Kalimat Majemuk – Pengertian, Ciri-ciri dan contohnya

Kalimat majemuk merupakan pola bahasa yang memiliki lebih dari satu klausa atau dasar. Yuk, simak mengenai Kalimat Majemuk – Pengertian, Ciri-ciri dan contohnya dibawah ini.

Pengertian Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran ialah kalimat majemuk yang merupakan gabungan dari kalimat majemuk setara dengan kalimat majemuk bertingkat. Dalam kalimat majemuk campuran, sekurang-kurangnya terdiri dari tiga kalimat tunggal.

Berdasarkan predikatnya, kalimat majemuk campuran terbagi menjadi 2 jenis, antara lain :
Kalimat verbal : kalimat majemuk campuran yang predikatnya terdiri dari kata kerja.
Contoh : Ibu memasak.
Kalimat nominal : kalimat majemuk campuran yang predikatnya terdiri dari kata benda, keadaan, dan kata ganti.
Contoh : Nia rajin dan disiplin.
Berdasarkan pengucapannya, kalimat majemuk campuran terbagi menjadi 2 jenis, yaitu :

Kalimat langsung : kalimat yang menuliskan kutipan secara langsung perkataan dari seseorang dengan menggunakan tanda petik.
Contoh : Ayah bertanya padaku, “Dimana kamu menyimpan koran minggu lalu?”
Kalimat tidak langsung : kalimat yang tidak mengutip ucapan dari seseorang secara langsung.
Contoh : Ayah bertanya padaku, dimana aku menyimpan koran minggu lalu.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran memiliki ciri atau karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki minimal 3 klausa atau kalimat tunggal.
  • Terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.
  • Memiliki 2 konjungsi atau kata penghubung seperti : dan, lalu, serta, kemudian, setelah, ketika, supaya, agar, sebab dan sebagainya.
    Contoh:
    Budi sedang tertidur pulas ketika saya datang dan ibu sedang memasak di dapur
    Induk kalimat K Anak kalimat K Anak kalimat
Baca Juga :  Status Sosial - Pengertian Status dan Peran Sosial, Cara Memperoleh, Akibat, Macam, Konflik, Fungsi

Contoh Kalimat Majemuk Campuran

Adapun jenis-jenis kalimat majemuk campuran diantaranya yaitu:

Contoh 1

Pekerjaan itu sudah selesai ketika ayah datang dari kantor dan ibu sudah menidurkan adik.
Pekerjaan itu sudah selesai (Induk kalimat)
Ayah datang dari kantor (Anak kalimat)
Ibu sudah menidurkan adik (Anak kalimat)
Ayah memberitahukan bahwa aku mendapat juara pertama dan ibu sangat terkejut.
Ayah memberitahukan berita itu.(Induk kalimat)
Aku mendapat juara pertama. (Anak kalimat)
Ibu sangat terkejut (Anak kalimat)
Ketika aku terjatuh dari sepeda di halaman, adik sedang bermain di kamarnya sedangkan ibu menyiapkan makanan di dapur.
Adik sedang bermain di kamarnya.(Induk kalimat)
Ibu menyiapkan makanan di dapur. (Anak kalimat)
Aku terjatuh dari sepeda di halaman. (Anak kalimat)
Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan.
Karena ayah sedang kesulitan, kakek mengambil uang di tabungan dan memberikannya kepada ayah.
Jadi, dalam kalimat tersebut terdiri dari tiga kalimat tunggal, satu induk kalimat dan dua kalimat menjadi anak kalimat.

Contoh 2

Contoh lain kalimat majemuk campuran dapat terdiri atas:

Satu induk kalimat dan dua anak kalimat atau.
Kami telah menyelenggarakan sebuah tablik akbar yang dihadiri oleh masyarakat Pematang Pudu serta dihadiri pula oleh para pejabat kecamatan dan kelurahan.

Dua induk kalimat dan satu anak kalimat.
Pak Yudi mengajarkan cara menulis puisi yang benar dan Pak Salman mengajarkan teknik berpidato yang memikat agar siswa SMA IT Mutiara mempunyai bekal yang memadai dalam hal keterampilan berbahasa.

Baca Juga :  Garis Bujur dan Garis Lintang - Pengertian dan Pembagian

Contoh 3

Toni bermain dengan Kevin. (kalimat tunggal 1)
Rina membaca buku di kamar kemarin. (kalimat tunggal 2, induk kalimat)
Ketika aku datang ke rumahnya. (anak kalimat sebagai pengganti keterangan waktu)
Toni bermain dengan Kevin, dan Rina membaca buku di kamar, ketika aku datang ke rumahnya. (kalimat majemuk campuran)

Mantan Presiden Soeharto adalah pemimpin yang berkarakter tegas, menggagas, dan melaksanakan pembangunan dengan terencana serta serius mengurus masalah pangan dan pertanian. Terlepas dari kritik atas kekurangannya, terutama menjalankan pemerintahan yang otoriter, sisi baik Soeharto sepatutnya tetap bisa diteladani.

Soeharto adalah pemimpin yang serius berusaha memakmurkan masyarakat. Meski tak lepas dari berbagai kritik, mantan Presiden itu telah menyumbangkan jasa besar, terutama dalam mengembangkan ideologi pembangunan, pertumbuhan, dan program pembangunan lima tahun yang terencana baik. Program itu mampu mengangkat martabat rakyat Indonesia.

sosok Soeharto menarik karena dia tak hanya pintar, tetapi juga berani mengambil keputusan yang tepat di saat yang genting. Setelah keputusan diambil, dia juga berani menanggung risiko. Karakter semacam itu merupakan ciri-ciri pemimpin yang baik.

Kelebihan lain, Soeharto sangat serius memikirkan dan memperjuangkan kebutuhan rakyat kecil. Itu terlihat dari pemihakannya pada pertanian dan masalah pangan. Tak hanya menyusun konsep dan melaksanakannya, dia juga turun ke lapangan untuk mengecek proses pembangunan itu.

Soeharto sukses memimpin dan memakmurkan Indonesia. Kuncinya adalah ketegasan dan pemahamannya atas masalah di negeri ini. Indonesia bisa maju dari negara miskin menjadi negara berkembang.

Baca Juga :  Teknologi Informasi – Pengertian dan Dampak

Soeharto mengubah Indonesia yang miskin menjadi macan ekonomi baru, mendidik rakyat, dan membangun infrastruktur.

 

Demikian info kali ini terkait Kalimat Majemuk – Pengertian, Ciri-ciri dan contohnya. semoga bermanfaat dan terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.