeholder dan akuntansi keuangan jika informasi ditujukan kepada external stakeholder.

Suatu aplikasi ekonometrika yang sangat populer adalah dalam akuntansi keuangan. Aplikasi tersebut misalnya terkait hubungan antara berbagai pos laporan keuangan khususnya laporan laba rugi dengan neraca. Riset mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan adalah satu tema yang sangat “hot”. Para peneliti juga mengkaji bentuk hubungan antara struktur permodalan dengan berbagai variabel: baik internal perusahaan maupun eksternal. Tema-tema yang lain seperti Default Analysis, Working Capital Management dan Risk Analysis juga merupakan pelanggan tetap dari ekonometrika.

Ekonometrika juga diterapkan pada kajian yang bersifat lebih filosofis. Konstrusi dan komunikasi laporan keuangan adalah suatu proses yang sangat kompleks. Teori-teori yang berasal dari ilmu ekonomi seperti Principle-Agent, Asymmetric Information, Adverse Selection, Regulation dan Incentives sering digunakan untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi pada laporan keuangan. Metodologi yang digunakan biasa disebut sebagai Event Analysis. Disamping even pelaporan reguler (bulanan/kuartalan/tahunan); analisa sering dilakukan pada event yang bersifat diskresi seperti Initial Public Offering: IPO, strategic action dan implementasi standar akuntansi tertentu.

Baca Juga :  Pengertian Pencemaran Lingkungan

Tema lain yang juga sering menggunakan teknik ekonometrika adalah Corporate Governance, Ethics and Auditing. Para peneliti sangat ingin mengetahui apakah konsep-konsep yang kompleks dan cenderung abstrak seperti corporate governance dan ethics memiliki relasi dengan variabel-variabel yang lebih kasat mata, laba misalnya. Ekonometrika juga digunakan untuk melakukan kajian mengenai tipologi temuan Audit khususnya Fraud dan variabel yang mempengaruhi (misalnya yang diturunkan dari Diamond Theory).

Uraian diatas menunjukkan aplikasi ekonometrika untuk riset yang berorientasi publikasi: jurnal ilmiah. Ekonometrika juga sangat bermanfaat bagi penggunaan untuk kepentingan internal (proprietary). Perusahaan dapat belajar dari data-data yang berasal dari bisnis dan operasional. Peningkatan efektivitas metoda produksi dan penjualan serta efisiensi biaya sering diperoleh sebagai hasil kajian ekonometrika terhadap data-data tersebut. Di masa saat ini, salah satu skill yang sangat “menjual” adalah kemampuan mengolah, mengintrepretasikan dan mengambil insight dari data (sering disebut sebagai data analyst). Ekonometrika adalah salah satu metoda analisa data yang penting dipertimbangkan untuk dimiliki pada profesi Akuntan.

Demikianlah pembahasan mengenai Ekonometrika – Pengertian secara Umum dan Pengertian menurut Para Ahli. semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.