Sinkronik – Pengertian, Ciri, Makna, Penerapan dan Contoh Sinkronik.

Pada kali ini Lazuare.com akan membahas artikel tentang Sinkronik. Apa itu sinkronik? Nah kami akan menjabarkannya dimulai dari Pengertian, Ciri, Makna, Penerapan dan Contoh Sinkronik yang bisa teman-teman baca selengkapnya pada artikel ini. Tanpa perlu berlama-lama simak ulasan selengkapnya dibawah ini!

Konsep berpikir sinkronik dikenal dalam bidang kajian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian sinkronik artinya segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.

Kajian sejarah secara sinkronik artinya mempelajari peristiwa sejarah dengan segala aspeknya pada masa atau waktu tertentu dengan lebih mendalam. Lengkapnya, dapat dijelaskan bahwa konsep sinkronik mempelajari pola-pola, gejala, serta karakter dari suatu peristiwa sejarah pada masa tertentu.
Pendekatan sinkronis dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan ekonomi di Indonesia pada suatu waktu tertentu, menganalisis struktur dan fungsi ekonomi pada keadaan tertentu dan lain-lain.

Pengertian Sinkronik

Sinkronik ini mempunyai arti meluas di dalam ruang namun juga memiliki batasan di dalam waktu, biasanya metode sinkronik ini selalu digunakan terhadap ilmu-ilmu sosial. Kata Sinkronik ini sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni dari kata “Syn” yang artinya adalah “Dengan”, serta “Chronoss” yang memiliki arti “Waktu”.

Metode sinkronik ini lebih menekankan kepada struktur, yang maksudnya meluas dalam ruang. Sinkronik ini dapat atau bisa menganalisa sesuatu hal di saat tertentu, jadi tidak berusaha untuk bisa atau dapat menarik kesimpulan mengenai suatu perkembangan kejadian atau peristiwa yang berpengaruh di kondisi saat ini, tapi hanya untuk menganalisa suatu kondisi saat itu.

Dengan berdasarkan etimologi diatas, bisa juga dikatakan bahwa pengertian sinkronik ini ialah Sebagai segala sesuatu yang berkaitan atau bersangkutan dengan peristiwa atau kejadian yang terjadi pada suatu masa. Pengertian sinkronik ini bisa atau dapat anda temukan pada KBBI.

Jadi pengertian sinkronik ini merupakan cara berfikir di dalam mempelajari struktur pada suatu peristiwa sejarah, itu dalam kurun waktu tertentu. Atau juga bisa atau dapat diartikan yakni mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa.

Ciri-Ciri Sinkronik

Berikut dibawah ini beberapa ciri sinkronik beserta penjelasannya diantaranya:

1. Mengkaji kejadian yang terjadi di masa lalu
Ciri-ciri yang pertama dari berpikir sinkronik adalah adanya kegiatan untuk mengkaji pada kejadian yang telah terjadi pada masa lalu. Tujuan dari proses mengkaji kejadian masa lalu adalah untuk bisa lebih mendalami apa yang terjadi pada masa lalu namun tetap fokus pada waktu yang telah ditentukan.

Sebagai contohnya adalah proses pelaksanaan terjadinya kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam hal ini tugas dari mengkaji kejadian masa lalu adalah membuat kita semua tahu apa saja yang terjadi pada kejadian kemerdekaan Indonesia saat itu. Namun fokus waktu yang digunakan hanyalah pada tanggal 17 Agustus 1945 saja. Dengan begini tentunya bisa disimpulkan mengkaji kejadian masa lalu bisa memberikan banyak sekali pengetahuan atau informasi hal yang mempengaruhi kejadian tersebut pada waktu tertentu.

2. Memiliki sifat horizontal
Berikutnya adalah bersifat horizontal. Meski hanya berfokus pada waktu tertentu. Namun kejadian masa lalu yang sedang diproses atau dianalisis dapat diperlebar. Artinya dalam proses analisis suatu kejadian masa lalu akan melihat berbagai aspek yang mempengaruhi maupun dipengaruhi terjadinya kejadian tersebut.

Baca Juga :  Badan Golgi - Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Struktur Badan Golgi

Dimulai dari aspek ekonomi, sosial, politik, hingga aspek budaya. Setiap kejadian seperti sejarah memang terkadang dipengaruhi oleh beberapa aspek tersebut. Lalu setelah kejadian tersebut benar-benar terjadi. Maka akan ada beberapa hal lain yang dipengaruhinya. Tentunya dengan adanya pendekatan sinkronik bisa membuat kita lebih mengetahui satu kejadian dalam waktu tertentu namun ruang lingkup yang dianalisis bisa tercakup semua. Pada poin ini juga menggambarkan arti dari sinkronik yakni meluas dan menyempit dalam jangkauan waktu tertentu.

3. Kajian yang lebih sempit
Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika proses analisis yang dilakukan dalam pendekatan berpikir sinkronik pada suatu kejadian masa lalu hanya berfokus pada satu waktu saja. Hal tersebut akan membuat suatu kajian yang dilakukan juga bisa saja menjadi lebih sempit.

Sebagai contohnya adalah dua kejadian pada masa lalu dengan ruang waktu yang berbeda. Dimana satu kejadian terjadi dalam satu hari, sedangkan kejadian yang kedua terjadi pada waktu kurang lebih 7 hari. Tentunya untuk bisa menerapkan pendekatan berpikir sinkronik akan dipilih suatu kejadian atau peristiwa masa lalu dengan ruang lingkup waktu satu hari.

4. Bersifat serius dan lebih sulit
Dalam poin ini lebih ditekankan pada keadaan detail analisis yang dilakukan dalam suatu kejadian dengan pendekatan berpikir sinkronik. Dimana peristiwa yang terjadi dalam satu waktu harus dianalisis lebih dalam.

Tentunya keadaan mengkaji lebih dalam dengan kurun waktu tertentu atau singkat memiliki tingkat kesulitan yang cukup. Selain itu hasil yang didapatkan juga akan lebih serius atau lebih lengkap. Sebab semua aspek yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh suatu kejadian akan bisa didapatkan secara lebih lengkap jika menggunakan pendekatan berpikir sinkronik.

5. Titik berat kajian pada struktur
Terakhir adalah ketika analisis suatu kejadian masa lalu. Maka titik berat yang dijadikan fokus adalah pada bagian struktur. Mulai dari struktur sosial, masyarakat, politik, ekonomi, hingga budaya.

Dengan adanya beberapa titik berat tersebut, data atau informasi yang dihasilkan dari analisis suatu peristiwa yang terjadi pada masa lalu akan lebih lengkap. Tentunya kalian juga akan lebih memahami apa yang telah terjadi di masa lalu.

Makna Dari Berpikir Sinkronik

Jadi apa makna dari sinkronik sebagai metode kajian sejarah? Maknanya ialah apabila kita menggunakan metode sinkronik ini, maka kita tidak memperhatikan perkembangan sejarah atau juga perkembangan peristiwa tersebut.

Secara mudahnya makna dari pendekatan berpikir sinkronik pada kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lalu adalah untuk melihat apa sih sebenarnya aspek yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh suatu kejadian yang terjadi di masa lalu. Tentunya seperti penjelasan sebelumnya jika setiap kejadian atau peristiwa pada masa lalu yang akan dilakukan analisis dengan pendekatan berpikir sinkronik akan tetap berfokus pada satu waktu tertentu. Namun meskipun berfokus pada satu waktu, kejadian tersebut tetap bisa dibedah secara luas.

Baca Juga :  Pasar – Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, Kelebihan & Kekurangan

Mulai dari siapa saja yang dipengaruhi oleh jejadian, apa yang mempengaruhi kejadian, apa saja yang ada didalamnya dan berbagai hal lainnya.

Ternyata jika dipahami lebih dalam berpikir sinkronik sebenarnya sangat penting sekali. Dengan adanya pendekatan berpikir sinkronik setiap kejadian yang telah terjadi di masa lalu bisa diperlihatkan secara mendetail menyeluruh. Bahkan kejadian yang telah dianalisis tersebut juga bisa dijadikan metode pembelajaran saat ini. Ah ternyata menarik juga ya topik berpikir sinkronik jika dibahas lebih dalam lagi.

Penerapan Berpikir Sinkronik

Dalam pendekatan berpikir sinkronik ada beberapa cara yang diperlukan dengan menggunakan 5W+1H atau What, Who, When, Why, Where, dan How.

Namun untuk lebih memahami kembali beberapa cara yang dibutuhkan dalam pendekatan berpikir sinkronik. Maka pada penjelasan di bawah ini akan membantu mempermudah kalian ketika akan melakukan sebuah analisis kejadian masa lalu dengan pendekatan berpikir sinkronik.

What ?
What atau apa yang terjadi dalam peristiwa yang terjadi pada masa lalu ? Pada poin ini kalian harus mengerti secara garis besar dari peristiwa yang terjadi tersebut.

Who ?
Berikutnya adalah Who ? Dimana titik berat pada poin ini adalah siapa saja yang turut andil dalam kenjadian pada masa lalu yang akan dianalisis.

When ?
When atau kapan ini adalah waktu dari kejadian pada masa lalu tersebut. Seperti yang dijelaskan jika pendekatan berpikir sinkronik adalah berfokus pada waktu. Maka dari itu penting sekali untuk menentukan waktu dari kejadian yang akan dilakukan analisis.

Why ?
Why atau mengapa kejadian pada masa lalu tersebut dapat terjadi. Aspek apa saja yang mempengaruhi terjadinya peristiwa pada masa lalu tersebut.

Where ?
Where atau dimana kejadian masa lalu tersebut terjadi. Tentunya tempat terjadinya peristiwa tersebut dapat dijelaskan dalam analisis yang sedang dilakukan.

How ?
How atau bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Pada poin ini akan dititik beratkan pada jalannya peristiwa terjadi. Tentunya aspek yang dipengaruhi oleh terjadinya peristiwa tersebut juga akan dijelaskan dalam proses analisis yang telah dilakukan.

Dengan bantuan 5W+1H tersebut, tentunya proses analisis peristiwa masa lalu dengan pendekatan berpikir sinkronik juga akan lebih mudah dilakukan.

Contoh Sinkronik

Berikut ini salah satu contoh sinkronik dalam mempelajari sejarah seperti:

1. Suasana Pembacaan Teks Proklamasi
Tanggal 17 agustus tahun 1945 teks proklamasi di bacakan, sehingga menjadi peristiwa yang penting dan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi di Jl. Pegangsaan timur No. 56 yang saat ini bernama jalan Proklamasi. Saat pembacaan teks proklamasi di hadiri sekitar 500 orang dari berbagai kalangan dengan membawa apapun yang dapat di jadikan senjata, karena walaupun Jepang telah kalah dari sekutu, tapi tentara Jepang masih ada di Jakarta dan suasana Jakarta masih dalam keadaan kondusif.

Pada awalnya teks proklamasi akan di bacakan dilapangan Ikeda, tapi dipindahkan ke tempat tinggal Ir. Soekarno sebab dikhawatirkan akan terjadi bentrokan dan menimbulkan pertumpuhan daarah. Sehinggga sekitar 100 orang anggota barisan pelopor berjalan dari lapangan ikeda ke tempat tinggal Ir. Soekarno, mereka telat tiba dan menuntut ingin dibacakan ulang teks proklamasi, tapi di tolak dan diberikan amanat oleh Moh. Hatta.

Baca Juga :  Kelapa – Pengertian, Ciri, Manfaat & Jenis Produk

Kesimpulan
Jadi sinkronik yakni cara berfikir dalam mempelajari struktur suatu peristiwa pada sejarah, dalam kurun wakti tertentu. Kata sinkronik sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni kata “Syn” yang artinya “Dengan” dan “Chronoss” yang artinya “waktu”. Jadi disimpulkan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa. Adapun ciri-ciri sinkronik dalam mempelajari suatu peristiwa sejarah seperti:

  • Mempelajari peristiwa yang terjadi saat masa tertentu.
  • Dalam mempelajari peristiwa selalu menfokuskan terhadap pola-pola, gejala-gejala dan karakter.
  • Tidak mempunyai konsep perbandingan.
  • Memiliki jangkauan yang lebih sempit.

2. Keadaan Ekonomi di Indonesia
Keadaan ekonomi di Indonesia pada tahun 1998 sangatlah terpuruk. Terjadi kerusuhan dimana-mana. Bahkan sampai presiden Soeharto mengundurkan diri. Terdapat banyak hutang perusahaan dan negara yang jatuh tempo pada tahun 1998 yang membuat banyak perusahaan gulung tikar. Akibatnya angka pengangguran meningkat pesat. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat hingga Rp 15.000 per Dolar Amerika Serikat membuat harga-harga barang meningkat pesat. Akibatnya inflasi semakin tidak terkendali. Pendapatan per kapita Indonesia juga menurun drastis dari 1.155 US$/kapita pada tahun 1996 menjadi 610 US$/kapita pada tahun 1998.

3. Suasana Pada Saat Tragedi G30S/PKI
Tragedi G30S/PKI terjadi pada tanggal 1 Oktober. Pada saat itu, terjadi penculikan dan pembunuhan 7 jendral tentara dan beberapa orang lainnya. Soeharto pada saat itu diperintah untuk mengambil alih tentara dan menyelamatkan Soekarno. Soekarno berhasil menuju Istana Presiden di Bogor. Soeharto bersama pasukan yang ia pimpin berhasil mengambil kontrol semua fasilitas yang sebelumnya direbut oleh pelaku G30S/PKI.

4. Pembangunan Pada Era Orde Baru
Orde Baru adalah masa pemerintahan presiden Soeharto. Pembangunan di Indonesia pada masa Orde Baru sangat pesat. Namun angka korupsi juga meningkat. Soeharto membuat program pembangunan jangka pendek yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Repelita I berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari rata-rata 3% menjadi 6,7% per tahun, meningkatkan pendapatan per kapita, dan menurunkan laju inflasi. Bahkan pada tahun 1984 Indonesia berhasil mencapai swasembada beras, padahal pada tahun 1970-an Indonesia adalah negara pengimpor beras terbesar di dunia. Namun pada masa ini terjadi kesenjangan pembangunan antara pusat dan daerah.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini tentang Sinkronik yang dijabarkan melalui Pengertian, Ciri, Makna, Penerapan dan Contoh Sinkronik. Semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan eman-teman semua. Terimah kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.