Metamorfosis – Pengertian dan Contoh Hewannya

Metamorfosis – Pengertian dan Contoh Hewannya – Hewan yang ada planet bumi ini sangat banyak atau bahkan bisa mencapai ratusan, mulai dari hewan yang berukuran kecil hingga hewan yang berukuran besar. Banyaknya hewan yang ada di dunia ini disebut dengan keanekaragaman hayati.

Setiap hewan yang ada di dunia ini pasti akan berkembang biak, sehingga perkembangan hewan akan terus terjadi. Perkembangbiakan pada setiap hewan sangat memengaruhi keberlangsungan hidup hewan tersebut. Perkembangbiakan hidup setiap hewan, dimulai dari embrio, proses kelahiran, proses menuju dewasa, berkembang biak, dan mengalami kematian.

Perkembangbiakan pada hewan terjadi karena adanya proses seksual antara hewan jantan dan hewan betina. Pada proses ini akan terjadi yang namanya proses fertilisasi. Fertilisasi adalah peleburan inti sel sperma dan inti sel telur. Fertilisasi pada hewan dapat melalui dua cara, yaitu fertilisasi internal dan eksternal.

Selain itu, hewan yang mengalami perkembangbiakan tidak bisa dilepaskan dari yang namanya metamorfosis. Grameds sudah tahu apa itu metamorfosis? Artikel ini akan membahas tentang apa itu metamorfosis, jenis-jenisnya, dan contoh hewan yang bermetamorfosis. Jadi selamat membaca artikel ini, Grameds.

Pengertian Metamorfosis

Sebelum membahas lebih jauh tentang metamorfosis, alangkah baiknya mengenal terlebih dahulu apa itu metamorfosis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) metamorfosis adalah perubahan bentuk atau susunan yang mengalami perubahan bentuk (misalnya dari ulat menjadi kupu-kupu).

Sementara itu, menurut bahasa, metamorfosis berasal dari bahasa Yunani yakni Greek. Sedangkan berdasarkan kata, metamorfosis dibagi menjadi tiga bagian yaitu pertama, “meta” yang berarti “di antara, setelah, dan sekitar”. Kemudian kedua, “morphe” yang berarti “bentuk” dan ketiga, kata “osis” yang berarti “bagian dari”. Singkatnya metamorfosis adalah perubahan bentuk yang terjadi pada hewan selama perkembangan postembrionik berlangsung.

Ketika hewan sedang mengalami metamorfosis, beberapa hewan mengalami perubahan bentuk tubuh yang hampir sama. Akan tetapi, ada beberapa hewan yang mengalami perubahan bentuk tubuh yang sangat berbeda.

Hewan yang mengalami perubahan bentuk yang hampir sama, seperti kecoa, kucing, kambing, dan sejenisnya. Sedangkan hewan yang mengalami perubahan bentuk tubuh yang tidak sama dapat dilihat pada hewan kupu-kupu, nyamuk, katak, dan sejenisnya.

Jenis-Jenis Metamorfosis

Setelah membahas pengertian metamorfosis, kini saatnya membahas jenis-jenis metamorfosis yang terjadi pada hewan. Metamorfosis terbagi menjadi dua jenis, pertama metamorfosis sempurna dan kedua, metamorfosis tidak sempurna.

  1. Metamorfosis Sempurna

Metamorfosis sempurna adalah metamorfosis yang dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami perubahan bentuk tubuh, penampilan dan perilaku yang berbeda. Perubahan bentuk yang berbeda ini dimulai dari fase telur. Setelah fase telur sudah dilewati, maka fase selanjutnya yakni fase larva. Setelah fase larva akan menghasilkan fase pupa. Fase terakhir dari metamorfosis sempurna adalah fase imago atau dewasa.

a. Fase telur

Fase telur menjadi fase pertama dari hasil perkembangbiakan pada hewan. Pada fase ini telur-telur-telur yang dihasilkan oleh betina berasal dari hasil fertilisasi yang terjadi pada hewan berkelamin jantan. Sel telur yang bertemu dengan sel sperma akan mengakibatkan terjadinya pembelahan. Pada proses pembelahan ini waktu yang dibutuhkan bervariasi tergantung dari jenis hewannya.

Dari hasil pembelahan ini akan menghasilkan telur-telur yang cukup banyak. Telur-telur itu kemudian diletakkan oleh betina pada tempat habitatnya. Misalnya kupu-kupu, hewan ini akan meletakkan telur-telurnya di permukaan daun. Sedangkan nyamuk akan meletakkan telur-telurnya di permukaan air yang tenang.

Induk-induk hewan meletakkan telur-telurnya sesuai dengan habitatnya karena setelah mengalami perubahan wujud langsung bisa mencari makan. Hewan muda yang mudah mencari makan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

b. Fase larva

Setelah melewati fase telur, tahapan selanjutnya yang terjadi di metamorfosis sempurna adalah fase larva. Fase larva ini merupakan fase yang di mana hewan muda sudah mulai aktif untuk mencari makan. Makanan yang didapatkan sangat mudah karena sang induk sudah mempersiapkan jika anakannya berkembang tidak perlu repot-repot untuk mencari makanan

Baca Juga :  45 Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli

Dengan kata lain, induk dari setiap hewan sangat baik karena tidak ingin anaknya kesulitan mencari makanan. Pada fase larva ini, beberapa hewan mempunyai rangka luar (eksoskeleton). Rangka luar pada hewan dapat diartikan sebagai serangga atau hewan lainnya yang mengalami perubahan kulit atau ekdisis.

Perubahan kulit yang terjadi pada larva akan mengakibatkan larva mengalami perubahan wujud menjadi lebih besar. Perubahan kulit ini bisa terjadi selama beberapa kali tergantung dari jenis hewan. Selain itu, perubahan kulit ini akan berhenti ketika larva sudah mulai berhenti untuk makan dan mempersiapkan diri untuk menuju ke fase berikutnya.

c. Fase pupa

Fase pupa bisa dikatakan sebagai fase transisi karena terjadinya perubahan wujud dari larva menjadi wujud hewan yang lebih besar. Perubahan wujud yang lebih besar membuat hewan memiliki suatu rangka luar yang bisa melindungi tubuh dan rangka luar itu dinamakan kokon. Meskipun sudah terlindungi oleh kokon, tubuh pupa akan tetap melakukan pembentukan metabolisme dan melakukan pembentukan hewan menuju hewan yang dewasa.

Awal mula menjadi wujud pupa, hewan sudah menyimpan cadangan makanan pada saat menjadi larva. Meskipun pada fase larva sudah tersimpan cadangan makanan, tetapi untuk bertahan hidup pupa membutuhkan asupan makanan. Oleh sebab itu, pada fase pupa, hampir setiap hewan yang bermetamorfosis sempurna akan mulai aktif kembali untuk mencari makan.

Pada fase pupa, waktu yang dibutuhkan sangat beragam tergantung dari jenis hewan dan lamanya waktu pada proses ini. Pada proses pupa, hewan akan mempersiapkan dirinya untuk menuju ke fase dewasa atau fase imago.

d. Fase imago

Pada waktu yang sudah ditentukan, maka pupa akan keluar dari cangkangnya. Pupa yang keluar dari cangkangnya akan memiliki wujud hewan yang baru dan menandakan bahwa hewan yang mengalami metamorfosis sempurna sudah tumbuh menjadi dewasa. Pada fase ini, hewan sudah harus membiasakan dirinya menghadapi predator-predator lainnya.

Pada fase imago, hewan sudah mempunyai bentuk yang sempurna, sehingga ketika mencari makan dan mencari habitat tidak sama lagi dengan fase larva. Selain itu, pada fase ini, hewan akan melakukan fase reproduksi atau melakukan perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina.

Dengan demikian, fase imago bisa dikatakan sebagai fase hewan yang menjadi dewasa dan perlu melakukan perkawinan supaya anakan akan terus ada atau siklus metamorfosis sempurna akan terulang.

  1. Metamorfosis Tidak Sempurna

Metamorfosis tidak sempurna adalah metamorfosis yang dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami perubahan bentuk tubuh, penampilan dan perilaku yang hampir sama atau tidak jauh berbeda.

Jika pada metamorfosis sempurna terjadi tahapan yang berbeda-beda, lain halnya dengan metamorfosis tidak sempurna yang hanya melewati tahapan yang hampir sama. Tahapan-tahapan itu dimulai dari hewan bertelur, kemudian menjadi nimfa, kemudian nimfa ini akan tumbuh menjadi dewasa (imago). Metamorfosis tidak sempurna dikenal dengan sebutan hemimetabola.

Di bawah ini akan dijelaskan tahapan-tahapan yang terjadi pada metamorfosis tidak sempurna.

a. Fase telur

Fase telur ini merupakan fase yang sama seperti hewan dengan metamorfosis sempurna. Telur yang dihasilkan dari hasil perkawinan antara hewan jantan dan betina akan diletakkan di habitat aslinya. Bukan hanya diletakkan di habitat aslinya, tetapi sang induk akan memastikan apakah telur yang diletakkan sudah aman dari serangan predator atau belum. Jika belum aman dari serangan predator, maka sang induk akan mencari tempat yang baru.

Baca Juga :  Budaya Politik - pengertian , Tipe-tipe, Ciri dan komponen

Fase telur ini terdiri dari embrio-embrio yang diberikan perlindungan oleh struktur telur yang bercangkang. Waktu yang dibutuhkan pada fase telur ini sangat beragam dan sangat bergantung pada jenis hewan dan masa waktu yang dibutuhkan untuk berubah ke wujud nimfa.

b. Fase nimfa

Fae kdua dari metamorfosis tidak sempurna adalah fase nimfa. Fase nimfa ini berbeda dengan fase larva yang ada di metamorfosisi sempurna. Fase larva wujud
hewan muda akan berbeda dengan wujud hewan yang sudah dewasa. Sementera itu, fase nimfa wujud hewan muda akan sama dengan wujud hewan dewasa hanya saja ukurannya berbeda.

Ukuran hewan muda pada metamorfosis tidak sempurna lebih kecil, kemudian ketika dewasa ukuran dewasa, ukuran hewan akan semakin membesar. Meskipun ukurannya berbeda, tetapi wujudnya tidak mengalami perubahan. Hal yang berubah pada hewan metamorfosis tidak sempurna adalah bagian organ tubuh dan organ reproduksi saja.

Pergantian ukuran tubuh pada nimfa ketika dewasa melewati yang namanya perubahan kulit atau ekdisis. Dengan demikian, fase nimfa ini hampir sama dengan fase larva (metamorfosis sempurna) hanya saja tidak mengalami perubahan wujud yang sangat berbeda.

c. Fase imago

Fase imago menandakan bahwa hewan bermetamorfosis tidak sempurna sudah melewati fase nimfa. Jika dilihat dengan saksama, maka tubuh atau wujud (tampak dari luar) dari fase nimfa ke imago hanya mengalami perubahan ukuran tubuh saja.

Fase imago adalah fase dewasa yang terjadi pada hewan dengan metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Pada fase imago, seluruh organ tubuh dan organ reproduksi sudah mengalami kematangan. Organ reproduksi yang sudah mengalami kematangan, maka hewan bisa melakukan perkembangbiakan dan mengulangi siklus metamorfosis tidak sempurna.

Jadi, bisa dikatakan bahwa hewan dengan metamorfosis sempurna akan mengalami perubahan wujud (tampak luar) yang sangat berbeda dari usia muda ke usia dewasa. Sedangkan hewan dengan metamorfosis tidak sempurna perubahan tubuh (tampak dari luar) dari usia muda ke usia dewasa perbedaannya tidak begitu tampak.

Contoh Hewan dengan Metamorfosis Sempurna

Supaya lebih mudah memahami metamorfosis sempurna, maka di bawah ini akan dijelaskan contoh-contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna.

  1. Kupu-Kupu

Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna

Siapa yang tidak kenal dengan hewan kupu-kupu. Hewan ini sering kita temui pada bunga-bunga yang memiliki nektar. Kupu-kupu sering hinggap di bunga karena nektar bunga menjadi makanan utama dari kupu-kupu.

Kupu-kupu menjadi hewan yang tergolong ke dalam metamorfosis sempurna karena perubahan wujud dari hewan muda menuju ke dewasa sangat berbeda. Untuk lebih jelasnya mari kita simak gambar di bawah ini.

Berdasarkan gambar di atas, metamorfosis pada kupu-kupu dimulai dari telur yang berasal dari perkawinan kupu-kupu jantan dengan kupu-kupu betina. Kemudian, telur itu berubah menjadi ulat yang biasa kita temukan pada dedaunan. Lalu, ulat berubah menjadi kepompong atau pupa dengan cangkang untuk melindungi tubuh. Setelah beberapa lama, kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu muda dan beberapa hari kemudian akan berubah menjadi kupu-kupu dewasa.

  1. Nyamuk

Contoh hewan berikutnya yang mengalami metamorfosis sempurna adalah nyamuk. Hewan ini sering kita temui pada malam hari dan terkadang nyamuk mengganggu tidur seseorang, baik itu karena suaranya atau karena gigitannya.

Meskipun nyamuk sangat suka terbang, tetapi indukan nyamuk akan menyimpan telurnya di permukaan air yang tenang. Oleh sebab itu, kita harus rajin membersihkan bak mandi supaya tidak ada telur nyamuk.

Berdasarkan gambar di atas, telur menjadi fase awal terjadinya metamorfosis sempurna pada nyamuk. Setelah telur menetas akan berubah menjadi seekor larva. Larva ini akan beradaptasi untuk mencari makan supaya bisa melanjutkan hidupnya ke fase pupa. Setelah fase larva sudah selesai, selanjutnya adalah fase pupa. Fase terakhir dari metamorfosis pada nyamuk adalah nyamuk menjadi dewasa.

Baca Juga :  Megabiodiversitas Adalah – Pengertian, Karakteristik Dan Bentuk
  1. Katak

Musim hujan menjadi musim yang sangat disenangi oleh hewan katak. Hal ini dikarenakan pada musim ini air banyak yang turun ke permukaan, sehingga katak akan bebas berloncat-loncat.

Katak termasuk ke dalam kategori hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Hal itu dapat dilihat pada bentuk kecebong yang sangat berbeda dengan bentuk katak ketika dewasa. Perbedaan itulah yang menyebabkan katak menjadi hewan bermetamorfosis sempurna.

Berdasarkan gambar di atas, telur menjadi fase awal dari metamorfosis sempurna katak. Kemudian dilanjutkan dengan telur yang berubah menjadi kecebong tanpa kaki. Setelah mengalami perkembangan, kecebong memiliki dua kaki. Kaki kecebong yang berjumlah semakin bertambah dibarengi tubuh kecebong yang ikut mengalami perubahan, sehingga menjadi katak muda. Katak muda pun berkembang menjadi katak dewasa yang kemudian berkembang biak dan menghasilkan telur-telur katak.

Contoh Hewan Metamorfosis Tidak Sempurna

Setelah membahas, contoh hewan dengan metamorfosis sempurna, maka yang akan dibahas selanjutnya adalah contoh hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna.

  1. Belalang

Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurnaHewan belalang ini sering kita temukan di persawahan atau perkebunan, mulai dari belalang dengan ukuran kecil hingga belalang berukuran besar. Terkadang belalang ini dijadikan sebagai santapan oleh beberapa orang karena dianggap rasanya yang gurih.

Belalang menjadi bagian hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna karena perubahan dari nimfa ke belalang dewasa tidak mengalami perubahan wujud yang signifikan. Perbedaan yang terjadi pada belalang muda dengan belalang dewasa hanya sebatas pada ukuran tubuh saja.

Dari gambar di atas, belalang metamorfosis tidak sempurna belalau bermula dari telur yang berasal dari indukan atau belalang betina. Setelah telur menetas, kemudian berubah menjadi nimfa atau belalang muda. Setiap perkembangan belalang muda menuju dewasa tidak ada perubahan wujud yang signifikan kecuali ukuran tubuh belalang.

  1. Kecoak

Hewan kecoak termasuk ke dalam jenis hewan yang suka hidup di tempat-tempat yang lembab, seperti kamar mandi. Meskipun hewan ini berukuran kecil, tetapi ia bisa terbang. Bahkan, bagi sebagian orang, hewan ini sangat menakutkan terutama pada saat terbang, apakah kamu salah satunya?

Kecoak menjadi hewan yang bermetamorfosis tidak sempurna karena bentuk tubuhnya saat muda hingga dewasa hanya berubah pada ukuran saja. Dengan kata lain, wujud dari kecoak muda hingga dewasa tidak mengalami perubahan.

Dari gambar di atas, metamorfosis tidak sempurna kecoak bermula dari telur. Lalu berubah menjadi nimfa atau kecoak muda. Setelah kecoak muda berkembang, ia akan menjadi kecoak dewasa yang memiliki tubuh yang sama dengan kecoak muda.

Kesimpulan

Metamorfosis merupakan bagian dari proses dari pertumbuhan atau perkembangan dari hewan. Perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna terletak pada perubahan wujud dari hewan tersebut. Jika hewan mengalami perubahan wujud yang signifikan, maka hewan tersebut masuk ke dalam metamorfosis sempurna. Sedangkan hewan yang tidak mengalami perubahan signifikan, maka hewan tersebut termasuk ke dalam hewan dengan metamorfosis tidak sempurna.

Demikian info kali ini terkait Metamorfosis – Pengertian dan Contoh Hewannya. semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan terima kasih banyak atas kunjungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.