Kata Serapan – Pengertian, Macam-macam dan contoh

Kata Serapan – Pengertian, Macam-macam dan contoh – Secara Etimologi Kata dalam bahasa Melayu dan Indonesia diambil dari bahasa Sansekerta kathā. Dalam bahasa Sansekerta katha sebenarnya artinya adalah “konversasi”, “bahasa”, “cerita” atau “dongeng”. Dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi “kata”.

Pengertian Kata Serapan

Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diintegrasikan ke dalam suatu bahasa dan diterima pemakaiannya secara umum. Setiap masyarakat bahasa memiliki tentang cara yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan atau untuk menyebutkan atau mengacu ke benda-benda di sekitarnya. Hingga pada suatu titik waktu, kata-kata yang dihasilkan melalui kesepakatan masyarakat itu sendiri umumnya mencukupi keperluan itu,

namun manakala terjadi hubungan dengan masyarakat bahasa lain, sangat mungkin muncul gagasan, konsep, atau barang baru yang datang dari luar budaya masyarakat itu. Dengan sendirinya juga diperlukan kata baru. Salah satu cara memenuhi keperluan itu–yang sering dianggap lebih mudah–adalah mengambil kata yang digunakan oleh masyarakat luar yang menjadi asal hal ihwal baru itu.

Kata Serapan

Penyerapan Kata Asing terjadi karena beberapa hal berikut:

  • Kata asing tersebut lebih cocok konotasinya.
  • Bercorak Internasional
  • Lebih singkat dibandingkan dengan terjemahannya.
  • Mempermudah karena dalam bahasa Indonesia terlalu banyak sinonimnya.
  • Unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.
  • Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia
  • Unsur asing yang penulisan dan pengucapannya di sesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.

Macam-Macam Kata Serapan

Adaptasi
Mengambil makna kata asing. Sedangkan ejaan disesuaikan dengan bahasa Indonesia
Contoh : pluralisasi (Inggris: pluralization), maksimal (Jerman: maximaal)

Sufiks Serapan
Sufiks dari bahasa Belanda seperti ,-si ‘nominal’, -is ‘adjektival, -isme ‘nominal’, -asi’nominal, -er ‘verbal’, -us ‘nominal’ .
Sufiks serapan dari bahasa Inggris seperti -s ‘jamak’, -ik ‘adjektival’, -i ‘adjektiva.

Adaptasi Negatif

Jika dasar kata konsonan awalnya tidak bersuara (p,t,k,c,s) maka konsonan itu lenyap. Dalam bahasa Indonesia pukul menjadi memukul, tinjau menjadi meninjau, kunyahmenjadi mengunyah, sobek menjadi menyobek. Sebaliknya, jika kata serapanbergabung dengan prefiks maka kata tersebut menyimpang dari peraturan. Traktir menjadi mentraktir, politiser menjadi mempolitiser, kopi ‘foto kopi’ menjadi mengkopi, dan fokus menjadi memfokuskan.

Kata Serapan Budaya (Cultura Borrowing)

Kata-kata asing yang masuk dalam kosa kata bahasa Indonesia

Contoh : Dewi-dewi (Sansekerta), super market (Inggris)

Kata Serapan Mesra (Intimate Borrowing)
Dua bahasa dipakai dalam suatu daerah yang secara topografis dan politis merupakan satu komunitas.

Contoh : bestik (Belanda befstik)

Adopsi
Ketika kata asing diadopsi dalam bahasa Indonesia.

Adopsi pertama, konsepnya diadopsi, tetapi tetap memakai kata bahasa Indonesia. Misalnya kata sholat (bahasa Arab) dalam bahasa Indonesia menjadi sembahyang.

Adopsi kedua, kata bahasa Inggris yang berupa frasa diterjemahkan secara harafiah dalam bahasa Indonesia. Frasa bahasa Inggris fifteen seconds from now menjadi lima belas detik dari sekarang.
Adopsi ketiga, konsep dan bentuk diadopsi, tetapi artinya berubah. Misalnya, kata retool dalam bahasa Inggris artinya ‘mengganti pealatan’. “Menteri yang tidak becus akan diritul”. Diritul di sini berarti diganti atau dipecat.

Kata Serapan Masuk Ke Dalam Bahasa Indonesia Dengan 4 Cara Yaitu :

Cara Adopsi
Terjadi apabila pemakai bahasa mengambil bentuk dan makna kata asing itu secara keseluruhan.

Contoh : supermarket, plaza, mall

Cara Adaptasi
Terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil makna kata asing itu, sedangkan ejaan atau penulisannya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia

Contoh :

Pluralization → pluralisasi
Acceptability → akseptabilitas

Penerjemahan
Terjadi apabila pemakai bahasa mengambil konsep yang terkandung dalam bahasa asing itu, kemudian kata tersebut dicari padanannya dalam Bahasa Indonesia

Contoh :

Overlap → tumpang tindih
Try out → uji coba

Kreasi
Terjadi apabila pemakai bahasa hanya mengambil konsep dasar yangada dalam bahasa Indonesia. Cara ini mirip dengan cara penerjemahan, akan tetapi memiliki perbedaan. Cara kreasi tidak menuntut bentuk fisik yang mirip seperti penerjemahan. Boleh saja kata yang ada dalam bahasa aslinya ditulis dalam 2 atau 3 kata, sedangkan bahasa Indonesianya hanya satu kata saja.

Contoh :

Effective → berhasil guna
Spare parts → suku cabang

Perbendaharaan Kata Serapan
Di antara bahasa-bahasa di atas, ada beberapa yang tidak lagi menjadi sumber penyerapan kata baru yaitu bahasa Tamil, Parsi, Hindi, dan Portugis. Kedudukan mereka telah tergeser oleh bahasa Inggris yang penggunaannya lebih mendunia. Walaupun begitu, bukan bererti hanya bahasa Inggris yang menjadi rujukan penyerapan bahasa Indonesia pada masa yang akan datang.

Baca Juga :  Bioteknologi - Pengertian, Sejarah, Ciri, Macam, Jenis-jenis, Dampak, dan Contoh Bioteknologi

Penyerapan kata dari bahasa Cina sampai sekarang masih terjadi di bidang pariboga termasuk bahasa Jepang yang agaknya juga potensial menjadi sumber penyerapan.

Di antara penutur bahasa Indonesia beranggapan bahwa bahasa Sanskerta yang sudah ’mati’ itu merupakan sesuatu yang bernilai tinggi dan klasik. Alasan itulah yang menjadi pendorong penghidupan kembali bahasa tersebut. Kata-kata Sanskerta sering diserap dari sumber yang tidak langsung, yaitu Jawa Kuna. Sistem morfologi bahasa Jawa Kuna lebih dekat kepada bahasa Melayu. Kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Sanskerta-Jawa Kuna misalnya acara, bahtera, cakrawala, darma, gapura, jaksa, kerja, lambat, menteri, perkasa, sangsi, tatkala, dan wanita.

Bahasa Arab menjadi sumber serapan ungkapan, terutama dalam bidang agama Islam. Kata rela (senang hati) dan korban (yang menderita akibat suatu kejadian), misalnya, yang sudah disesuaikan lafalnya ke dalam bahasa Melayu pada zamannya dan yang kemudian juga mengalami pergeseran makna, masing-masing adalah kata yang seasal dengan rida (perkenan) dan kurban (persembahan kepada Tuhan). Dua kata terakhir berkaitan dengan konsep keagamaan. Ia umumnya dipelihara betul sehingga makna (kadang-kadang juga bentuknya) cenderung tidak mengalami perubahan.

Sebelum Ch. A. van Ophuijsen menerbitkan sistem ejaan untuk bahasa Melayu pada tahun 1910, cara menulis tidak menjadi pertimbangan penyesuaian kata serapan. Umumnya kata serapan disesuaikan pada lafalnya saja.

Meski kontak budaya dengan penutur bahasa-bahasa itu berkesan silih berganti, proses penyerapan itu ada kalanya pada kurun waktu yang tmpang tindih sehingga orang-orang dapat mengenali suatu kata serapan berasal dari bahasa yang mereka kenal saja, misalnya pompa dan kapten sebagai serapan dari bahasa Portugis, Belanda, atau Inggris. Kata alkohol yang sebenar asalnya dari bahasa Arab, tetapi sebagian besar orang agaknya mengenal kata itu berasal dari bahasa Belanda.

Kata serapan dari bahasa Inggris ke dalam kosa kata Indonesia umumnya terjadi pada zaman kemerdekaan Indonesia, namun ada juga kata-kata Inggris yang sudah dikenal, diserap, dan disesuaikan pelafalannya ke dalam bahasa Melayu sejak zaman Belanda yang pada saat Inggris berkoloni di Indonesia antara masa kolonialisme Belanda.. Kata-kata itu seperti kalar, sepanar, dan wesket. Juga badminton, kiper, gol, bridge.

Sesudah Indonesia merdeka, pengaruh bahasa Belanda mula surut sehingga kata-kata serapan yang sebetulnya berasal dari bahasa Belanda sumbernya tidak disadari betul. Bahkan sampai dengan sekarang yang lebih dikenal adalah bahasa Inggris.

Daftar kata serapan dari bahasa Arab dalam bahasa Indonesia
Lafal dan arti masih sesuai dengan aslinya

  1. abad, abadi, abah, abdi, adat, adil, amal, aljabar, almanak, asli, awal, akhir, azan,
  2. bakhil, baligh, batil, barakah,
  3. daftar,
  4. hikayat, hikmah, halal, haram, hakim, haji,
  5. ilmu, insan,
  6. jawab,
  7. khas, khianat, khidmat, khitan, kiamat, (al)kitab, kuliah, kursi, kertas,
  8. lafaz,
  9. munafik, mualaf, musyawarah, markas, mistar, malaikat, mahkamah, musibah, mungkar, maut, mimbar
  10. nisbah, napas,
  11. syariat, salat,
  12. ulama,
  13. wajib,
  14. ziarah, zina(h), zakat
  15. Lafalnya berubah, artinya tetap
  16. berkah, barakat, atau berkat dari kata barakah
  17. buya dari kata abuya
  18. derajat dari kata darajah
  19. jenis dari kata jins
  20. kabar dari kata khabar
  21. katulistiwa dari kata khat al-istiwa
  22. lafal dari kata lafazh
  23. lalim dari kata zhalim
  24. makalah dari kata maqalatun
  25. masalah dari kata mas-alatun
  26. menara dari kata minarah
  27. mungkin dari kata mumkinun
  28. resmi dari kata rasmiyyun
  29. soal dari kata suaalun
  30. rezeki dari kata rizq
  31. Sekarat dari kata sakaraat
  32. Serikat dari kata syirkah
  33. Nama-nama hari dalam sepekan : Ahad (belakangan jadi Minggu artinya=1 atau hari Ahad), Senin (Isnaini=2 atau hari Senin), Selasa (Tsulatsaa), Rabu (Arbi’aa), Kamis (Khamiis), Jumat (Jumu’ah) dan Sabtu (sabtun)
  34. Kata serapan dari bahasa Belanda
  35. Aki- accu
  36. Definisi Aki. Aki atau Storage Battery adalah sebuah sel atau elemen sekunder dan merupakan sumber arus listrik searah yang dapat mengubah energy kimia menjadi energy listrik.

Voltase – voltage
Perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt.

Mesin- machine
Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia.

Kata serapan dari bahasa Inggris

Mekanika – mechanicus
Jenis ilmu khusus yang mempelajari fungsi dan pelaksanaan mesin, alat atau benda yang seperti mesin.

Baca Juga :  Anus - Pengertian, Fungsi, Struktur, Bagian-bagian, Anatomi, Penyakit dan cara menjaga kesehatan Anus.

Komputer – computer
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan.

Cara Penyerapan Kata Asing Dalam Bahasa Indonesia

Penyesuaian fonem

Tanpa perubahan

  1. ae jika tidak bervariasi dengan e. Contoh: aerobe → aerob.
  2. ai
  3. au
  4. e
  5. ea
  6. ei
  7. eo
  8. eu
  9. f
  10. i jika di awal suku kata di muka vokal. Contoh: ion → ion.
  11. ie jika lafalnya bukan i. Contoh: variety → varietas.
  12. kh (Arab)
  13. ng
  14. ps
  15. pt
  16. u
  17. ua
  18. ue
  19. ui
  20. uo
  21. v
  22. x, jika di awal kata. Contoh: xenon → xenon.
  23. y, jika lafalnya y. Contoh: yen → yen.
  24. z.

Dengan perubahan

  1. aa (Belanda) → a. Contoh: octaaf → oktaf.
  2. ae → e, jika bervariasi dengan e. Contoh: haemoglobin → hemoglobin.
  3. c → k, jika di muka a, u, o, dan konsonan. Contoh: crystal → kristal.
  4. c → s, jika di muka e, i, oe, dan y. Contoh: cylinder → silinder.
  5. cc → k, jika di muka o, u, dan konsonan. Contoh: accumulation → akumulasi.
  6. cc → ks, jika di muka e dan i. Contoh: accent → aksen.
  7. ch dan cch → k, jika di muka a, o, dan konsonan. Contoh: saccharin → sakarin.
  8. ch → s, jika lafalnya s atau sy. Contoh: machine → mesin.
  9. ch → c, jika lafalnya c. Contoh: check → cek.
  10. ç (Sansekerta) → s. Contoh: çāstra → sastra.
  11. ee (Belanda) → e. Contoh: systeem → sistem.
  12. gh → g. Contoh: sorghum → sorgum.
  13. gue → ge
  14. ie (Belanda) → i, jika lafalnya i. Contoh: politiek → politik.
  15. oe (oi Yunani) → e
  16. oo (Belanda) → o. Contoh: komfoor → kompor.
  17. oo (Inggris) → u. Contoh: cartoon → kartun.
  18. oo (vokal ganda) tetap. Contoh: zoology → zoologi.
  19. ph → f. Contoh: phase → fase.
  20. q → k
  21. rh → r. Contoh: rhetoric → retorika.
  22. sc → sk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: scriptie → skripsi.
  23. sc → s, jika di muka e, i, dan y. Contoh: scenography → senografi.
  24. sch → sk, jika di muka vokal. Contoh: schema → skema.
  25. t → s, jika di muka i. Contoh: ratio → rasio.
  26. th → t. Contoh: methode → metode.
  27. uu → u. Contoh: vacuum → vakum.
  28. v (Sanskerta) → w atau v
  29. x → ks, jika tidak di awal kata. Contoh: exception → eksepsi.
  30. xc → ksk, jika di muka a, o, u, dan konsonan. Contoh: excavation → ekskavasi.
  31. y → i, jika lafalnya i. Contoh: dynamo → dinamo.
  32. konsonan ganda menjadi konsonan tunggal, kecuali jika dapat membingungkan. Contoh: effect → efek, mass → massa.

Penyesuaian akhiran

Tanpa perubahan

  1. -anda, -andum, -endum
  2. -ar
  3. -ase, -ose
  4. -ein
  5. -ein. Contoh: protein → protein.
  6. -et
  7. -or. Contoh: dictator → diktator.
  8. -ot

Dengan perubahan

  1. -(a)tion, -(a)tie (Belanda) → -(a)si. Contoh: action, actie → aksi.
  2. -aat (Belanda) → -at. Contoh: plaat → pelat.
  3. -able, -ble → -bel
  4. -ac → -ak
  5. -acy, -cy → -asi, -si
  6. -age → -ase. Contoh: percentage → persentase.
  7. -air → -er
  8. -al, -eel (Belanda), -aal (Belanda) → -al. Contoh: formeel → formal.
  9. -ance, -ence → -ans, -ens (yang bervariasi dengan -ancy, -ency)
  10. -ancy, -ency → -ansi, -ensi (yang bervariasi dengan -ance, -ence)
  11. -ant → -an. Contoh: accountant → akuntan.
  12. -archy, -archie (Belanda) → -arki. Contoh: anarchy, anarchie → anarki.
  13. -ary, -air (Belanda) → -er. Contoh: primary, primair → primer.
  14. -asm → -asme
  15. -ate → -at
  16. -eel (Belanda) → -el, jika tak ada padanan dalam bahasa Inggris.
  17. -end → -en
  18. -ete, -ette → -et
  19. -eur (Belanda), -or → -ur, -ir. Contoh: director, directeur → direktur.
  20. -eus (Belanda) → -us
  21. -ic, -ique → -ik
  22. -icle → -ikel
  23. -ics, -ica → -ik, -ika. Contoh: logic, logica → logika.
  24. -id, -ide → -ida
  25. -ief, -ive → -if. Contoh: descriptive, descriptief → deskriptif.
  26. -iel, -ile, -le → -il. Contoh: percentile → persentil.
  27. -ific → -ifik
  28. -isch, -ic → -ik. Contoh: elektronic → elektronik
  29. -isch, -ical → -is. Contoh: optimistisch, optimistical → optimistis
  30. -ism, -isme (Belanda) → -isme. Contoh: modernism, modernisme → modernisme. Beberapa perkecualian: prism->prisma, schism->skisma
  31. -ist → -is. Contoh: egoist → egois.
  32. -ite → -it
  33. -ity → -itas
  34. -logue → -log. Contoh: dialogue → dialog.
  35. -logy, -logie → -logi. Contoh: analogy, analogie → analogi.
  36. -loog (Belanda) → -log. Contoh: epiloog → epilog.
  37. -oid, -oïde (Belanda) → -oid. Contoh: hominoid, hominoide → hominoid.
  38. -oir(e) → -oar. Contoh: trottoir → trotoar.
  39. -ous ditanggalkan
  40. -sion, -tion → -si
  41. -sy → -si
  42. -ter, -tre → -ter
  43. -ty, -teit → -tas . Contoh: university, universiteit → universitas.
  44. -ure, -uur → -ur. Contoh: premature, prematuur → prematur.
Baca Juga :  Alur - Pengertian, Fungsi , Jenis-jenis/Macam-macam, Unsur-unsur dan contoh Alur.

Penyesuaian awalan

Tanpa perubahan

  1. a-, ab-, abs- (“dari”, “menyimpang dari”, “menjauhkan dari”)
  2. a-, an- (“tidak”, “bukan”, “tanpa”)
  3. am-, amb- (“sekeliling”, “keduanya”)
  4. ana-, an- (“ke atas”, “ke belakang”, “terbalik”)
  5. ante- (“sebelum”, “depan”)
  6. anti-, ant- (“bertentangan dengan”)
  7. apo- (“lepas”, “terpisah”, “berhubungan dengan”)
  8. aut-, auto- (“sendiri”, “bertindak sendiri”)
  9. bi- (“pada kedua sisi”, “dua”)
  10. de- (“memindahkan”, “mengurangi”)
  11. di- (“dua kali”, “mengandung dua …”)
  12. dia- (“melalui”, “melintas”)
  13. dis- (“ketiadaan”, “tidak”)
  14. em-, en- (“dalam”, “di dalam”)
  15. endo- (“di dalam”)
  16. epi- (“di atas”, “sesudah”)
  17. hemi- (“separuh”, “setengah”)
  18. hemo- (“darah”)
  19. hepta- (“tujuh”, “mengandung tujuh”)
  20. hetero- (“lain”, “berada”)
  21. im-, in- (“tidak”, “di dalam”, “ke dalam”)
  22. infra- (“bawah”, “di bawah”, “di dalam”)
  23. inter- (“antara”, “saling”)
  24. intro- (“dalam”, “ke dalam”)
  25. iso- (“sama”)
  26. meta- (“sesudah”, “berubah”, “perubahan”)
  27. mono- (“tunggal”, “mengandung satu”)
  28. pan-, pant-, panto (“semua”, “keseluruhan”)
  29. para- (“di samping”, “erat berhubungan dengan”, “hampir”)
  30. penta- (“lima”, “mengandung lima”)
  31. peri- (“sekeliling”, “dekat”, “melingkupi”)
  32. pre-(“sebelum”, “sebelumnya”, “di muka”)
  33. pro- (“sebelum”, “di depan”)
  34. proto- (“pertama”, “mula-mula”)
  35. pseudo-, pseud- (“palsu”)
  36. re- (“lagi”, “kembali”)
  37. retro- (“ke belakang”, “terletak di belakang”)
  38. semi- (“separuhnya”, “sedikit banyak”)
  39. sub- (“bawah”, “di bawah”, “agak”, “hampir”)
  40. super-, sur- (“lebih dari”, “berada di atas”)
  41. supra- (“unggul”, “melebihi”)
  42. tele- (“jauh”, “melewati”, “jarak”)
  43. trans- (“ke/di seberang”, “lewat”, “mengalihkan”)
  44. tri- (“tiga”)
  45. ultra- (“melebihi”, “super”)
  46. uni- (“satu”, “tunggal”)

Dengan perubahan

  1. ad-, ac- → ad-, ak- (“ke”, “berdekatan dengan”, “melekat pada”)
  2. cata- → kata- (“bawah”, “sesuai dengan”)
  3. co-, com-, con- → ko-, kom-, kon- (“dengan”, “bersama-sama”, “berhubungan dengan”)
  4. contra- → kontra- (“menentang”, “berlawanan”)
  5. ec-, eco- → ek-, eko- (“lingkungan hidup”)
  6. ex- → eks- (“sebelah luar”, “mengeluarkan”)
  7. exo-, ex- → ekso-, eks- (“di luar”)
  8. extra- → ekstra- (“di luar”)
  9. hexa- → heksa- (“enam”, “mengandung enam”)
  10. hyper- → hiper- (“di atas”, “lewat”, “super”)
  11. hypo- → hipo- (“bawah”, “di bawah”)
  12. poly- → poli- (“banyak”, “berkelebihan”)
  13. quasi- → kuasi- (“seolah-olah”, “kira-kira”)
  14. syn- → sin- (“dengan”, “bersama-sama”, “pada waktu”)

Penyerapan dengan penerjemahan

  1. a- → tak-. Contoh: asymetric → tak simetri
  2. ante- → purba-. Contoh: antedate → purbatanggal
  3. anti- → prati-. Contoh: antibiotics → pratirasa
  4. auto- → swa-. Contoh: autobiography → swariwayat
  5. de- → awa-. Contoh: demultiplexing → awa-pemultipleksan
  6. bi- → dwi-, bi-. Contoh: bilingual → dwibahasa
  7. inter- → antar-, inter-. Contoh: international → antarbangsa
  8. mal- → mal-, mala-. Contoh: malnutrition → malagizi, malnutrisi
  9. post- → pasca-. Contoh: postgraduate → pascasarjana → purna-. Contoh: purnawirawan
  10. pre- → pra-. Contoh: prehistory → prasejarah
  11. -ble → laik-. Contoh: edible → laik-santap
  12. -like → lir-, bak-. Contoh: jelly-like → liragar
  13. -less → nir-, awa-, mala-, tan-. Contoh: seedless → nirbiji; colourless → awawarna, tanwarna

Aturan penyerapan imbuhan

Aturan-aturan imbuhan serapan dari bahasa asing mengikuti aturan yang kurang lebih sama dengan aturan pembentukan kata berimbuhan lain.

  • Disambung jika menggunakan kata dasar. Contoh: dwiwarna, pascasarjana.
  • Dipisah jika menggunakan kata bentukan atau turunan. Contoh: pra pemilu.
  • Diberi tanda hubung jika kata dasar berawalan huruf kapital. Contoh: non-Indonesia, anti-Israel.

Sekian penjelasan artikel diatas tentang Kata Serapan – Pengertian, Macam-macam dan contoh. semoga bermanfaat bagi pembaca setia DosenPendidikan.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.