Ginjal – Struktur, Anatomi, Fungsi, Cara Kerja, Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan Pada Ginjal.

Ginjal merupakan organ yang berada di bagian bawah tulang rusuk belakang tubuh manusia. Walaupun hanya berukuran layaknya satu kepalan tangan, ginjal merupakan bagian tubuh yang sangat penting dan wajib dijaga. Setiap orang mempunyai ginjal di dalam tubuhnya. Sama seperti bagian tubuh lainnya, organ yang juga disebut renal ini memiliki bagian dan cara kerja tersendiri untuk membuat tubuh tetap sehat. Agar teman-teman lebih mudah memahami tentang Ginjal kenali dahulu pembahasannya yang terdiri dari Struktur, Anatomi, Fungsi, Cara Kerja, Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan Pada Ginjal dibawah ini!

 

Struktur/Anatomi Ginjal

Struktur ginjal terbagi menjadi tiga bagian; bagian luar disebut kulit ginjal/korteks renalis, di bawahnya medula renalis, dan di bagian dalam terdapat rongga ginjal/pelvis renalis yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.

1. Kulit ginjal (korteks renalis)
Korteks adalah bagian terluar dari ginjal yang terletak antara kapsul ginjal dan medulla. Ini merupakan tempat terjadinya penyaringan darah atau filtrasi. Disini terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan malphigi.
Badan malpighi pada ginjal tersusun atas glomerolus dan kapsula bowman dan tubulus (saluran), baik tubulus kontortus proksimal maupun tubulus kontortus distal. Jumlah nerfron yang cukup banyak pada kulit ginjal menjadikan permukaan kapiler ginjal lebih luas, sehingga meningkatkan kemampuan dalam menyaring darah.

Struktur Nefron

Pada masing-masing ginjal, terdapat sekitar satu juta nefron. Nefron adalah bagian terpenting dalam anatomi ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah, menyerap nutrisi, dan membuang zat sisa hasil metabolisme melalui urine.
Selain itu, nefron pada ginjal juga terdiri dari bagian-bagian serta struktur lainnya yang berisi:

a. Korpus renal (sel darah ginjal)
Setelah darah memasuki nefron, darah juga masuk ke korpus renal yang juga bisa disebut sebagai badan Malphigian. Korpus ginjal ini juga mengandung dua struktur tambahan, yaitu:

  • Glomerulus, kelompok kapiler yang menyerap protein dari darah dan berjalan melalui sel darah ginjal.
  • Kapsul Bowman, cairan yang tersisa disebut sebagai urine kapsuler. Ini melewati kapsul Bowman ke dalam tubulus ginjal.

b. Tubulus renal
Ini adalah kumpulan tabung yang menjalar dari kapsul Bowman menuju tabung pengumpul (tubulus kolektivus). Setiap tubulus ginjal ini mempunyai beberapa bagian, yaitu:

  • Tubulus kontortus proksimal, bagian yang menyerap air, natrium, dan glukosa kembali ke dalam darah.
  • Lengkungan Henle, bagian ini menyerap kalium, klorida, dan natrium dalam darah.
  • Tubulus kontortus distal, bagian yang menyerap kalium, asam, dan lebih banyak natrium dalam darah.

Darah mengalir melalui nefron menuju korpus renal. Selanjutnya, protein di dalam darah akan diserap oleh glomerulus.
Pada saat cairan mencapai ujung tubulus, lalu akan diencerkan dan terisi urea. Urea adalah produk lainnya dari metabolisme protein yang dilepaskan dalam urine.
Sementara itu, sisa cairan mengalir ke saluran pengumpul atau duktus kolektivus. Kemudian, sebagian akan diserap kembali ke dalam darah, termasuk air, gula dan elektrolit.

2. Sumsum ginjal (medulla renalis)
Bagian ginjal setelah korteks ini dipanggil medulla atau sumsum ginjal, dan berbentuk menyerupai piramid. Bagian utama dari medulla adalah 8 – 10 piramida renalis. Bagian ini berperan dalam menyalurkan sisa hasil filtrasi dari tubulus kolektivus ke kaliks.

Pada medulla juga terdapat nefron yang memanjang dari bagian kulit ginjal, yaitu lengkung henle yang merupakan penghubung antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal; dan tubulus kolektivus yang befungsi untuk menampung urine yang akan disalurkan ke rongga ginjal (pelvis). Bentuknya seperti tabung panjang dan sempit.

Baca Juga :  Akulturasi - Pengertian, Proses, Faktor Pendorong dan Penghambat, Unsur-unsur dan Contoh

Struktur Duktus

Medulla ginjal adalah jaringan pada bagian dalam yang halus dan lembut. Di dalamnya terdapat lengkungan Henle dan piramida ginjal.

  • Piramida ginjal
    Piramida ginjal adalah struktur kecil yang berisi rangkaian nefron dan tubulus yang berfungsi mengangkut cairan ke ginjal. Cairan ini menuju struktur dalam yang mengumpulkan dan membawa urine keluar.
  • Saluran pengumpul
    Ada saluran pengumpul di ujung setiap nefron pada bagian anatomi medula ginjal. Pada area inilah, cairan yang tersaring keluar dari nefron. Lalu, cairan bergerak hingga panggul ginjal (renal pelvis).

3. Rongga ginjal (pelvis)

Rongga ginjal atau pelvis berfungsi sebagai tempat untuk menampung sementara urine sebelum dialirkan ke kandung kemih melalui uretra. Kandung kemih memiliki dinding yang elastis dan mampu meregang untuk dapat menampung sekitar 0,5 L urine. Proses pengeluaran urine dari dalam kandung kemih disebabkan oleh adanya tekanan akibat adanya sinyal yang menunjukkan bahwa kandung kemih sudah penuh. Kontraksi otot perut dan otot-otot kandung kemih akan terjadi saat adanya sinyal penuh dalam kandung kemih. Akibat kontraksi ini, urine dapat keluar dari tubuh melalui uretra.

Pada renal pelvis juga terdapat beberapa bagian lainnya, di antaranya adalah:

  • Calyces, bagian pertama yang mengumpulkan cairan sebelum ke kandung kemih.
  • Hilum, lubang kecil yang berada di tepi bagian dalam ginjal serta melengkung ke dalam.
  • Ureter, tabung otot yang mendorong urine ke dalam kandung kemih dan juga mengeluarkannya.

Fungsi Ginjal

Perlu teman-teman ketahui bahwa fungsi utama ginjal adalah menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan serta elektrolit dalam tubuh.

Tak hanya itu saja, berikut adalah beberapa fungsi ginjal lainnya, seperti:
1. Pengeluaran zat sisa organic. Ginjal mensekresi urea, asam urat, kreatinin, dan produk penguraian hemoglobin dan hormone.
2. Pengaturan konsentrasi ion-ion penting. Ginjal mengekskresi ion natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat, dan fosfat. Ekskresi ion-ion ini seimbang dengan asupan dan ekskresinya melalui rute lain, seperti pada saluran gastrointestinal atau kulit.
3. Pengaturan keseimbangan asam-basa tubuh. Ginjal mengendalikan ekskresi ion hydrogen (H+), bikarbonat (HCO3–), dan ammonium (NH4+) serta memproduksi urine asam atau basa, bergantung pada kebutuhan tubuh.
4. Pengaturan produksi sel darah merah. Ginjal melepas eritropoetin, yang mengatur produksi sel darah merah dalam sumsum tulang.
5. Pengaturan tekanan darah. Ginjal mengatur volume cairan yang esensial bagi pengaturan tekanan darah, dan juga memproduksi enzim rennin. Rennin adalah komponen penting dalam mekanisme rennin-angiotensin-aldosteron, yang meningkatkan tekanan darah dan retensi air.
6. Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah. Ginjal, melalui ekskresi glukosa dan asam amino berlebih, bertanggung jawab atas konsentrasi nutrient dalam darah.
7. Pengeluaran zat beracun. Ginjal mengeluarkan polutan, zat tambahan makanan, obat-obatan, atau zat kimia asing lain dari tubuh.

Setiap hari, ginjal berfungsi menyaring 150 liter darah. Sementara itu, 2 liter di antaranya adalah zat buangan yang berasal dari makanan, obat-obatan, dan zat beracun, lalu dikeluarkan melalui urine. Maka dari itu, ginjal juga termasuk ke dalam sistem eksresi.
Organ ini juga dilengkapi dengan ureter yang bertugas membawa urine keluar dari tubuh. Selain itu, ginjal juga berfungsi menyerap kembali zat-zat penting seperti asam amino, gula, natrium, kalium, serta kandungan nutrisi lainnya.

Baca Juga :  Keutamaan dan Teknis Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Cara Kerja Ginjal

Setiap ginjal yang sehat terdiri atas sekitar satu juta nefron, yaitu bagian anatomi ginjal yang berperan dalam penyaringan darah. Selain berfungsi untuk menyaring darah, nefron juga mengurai nutrisi dan membantu menyebarkan limbah dari hasil penyaringan.

Pada umumnya, setiap nefron memiliki filter (penyaring), yaitu glomerulus dan tubulus. Bagian ginjal yang melewati area korteks dan medula ini bekerja melalui empat tahap, yakni:

Tahap pertama
Setiap anatomi ginjal bekerja satu sama lain untuk menyaring darah dan memproduksi urine yang mengandung limbah dan cairan berlebih untuk dikeluarkan. Tahapan pertama yang akan dilakukan ginjal adalah menyaring darah.

Proses penyaringan darah biasanya dibantu oleh glomerulus, yaitu filter yang merupakan bagian dari korpus ginjal (badan malphigi). Darah yang mengalir dari aorta lewat arteri ginjal menuju ke badan malpighi untuk disaring.Zat sisa dari hasil penyaringan ini disebut urine primer. Urine primer umumnya mengandung air, glukosa, garam, serta urea. Ketiga senyawa tersebut akan masuk dan disimpan sementara dalam kapsul Bowman.

Tahap kedua
Urine primer yang disimpan di dalam kapsul Bowman kemudian akan bergerak menuju saluran pengumpul. Pada saat dalam perjalanan menuju saluran pengumpul, proses pembentukan urine terjadi melalui tahapan reabsorpsi.

Artinya, zat-zat yang masih dapat digunakan, seperti glukosa, asam amino, dan garam tertentu akan diserap kembali. Penyerapan ulang ini dilakukan oleh tubulus proksimal dan lengkung Henle.Proses ini kemudian menghasilkan urine sekunder yang biasanya mengandung kadar urea yang tinggi.

Tahap ketiga
Agar fungsi ginjal berjalan dengan baik, tahapannya tidak hanya sampai menghasilkan urine sekunder. Pengeluaran zat (augmentasi) adalah tahap terakhir dari cara kerja bagian anatomi ginjal.

Urine sekunder yang telah dihasilkan akan dialirkan menuju tubulus distal. Proses ini akan melewati pembuluh kapiler darah yang bertujuan untuk melepaskan zat yang tidak diperlukan oleh tubuh. Dengan demikian, urine yang nantinya dikeluarkan tubuh pun dapat terbentuk dari hasil penyaringan darah.

Tahap keempat
Apabila kandung kemih telah terisi penuh, sinyal akan dikirim ke otak untuk memberitahu Anda agar segera pergi ke toilet. Jika kandung kemih telah dikosongkan, urine mengalir keluar dari tubuh melalui uretra, yang terletak di bagian kandung kemih.

Penyakit Pada Ginjal

Menjaga kesehatan ginjal sangatlah penting bagi tubuh. jika tidak menjaga kesehatan ginjal secara optimal dapat menyebabkan berbagai penyakit yang berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah beberapa kondisi atau penyakit yang bisa memengaruhi fungsi ginjal, seperti:

1. Glomerulonefritis
Glomerulonefritis adalah peradangan yang terjadi pada glomeruli. Penyakit ini bisa terjadi secara mendadak karena infeksi tubuh lainnya.
Sebagai contoh, muncul setelah penderitanya terkena infeksi tenggorokan. Melalui aliran darah, bakteri dapat menginfeksi ginjal.
Dalam kasus tersebut, biasanya ginjal akan sembuh kembali. Namun jika berkembang perlahan, glomerulonefritis bisa mengakibatkan penurunan fungsi ginjal.

2. Penyakit ginjal polikistik
Penyakit ginjal polikistik termasuk kelainan genetik. Kista akan terbentuk di ginjal penderita dan makin lama makin besar. Kista kemudian menyebabkan kerusakan ginjal sampai gagal ginjal.

Baca Juga :  Gambar Ginjal - Pengertian, Struktur dan Fungsinya

3. Batu ginjal
Seperti namanya, penyakit ini terjadi karena adanya batu di dalam ginjal. Batu ginjal terbentuk dari mineral dan garam-garam asam yang mengendap.
Pembentukan batu ginjal biasanya muncul karena terlalu sering menahan buang air kecil. Mineral-mineral dalam urine kemudian menumpuk dan mengkristal dalam ginjal.

4. Infeksi ginjal
Infeksi ginjal yang disebut pyelonephritis biasanya berawal dari infeksi saluran kemih (ISK). Bakteri yang masuk ke salurah kemih kemudian naik ke kandung kemih dan berhasil masuk ke ginjal.
Kondisi ini perlu pengobatan sampai tuntas karena jika dibiarkan bisa mengakibatkan kerusakan dan menurunnya fungsi ginjal.

5. Kanker ginjal
Kanker ginjal berada pada urutan nomor tujuh dari jenis kanker yang paling sering terjadi pada orang dewasa. Jenis kanker ginjal yang paling banyak terjadi adalah karsinoma sel ginjal.
Ketika Anda mengalaminya, gejala bisa berupa adanya darah dalam urine serta rasa sakit di pinggang bagian belakang yang tidak kunjung reda.

6. Gagal ginjal
Gagal ginjal adalah tahap paling parah dari penyakit ginjal, yaitu ketika ginjal sudah tidak berfungsi lagi. Orang yang sudah mengalami gagal ginjal harus melakukan cuci darah (dialisis) secara rutin atau menjalani operasi transplantasi ginjal untuk tetap bertahan hidup.

Cara Menjaga Kesehatan Pada Ginjal

Ginjal memiliki peran penting yang mempengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh, Maka dari itu teman-teman perlu menjaga kesehatan dan fungsi ginjal secara baik. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memiliki ginjal yang sehat.

1. Perbanyak Minum Air Putih
Selain berguna untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, minum air putih secara rutin juga diperlukan tubuh demi menunjang salah satu fungsi utama ginjal dalam membersihkan racun.

2. Mengatur Gula Darah
Risiko kerusakan atau gagal ginjal lebih tinggi pada penderita diabetes. Penyebabnya kadar insulin yang rendah pada penderita diabetes membuat gula darah tidak dapat dimanfaatkan menjadi energi dan harus terbuang melalui urin. Ginjal harus menyaring secara lebih dan hal ini dapat memicu komplikasi pada ginjal.

3. Hindari Merokok
Merokok mengakibatkan penyaluran darah ke jaringan-jaringan tubuh, termasuk ginjal, menjadi terhambat. Hal ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah sebab adanya kebiasaan merokok.

4. Menjaga Pola Makan
Segala makanan yang Anda konsumsi sebaiknya tidak terlalu banyak garam atau fosfor, seperti makanan olahan dan cepat saji. Makanlah menu yang rendah gula seperti ikan, gandum utuh, dan juga kol.

5. Berolahraga Rutin
Olahraga mampu membantu membuat tekanan darah menjadi stabil. Tekanan darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kerusakan ginjal.

Demikianlah pembahasan singkat dari Lazuare.com tentang Ginjal yang dimana dijelaskan mualai dari Struktur, Anatomi, Fungsi, Cara Kerja, Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan Pada Ginjal. Semoga dapat bermanfaat buat teman-teman. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.