Vertebrata – Karakteristik, Struktur, dan Sistemnya

Vertebrata – Karakteristik, Struktur, dan Sistemnya – Vertebrata adalah subfilum dari Chordata yang memiliki anggota yang cukup besar dan paling dikenal. Tubuh dibagi menjadi tiga bagian yang cukup jelas: kepala, badan, dan ekor. Kepala dengan rangka dalam, cranium, di dalamnya terdapat otak, karena mempunyai cranium.
Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paru-paru. Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau Pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada Reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru.

Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau Pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada Reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru.

Kelas Reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara), Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus), Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena) dan Crocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman).

Karakteristik Melata (Reptilia)

Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah anggota tubuh berjari lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga atau empat, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang (membran amniotic).

Reptilia adalah kelompok vertebrata yang beradaptasi untuk hidup di darat yang lingkungannya kering. Adanya sisik dan kulit yang menanduk mencegah hilangnya kelembaban tubuh dan membantu hewan untuk hidup di permukaan yang kasar. Nama kelas Reptilia menunjukkan cara berjalan (latin: retum=melata).

Reptilia tersebar baik di daerah teropis maupun daerah subtropics. Pada daerah-daerah yang mendekati kutub dan tempat-tempat yang lebih tinggi jumlah dan jenisnya makin sedikit. Reptile menempati macam-macam habitat.

Phyton misalnya terdapat di daerah-daerah tropis, hanya terdapat di rawa-rawa, sungai atau sepanjang pantai.
Penyu terbesar teradapat dilaut
kura-kura darat raksasa terdapat di kepulauan.
Kadal dan ular umumnya menempati karang-karang atau pohon.

Secara umum reptilia memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Tubuh ditutupi kulit kering bertanduk (tidak licin), biasanya dilengkapi sisik atau kuku, dan kelenjar dipermuakaan hanya sedikit.
  • Memiliki dua pasang anggota badan, masing-masing dengan lima jari yang pada bagian ujungnya terdapat cakar dan dapat digunakan untuk berlari, merayap atau memanjat. Anggota badan menyerupai dayung pada penyu, memendek pada kadal, dan tidak ada anggota badan pada beberapa jenis kadal dan semua jenis ular.
  • Kerangka terdiri dari tulang keras, tengkorak dilengkapi rongga oksipital
  • Jantung terdiri dari empat ruang yang belum terpisah sempurna, dua serambi dan vertikel yang sebagian saling terpisah, satu pasang berkas aorta, sel darah merah oval bikonkaf dengan inti.
  • Resppirasi dengan paru-paru, pada kura-kura air dilengkapi dengan respirasi kloaka.
  • Terdapat 12 pasang saraf cranial.
  • Suhu tubuh berubah-ubah bergantung suhu lingkungan (poikilothermis).
  • Fertilisasi internal, menggunakan organ kopulasi, telurnya besar mengandung kuning telur yang terbungkus cangkang licin atau berkulit, biasanya telur ditetaskan tetapi pada beberapa jenis ular dan kadal embrio berkembang didalam tubuh betina.

Hewan Reptilia lebih maju dibanding amphibi karena memiliki diantaranya:

  • Penutup tubuh yang kering dan bersisik sebagai adaptasi terhadap kehidupan di darat.
  • Anggota tubuh memungkinkan hewan untuk berlari.
  • Pemisahan darah bersih dan kotor di jantung.
  • Skeleton terdiri dari tulang sejati.
  • Telur dilengkapi dengan membrane dan cangkang sebagai pelindung embrio sehingga memungkinkan untuk berkembang di darat.

Ukuran
Fosil Reptilia ditemukan dalam ukuran yang bervariasi, dari kecil sampai berukuran besar. Dari Reptilia yang ada pada masa sekarang, anaconda di Amerika Serikat dapat tumbuh sampai 990 cm, komodo (varanus komodoensis) memiliki panjang tubuh 285 cm. Beberapa jenis kura-kura darat dari pulau Galapagos mencapai panjang 120 cm. Buaya yang ditemukan tahun 1821 di Luzzon Philipina mencapai panjang 610 cm. Ular Laptotyphlops dari Siria berukuran seperti jarum renda, dan ada pula kadal Lepidoblepharis dari Panama yang panjangnya 5 cm. sebagian besar di Amerika Utara berukuran 20 120 cm, dan kadal dengan panjang di bawah 30 cm.

Struktur Eksternal

Morfologi Reptilia meliputi kepala yang terpisah, leher, tubuh, dan ekor, angggota tubuh berukuran pendek dengan sejumlah jari yang pada bagian ujungnya dilengkapi cakar dan begitupun ada juga sebagaian subordo yang lain yang tidak memiliki jari. Mulutnya yang panjang dilengkapi dengan gigi. Buaya mialnya di dekat ujung moncong terdapat dua lubang hidung. Mata berukuran besar dan terletak lateral, dengan kelopak atas dan bawah, serta membrane nictatin transparan yang dapat bergerak di bawah kelopak mata, telinga berukuran kecil terletak dibelakang mata. Anus terletak longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang.

Sistem Pernapasan

Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Tetapi pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Pada reptilia umumnya udara luar masuk melalui lubang hidung, trakea, bronkus, dan akhirnya ke paru-paru. Sistem pernafasan pada reptilia lebih maju dari Amphibi. Paru paru Reptil hanya terdiri dari beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas.

Paru paru kadal, kura-kura, dan buaya lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal, misalnya bunglon Afrika, mempunyai pundi-pundi hawa atau kantung udara cadangan sehingga memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.

Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Gas O2 dalam udara masuk melalui lubang hidung => rongga mulut => anak tekak => trakea yang panjang => bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru => bronkiolus => trakea yang panjang => anak tekak => rongga mulut => lubang hidung. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.

Baca Juga :  Waktu dan Tempat Dikeluarkannya Zakat Fitrah

Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan pada reptile terdiri atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Reptile pada umumnya terdiri atas saluran pencernaan dan kelnejar pencernaan. Pada umumnya reptile adalah karnivora (pemakan daging). Saluran pencernaannya terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kloaka. Dan kelenjar pencernaannya terdiri atas kelenjar ludah, pancreas dan hati.

Rongga Mulut.
Disokong oleh rahang atas dan rahang bawah. Pada masing-masing rahang terdapat gigi-gigi yang berbentuk kerucut. Gigi menempel pada gusi dan sedikit melengkung kea rah rongga mulut. Dan khusus pada ular berbisa akan tumbuh gigi yang dapat menghasilkan racun yang terdapat pada rongga mulut. Pada buaya giginya bisa mnegalami 50 kali pergantian. Pada umumnya retil tidak mengunyah makanannya jadi giginya berfungsi sebagai penangkap mangsa.

Pada rongga mulut terdapat lidah yang melekat pada tulang lidah dengan ujung bercabang dua. Pada reptilian pemakan insekta memiliki lidah yang dapat dijulurkan, sedangkan pada buaya dan kura-kura lidahnya relative kecil dan tidak dapat dijulurkan. Lidah ular berbentuk pembuluh yang terbungkus oleh selaput dan terletak di bagian rahang bawah. Memiliki kelenjar mukoid yang sekretnya berfungsi agar rongga mulut tetap basah dan dapat dengan mudah menelan mangsanya.Pada ular Kelenjar labia bermodifikasi menjadi kelenjar poison yang bermuara di kantung yang terletak di daerah gigi taring dan dikeluarkan melalui gigi tersebut.

Kerongkongan (esophagus)
Kerongkongan (esophagus) merupakan saluran di belakang rongga mulut yang menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung. Di dalam esophagus tidak terjadi proses pencernaan.

Lambung (ventrikulus)
Lambung (ventrikulus) merupakan tempat penampungan makanan dan pencernaan makanan berupa saluran pencernaan yang membesar dibelakang esophagus. Disini makanan baru mengalami proses pencernaan. Pada bagian fundus pylorus makanan dicerna secara mekanik dan kimia.

Intestinum
Intestinum terdiri dari usus halus dan usus tebal yang bermuara pada anus. Dalam usus halus terjadi proses penyerapan dan sisanya menuju ke rectum, kemudian diteruskan ke kloaka untuk dibuang. Ukuran usus disesuaikan dengan bentuk tubuhnya.

Kelenjar pencernaan
Kelenjar pencernaan, terdiri atas hati dan pancreas. Empedu yang dihasilkan oleh hati ditampung di dalam kantong yang disebut vesica fellea. Hati tediri dari dua lobus yaitu sinister dan dexter yang berwarna coklat kemerahan. Kantong empedu terletak pada tepi sebelah kanan hati. Pancreas pada reptile terletak diantara lambung dan duodenum. Pancreas berbentuk pipih dan berwarna kekuning-kuningan.

Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi pada reptil berupa ginjal, paru-paru,kulit dan kloaka. Kloaka merupakan satu-satunya lubang untuk mengeluarkan zat-zat hasil metabolisme.Reptil yang hidup di darat sisa hasil metabolismenya berupa asam urat yang dikeluarkan dalam bentuk bahan setengah padat berwarna putih.

Sistem Peredaran Darah

Sistem sirkulasi reptil lebih maju dibandingkan dengan katak. Perhatikan Gambar 5.20. Jantung terdiri dari empat ruangan yaitu ventrikel kanan, ventrikel kiri, atrium kanan, dan atrium kiri serta sebuah sinus venosus. Antara ventrikel kanan dan kiri terdapat sekat yang belum sempurna sehingga terjadi percampuran darah yang kaya O2 dalam ventrikel kiri dengan darah yang kaya CO2 dalam ventrikel kanan.

Khusus pada jantung buaya, pada sekat antar ventrikel terdapat lubang kecil yang disebut foramen panizzae yang berfungsi sebagai berikut.

Memungkinkan distribusi oksigen yang cukup ke alat pencernaan.
Memelihara keseimbangan tekanan cairan di dalam jantung pada waktu menyelam.
Sistem sirkulasi darah pada reptil termasuk sistem sirkulasi darah ganda. Darah dari vena yang kaya CO2 masuk ke jantung melalui sinus venosus ke bagian atrium kanan lalu ke ventrikel kanan. Kemudian, darah dipompa menuju paru-paru. Darah dari paru-paru yang kaya O2 masuk ke atrium kiri, dilanjutkan ke ventrikel kiri. Darah dari ventrikel kiri dipompa keluar melalui aorta menuju ke seluruh tubuh.

  • Sistem Reproduksi
  • Jantan
  • Memiliki alat kelamin khusus : hemipenis
  • Sepasang testis
  • Memiliki epididimis
  • Memiliki vas deferens
  • Betina
  • Memiliki sepasang ovarium
  • Memiliki saluran telur (oviduk)
  • Berakhir pada saluran kloaka

Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur.

Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.

Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah. Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.

Sistem Indera

Reptil memiliki alat indera dengan kepekaan yang berbeda- beda, bergantung pada spesiesnya. Beberapa reptil juga memiliki indera khas yang tidak dimiliki oleh reptil lainnya. Namun, secara umum indera yang dimiliki oleh reptil adalah indera penglihatan, pendengaran dan kemoreseptor khusus.

Indera penglihatan
secara umum, reptil memiliki struktur mata yang sama dengan vertebrata lainnya. Ada yang memiliki kelopak mata, ada pula yang tidak. Akomodasi pada semua reptil kecuali ular diatur oleh lensa yang dikelilingi dengan cincin otot sehingga lensa dapat memipih dan membesar. Sementara pada ular, untuk akomodasi lensa mata dapat diarahkan maju- mundur.

Baca Juga :  Gelombang Elektromagnetik - Pengertian, Medan , Bahaya, Manfaat, Konsepnya

Mata pada ular tidak memiliki kelopak mata, tapi dilindungi oleh selaput transparan. Penglihatan ular tidak sejelas penglihatan manusia. Sensor yang ditangkap adalah bayangan dan sensitif terhadap cahaya dan panas. Sebagian besar ular juga memiliki mata median yang berada di atas kepalanya. Mata median merupakan hasil envaginasi dari dienchephalon.

Mata median ini tidak membentuk gambaran retina. Fungsinya adalah untuk mengamati durasi dari fotoperiodisme lingkungan dan memasukkan pengaruhnya terhadap ritme biologis. Mata median ini diduga juga berguna untuk menakar kadar radiasi sinar matahari yang memapar tubuh ular. Pada bunglon, mata lateralnya dapat berputar 360o. Selain itu, kedua mata lateralnya dapat bergerak ke arah yang berbeda. Sehingga, hewan ini dapat melihat ke dua arah sekaligus.

Indera Pendengaran
Reptil tidak memiliki daun telinga. Pada kadal, gendang telinganya nampak jelas terlihat dari luar, berada tepat di belakang rahang. Buaya memiliki gendang telinga yang berada di dalam lubang telinga, tepatnya berada di ujung saluran telinga. Gendang telinga ini berfungsi untuk menggetarkan tulang- tulang pendengaran. Akan tetapi, hampir semua jenis ular tidak memiliki gendang telinga. Sehingga, sinyal- sinyal getaran diterima dari lingkungan melalui rahang bawah.

Kemoreseptor khusus

Organ Vomeronasal
Organ ini fungsinya ekuiivalen dengan indera pembau pada manusia. Karena hidung ular hanya memiliki epitel respirasi, maka fungsi penciumannya digantikan oleh organ ini. Organ vomeronasal atau organ Jacobson berhubungan dengan bulbus olfaktorius dan berfungsi sebagai pendeteksi kimia adanya mangsa maupun pemangsa. Lidah berfungsi sebagai poembawa sinyal kimia berupa gas dari lingkungan ke dalam organ ini.

Organ perasa
Lidah pada reptil memiliki sedikit kuncup kecap. Sehingga, ia bisa merasakan mangsanya.

Pit Organ
Pit organ merupakan detektor panas pada ular. pit organ ini berupa lubang- lubang di depan wajah ular yang di dalamnya terdapat membran thermoreseptor. Pada gambar berikut, organ pit ditunjukkan dengan panah warna merah. Sementara, panah berwarna hitam menunjukkan lubang hidungnya. Integumen bersisik yang sesuai untuk hidup di daerah yang kering Sisik epidermis yang berfungsi sebagai pelindung terhadap pengaruh fisik (misal luka) dan juga sebagai pelindung terhadap kekeringan.

  • Tungkai yang sesuai untuk bergerak cepat;
  • Pemisahan lebih jauh dari darah yang beroksigen dan tidak beroksigen di dalam jantung;
  • Osifikasi kerangka sempurna;

Adanya cangkang pada telur dan adanya amnion pada embrio sehingga menjamin perlindungan terhadap bahaya kekeringan pada telur-telur yang diletakkan didarat.
Telur yang sesuai untuk perkembangan di darat, dengan membran dan cangkang untuk melindungi embrio.
Reptilia merupakan kelompok vertebrata yang beradaptasi untuk hidup di darat yang lingkungannya kering. Adanya sisik dan kulit yang menanduk mencegah hilangnya kelembaban tubuh dan membantu hewan untuk hidup di permukaan yang kasar. Nama kelas Reptilia menunjukkan cara berjalan (latin: retum=melata). Reptilia tersebar baik di daerah teropis maupun daerah subtropics.

Pada daerah-daerah yang mendekati kutub dan tempat-tempat yang lebih tinggi jumlah dan jenisnya makin sedikit. Reptile menempati macam-macam habitat. Phyton misalnya terdapat di daerah-daerah tropis, hanya terdapat di rawa-rawa, sungai atau sepanjang pantai. Penyu terbesar teradapat dilaut dan kura-kura darat raksasa terdapat di kepulauan. Kadal dan ular umumnya terrestrial, tetapii ada yang menempati karang-karang atau pohon.

Klasifikasi Hewen Melata (Reptilia)

Reptilia merupakan salah satu kelas dari vertebrata yang terdiri dari empat ordo dari 14 ordo yang telah diketahui namun hanya 4 ordo yang kami ketahui, yaitu ordo Testudinata (Chelonia), Ordo squamata, ordo Crocodilia/Loricata dan ordo Rhynchocepholia/ Sphenodontia. Ordo testudinata terdiri dari 5 famili dan sub ordo Pleurodira yang dibagi menjadi 2 famili yaitu:

Ordo testudinata
Famili Chelydridae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Chelydridae
Genus : Chelydra
Spesies : C.serpentina

Ciri-ciri :
Ekor panjang
Berkepala besar
Penyebaran : Di Amerika
Habitat : Di air tawar.
Famili Testudinidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Testudinidae
Genus : Testudo
Spesies : T.hermanii

Ciri-ciri :
Cangkang yang keras
Cakar dan tubuh berwarna gelap
Famili Emydidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Emydidae
Genus : Trachemys
Spesies : T.scripta

Ciri-ciri :
Cangkang yang keras
Memiliki cakar.
Habitat : Hidup di air tawar di Eropa, Asia dan di Amerika.

Famili Dermochelyidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Dermochelyidae
Genus : Dermochelys
Spesies : D.coriacea

Ciri-ciri :
Panjang tubuh (panjang karapas) 3 m
Berat mendekati 1 ton
Warna tubuh hitam sampai abu–abu kehijauan
Kaki tidak bercakar dan perisai ditutupi oleh kulit sebanyak tujuh lipatan memanjang dan berbintik putih tanpa keping yang jelas.
Habitat : Di lautan-lautan besar, daerah dingin
Famili Carettochelydae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Carettochelyidae
Genus : Lepidochelys
Spesies : L.olivacea

Ciri-ciri :
Dapat menarik leher ke samping
Kaki berselaput
Habitat :Di perairan, biasa di tepi pantai.
Subordo Pleurodira

Ciri-ciri :
Leher panjang.
Kepala dapat dilipat ke samping badan, namun tidak dapat ditarik ke dalam tempurung.
Karapaks biasa berbentuk oval dan berwarna gelap
Memiliki 13 sisik plastral dan 9-11 tulang plastral.
Pelvis bersatu dengan tempurung/cangkang.
Terbagi menjadi 2 famili yaitu:

Famili Chelidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Chelidae
Genus : Chelodina
Spesies : C.oblonga

Ciri-ciri :
Leher tidak dapat dimasukkan ke dalam perisai
Mempunyai keping intergular.
Kaki depan dengan empat kuku
Keping intergular yang tidak berhubungan dengan tepi perisai yang relatif panjang.
Famili Pelomedusidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Testudinata
Family : Pelomedusidae
Genus : Pelomedusa
Spesies : P.subrufa

Ciri-ciri :
Tubuh bulat
Ukuran tubuh 12 cm – 45 cm
Makanan berupa serangga, moluska, dan cacing.
Habitat :Di air tawar
Keunikan :Saat musim kemarau,dapat mengubur diri di lumpur.
Ordo Squamata

Ciri-ciri :
Memiliki sisik yang terbuat dari zat tanduk.
Sisik mengalami pergantian secara periodik (molting)
Dibagi atas 3 sub ordo
Sub-ordo Lacertilia (Sauria)
Ciri-ciri :
Tubuh panjang
Mandibula bersatu di bagian anterior.
Tulang kuadrat berkontrak dengan pterigoid
Kelopak mata biasa dapat digerakkan.
Sabuk pectoral tumbuh baik atau tinggal sebagai sisa (vastigum).
Bentuk lidah bercabang.
Mempunyai kandung kemih
Terbagi menjadi 5 famili yaitu :

Famili Eublepharidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Eublepharidae
Genus : Goniurosaurus
Spesies : G.araneus

Baca Juga :  Kompetensi yang Harus Dimiliki Guru – Pengertian dan Hakikatnya

Ciri-ciri :
Memiliki kelopak mata yang dapat digerakkan .
Berwarna kuning dan memiliki empat garis coklat lebar di bagian belakang.
Mata gelap coklat kemerahan.
Famili Gekkonidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Gekkonidae
Genus : Hoplodactylus
Spesies : Hoplodactylus sp

Ciri-ciri :
Jari-jari kaki yang memiliki adaptasi khusus yang memungkinkan untuk berada di bagian permukaan tanpa menggunakan cairan atau tegangan permukaan.
Famili Agamidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Agamidae
Genus : Sitana
Spesies : Sitana ponticeriana

Ciri-ciri :
Kaki kuat.
Ekor tidak dapat beregenerasi
Kaki belakang relative lebih panjang dari kaki depan
Keunikan : Mampu mengubah warna tubuh untuk mengatur suhu tubuh
Famili Chameleonidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Chameleonidae
Genus : Uromastyx
Spesies : Uromastyx acanthinuru

Ciri-ciri :
Ukuran tubuh relatif besar
Kulit yang keras dan warna tubuh gelap.
Habitat : Didalam gua-gua

Famili Iguanidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Iguanidae
Genus : Ctenosaura
Spesies : Ctenosaura similis

Ciri-ciri :
Ukuran tubuh bervariasi
Mempunyai sisik yang keras dan berwarna hijau
Mempunyai cakar.
Habitat : Di daratan dan di bebatuan.

Sub-Ordo Ophidia (ular)

Ciri umum:

Tidak mempunyai kaki ( tidak mempunyai telapak kaki ).
Lubang telinga, tulang dada (sternum), dan kandung kemih tidak ada.
Mandibula dihubungkan di bagian anterior oleh sebuah ligamentum.
Bola mata tidak dapat digerakkan, tertutup oleh sisi transparan.
Tidak mempunyai kelopak mata.
Lidah panjang, bercabang dua dapat dijulurkan keluar
Terbagi menjadi 5 famili yaitu :

Family Colubridae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Colubridae
Genus : Chrysopedia
Spesies : Chrysopedia ornata
Baca Juga : Sel Tumbuhan – Pengertian, Organel, Fungsi dan Struktur

Ciri-ciri :
Tubuh hitam, ditutupi oleh sisik berwarna hijau
Kepala berbentuk segitiga.
Melilit di batang pohon.
Hidup dipepohonan
Family Elapidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Elapidae
Genus : Naja
Spesies : Naja haje

Ciri-ciri :
Memiliki sepasang taring yang digunakan untuk menyuntikkan racun dari kelenjar yang terletak di bagian belakang rahang atas.
Tubuh panjang dan ramping dengan sisik halus, tubuh berwarna gelap.
Family Viperidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Viperidae
Genus : Vipera
Spesies : Vipera aspis

Ciri-ciri :
Panjang tubuh 28 cm sampai 3,6 m ( Lachesis sesuai , Crotalinae )
Kepala berbentuk segitiga.
Family Boidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Boidae
Genus : Boidus
Spesies : Boidus sp

Ciri-ciri :
Rahang bawah yang relatif kaku dengan elemen koronoideus, sisa korset panggul dengan anggota belakang yang sebagian terlihat sebagai sepasang taji , satu di kedua sisi lubang .
Jantan dubur taji lebih besar dan lebih mencolok dari betina.
Famili Pythonidae
Kingdom : Animalia
Phylum : Vertebrata
Class : Reptilia
Ordo : Squamata
Family : Pythonidae
Genus : Python
Spesies : Python molurus

Ciri-ciri :
Tidak menyerang manusia kecuali terkejut atau terprovokasi.
Mangsa dibunuh oleh proses penyempitan
Subordo Amphisbaenia

Ciri-ciri :
Tidak berkaki
Memiliki kenampakan seperti cacing karena warna yang semu merah muda dan sisik yang tersusun seperti cincin.
Kepala tidak memisah dari leher
Tengkorak terbuat dari tulang keras
Memiliki gigi median di bagian rahang atas tidak memiliki telinga luar dan mata tersembunyi oleh sisik dan kulit.
Tubuh memanjang dan bagian ekor hampir menyerupai kepala.
Kerajaan : Aimalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Amphisbaenia
Genus : Amphisbaena
Spesies : Amphisbaena sp
Ordo Crocodilia

Ciri Umum :

Tubuh menjadi kepala, leher, badan, ekor.
Kaki dengan jari yang bercakar kuat.
Mulut panjang.
Dua lubang hidung pada moncong.
Mata besar lateral, mempunyai kelopak mata atas dan bawah.
Membrane niktitans tembus cahaya.
Lubang telinga tetutup oleh lipatan kulit.
Anus merupakan celah longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang. Kulit dengan lempeng-lempeng berzat tanduk, tersusun membujur tubuh.
Penyebaran
Reptil bisa ditemui di semua benua kecuali Antartika, walaupun distribusi Reptil yang utama hanya di daerah tropis dan sub-tropis. Habitat dari kelas reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu ordo Crocodilia dan beberapa anggota ordo Chelonia, beberapa sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia, beberapa anggota ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil sub-ordo Ophidia dan Lacertilia.

Reptilia hidup di rawa atau di sungai, atau di tapi laut. Untuk tempat perlindungan, misalnya buaya menggali lubang di tepi sungai. Makanan terdiri dari berbagai hewan. Reptilia mencakup empat ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines, Squamata atau Lepidosauria, Rhynchocephalia, dan Crocodilia. Kebanyakan kadal tinggal di atas tanah (terrestrial), sementara sebagiannya hidup menyusup di dalam tanah gembur atau pasir (fossorial). Sebagian lagi berkeliaran di atas atau di batang pohon. Untuk komodo sangatlah endemik yaitu terbatas persebarannya di beberapa pulau kecil di Nusa Tenggara, seperti pulau Komodo, Padar, Rinca dan di ujung barat pulau Flores.

Biawak umumnya menghuni tepi-tepi sungai atau saluran air, tepi danau, pantai, dan rawa-rawa. Di perkotaan, biawak sering temukan hidup di gorong-gorong saluran air yang bermuara ke sungai. Sedangkan cecak hidup di dinding dan atap rumah. Di alam cecak biasanya hidup pada tempat teduh. Persebaran lacertilia sangat hampir setiap tempat dapat ditemukan kecuali di daerah Arktik, Antartika dan Greenland.

Manfaat Bagi Manusia

Beberapa Reptlia bermanfaat dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai berikut:

  • Sebagai predator alami, contohnya ular memekan tikus, bengkarung memakan serangga.
  • Sebagai bahan pangan, contohnya daging ular, daging kura-kura, dan telur penyu.
  • Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia sebagai bahan obat-obatan.
  • Beberapa reptilia juga merugikan, misalnya ular memangsa hewan ternak dan ular berbisa dapat membunuh manusia.

Demikian penjelasan artikel diatas tentang Vertebrata – Karakteristik, Struktur, dan Sistemnya semoga dapat bermanfaat untuk semua pembaca setia lazuare.Com

Leave a Reply

Your email address will not be published.