Kalimat Ambigu – Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis, Faktor-faktor dan Contohnya

Ambigu adalah saat arti dari kata, frasa, atau kalimat tidak pasti, maknanya bisa lebih dari satu. Ketika ada pernyataan yang ambigu, tentu akan membingungkan pembaca dan menghalangi makna teks.
Meski begitu, ambiguitas terkadang digunakan secara sengaja untuk menambahkan bumbu humor pada sebuah teks. Dalam konteks tertentu, kata kerja disambigu dan ambigu dapat digunakan sebagai kata sifat. Untuk lebih jelasnya yuk kita simak penjelasan lebih lengkap ini mengenai Kalimat Ambigu – Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis, Faktor-faktor dan Contohnya.

Pengertian Kalimat Ambigu

Amabigu adalah suatu bentuk konstruksi yang ditafsirkan memiliki makna lebih dari satu. Oleh karena itu, kalimat ambigu ialah kalimat yang memiliki makna ganda.

Ambigu adalah kata atau kalimat yang bermakna ganda atau lebih. Kata ambigu ini kadang membuat kalimat atau teksnya mengandung keraguan, kekaburan, ketidakjelasan, dan sejenisnya.

Maksud dari ambigu adalah konstruksi ketatabahasaan, yang memiliki lebih dari satu penafsiran.

Secara bahasa, ambigu berasal dari kata ambiguitas yang diserap dari bahasa Inggris yakni ambiguity. Ambiguity sendiri adalah suatu konstruksi yang dapat ditafsirkan lebih dari satu arti.

Ambiguitas disebut juga ketaksaan, perihal taksa berupa kekaburan atau keraguan.
Arti ambigu adalah ide atau situasi yang bisa dipahami dengan lebih dari satu makna. Hal ini meluas dari kalimat yang ambigu (bisa berarti satu atau lain hal), hingga alur cerita yang ambigu serta argumen yang bermakna ganda atau lebih.

Ciri-Ciri Kalimat Ambigu

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri kalimat ambigu, terdiri atas:

  • Ada kata-kata yang memiliki lebih dari satu makna.
  • Memiliki sifat yang membingungkan dan tidak mudah dipahami oleh orang lain.
  • Dapat menimbulkan keraguan bagi orang yang ingin menafsirkan frasa.
  • Itu tidak memiliki makna yang jelas dan jelas, seperti yang telah dikatakan sebelumnya karena frasa memiliki lebih dari satu makna.

Jenis-Jenis Kalimat Ambigu

Berdasarkan bentuknya, keambiguitasan didalam kalimat terbagi menjadi tiga kelompok yaitu:

Amabiguitas Fonetik
Ambiguitas fonetik ialah keambiguan yang terjadi akibat dari kesamaan bunyi-bunyi yang diucapkan dan biasanya banyak terjadi dailog atau percakapan sehari-hari.

Dia datang kemari memberi tahu.

Kalimat diatas menimbulkan keambiguan karena memiliki banyak tafsir yakni apakah dia datang memberi tahu yang terbuat dari kacang kedelai atau apakah dia datang memberi suatu informasi. Untuk mengetahui arti atau makna kalimat tersebut secara keseluruhan maka harus mendengarkan pembicaraan secara utuh.

Baca Juga :  Akuntansi Syariah - Pengertian, Tujuan, Prinsip dan ciri-ciri akuntansi syariah

Ambiguitas Gramatikal
Ambiguitas gramtikal terjadi karena proses pembentukan suatu ketatabahasaan baik pembentukan kata, prasa maupun kalimat. Kata-kata atau frasa yang memiliki keambiguitasa jenis ini akan hilang jika dimasukan ke dalam konteks kalimat.

Contoh

Orang tua

Kata tersebut memiliki dua makna yakni ibu dan bapak atau orang yang sudah tua. Oleh sebab itu untuk mengetahui makna yang sebenarnya perlu disatukan ke dalam satu kalimat.

Orang tua Deni tidak bisa hadir hari ini.
Aku bertemu dengan orang tua yang kemarin tersesat di jalanan.

Ambiguitas Leksikal
Keambiguan jenis ini terjadi karena faktor kata itu sendiri, pada dasarnya setiap kata memiliki makna lebih dari satu tergantung dari kalimat yang menyertainya.

Contoh

Kata “lari” memiliki makna yang berbeda yaitu mengerjar sesuatu atau menjauh dari sesuatu.

Dia berlari mengejar bus sekolahnya.
Aku lari dari kenyataan.

Faktor-Faktor Penyebab Keambiguan

Adapun faktor-faktor penyebab keambiguan yaitu:

Faktor Morfologi
Keambiguan yang terjadi akibat dari pembentukan kata itu sendiri:

Contoh
Permen itu tertelan olehku
Permen itu sengaja tertelan atau
Permen itu akhirnya dapat ditelan.

Faktor Sintaksis
Faktor ini terjadi karena susunan kata di dalam kalimat yang kurang jelas.

Contoh
Gigit jari
Ani hanya bisa gigit jari melihat barang yang diinginkan tak bisa didapat.
Ani menggigit jarinya hingga berdarah.
Kata gigit jari diatas memiliki dua makna yaitu putus asa atau benar-benar menggigit jarinya.

Faktor Struktural
Faktor struktural ialah faktor yang menyebabkan keambiguitasan akibat dari struktur kalimat itu sendiri.
Contoh
Pembacaan, puisi baru dilaksanakan pada hari minggu “yang dibaca puisi baru”.
Pembacaan puisi baru dilaksanakan pada hari minggu “yang dibaca hari minggu ialah puisi”.

Contoh Kalimat Ambigu

Berikut ini terdapat beberapa contoh kalimat ambigu, terdiri atas:

1. Saya membaca buku sejarah musik baru
Kalimat diatas menimbulkan pertanyaan-pertanyaan apakah bukunya yang baru, sejarahnya yang baru atau musiknya yang baru. Untuk menghindari keambiguan pada kalimat diatas seharunya penulisannya ialah sebagai berikut:

Saya membaca buku-sejarah-musik yang baru “jika bukunya yang baru”.
Saya membaca buku tentang sejarah-musik yang baru “jika sejarahnya yang baru”.
Saya membaca buku sejarah tentang musik yang baru “jika musiknya yang baru”.

Baca Juga :  Pangsa Pasar - Cara, Mengukur, Segmentasi dan Jenis

2. Mobil pegawai baru sedang diperbaiki di bengkel
Kalimat diatas masih tidak jelas apakah mobilnya yang baru atau pegawainya yang baru. Untuk menghindari keambiguan pada kalimat diatas seharusnya ditulis:

Mobil-pegawai yang baru sedang diperbaiki di bengkel “jika mobilnya yang baru”.
Mobil pegawai baru itu sedang diperbaiki di bengkel “jika pegawainya yang baru”.

3. Guru Andre yang gemuk itu tidak bisa datang hari ini
Kalimat diatas masih menimbulkan pertanyaan apakah gurunya yang gemuk atau andrenya yang gemuk sehingga penulisannya seharunya sebagai berikut:

Guru-Andre yang gemuk itu tidak bisa datang hari ini “gurunya yang gemuk”.
Andre yang gemuk itu gurunya tidak bisa datang hari ini “Andrenya yang gemuk”.

4. Sumbangan ke dua sekolah itu telah dikirimkan
Kalimat diatas juga menimbulkan keambiguitasan apakah itu merupakan sumbangan yang ke dua kalinya, sumbangan yang diberikan kepada dua sekolah ataukah sumbangan dari kedua sekolah yang berbeda.

Oleh karena itu untuk menghindari keambiguitasan kalimat diatas seharunya ditulis sebagai berikut:

Sumbangan yang kedua kalinya itu telah dikirimkan “jika sumbangannya yang kedua kali”.
Sumbangan untuk dua sekolah itu telah dikirimkan “jika sumbangan tersebut untuk dua sekolah”.
Sumbangan kedua-sekolah itu telah dikirimkan “jika dua sekolah yang menyumbang”.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : “Kalimat Konotasi” Pengertian & ( Cara Membedakan – Contoh )

5. Hutang Budi
Frasa ini bisa berarti mendapatkan yang baik dari orang lain dan harus dibalas atau bisa juga berarti utang yang dimiliki Budi.

Contoh:
Aku berhutang banyak padamu.
Budi memiliki banyak hutang, jadi saya tidak tahan.

6. Tulang Banting
Frasa ini memiliki dua arti, yaitu kerja keras atau melempar tulang dengan keras.

Contoh:
Ayah bekerja keras sepanjang waktu.
Saya sangat kesal, paman membanting tulang sapi yang dia makan.

7. Angkat tangan Anda
Frasa ini bisa berarti mengangkat tangan Anda atau bisa juga berarti menyerah.

Contoh:
Cobaan hidup membuat Ferdi nyaris mengangkat tangannya.
Ketika namanya disebut saat dipanggil oleh guru, Andi langsung mengangkat tangannya.

Baca Juga :  8 Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Berbuka Puasa

8. Angkat Kaki
Ungkapan di atas bisa berarti naik atau mengangkat kaki.

Contoh:
Ia juga harus rela meninggalkan rumah.
Angkat kakimu sebentar, lantai ingin aku mengepel dulu.

9. Makan Garam
Ungkapan di atas bisa berarti mengalami atau memasukkan atau menelan garam ke dalam tubuh.

Contoh:
Pak Sukmana telah makan garam di dunia jurnalisme.
Makan garam beryodium sangat dianjurkan bagi masyarakat, terutama anak-anak.

10. Asin
Kata di atas bisa berarti dihiasi atau diberi garam.

Contoh:
Konser ini asin dengan sistem pencahayaan yang luar biasa.
Agar lebih lezat, Anda sebaiknya membuat garam buatan sendiri.

11. Bunga rampai
Ungkapan di atas memiliki dua makna, yaitu campuran atau kumpulan jenis bunga dan sebuah buku yang berisi kumpulan tulisan dari berbagai penulis.

Contoh:
Toko bunga menjual bunga rampai yang cocok untuk souvenir kelulusan.
Gerabah sastra Indonesia dapat ditemukan di berbagai perpustakaan.

12. Kambing Hitam
Frasa ini bisa berarti pihak yang disalahkan atau bisa juga berarti kambing hitam.

Contoh:
Doni dianggap sebagai kambing hitam.
Kambing hitam dijual dengan harga murah.

13. Berkuda
Ungkapan ini bisa diartikan sebagai kuda yang dikendarai atau bisa juga diartikan sebagai seseorang yang disuruh atau diperbudak untuk kepentingan orang-orang tertentu.

Contoh:
Tempat-tempat wisata dilengkapi dengan menunggang kuda yang bisa dikendarai oleh wisatawan.
Pemimpin negara seharusnya tidak menjadi penunggang kuda di partai politik.

14. Dikemas
Kata di atas memiliki dua makna, yang dibungkus dan ditampilkan.

Contoh:
Hadiah untuk ibuku sudah dikemas oleh Andi.
Programnya sangat menarik.

Demikianlah pembahasan mengenai Kalimat Ambigu – Pengertian, Ciri-ciri, Jenis-jenis, Faktor-faktor dan Contohnya. semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.