Majas Sarkasme – Arti, Perbedaan dan Contohnya

Hai kawan semua, kembali lagi di artikel terbaru kami di Lazuare.com yaitu pembahasan lengkap tentang Majas Sarkasme. Jadi pada artikel kali ini, kami akan menjabarkan Majar Sarkasme mulai dari Pengertian/Arti Majas Sarkasme, Perbedaan Sarkasme dan Satire serta Beberapa Contoh Majas Sarkasme yang biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setelah kawan semua membaca artikel ini, kami harap kawan tidak lagi bingung mengenai majas sarkasme ini.

Majas Sarkasme
Majas Sarkasme – Arti, Perbedaan dan Contohnya

Arti Majas Sarkasme

Majas sarkasme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata-kata keras, mencela, kasar, dapat bersifat ironis namun dalam pembawaan yang getir dan menyakiti. Majas ini terkadang sulit dibedakan dengan majas ironi yang sebetulnya hampir mirip.

Sarkasme adalah salah satu jenis majas yang menggunakan kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain dan dapat berupa cemoohan atau ejekan. Sarkasme berasal dari kata Yunani, yaitu sark yang berarti “daging”, dan asmos yang berarti “merobek”. Jadi secara harfiah, sarkasme berarti “merobek daging”. Tujuan dari sarkasme dimaksudkan untuk menyindir, atau menyinggung seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan dan celaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata kasar. Majas ini dapat melukai perasaan seseorang dengan kepahitan diksi yang digunakan dan hujatan yang getir.

Padahal, sebenarnya sarkasme dalam bahasa Indonesia berbeda dengan sarcasm dalam bahasa Inggris. Sarkasme dalam bahasa Inggris berarti penggunaan ironi atau menyatakan hal kebalikan dari apa yang sebenarnya ingin diutarakan. Di sini, gaya bahasa tersebut disebut sebagai majas ironi dan majas sarkasme cenderung lebih banyak menggunakan perkataan langsung seperti majas sinisme.

Keraf (2010, hlm. 143) mbahwa sarkasme ialah suatu acuan yang lebih kasar dari ironi yang mengandung kepahitan dan celaan yang getir. Terkadang ironi memang digunakan dalam majas ini. Namun, sarkasme bertujuan untuk menyerang, sementara Ironi bisa jadi memberikan dampak lucu atau justru iba.

Senada dengan Keraf, Waluyo (2002, hlm. 86) berpendapat bahwa sarkasme adalah penggunaan kata-kata yang keras dan kasar untuk menyindir atau mengkritik. Dapat disimpulkan bahwa majas sarkasme adalah gaya bahasa sindiran yang menggunakan kata-kata keras yang mengandung kepahitan.

Perbedaan Sarkasme dan Satire

Dikutip dari KBBI, berikut adalah makna yang dikandung kata sarkasme dan satire.

sarkasme: (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar

Secara terminologi, sarkasme berasal dari bahasa Yunani, yaitu sarkasmos yang diturunkan dari kata kerja sakasein. Sakasein berarti, merobek-robek daging seperti anjing, menggigit bibir karena marah, atau berbicara dengan kepahitan. Dengan begitu, sarkasme dipahami sebagai gaya bahasa yang mengandung olok-olok atau sindiran pedas dan menyakiti hati. Ciri utama sarkasme adalah mengandung kepahitan dan celaan yang getir, menyakiti hati, dan kurang enak didengar.

satire: gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran terhadap suatu keadaan atau seseorang; sindiran atau ejekan

Satire adalah gaya bahasa yang menertawakan atau menolak sesuatu. Bentuk ini tidak harus bersifat ironis, satire mengandung kritik tentang kelemahan manusia. Tujuan dari satire adalah agar ditiadakan perbaikan secara etis maupun estetis. Dalam bahasa Prancis, satire adalah sajak atau karangan berupa kritik yang meresap-resap (sebagai sindiran atau secara langsung disampaikan).

Baca Juga :  Kode Etik – Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Penetapan, Sanksi dan Faktor

Sarkasme adalah penggunaan kata-kata yang keras dan kasar untuk menyindir atau mengritik. Mengutip dari Ungkapan Satire dan Sarkasme dalam Charlie Hebdo tulisan Sri Ratnawati, satire pada dasarnya digunakan untuk menyindir secara halus, bahkan bisa dijadikan sebagai lelucon.

Artinya, satire tidak melukai hati seseorang. Kebalikannya, ungkapan satire dapat membuat orang tertawa dan lahirlah rasa senang. Selain itu, satire biasanya disampaikan dalam bentuk ironi, yaitu menyatakan suatu hal tetapi dalam bentuk sebaliknya.

Di sisi lain, sarkasme adalah majas yang dimaksudkan untuk menyindir, menyinggung, dan mengolok-olok seseorang atau sesuatu. Sarkasme dapat berupa penghinaan yang mengekspresikan rasa kesal dan marah dengan menggunakan kata-kata yang pedas.

Contoh Majas Sarkasme

  1. Dasar pemalas , sudah masuk sekolah baru mengerjakan PR.
  2. Anak ini tidak memiliki sopan santun , seperti tidak memiliki orang tua.
  3. Dasar sampah masyarakat , hanya mengganggu ketertiban umum.
  4. Apa kau buta ? Ada anak kecil didepanmu masih saja kau tabrak .
  5. Dasar otak udang , kerja begitu saja gak becus!
  6. Dasar buaya seenaknya aja perlakukan aku.
  7. Dasar jerapah , tak lihatkah kau aku berdiri didepanmu.
  8. Aku tak heran jika dia gagal ujian kali ini. Otak udang seperti dia tak akan mampu lulus ujian tanpa menyontek .
  9. Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
  10. Bodoh! Bukan begitu caranya.
  11. Makanya aku saja yang melakukannya. Dasar sok tau!
  12. Kenapa datang sendirian? Jomblo!
  13. Sikapmu seperti anjing yang tak tau sopan santun.
  14. Kamu ini tuli ya, ibu panggil kedepan tidak merespon.
  15. Apakah kamu sudah minum obat , bertingkah gila seperti ini.
  16. Dasar Gajah ,kau menggunakan foto yang kamu edit langsing untuk menipuku.
  17. Kamu ini bodoh seperti keledai yang jatuh dilubang yang sama dua kali.
  18. Apa kamu buta ? lantai masih basah begini kau injak injak dengan sepatu kotormu!
  19. Kamu memang tidak punya otak! Begini saja kau tidak bisa mengerjakannya.
  20. Tulisanmu jelek sekali ! bagaimana aku bisa membaca tulisanmu kalau jelek seperti ini .
  21. Dasar anak cengeng! Digigit semut saja menangisnya tiada ampun, apalagi jika digigit singa.
  22. Dasar badut , mau keluar rumah saja harus menggunakan bedak setebal itu.
  23. Dasar penghianat !sudah diberi kepercayaan malah bersekongkol dengan musuh.
  24. Untuk apa kau datang kemari?Aku sudah tak membutuhkan orang tak bisa apa-apa dan tak berguna sepertimu.
  25. Aku tak peduli kamu menangis darah sekalipun , aku tak akan tertipu lagi oleh mata air mata buayamu itu.
  26. Dasar otak udang, disuruh melakukan pekerjaan yang sangat mudah seperti ini saja kau tidak bisa. Lalu apa yang kau bisa?
  27. Cepat kesini, dari tadi kupanggil masih saja kau asyik bermain disitu. Apa kau tak punya telinga? Apa perlu ku seret kau kesini?
  28. Biarkan saja dia bermimpi, karena hanya itu saja yang ia bisa. Harta dan keahlian saja ia tak punya, bagaimana ia akan mewujudkan mimpinya.
  29. Untuk apa kau letakkan tangga ini disini. Bukannya membantu pekerjaan kita, justru tangga ini membuat tempat ini semakin sempit.
  30. Campakkan saja tangga ini kesana!
  31. Aku tak peduli dengan airmatanya bahkan jika dia menangis darah sekalipun. Aku tak akan tertipu lagi dengan airmata buayanya.
  32. Dasar anak tak tau diri! Dari kecil kau kami rawat dan kami kasih makan, sekarang setelah dewasa dan sukses di rantau malah tak kau anggap lagi kami ini sebagai orang tuamu. Apa ini balasanmu pada orang tua yang telah melahirkan dan membesarkanmu?
  33. Untuk apa kau datang kemari? Kami sudah tak membutuhkan orang tak bisa apa-apa dan tak berguna sepertimu.
  34. Kalau kau sudah tak sanggup untuk berjalan, tak usah kau paksakan. Sudahlah, terima saja kenyataan hidupmu itu bahwa kini kau sudah cacat.
  35. Jangan pernah kau undang dia kerumahmu ketika ada aku. Aku tak sudi bertemu dan kenal dengan temanmu yang gembel dan kampungan itu.
  36. Kenapa masih saja kau melewati jalan ini, apa kau tak bisa melihat pemberitahuan di ujung gang sana yang mengatakan jalan ini sedang diperbaiki. Dimana letaknya matamu?
  37. Aku tak heran jika dia gagal ujian kali ini. Otak dungu seperti dia tak akan mampu lulus ujian tanpa menyontek dan bantuan dari orang lain.
    Sudahlah, tak usah bermimpi kau bisa bergaul dengan kami. Bahkan minuman paling murah yang biasa kami minum saja kau tak akan mampu membelinya.
  38. Apa kau yakin dia adalah gadis tercantik di kampung ini? Melihat wajah dan penampilannya saja aku tak tertarik sama sekali. Bahkan dia tidak termasuk dalam kategori cantik sedikitpun.
  39. Dia benar-benar tak punya malu. Sudah dihina dan diberhentikan secara tidak hormat karena penggelapan dana perusahaan yang ia lakukan. Bisa-bisanya sekarang ia masih datang ke kantor dan meminta untuk bekerja kembali.
  40. Apa kau tak punya hati? Ibumu terbaring lemah di rumah sakit, jangankan untuk merawat beliau bahkan sekedar datang berkunjung pun kau tidak pernah.
  41. Aku merasa jijik dan mau muntah jika berada didekatnya. Badannya sangat bau seperti tak pernah mandi selama satu tahun.
  42. Sudahlah, jangan kau habiskan uangmu untuk membeli obat. Semua itu hanya sia-sia, kau terima saja kenyataan bahwa tinggi badanmu memang ditakdirkan dibawah rata-rata.
  43. Percuma saja dia sekolah tinggi-tinggi sampai jenjang S2. Ucapannya sangat kasar dan perilaku kurang ajarnya seperti orang yang tidak berpendidikan.
  44. Jangan bermimpi kau bisa menjadi menantu keluarga terhormat itu. Kau hanyalah anak dari keluarga miskin dan tidak berpendidikan. Bahkan jadi pembantu mereka saja kau tidak akan diterima.
  45. Aku sangat kecewa padamu. Kau adalah teman yang selama ini ku anggap sudah seperti keluarga sendiri. Tetapi justru kau yang mampu mengkhianatiku layaknya seorang musuh bebuyutan. Pergilah kau dari hidupku, dasar pengkhianat!
  46. Dasar playboy kelas teri! Modal dompet tipis dan wajah standar saja kau sudah berani mempermainkan hati wanita.
  47. Kau benar-benar orang yang tidak tau terima kasih. Sudah menumpang dirumah ini, piring dan pakaian kotor bekas kau pakai kami juga yang membersihkan.
  48. Kalau aku punya adik seperti dia, pasti aku tidak akan mau mengakuinya. Dia benar-benar tidak tau sopan santun, seperti tidak punya orang tua dan keluarga saja.
  49. Apa kau yakin ingin tinggal di kawasan perumahan ini? Lihatlah sekelilingmu, lingkungannya sangat kotor dan tak terurus. Lingkungan disini tidak layak disebut sebagai kawasan perumahan tapi lebih seperti perkampungan kumuh.
  50. Apa kau serius ingin memperkenalkan dia pada orang tuamu? Lebih baik kau pertimbangkan kembali niatmu itu. Melihat penampilan dan cara berpakaiannya, aku yakin tidak ada orang tua yang akan mengizinkan anak gadisnya berhubungan dengan laki-laki seperti itu.
    Dasar pemalas, sudah siang begini kau baru bangun.
  51. Aku tidak selera mencicipi masakannya. Baunya saja tidak enak apalagi rasanya. Kasihan lidahku, bisa-bisa mati rasa karena mencicipi masakan itu.
  52. Dasar bodoh! Melakukan hal yang semudah ini saja tidak bisa.
  53. Seharian ini kerjaanmu hanya berkutat di kasur saja, dasar pemalas!
  54. Tutup mulutmu yang bau itu.
  55. Aku tidak sudi berteman denganmu lagi.
  56. Dasar pengkhianat! Kerjaanmu hanya bisa menyakiti orang.
  57. Aku tidak peduli dengan hidupmu lagi, itu bukan urusanku.
  58. Jangan hanya tidur saja. Lihat, perutmu seperti gentong.
    Jangan menampakkan wajahmu dihadapanku, aku sudah muak melihat wajahmu.
  59. Hatimu sama saja dengan daging busuk.
  60. Memangnya ini rumahmu, seenaknya saja mengotori rumah orang.
  61. Sudah kubilang bahwa kau salah, dasar sok pintar.
  62. Rakus sekali kau, berbagi sedikit saja tidak mau.
  63. Kemana-mana ku lihat kau selalu sendirian, dasar jomblo.
  64. Badanmu pendek sekali, aku sampai tidak bisa melihatmu.
  65. Dasar kau jorok sekali, apa kau tidak pernah membersihkan kamarmu?, banyak kutemukan sisa makanan dan kaos kaki kotor berserakan.
  66. Jadi orang jangan sok baik, aku tak butuh pencitraanmu
  67. Dasar pengganggu, kau hanya bisa merusak saja.
  68. Kelakuanmu benar-benar tidak punya otak, seharusnya kau pikir dulu sebelum bertindak.
  69. Jangan melarangku untuk melakukan apa yang kusuka, kau pikir siapa?, kau tidak pantas melakukannya.
  70. Kamu membosankan, kamu tidak asyik diajak bermain.
  71. Dasar lamban! Tugas begini saja tidak selesai-selesai.
  72. Manja benar sifatmu, pantas saja kamu dicap sebagai anak mama.
  73. Lebih baik kau kembali saja, ganti bajumu yang lusuh itu sebelum bertemu dengan pimpinan.
  74. Belagu sekali kau, padahal kau belum ada apa-apanya dibandingkan denganku.
  75. Jangan pelit-pelit jadi orang, nanti kuburanmu sempit.
  76. Outfit mu tidak sesuai, coba saja lihat warnanya dari atas sampai bawah, kampungan sekali.
  77. Cempreng sekali suaramu, telingaku sampai sakit.
  78. Dasar tidak tau malu, bisa-bisanya melakukan perbuatan sekeji itu.
  79. Jangan menjadi cengeng, masalah sepele saja sudah menangis.
  80. Aku tidak menyangka kau berteriak hanya karena melihat boneka sera mini, dasar penakut!.
  81. Jangan mencampuri urusan orang lain sampai kau bisa membereskan urusanmu sendiri dahulu.
  82. Dasar payah… kau tidak becus mengerjakan pekerjaanmu, satupun tidak ada yang benar.
Baca Juga :  Cerpen - Pengertian, Sejarah, Struktur, Ciri-ciri, Unsur-unsur dan Contohnya

Itu saja pembahasan lengkap kami tentang Majas Sarkasme, Semoga artikel tentang Pengertian/Arti Majas Sarkasme, Perbedaan Sarkasme dan Satire serta Beberapa Contoh Majas Sarkasme yang telah kami berikan bisa memberi manfaat kepada kawan semua. Terima Kasih dan samapai jumpa di artikel Lazuare.com lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.