Hormon – Pengertian, Fungsi, dan mekanisme

Hormon – Pengertian, Fungsi, dan mekanisme – Ada banyak komponen yang membuat tubuh Anda tetap bekerja dan berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah hormon. Zat ini berperan pada banyak sistem tubuh maka jika terjadi gangguan pada zat ini besar kemungkinan Anda akan mengalami ganngguan kesehatan. Namun apa itu hormon sebenarnya? Apa saja fungsinya di dalam tubuh?


Pengertian Hormon

Kata hormon berasal dari bahasa Yunani yang berarti “menimbulkan atau membangkitkan”. Hormon adalah suatu zat kimia yang bertugas sebagai pembawa tugas (chemical messenger), disekresikan oleh sejenis jaringan, dalam jumlah yang sangat kecil dan dibawa oleh darah menuju target jaringan dibagian lain dari tubuh untuk merangsang aktivitas biokimia atau fisiologi yang khusus.

Endokrinologi, suatu cabang ilmu biomedis yang mempelajari hormon dan aktivitasnya, merupakan salah satu bidang biokimia yang sangat menarik karena beberapa pemahaman baru berasal dari bidang ini. Lagipula, karena perubahan dalam kerja hormon dapat menmbulkan penyakit, maka endokrinologi juga merupakan suatu cabang ilmu kimia yang gunanya dapat dilihat secara langsung.

Mekanisme Kerja Hormon

Earl Sutherland memulai penelitiannya tentang mekanisme kerja enzim pada tahun 1950. Mula-mula ia bertujuan untuk mengetahui bagaimana epinefrin dan glukagon bekerja pada reaksi pemecahan glikogen dan pembentukan glukosa oleh hati. Yang diamati pertama kali ialah bahwa reaksi pemecahan glikogen menjadi glukosa dipercepat oleh hormon-hormon tersebut.

Epinefrin dan glukagon dapat bekerja pada reaksi tersebut. Pada penelitian lebih lanjut Sutherland menemukan bahwa adanya epinefrin dan glukagon pada reaksi pemecahan glikogen telah menimbulkan terbentuknya suatu zat yang tahan panas sebagai zat antara. Dari analisis kimia ternyata zat tersebut ialah AMP siklik, atau adenosin 3’, 5’ monofosfat.

Selanjutnya diketahui bahwa AMP siklik ini terbentuk dari ATP oleh enzim adenil siklase. AMP siklik dapat dihidrolisis oleh enzim fosfodiesterase menjadi AMP. Reaksi ini bersifat sangat eksergonik dan bila tidak ada fosfodiesterase , AMP siklik merupakan senyawa yang sangat stabil.

Baca Juga :  Manajemen Kinerja - Pengertian, Proses, Contoh, Konsep & Pentingnya

Hasil penelitian Sutherland lebih lanjut dapat menjelaskan konsep tentang mekanisme kerja hormon. Hal-hal penting pada konsep tersebut adalah:

  • Sel mengandung reseptor bagi hormon dalam membran plasma.
  • Penggabungan hormon dengan reseptornya dalam membran plasma dapat merangsang siklase adenil yang juga terdapat dalam membran plasma.
  • Peningkatan aktivitas siklase adenil menyebabkan meningkatnya jumlah AMP siklik dalam sel.
  • AMP siklik bekerja dalam sel untuk mengubah kecepatan satu atau beberapa proses.

Dari konsep tersebut dapat digambarkan mekanisme kerja hormon serta peranan AMP siklik sebagai berikut.

Adanya rangsangan dari luar maupun dari dalam menyebabkan kelenjar endokrin memproduksi dan mengeluarkan hormon ke dalam plasma darah. Setelah sampai pada sel yang menjadi tujuan, hormon bergabung dengan reseptor dan meningkatkan aktivitas adenil siklase yang terdapat pada membran.

Aktivitas adenil siklase yang meningkat ini menyebabkan peningkatan pembentukan AMP siklik yang terdapat dalam plasma sel yang dapat mengubah proses di dalam sel tersebut, misalnya aktivitas enzim, permeabilitas membran dan sebagainya. Keseluruhan proses yang berubah ini dapat terwujud dalam tindakan sebagai jawaban fisiologik atau usaha yang dilakukan oleh manusia.

Proses yang bersifat hormonal ini terdiri atas dua tahap, yaitu tahap pertama pembentukan hormon sampai tiba pada dinding sel atau plasma, sedangkan tahap kedua ialah peningkatan jumlah AMP siklik hingga terjadinya pertumbuhan atas proses dalam sel. ( Poedjiadi, anna.2009:)

Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi benar dengan memengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah kegiatan protein selular, termasuk dalam antaranya adalah perangsangan / penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem kekebalan, pengaturan metabolisme dan persediaan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause).

Baca Juga :  19 Pengertian Pengajaran

Pengertian Dan Fungsi Horman Pada Makhluk Hidup Serta Macam-Macamnya

Di banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi kemudian pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular.

Pada hewan, hormon yang paling dikenal merupakan hormon yang diproduksi dengan kelenjar endokrin vertebrata. Namun demikian, hormon dihasilkan dengan hampir semua sistem body organ dan jenis jaringan di dalam tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung ke haluan darah, walaupun ada jua jenis hormon – yang disebut ektohormon (ectohormone) — yang tidak langsung dialirkan ke aliran darah, tetapi melalui sirkulasi atau difusi ke sel target.

Di dalam prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain.

Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untu mensekresikan hormonnya dengan mengirim best?ndsdel regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobingas posteriornya.

Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada periode tumbuhan yang sel-selnya tena aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau ujung akar) atau dalam tahap pengembangan pesat (buah yang selagi dalam proses pemasakan).

Copy hormon dari satu periode ke bagian lain diaplikasikan melalui sistem pembuluh (xilem dan floem) atau copy antarsel. Tumbuhan tidak mempunyai kelenjar tertentu yang menerima hormon.

Fungsi umum hormon adalah sebagai berikut :

  • Berimbas dalam metabolisme glukosa, healthy proteins dan lemak pada semua tubuh.
  • Mengendalikan tekanan darah.
  • Merangsang dalam pembentukan sel darah merah.
  • Mengendalikan di perkembangan ciri seksual lalu sistem reproduksi.
  • Mengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon akibat korteks adrenal.
  • Merangsang pembentukan dan pelepasan dari kelenjar tiroid.
  • Mempertahankan homeostasis (keseimbangan keadaan tubuh dengan kawasan sekitarnya).
Baca Juga :  Iman Kepada Qada dan Qadar -Pengertian, Dalil, Perbedaan & Contoh

Fungsi hormon anabolic steroid
Jenis kelamin laki-laki, hormon testosteron diproduksi akibat testis dan bertanggung jawab untuk karakteristik pria seolah-olah suara yang dalam, rambut wajah selama masa pubertas.
Estradiol adalah hormon seks wanita dan bertanggung jawab untuk pengembangan karakteristik seksual sekunder pada wanita. Perkara ini juga berpartisipasi pada mengontrol siklus menstruasi. Progesteron bertanggung jawab untuk menyiapkan rahim untuk implantasi telur yang telah dibuahi. Situasi ini juga memainkan peran penting sebagai agen pengendalian kelahiran.

Fungsi Hormon Kelenjar adrenal
Nutrient Kortikoid yang dibuat yang sel-sel yang berbeda untuk korteks adrenal. Hormon indonesia berkaitan dengan keseimbangan surroundings garam dalam tubuh. Situasi ini juga mengatur kadar NaCl darah dan mengakibatkan ekskresi kalium dalam urin.
Glukokortikoid yang dibuat akibat korteks adrenal, hormon sekarang memodifikasi reaksi metabolisme terpilih dan memiliki serta efek anti-inflamasi.

Fungsi Hormon Asam Amino
Hormon tiroid tiroksin dan tri-iodothyroxine, mereka mempengaruhi metabolisme publik tubuh. Hormon tiroid yang dikenal sebagai setter kecepatan sistem endokrin.

Fungsi Hormon Peptida
Hormon peptida seperti insulin mengambil bagian dalam metabolisme karbohidrat. Hal ini menambahkan penetrasi dari membran sel untuk memfasilitasi masuknya glukosa. Oleh karena itu penurunan konsentrasi glukosa dalam darah. Insulin sering disebut sebagai faktor hipoglikemik. Kekurangan insulin menyebabkan diabetes mellitus.

Demikian penjelasan artikel terkait diatas tentang Hormon – Pengertian, Fungsi, dan mekanisme semoga bermanfaat bagi pembaca setia kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published.