Fungsi Jantung – Pengertian, Anatomi, Cara Kerja dan Fungsi Jantung.

Pada kesempatan kali ini Lazuare.com akan membahas tentang Fungsi Jantung yang dijelaskan melalui Pengertian, Anatomi, Cara Kerja dan Fungsi Jantung. Untuk lebih memahami lebih dalam teman-teman bisa membaca pembahasan dibawah ini!

Pengertian Jantung

Jantung adalah sebuah organ tubuh manusia yang berongga serta berotot yang berperan dalam sistem peredaran darah manusia. Jantung mengendalikan seluruh kegiatan peredarah darah, dengan melibatkan pembuluh darah sebagai salurannya. Jantung memompa darah ke seluruh tubuh melalui kontraksi berirama dengan bantuan listrik jantung. Darah ini dipompa ke seluruh tubuh. Jantung merupakan organ tubuh yang sangat penting. Keberadaannya begitu vital dalam menunjang kehidupan. Hal ini tidak terlepas dari fungsi jantung dan darah yang berperan sebagai alat transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh tubuh. Tidak hanya itu, jantung juga memiliki peran penting dalam mengangkut zat-zat sisa yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh.

Jantung terdiri dari beberapa bagian, mulai dari perikardium, bilik, serambi, katup, otot jantung hingga pembuluh darah. Setiap bagiannya saling bekerja sama demi memenuhi tugas jantung mengalirkan sekitar 14.000 liter darah setiap harinya.

Kandungan yang ada di dalam darah adalah nutrisi dan oksigen yang berguna untuk kelangsungan hidup sel-sel tubuh. Setelah digunakan oleh sel-sel tersebut, darah itu dikembalikan lagi ke jantung, dan begitu seterusnya.

Jantung memiliki empat ruang yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Organ ini terletak di dalam rongga dada tepatnya di bawah paru-paru sebelah kiri (pada umumnya), dan dilindungi oleh tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costae). Ukuran jantung lebih kurang sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Bentuk jantung lebih kurang mirip seperti kepalan tangan orang dewasa yang terbalik. Organ ini merupakan organ utama yang berperan dalam sistem kardiovaskular. Ukuran jantung kira-kira sebesar kepalan tangan orang dewasa atau memiliki panjang 12 cm, lebar 8 cm, dan tebal 6 cm, dengan berat sekitar 300 gram. Jantung terdiri dari otot-otot (muscular), apex (puncak), basis (dasar), atrium kana dan kiri, serta bilik kanan dan kiri. Hal menarik yang bisa kita ketahui dari organ yang satu ini adalah, mampu untuk memompa darah atau berdetak sebanyak 100.000 kali selama sehari. Oleh karena itu, darah yang dipompa olehnya mencapai 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah segar ke segala sel-sel tubuh.

Anatomi Jantung Manusia

Jantung memiliki ukuran sedikit lebih besar dari kepalan tangan Anda, yakni sekitar 200 hingga 425 gram. Jantung Anda terletak antara paru-paru pada bagian tengah dada, pada bagian belakang dan sedikit ke kiri tulang dada (sternum).

Berikut dibawah ini penjelasan tentang anatomi jantung pada manusia:

1. Perikardium
Jantung berada dalam rongga berisi cairan dengan sebutan rongga perikardial. Dinding dan lapisan rongga perikardial ini memiliki sebutan perikardium. Pada gambar anatomi jantung, tampak perikardium berada pada bagian tengah.

Perikardium ialah sejenis membran serosa yang menghasilkan cairan serous untuk melumasi jantung selama berdenyut dan mencegah gesekan yang menyakitkan antara jantung dan organ sekitarnya.

Bagian ini juga berfungsi untuk menyangga dan menahan jantung untuk tetap berada dalam posisinya. Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan yaitu epikardium (lapisan terluar), miokardium (lapisan tengah), dan endokardium (lapisan dalam).

Jika Anda tidak menjaga kesehatan jantung, perikardium bisa meradang sehingga menyebabkan perikarditis. Sementara bila bagian endokardium dan miokardium yang meradang, Anda akan mengalami endokarditis atau miokarditis.

2. Serambi (atrium)
Bagian serambi atau atrium merupakan bagian jantung atas yang terdiri dari serambi kanan dan kiri. Serambi kanan berfungsi untuk menerima darah kotor dari tubuh yang dibawa oleh pembuluh darah.

Sedangkan serambi kiri berfungsi untuk menerima darah bersih dari paru-paru. Serambi memiliki dinding yang lebih tipis dan tidak berotot, karena tugasnya hanya sebagai ruangan penerima darah. Pada gambar anatomi jantung, tampak serambi berada pada sisi kanan dan kiri jantung bagian atas.

3. Bilik (ventrikel)
Sama seperti serambi, bilik atau ventrikel merupakan bagian jantung bawah yang terdiri dari bagian kanan dan kiri. Bilik kanan berfungsi untuk memompa darah kotor dari jantung ke paru-paru. Sementara itu, bilik kiri berfungsi untuk memompa darah bersih dari jantung ke seluruh tubuh.

Dinding bilik jauh lebih tebal dan berotot ketimbang serambi karena bekerja lebih keras untuk memompa darah baik dari jantung ke paru-paru, maupun ke seluruh tubuh. Pada gambar anatomi jantung, tampak ventrikel berada pada sisi kanan dan kiri jantung bagian bawah.

4. Katup
Ada empat katup yang menjaga aliran darah mengalir ke satu arah, yaitu:

Katup trikuspid, mengatur aliran darah antara serambi kanan dan bilik kanan.
Katup pulmonal, mengatur aliran darah dari bilik kanan ke arteri pulmonalis yang membawa darah ke paru-paru untuk mengambil oksigen.
Kemudian, katup mitral, mengalirkan darah yang kaya oksigen dari paru-paru mengalir dari serambi kiri ke bilik kiri.
Katup aorta, membuka jalan bagi darah yang kaya akan oksigen dari bilik kiri ke aorta (arteri terbesar pada tubuh).

Pada beberapa orang, katup jantung mungkin tidak berfungsi semestinya, sehingga menyebabkan penyakit katup jantung.

5. Otot jantung
Otot jantung merupakan gabungan dari otot lurik dan otot polos yang berbentuk silindris dan memiliki garis terang serta gelap. Pengamatan secara saksama menggunakan mikroskop, maka akan tampak otot ini memiliki banyak inti sel yang berada pada bagian tengahnya.

Otot dalam jantung bertugas untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung merupakan otot terkuat karena mampu bekerja terus menerus sepanjang waktu tanpa istirahat untuk memompa darah. Jika otot ini berhenti bekerja, maka sistem peredaran darah akan terhenti, sehingga terjadilah kematian.

Nah, pada otot jantung ini terdapat siklus jantung, yakni urutan kejadian yang terjadi saat jantung berdetak. Berikut dua fase siklus jantung, yaitu:

  • Sistol, jaringan otot jantung berkontraksi untuk memompa darah keluar dari ventrikel.
  • Diastol, otot jantung rileks terjadi pada saat pengisian darah pada jantung

Tekanan darah meningkat pada arteri utama selama sistol ventrikel dan menurun selama diastol ventrikel. Hal ini menyebabkan 2 angka yang terkait dengan tekanan darah.

Tekanan darah sistolik adalah angka yang lebih tinggi dan tekanan darah diastolik adalah angka yang lebih rendah. Sebagai contoh, tekanan darah 120/80 mmHg menggambarkan tekanan sistolik (120) dan tekanan diastolik (80). Otot jantung dapat melemah atau memiliki kelainan struktur, yaitu kardiomiopati.

6. Pembuluh darah
Ada tiga pembuluh darah utama yang terdapat pada jantung, yaitu:

a. Arteri
Pembuluh darah jantung ini kaya akan oksigen karena berfungsi darah ke sisi kiri otot jantung (ventrikel dan atrium kiri). Arteri memiliki dinding yang cukup elastis sehingga mampu menjaga tekanan darah tetap konsisten..

Kemudian, arteri koroner kiri utama lalu bercabang membentuk:

  • Arteri Left Anterior Descending (LAD), berfungsi menyediakan darah menuju bagian atas dan kiri jantung.
  • Arteri Left Circumflex (LCX), cabang arteri kiri utama yang mengelilingi otot jantung dan menyediakan darah menuju sisi luar dan belakang jantung.
Baca Juga :  9 Pengertian Logistik

Pada arteri koroner kanan bertugas memasok darah menuju ventrikel kanan, atrium kanan, SA (sinoatrial) dan AV (atrioventricular). Arteri koroner kanan bercabang menjadi arteri Right Posterior Descending, dan arteri marginal kanan. Bersama dengan LAD, arteri koroner kanan membantu memasok darah menuju sekat jantung.

Pembuluh darah pada jantung dapat menyebabkan masalah, seperti penyakit jantung koroner dan arterosklerosis, kedua kondisinya menandakan adanya penyumbatan pada pembuluh jantung.

b. Vena
Pembuluh darah yang satu ini membawa darah yang miskin oksigen dari seluruh tubuh untuk kembali ke jantung, ketimbang arteri yaitu vena memiliki dinding pembuluh yang lebih tipis.

c. Kapiler
Pembuluh darah ini bertugas untuk menghubungkan arteri terkecil dengan vena terkecil. Dindingnya sangat tipis sehingga memungkinkan pembuluh darah untuk bertukar senyawa dengan jaringan sekitarnya, seperti karbon dioksida, air, oksigen, limbah, dan nutrisi.

Cara Kerja Jantung pada Manusia

Pada saat berdenyut, setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol).Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol). Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan berkontraksi secara bersamaan.Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam serambi kanan.

Setelah atrium kanan terisi darah, dia akan mendorong darah ke dalam bilik kanan. Darah dari bilik kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis, menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida yang selanjutnya dihembuskan. Darah yang kaya akan oksigen (darah bersih) mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke serambi kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner.

Fungsi Jantung pada Manusia

Kerja jantung melalui mekanisme berulang dan terus menerus yang juga dikenal sebagai siklus jantung sehingga secara visual melihat atau dikenal sebagai denyut jantung. Melalui mekanisme berselang, jantung berkonstraksi untuk mengosongkan isi jantung dan bersantai untuk mengisi dengan darah.

Dalam siklus, melakukan periode jantung sistolik yaitu periode ketika kontrak dan mengosongkan isinya (darah), dan periode diastolik adalah periode relaksasi dan pengisian darah ke jantung. Kedua melonggarkan teras dan kontrak secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur dan kontrak secara bersamaan juga melakukan mekanisme tersebut. Sel-sel otot jantung untuk kontrak untuk tujuan memompa darah yang dipicu oleh potensial aksi dan menyebar melalui membran sel otot. Ketika melakukan kontraksi, jantung menjadi berdetak “berirama”, ini adalah hasil dari tindakan potensi dibawa oleh jantung sendiri. Insiden itu disebabkan karena jantung mempunyai mekanisme untuk menciptakan aliran listrik sendiri untuk melakukan kontraksi atau memompa dan relaksasi. Mekanisme kerja listrik yang menyebabkan dipengaruhi oleh beberapa jenis elektrolit seperti K +, Na +, dan Ca ++. Karena itu, ketika terjadi gangguan dalam tubuh dalam kadar elektrolit akan menyebabkan gangguan juga pada mekanisme aliran listrik di dalam jantung manusia.

Otot jantung menghasilkan arus listrik dan menyebar ke jaringan di sekitar jantung dan disampaikan melalui cairan yang dikandung oleh tubuh. Sehingga sebagian kecil dari aktivitas listrik ini mencapai hingga ke permukaan tubuh seperti pada permukaan dada, punggung, lengan atas atau pergelangan tangan, dan ini dapat dideteksi atau direkam dengan menggunakan alat khusus yang disebut ElectroKardioGram (EKG) .

Jadi fungsi EKG adalah untuk merekam kegiatan listrik di cairan tubuh yang dirangsang oleh arus listrik jantung yang muncul untuk mencapai permukaan tubuh. Berbagai komponen rekaman EKG dapat dikorelasikan dengan proses tertentu di dalam jantung. EKG dapat digunakan untuk mendiagnosa tingkat normal jantung, gangguan irama jantung, serta kerusakan pada otot jantung.

Hal ini disebabkan oleh adanya aktivitas listrik yang dapat memicu aktivitas mekanis, sehingga dalam kasus pola listrik abnormal, biasanya juga disertai dengan adanya otot jantung mekanis atau manusia normal. Setiap darah dan darah oksigen mengandung terlalu banyak kotor (carbondiocsida), dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena besar menuju ventrikel kanan. Ini terjadi setelah atrium kanan terisi dengan darah, yang pada gilirannya mendorong darah ke ventrikel kanan. Selanjutnya dipompa melalui katup pulmonalis ke arteri pulmonalis dan menuju ke paru-paru.

Paru-pury aliran darah melalui pembuluh yang sangat kecil yang disebut kapiler, dan kantong udara di sekitarnya di paru-paru untuk menyerap oksigen dan melepaskan karbon dioksida untuk mengalirkan darah ke dalam pembuluh darah paru ke atrium kiri tongkat. Sirkulasi darah di bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi paru. Ketika darah di atrium kiri dan ventrikel kiri didorong ke arah, da selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke aurta yang merupakan arteri terbesar dalam tubuh manusia. Dalam darah yang kaya oksigen kecuali paru-paru, maka diberikan untuk kepentingan seluruh tubuh manusia.

Katup jantung
Terdiri dari :

Katup Trikuspid
Katup trikuspidalis berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan. Bila katup ini terbuka, maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya, katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.

Katup Pulmonal
Setelah katup trikuspid tertutup, darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi, sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis.

Katup Bikuspid
Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri..Seperti katup trikuspid, katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel.Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup.

Katup Aorta
Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi, sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri.

Fisiologi Jantung

Sistem Pengaturan Jantung

Serabut purkinje adalah serabut otot jantung khusus yang mampu menghantar impuls dengan kecepatan lima kali lipat kecepatan hantaran serabut otot jantung. Nodus sinoatrial (nodus S-A) adalah suatu masa jaringan otot jantung khusus yang terletak di dinding posterior atrium kanan tepat di bawah pembukaan vena cava superior.Nodus S-A mengatur frekuensi kontraksi irama, sehingga disebut pemacu jantung.

Baca Juga :  Jamur Deuteromycota – Pengertian, Ciri dan Reproduksi

Nodus atrioventrikular (nodus A-V) berfungsi untuk menunda impuls seperatusan detik, sampai ejeksi darah atrium selesai sebelum terjadi kontraksi ventrikular.Berkas A-V berfungsi membawa impuls di sepanjang septuminterventrikular menuju ventrikel.

Aktivitas Kelistrikan Jantung

Impuls jantung berasal dari nodus SA, pemacu jantung, yang memiliki kecepatan depolarisasi spontan ke ambang yang tertinggi.Setelah dicetuskan, potensial aksi menyebar ke seluruh atrium kanan dan kiri, sebagian dipermudah oleh jalur penghantar khusus, tetapi sebagian besar melalui penyebaran impuls dari sel ke sel melalui gap junction.Impuls berjalan dari atrium ke dalam ventrikel melalui nodus AV, satu-satunya titik kontak listrik antara kedua bilik tersebut.

Potensial aksi berhenti sebentar di nodus AV, untuk memastikan bahwa kontraksi atrium mendahului kontraksi ventrikel agar pengisian ventrikel berlangsung sempurna.Impuls kemudian dengan cepat berjalan ke septum antarventrikel melalui berkas His dan secara cepat disebarkan ke seluruh miokardium melalui serat-serat Purkinje.

Sel-sel ventrikel lainnya diaktifkan melalui penyebaran impuls dari sel ke sel melalui gap junction.Dengan demikian, atrium berkontraksi sebagai satu kesatuan, diikuti oleh kontraksi sinkron ventrikel setelah suatu jeda singkat.Potensial aksi serat-serat jantung kontraktil memperlihatkan fase positif yang berkepanjangan, atau fase datar, yang disertai oleh periode kontraksi yang lama, untuk memastikan agar waktu ejeksi adekuat.

Fase datar ini terutama disebabkan oleh pengaktifan saluran Ca++ lambat. Karena terdapat periode refrakter yang lama dan fase datar yang berkepanjangan, penjumlahan dan tetanus otot jantung tidak mungkin terjadi.Hal ini memastikan bahwa terdapat periode kontraksi dan relaksasi yang berganti-ganti sehingga dapat terjadi pemompaan darah.Penyebaran aktivitas listrik ke seluruh jantung dapat direkam dari permukaan tubuh.Rekaman ini, EKG, dapat memberi informasi penting mengenai status jantung.

Siklus Jantung

Siklus jantung mencakup periode dari akhir kontraksi (sistole) dan relaksasi (diastole) jantung sampai akhir sistole dan diastole berikutnya.Kontraksi jantung mengakibatkan perubahan tekanan dan volume darah dalam jantung dan pembuluh utama yang mengatur pembukaan dan penutupan katup jantung serta aliran darah yang melalui ruang-ruang dan masuk ke arteri.

Bunyi Jantung

  1. S1 (lub) terjadi saat penutupan katup AV karena vibrasi pada dinding ventrikel & arteri; dimulai pada awal kontraksi/ sistol ventrikel ketika tekanan ventrikel melebihi tekanan atrium.
  2. S2 (dup) terjadi saat penutupan katup semilunar; dimulai pd awal relaksasi/ diastol ventrikel akibat tekanan ventrikel kiri & kanan lebih rendah dari tekanan di aorta & arteri pulmonal.
  3. S3 disebabkan oleh vibrasi dinding ventrikel krn darah masuk ke ventrikel secara tiba-tiba pada saat pembukaan AV, pada akhir pengisian cepat ventrikel. S3 sering terdengar pada anak dengan dinding toraks yang tipis atau penderita gagal ventrikel.
  4. S4 terjadi akibat osilasi darah & rongga jantung yang ditimbulkan oleh kontraksi atrium. Jarang terjadi pada individu normal.
  5. Murmur adalah kelainan bunyi jantung atau bunyi jantung tidak wajar yang berkaitan dengan turbulensi aliran darah. Bunyi ini muncul karena defek pada katup seperti penyempitan (stenosis) yang menghambat aliran darah ke depan, atau katup yang tidak sesuai yang memungkinkan aliran balik darah.

Frekuensi Jantung

  1. Frekuensi jantung normal berkisar antara 60 samapi 100 denyut per menit, dengan rata-rata denyutan 75 kali per menit. Dengan kecepatan seperti itu, siklus jantung berlangsung selama 0,8 detik: sistole 0,5 detik, dan diastole 0,3 detik.
  2. Takikardia adalah peningkatan frekuensi jantung sampai melebihi 100 denyut per menit.
  3. Bradikardia ditujukan untuk frekuensi jantung yang kurang dari 60 denyut per menit
  4. Pengaturan Frekuensi Jantung

Impuls eferen menjalar ke jantung melalui saraf simpatis dan parasimpatis susunan saraf otonom.Pusat refleks kardioakselerator adalah sekelompok neuron dalam medulla oblongata.Efek impuls neuron ini adalah untuk meningkatkan frekuensi jantung.Impuls ini menjalar melalui serabut simpatis dalam saraf jantung menuju jantung.Ujung serabut saraf mensekresi neropineprin, yang meningkatkan frekuensi pengeluaran impuls dari nodus S-A, mengurangi waktu hantaran melalui nodus A-V dan sistem Purkinje, dan meningkatkan eksitabilitas keseluruhan jantung.

Pusat refleks kardioinhibitor juga terdapat dalam medulla oblongata.Efek impuls dari neuron ini adalah untuk mengurangi frekuensi jantung.Impuls ini menjalar melalui serabut parasimpatis dalam saraf vagus.Ujung serabut saraf mensekresi asetilkolin, yang mengurangi frekuensi pengeluaran impuls dari nodus S-A dan memperpanjang waktu hantaran melalui nodus V-A.

Frekuensi jantung dalam kurun waktu tertentu ditentukan melalui keseimbangan impuls akselerator dan inhibitor dari saraf simpatis dan parasimpatis.Impuls aferen (sensorik) yang menuju pusat kendali jantung berasal dari reseptor, yang terletak di berbagai bagian dalam sistem kardiovaskular.Presoreseptor dalam arteri karotis dan aorta sensitive terhadap perubahan tekanan darah. Peningkatan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang memperlambat frekuensi jantung.

Penurunan tekanan darah akan mengakibatkan suatu refleks yang menstimulasi frekuensi jantung yang menjalar melalui pusat medular. Proreseptor dalam vena cava sensitif terhadap penurunan tekanan darah. Jika tekanan darah menurun, akan terjadi suatu refleks peningkatan frekuensi jantung untuk mempertahankan tekanan darah.

Pengaruh lain pada frekuensi jantung : Frekuensi jantung dipengaruhi oleh stimulasi pada hampir semua saraf kutan, seperti reseptor untuk nyeri, panas, dingin, dan sentuhan, atau oleh input emosional dari sistem saraf pusat. Fungsi jantung normal bergantung pada keseimbangan elektrolit seperti kalsium, kalium, dan natrium yang mempengaruhi frekuensi jantung jika kadarnya meningkat atau berkurang.

Curah Jantung

Curah jantung adalah volume darah yang dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit.Curah jantung terkadang disebut volume jantung per menit.Volumenya kurang lebih 5 L per menit pada laki-laki berukuran rata-rata dan kurang 20 % pada perempuan.

Perhitungan curah jantung
(Curah jantung = frekuensi jantung x isi sekuncup)

  • Faktor-faktor utama yang mempengaruhi curah jantung
  1. Aktivitas berat memperbesar curah jantung sampai 25 L per menit, pada atlit yang sedang berlatih mencapai 35 L per menit. Cadangan jantung adalah kemampuan jantung untuk memperbesar curahnya.
  2. Aliran balik vena ke jantung. Jantung mampu menyesuaikan output dengan input-nya berdasarkan alasan berikut :
  • Peningkatan aliran balik vena akan meningkatkan volume akhir diastolic.
  • Peningkatan volume diastolic akhir, akan mengembangkan serabut miokardial ventrikel
  • Semakin banyak serabut otot jantung yang mengembang pada permulaan konstraksi (dalam batasan fisiologis), semakin banyak isi ventrikel, sehingga daya konstraksi semakin besar. Hal ini disebut hukum Frank-Starling tentang jantung.

Pembulu Darah dalam jantung

Arteri Koroner
Karena Jantung adalah terutama terdiri dari jaringan otot jantung yang terus menerus kontrak dan rileks, ia harus memiliki pasokan oksigen yang konstan dan nutrisi. Arteri koroner adalah jaringan pembuluh darah yang membawa oksigen dan darah kaya nutrisi ke jaringan otot jantung. Darah meninggalkan ventrikel kiri keluar melalui aorta, yang arteri utama tubuh. Dua arteri koroner, disebut sebagai “Kiri” dan “kanan” arteri koroner, muncul dari awalaorta, di dekat bagian atas jantung.

Baca Juga :  Budget – Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat, dan Proses

Vena kava superior
Vena kava superior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa darah de-oksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kepala dan tubuh bagian atas umpan ke v. kava superior, yang bermuara di atrium kanan jantung.

Vena Kava Inferior
Vena kava inferior adalah salah satu dari dua pembuluh darah utama yang membawa darah de-oksigen dari tubuh ke jantung. Vena dari kaki dan umpan dada rendah ke v. kava inferior, yang bermuara di atrium kanan jantung.

Vena Pulmonalis
Vena paru adalah pembuluh darah mengangkut oksigen yang kaya dari paru ke atrium kiri. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua urat membawa darah de-oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh vena yang membawa darah ke jantung.

Aorta
Aorta adalah pembuluh darah tunggal terbesar di tubuh. Ini adalah kira-kira diameter ibu jari Anda. kapal ini membawa darah yang kaya oksigen dari ventrikel kiri ke berbagai bagian tubuh.

Arteri Pulmonalis
Arteri paru adalah pembuluh darah transportasi de-oksigen dari ventrikel kanan ke paru-paru. Kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semua arteri membawa darah yang kaya oksigen. Hal ini lebih tepat untuk mengklasifikasikan sebagai pembuluh arteri yang membawa darah dari jantung.

Jantung Yang Berfungsi Tidak Normal
Jika penurunan fungsi jantung, kinerja jantung yang abnormal menyebabkan penyakit jantung. Ada beberapa jenis penyakit jantung disebabkan fungsi jantung yang abnormal sebagai berikut:

Penyakit Jantung Koroner
Adalah penyumbatan pada pembuluh darah yang memberi makan otot jantung (arteri koroner) karena timbunan lemak dan kolesterol. Jika darah tidak mengalir sama sekali karena arteri koroner tersumbat, pasien dapat menderita serangan jantung fatal.

Penyakit Jantung Bocor
Adalah suatu kondisi di mana ada lubang di septum jantung karena kelainan struktur jantung. Secara garis besar, penyakit ini merupakan penyakit bawaan. Dalam kasus jantung bocor, sirkulasi darah mengalir sirkulasi darah kotor ke net sehingga bayi menjadi biru. Jika terlalu banyak darah kotor sirkulasi darah beredar untuk membersihkan dan memasuki organ-organ vital seperti otak, bisa ada sesak napas, disertai kejang-kejang, dan bahkan kematian.

Penyakit Jantung Lemah
Adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah untuk jumlah anggota badan. Hal ini disebabkan semakin besar otot jantung sehingga kemampuannya untuk memompa akan ditolak. Ini adalah salah satu dari banyak konsekuensi dari tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Lapisan Jantung

  1. Endokardium : merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam sekali yang terdiri dari jaringan endotel atau selaput lender yang meapisi permukaan rongga jantung.
  2. Miokardium : merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot jantung ini membentuk bundalan-bundalan otot yaitu :
    -Bundalan otot atria yang terdapat di bagian kiri/kanan dan basis kordis yang membentuk serambi atau aurikula kordis.
    -Bundalan otot ventrikel yang membentuk bilik jantung dimulai dari cincin atrioventrikuler sampai apeks jantung.
  3. Pericardium : lapisan jantung sebelah luar yang merupakanselaput pembungkus terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan parietal dan visceral yang bertemu di pangkal jantung membentuk kantung jantung
    Diantara dua lapisan jantung ini terdapat lendir sebagai pelicin untuk menjaga agar pergesekan antara pericardium pleura tidak menimbulkan gangguan terhadap jantung.Jantung bekerja selama kita masih hidup, karena itu membutuhkan makanan yang dibawa oleh darah.Pembuluh darah yang terpenting dam memberikan darah untuk jantung dari aorta asendens dinamakan arteri korornaria.

Dalam kerjanya jantung mempunyai tiga periode :

Periode kontriksi (periode sistole). Suatu keadaan ketika jantung bagian ventrikel dalam keadaan menguncup.Katup bikus dan trikuspidalis dalam keadaan tertutup valvula semilunaris aorta dan valvula semilunaris arteri pulmonalis terbuka, sehingga darah dari ventrikel dekstra mengalir ke arteri pulmonalis masuk ke paru-paru kiri dan kanan.Sedangkan darah dari ventrikel sinistra mengalir ke aorta kemudian di edarkan ke seluruh tubuh.
Periode dilatasi (periode dilatasi). Seatu keadaan ketika jantung mengenbang.Katup bikus dan trikuspidalis terbuka, sehingga darah dari atrium sinistra masuk ventrikel sinistra dan darah dari atrium dekstra masuk ke ventrikel dekstra.Selanjutnya darah yang ada di paru-paru kiri dan kanan melalui vena pulmonalis masuk ke atrium sinistra dan darah dari seluruh tubuhmelalui vena kava masuk ke atrium dekstra.
Periode istirahat, yaitu waktu antara periode konstriksi dan dilatasi ketika jantung berhenti kira-kira 1/10 detik. Pada waktu kita beristirahatjantung akan menguncup sebanyak 70-80 kali/menit. Pada tiap-tiap kontrksi jantung akan memindahkan darah ke aorta sebanyak 60-70 cc.
Baca Juga : 10 Pengertian Dan Anatomi Otak Manusia

Kalau kita bekerja maka jantung akan lebih cepat berkonstriksi sehingga darah lebih banyak dialirkan ke seluruh tubuh. Kerja jaunting dapat diketahui dengan jalan memeriksa perjalanan darah dalam arteri. Oleh karena dinding arteri akan mengembang jika ke dalamnya mengalir gelombang darah. Gelombang darah ini menimbulkan denyutan pada arteri.Sesuai dengan kuncupnya jantuk disebut denyut nadi.Baik buruknya dan teratur tidaknya denyut nadi bergantung dari kembang-kempisnya jantung.

Sifat Jantung

Otot jantung mempunyai ciri-ciri yang khas. Kemampuan berkontraksi otot jantung sewaktu sistole maupun diastole tidak bergantung pada rangsangan saraf. Kondutivitas (daya hantar) konstriksi melalui setiap serabut otot jantung secara halus sekali dan sangan jelas dalam berkas his. Ritme dan kekuatan gelombang yang dimiliki otot jantung secara otomatis dengan tidak bergantung pada rangsangan saraf.

Denyut Arteri
Denyut nadi merupakan suatu gelombang yang teraba pada arteri bila darah dipompakan keluar jantung. Denyut ini dapat diraba pada arteri radialis dan arteri dorsalis pedis yang merupakan gelombang tekanan yang dialihkan dari aorta ke arteri yang merambat lebih cepat. Kacepatan denyut jantung dalam keadaan sehat dipengaruhi oleh pekerjaan, makanan, emosi, cara hidup dam umur.

Daya Pompa Jantung

Dalam keadaan istirahat janrung beredar 70 kali/menit. Pada waktu banyak pergerakan, kecepatan jantung bisa dicapai 150 kali/menit dengan daya pompa 20-25 liter/menit.

Setipa menit jumlah volume darah yang tepat sama sekali dialirkan dari vena ke jantung. Apabila pengembalian dari vena tidak seimbang dan ventrikel gagal mengimbanginya dengan daya pompa jantung maka vena-vena dekat jantung jadi membengkak berisi darah sehingga tekanan dalam vena naik dalam jangka waktu lama, bisa menjadi edema.

Demikianlah pembahasan tentang Jantung dijelaskan melalui Pengertian, Anatomi, Cara Kerja dan Fungsi Jantung. Semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.