Kalimat Denotasi – Pengertian, Ciri-ciri, Perbedaan dan Contohnya

Dalam bahasa Indonesia, terdapat makna denotasi dan konotasi. Nah, pada artikel ini kita akan membahas mengenai makna denotasi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), denotasi adalah kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau didasarkan atas konvensi.
Selain itu, makna denotasi juga sering dilakukan seperti yang sehari-hari dilakukan.Untuk lebih lengkapnya, simak informasi berikut ini mengenai Kalimat Denotasi – Pengertian, Ciri-ciri, Perbedaan dan Contohnya.

Pengertian Kalimat Denotasi

Kalimat denotasi adalah kalimat yang merujuk kepada makna yang sebenarnya. Dengan kata lain, kalimat denotasi tidak menyembunyikan makna khusus atau memiliki arti lain karena kalimat denotasi menyampaikan apa yang sebenarnya tertulis di dalam kalimat tersebut.
Dalam penggunaannya, kalimat denotasi sering digunakan pada teks-teks ilmiah seperti jurnal, laporan ilmiah, laporan penelitian dan lain-lain. Hal ini dikerenakan kalimat denotasi tidak memiliki keambiguitasan atau tafsir ganda yang hanya terjadi pada kalimat konotasi.

Berkaitan dengan pemakaian bahasa, denotasi merupakan makna dengan pengertian apa adanya dan objektif. Maksudnya kata apa adanya ialah makna tersebut enggak disertai dengan pemikiran dan perasaan tanpa menimbulkan nilai rasa tertentu. Secara sederhana, denotasi atau denotatif ialah makna yang bersifat umum.

Ciri-Ciri Kalimat Denotasi

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri kalimat denotasi, terdiri atas:

  1. Makna kata sesuai apa adanya
  2. Makna kata sesaui hasil observasi
  3. Makna yang menunjukkan langsung pada acuan atau makan dasarnya

Perbedaan dari Konotasi dan Denotasi

Kata-kata yang bermakna denotatif tepat digunakan dalam karya ilmiah, sedangkan kata-kata yang bermakna konotatif wajar digunakan dalam karya sastra.Makna denotatif adalah makna asli, atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh sebuah leksem. Makna denotatif sama dengan makna leksikal. Misal kata “babi” bermakna binatang yang biasa diternakkan dan diambil dagingnya. Sedangkan makna konotatif adalah makna lain yang “ditambahkan” pada makna denotatitif.

Baca Juga :  Signifikan : Pengertian, Contoh dan Dalam Penelitiannya

Perhatikan contoh berikut ini:

Anton menjadi kambing hitam dalam kasus tersebut.
Anton membeli kambing hitam kemarin sore.
Kata “kambing hitam” pada kalimat (a) tidak diartikan sebagai seekor hewan (kambing) yang warnanya hitam. Karena, jika diartikan demikian, makna keseluruhan kalimat tersebut tidak logis atau tidak dapat dipahami. Makna kata “kambing hitam” pada kalimat (a) adalah tersangka dalam suatu perkara yang tidak dilakukan.

Makna “kambing hitam” pada kalimat (a) inilah yang disebut dengan makna konotasi. Berbeda halnya dengan kalimat (a),”kambing hitam” pada kalimat yang (b) memiliki makna seekor hewan (kambing) yang warnanya hitam. Makna “kambing hitam” pada kalimat (b) inilah yang disebut dengan makna denotasi.

Secara singkat makna konotasi dapat diartikan sebagai makna tidak sebenarnya pada kata atau kelompok kata. Oleh karena itu, makna konotasi sering disebut juga dengan istilah makna kias. Lebih lanjut, makna konotasi dapat dijabarkan sebagai makna yang diberikan pada kata atau kelompok kata sebagai perbandingan agar apa yang dimaksudkan menjadi jelas dan menarik.

Sedangkan makna denotasi adalah makna sebenarnya yang terdapat pada kata tersebut. Atau secara singkat makna denotasi diartikan sebagai makna sebenarnya. Makna sebenarnya yang dimaksud adalah makna dasar kata yang terdapat dalam kamus (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Contoh Kalimat Denotasi

Berikut ini terdapat beberapa contoh kalimat denotasi, terdiri atas:

  • Andi memiliki tangan yang panjang lebih panjang dari tangan manusia rata-rata.
  • Kumbang Banteng memiliki kepala yang keras jika dibandingkan dengan kumbang lainnya.
  • Melihat pembantunya sedang mengepel lantai, dia mengangkat kakinya ke atas meja.
  • Ular, kadal dan beberapa jenis hewan reptil lainya adalah hewan berdarah dingin.
  • Belalang memiliki darah berwarna biru yang disebut hemosianin.
  • Penyakit kulit ini awalnya menyebabkan wajah terasa gatal, tetapi setelah beberapa hari wajah akan terasa tebal.
  • Beberapa jenis spesies kutu berpindah ke inang lainnya dengan cara melompat.
  • Akibat rasa marahnya yang keluar tiba-tiba dia membanting tulang yang ada di sampingnya.
  • Tulang rusuk berfungsi untuk melindungi organ-organ penting yang ada di dalam rongga dada.
  • Duduklah dengan posisi yang benar agar tulang punggung tidak menjadi rusak karena bengkok.
  • Adik Kecilku sangat suka menggigit jari
  • Alsyah memiliki seekor sapi perah
  • Ibu Andi kepasar beli daging sapi
  • Tangan Adhin terkena api,ketika bermain api
  • Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa
  • Halim menanam bunga dihalaman depan rumahnya
  • kabarnya harga BBM akan naik bulan ini
  • Alibaba menyeduh kopi dengan air panas (panas: suhu air yang tinggi )
  • Kaca itu jatuh dan hancur berkeping-keping (hancur: rusak menjadi pecahan-pecahan kecil)
  • Padi di sawah bu Yusda masih hijau (hijau: muda)
  • Sungai yang berada di belakang rumah Anggi meluap akibat hujan tadi malam (meluap: melimpah dengan banyak )
  • Adik kecilku sangat suka menggigit jari (menggigit jari: memasukkan jari ke mulut dan di gigit)
  • Zakiyan memiliki seekor sapi perah (sapi perah: sapi yang diambil air susunya)
  • Ibu Andi pergi dini hari tadi ke rumah nenek (dini: pagi sekali)
  • Tangan Reno terbakar, ketika bermain api (bermain api: melakukan permainan dengan api)
  • Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa (kursi empuk: kursi yang nyaman diduduki)
  • Diana menanam bunga dihalaman depan rumahnya (menanam: kegiatan menaruh bibit, benih, setek, atau sebagainya di dalam tanah supaya tumbuh)
  • Suasana hari ini terasa sangat panas (panas: keadaan pada suhu tinggi)
  • Arman sedang duduk di kursi goyang
  • Neny sedang menggulung tikar (tikar: anyaman yang biasamya digunakan untuk tempat duduk)
  • Warga Jamruj berhasil menangkap pencuri kambing bandot milik andi (menangkap: memegang pencuri dan tidak melepaskan)
  • Ayam itu tenggelam di sungai (tenggelam: masuk terbenam ke dalam air)
  • Makanan ini terasa pahit di mulut (pahit: rasa tidak sedap seperti rasa empedu)
  • Anakku Ahmad, jangan banting tulang ayamnya ya. (banting tulang: kegiatan membanting tulang)
  • Soimah jangan lari lagi (lari: menggerakkan kaki dengan cepat)
Baca Juga :  Pendapatan Dalam Akuntansi

Demikianlah pembahasan mengenai Kalimat Denotasi – Pengertian, Ciri-ciri, Perbedaan dan Contohnya. semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.